cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Indonesian History
ISSN : 22526633     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Indonesia History merupakan jurnal yang memuat artikel hasil penelitian atau artikel konseptual tentang pendekatan kajian sejarah dan sejarah Indonesia. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial UNNES dan dikelola oleh Tim Jurnal Jurusan Sejarah FIS-UNNES. Jurnal ini terbit 2 kali setiap tahunnya pada bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
PARA TRANSMIGRAN DI DESA RASAU JAYA I KABUPATEN KUBU RAYA KALIMANTAN BARAT TAHUN 1971-1979
Journal of Indonesian History Vol 3 No 1 (2014): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Issues that were examined in this study were (1) how the history of transmigration in the village of Rasau Jaya I, Kubu Raya, West Kalimantan ?, (2) how the homesteader community efforts to adapt to the natives of the village of Rasau Jaya I, Kubu Raya, West Kalimantan years 1971-1979 ?, and (3) how the social, economic, and cultural communities in the village homesteader Ra-sau Jaya I, Kubu Raya West Kalimantan in 1971-1979 ?. The results of this study indicate that the migrants come 1972-1974. The purpose transmigration want to change the standard of living is the welfare of the migrants to be better. Migrants get 2 hectares of land and living allowance for 18 months. Transmigrants hard work in adapting to new environments is done in stages: adaptation to the natural environment and indigenous people. At first adjustment to the environment which is still forest, swamps, the temperature of the hot weather and land business must first clean up the remaining pieces of wood from the former forest clearing. So the homesteader must be strong to survive with the environment is still very limited. In the community, especially the natives, home-steader community exchanging ideas about farming techniques is to be burned, their assimilation and the arts. Social life filled with mutual assistance activities, sports and religious activities. Their lives are better off because it could send their children to college. The livelihoods of the migrants predominantly on agriculture and livestock plus. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah (1) bagaimana sejarah transmigrasi di Desa Rasau Jaya I, Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat?, (2) bagaimana upaya masyarakat trans-migran beradaptasi dengan penduduk asli di Desa Rasau Jaya I, Kabupaten Kubu Raya, Kaliman-tan Barat tahun 1971-1979?, dan (3) bagaimana kehidupan sosial, ekonomi, dan budaya masyara-kat transmigran di Desa Rasau Jaya I, Kabupaten Kubu Raya Kalimantan Barat tahun 1971-1979?. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa para transmigran datang tahun 1972-1974. Tujuan transmigrasi adalah ingin merubah taraf hidup kesejahteraan para transmigran menjadi lebih baik. Para transmigran mendapatkan tanah seluas 2 Ha dan jatah hidup selama 18 bulan. Usaha kerja keras transmigran dalam beradaptasi dengan lingkungan baru dilakukan secara bertahap yaitu adaptasi dengan lingkungan alam dan penduduk asli. Pada awalnya penyesuaian diri terhadap lingkungan alam yang masih hutan, rawa-rawa, suhu cuaca yang panas dan lahan usaha yang ter-lebih dahulu harus membersihkan sisa potongan kayu dari bekas membabat hutan. Sehingga trans-migran harus kuat bertahan hidup dengan lingkungan yang masih serba terbatas. Pada lingkungan masyarakat terutama dengan penduduk asli, masyarakat transmigran saling bertukar pikiran mengenai teknik bercocok tanam yaitu dengan dibakar, adanya asimilasi dan kesenian. Kehidupan sosial diisi dengan kegiatan gotong-royong, kegiatan olahraga dan keagamaan. Kehidupan mereka lebih sejahtera karena dapat menyekolahkan anak-anaknya hingga ke perguruan tinggi. Mata pen-caharian para transmigran didominasi pada pertanian dan ditambah dengan beternak.
PABRIK ROKOK SUKUN DI DESA GONDOSARI KECAMATAN GEBOG KABUPATEN KUDUS (1947 – 2012)
Journal of Indonesian History Vol 3 No 1 (2014): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Holy is a district with many types of cigarette factories, one of which is a rapidly growing cigarette factory Breadfruit. However, the study of the existence of this plant has not been done. Issues to be examined in this study can be formulated are: 1) how the history of the cigarette factory in the vil-lage Breadfruit Gondosari Gebog Holy District, 2) the influence of the local economy with the cig-arette factory Breadfruit from 1947 - 2012. Breadfruit PR is a private company Mr. MC Wartono founded in 1949 and get a tax license no. SIP 6500 / F; no. K2417 bandrol supervision; and HO no. 067 / WF / HO. At that time all the company's activities centered in the Holy, covering the areas of production, finance, personnel, and marketing. Regional marketing is still very limited, specifically to meet the demand in Central Java. At the time of incorporation the company only has a very small workplace and production is still only a very few of the hundreds of thousands of rods per day, cigarettes produced include: klobot breadfruit, clove, etc. (www.sukunmcwartono.com). The construction and development of the factory in Kudus Ciga-rette Breadfruit causing socio-economic changes in society, but it certainly generated a lot of im-pact to the surrounding community. Impact of Cigarette Factory Breadfruit establishment for the government and the society of which add to local income can be used to promote and develop the potential of the sanctuary area, creating jobs and employment around the industrial area, and the socio-cultural and economic changes in society Kudus merupakan kabupaten yang mempunyai banyak jenis pabrik rokok, salah satu diantaranya yang berkembang cukup pesat adalah pabrik rokok Sukun. Namun demikian, kajian mengenai keberadaan pabrik ini belum banyak dilakukan. Permasalahan yang akan dikaji dalam penelitian ini dapat dirumuskan adalah 1) bagaimana sejarah berdirinya pabrik rokok Sukun di Desa Gon-dosari Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus, 2) bagaimana pengaruh ekonomi masyarakat dengan adanya pabrik rokok Sukun dari tahun 1947 – 2012. PR Sukun adalah suatu perusahaan perseorangan yang didirikan Bapak MC Wartono Pada tahun 1949 serta mendapatkan izin cukai no. SIP 6500/F; no. pengawasan bandrol K2417; dan ijin HO no. 067/WF/HO. Pada waktu itu semua kegiatan perusahaan terpusat di Kudus, meliputi bidang produksi, keuangan, personalia, dan pemasaran. Daerah pemasarannya masih sangat terbatas, khusus untuk memenuhi permintaan di Jawa Tengah. Pada waktu berdiri perusahaan hanya mempunyai tempat kerja yang sangat kecil dan produksinya masih sedikit sekali hanya sebesar ratusan ribu batang perharinya, rokok yang diproduksi antara lain: Klobot sukun, kretek dan lain sebagainya (www.sukunmcwartono.com ). Pembangunan dan perkembangan Pabrik Rokok Sukun di Kabupaten Kudus menyebabkan peru-bahan sosial ekonomi pada masyarakat, selain itu tentunya banyak menimbulkan dampak untuk masyarakat di sekitarnya. Dampak berdirinya Pabrik Rokok Sukun bagi pemerintah dan masyara-kat diantaranya menambah penghasilan daerah yang dapat digunakan untuk memajukan dan mengembangkan potensi daerah kudus, menciptakan lapangan pekerjaan dan menyerap tenaga kerja disekitar area industri, dan perubahan sosial budaya dan ekonomi masyarakat
DINAMIKA GREBEG BESAR DEMAK PADA TAHUN 1999 – 2003 (TINJAUAN SEJARAH DAN TRADISI)
Journal of Indonesian History Vol 3 No 1 (2014): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The purpose of this thesis are: (1) To determine the shape and traditions grebek Demak Great (2) To determine the function and meaning of the tradition of the Great grebek Demak (3) To know How How grebek Dynamics Great Demak Year 1998-2003. The results showed that the tradition Grebeg openelitian occur in Dzulhijah, once a year which is housed in Tembiring Jogo Beautiful Demak. At the beginning of this tradition is a religious ritual to spread the religion of Islam which made Sunan Kalijaga, as the changes that occur in the community, causing great tradition Grebeg change the function of a night market. Now the tradition of the Great Grebeg become a tool used by the government to look for local revenue. And a place for people to earn money by way of trade or provide services. As well as being a meeting place for the people who interact with each other. Based on the results of this study are expected to be beneficial to all parties, both public and gov-ernment in the development of the tradition of the Great Grebeg eventually. That is, with increas-ing and maintaining the Great Grebeg culture in order to become the cultural richness in Demak to be proud of. Tujuan dari skripsi ini adalah : (1) Untuk mengetahui Bentuk dan tradisi Grebek Besar Demak (2) Untuk mengetahui fungsi dan makna tradisi Grebek Besar Demak (3) Untuk mengetahui Bagaima-na Bagaimana Dinamika Grebek Besar Demak pada Tahun 1998–2003. Hasil openelitian menun-jukan bahwa tradisi grebeg besar terjadi pada bulan dzulhijah, setahun sekali yang bertempat di Tembiring Jogo Indah demak. Pada awalnya tradisi ini adalah ritual keagamaan untuk penyebaran agama islam yang dilakukan Sunan Kalijaga, seiring perubahan yang terjadi dalam masyarakat, menyebabkan tradisi grebeg besar mengalami perubahan fungsi menjadi pasar malam. Sekarang tradisi Grebeg Besar menjadi suatu alat yang digunakan pemerintah untuk mencari pemasukan daerah. Dan menjadi tempat bagi para masyarakat untuk mencari penghasilan dengan cara berdagang ataupun menyediakan jasa. Serta menjadi tempat bertemunya masyarakat yang saling berinteraksi. Berdasar dari hasil penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat bagi semua pihak, baik masyarakat maupun pemerintah dalam perkembangan tradisi Grebeg Besar pada akhirnya nanti. Yaitu dengan meningkatkan dan mempertahankan budaya Grebeg Besar agar menjadi kekayaan budaya di Kabupaten Demak yang dapat dibanggakan.
DAMPAK KERUSUHAN MEI 1998 TERHADAP PENGU-SAHA ETNIS TIONGHOA DI PETUKANGAN JAKARTA TAHUN 1998-2003
Journal of Indonesian History Vol 3 No 1 (2014): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Riots insecurity situation which is often the case in big cities such as the capital Jakarta. One is the May 1998 riots in Jakarta, unrest coinciding with the anti-Chinese issue also occurs in the area of Petukangan Jakarta, many Chinese businessmen in this place. he purpose of this study was to de-termine the impact of the May 1998 riots against Chinese Entrepreneurs in Petukangan Year 1998-2003. The method in this study is based on historical research methods, namely (1) heuristics, (2) a source of criticism, (3) interpretation, and (4) historiography. Techniques to get the source, re-searchers do with observation, interviews, documentation, literature, and study documents. The results of this research is May 1998 riot is a riot that occurs spontaneously, but there is the element of intent and arranged systematically and simultaneously with the issue of anti-Chinese hatred. In the riot of ethnic Chinese businessmen in the area Petukangan also had an immediate impact as a result of looting and destruction, but they prefer to survive and continue to trade in the area Petukangan even developed until now. Kerusuhan adalah situasi ketidakamanan yang sering terjadi di kota-kota besar seperti di ibu kota Jakarta. Salah satunya adalah kerusuhan Mei 1998 yang terjadi di Jakarta, kerusuhan yang bersamaan dengan isu anti Tionghoa ini juga terjadi di daerah Petukangan Jakarta, banyak pengusaha Tionghoa di tempat ini. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak kerusuhan Mei 1998 terhadap Pengusaha Tionghoa di Petukangan Tahun 1998-2003. Metode da-lam penelitian ini berdasarkan metode penelitian sejarah, yaitu(1) heuristik, (2) kritik sumber, (3) interpretasi, dan (4) historiografi. Teknik mendapatkan sumber, peneliti lakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini yaitu kerusuhan Mei 1998 adalah kerusuhan yang terjadi secara spontanitas namun ada unsur kesengajaan dan ter-susun secara sistematis dan bersamaan dengan isu kebencian anti Tionghoa. Dalam kerusuhan tersebut pengusaha etnis Tionghoa di daerah Petukangan juga mengalami dampak langsung akibat penjarahan dan pengrusakan, namun mereka lebih memilih bertahan dan tetap berdagang di dae-rah Petukangan bahkan berkembang sampai dengan saat ini.
PABRIK GULA CEPIRING KENDAL PASCA NASIONALISASI TAHUN 1957-2008
Journal of Indonesian History Vol 3 No 1 (2014): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sugar contains a lot of interesting things to be studied and not widely known yet by the layman. In addition its relation to the roots of nationality, Sugar also became the way to come to a modern civilization in Javanese colonialism. The purpose of this study is used to determine the state of the Cepiring Sugar Factory in a Dutch colonial period and its post-nationalization years development from 1957 to 2008. The methods in this study are based on historical research methods, they are; (1) heuristics, (2) a source of criticism, (3) interpretation, and (4) historiography. Techniques that used to get the source is by do observation, interviews, documentation, literature studies, and docu-ments studies. The results of this research are the changes that undergone by Cepiring Sugar Facto-ry after the nationalization of foreign factory that owned by the Dutch in 1957, the one of it is the changes in management system. This factory has encountered several vacuums. First, in 1904-1916 because of World War I, the second is in 1930-1935 because of economic crisis, the third in 1942-1954 because of function changing by the Japanese, and in 1998-2008 because of financial crisis. However, by improved management and great effort, Cepiring Sugar Factory can be operating un-til now. Industri gula merupakan suatu hal yang menarik untuk dikaji dan belum banyak diketahui oleh orang awam. Selain berhubungan erat dengan akar-akar kebangsaan, gula juga menjadi pembuka peradaban modern di Jawa era kolonial. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui keadaan Pabrik Gula Cepiring masa Kolonial Belanda dan perkembangannya pasca nasionalisasi tahun 1957-2008. Metode dalam penelitian ini berdasarkan metode penelitian sejarah, yaitu (1) heuristik, (2) kritik sumber, (3) interpretasi, dan (4) historiografi. Teknik mendapatkan sumber, peneliti lakukan dengan observasi, wawancara, dokumentasi, studi pustaka, dan studi dokumen. Hasil penelitian ini yaitu Pabrik Gula Cepiring banyak mengalami perubahan setelah adanya na-sionalisasi perusahaan-perusahaan asing milik Belanda tahun 1957, salah satunya perubahan pada sistem manajemen. Pabrik ini telah beberapa kali mengalami kevakuman. Pertama yaitu tahun 1904-1916 akibat Perang Dunia I, kedua yaitu tahun 1930-1935 akibat krisis ekonomi, ketiga yaitu tahun 1942-1954 karena dialihfungsikan oleh Jepang, dan tahun 1998-2008 karena krisis moneter. Akan tetapi dengan perbaikan manajemen serta usaha yang keras, Pabrik Gula Cepiring dapat beroperasi kembali sampai saat ini.
PERPINDAHAN IBUKOTA PEMERINTAHAN KABUPATEN SEMARANG DARI KOTA SEMARANG KE KOTA UNGARAN TAHUN 1971-1983
Journal of Indonesian History Vol 3 No 1 (2014): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to: (1) Determine the Semarang District Development Administration, after dis-placement pemerintahan1971-1983 center. (2) factors - factors and the background that led to the displacement of the county seat Semarang Semarang to Ungaran1971-1983. (3) determine the so-cial, economic society after displacement tersebut1971-1983 Semarang regency. Based on the re-sults, it can be concluded that during the reign of Regents Iswarto (1969-1979), the capital of Sema-rang District de facto transferred to Ungaran. Previous administrative center is located in the area Kanjengan (Semarang). While revamping, dated July 30, 1979 by Regent Regional Tk. II Sema-rang proposed by the Central Government through the Governor, to the City Ungaran definitively established as the capital of the district government of Semarang regency. The transfer of the capi-tal of the Central Government during the Regent Drs. Iswarto is then followed by the Regent Ir. Soesmono Martosiswojo who served from 1979 - 1985. Through Parliament by letter No.03 / DPRD Kab.Smg / 80, dated April 26, 1980 which was signed by its chairman, Sipar Hardjosoemarto, filed proposed transfer of the capital city of Semarang to Ungaran to Minister of the Interior. And defined by Regulation No. 29/1983 on the Determination of Status Ungaran as Capital City District Government of Semarang regency, which applies its inauguration on 20 De-cember 1983. In 2005, sub Ungaran divided into two, namely Ungaran West, East Ungaran Sema-rang, Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui Perkembangan Pemerintahan Kabupaten Sema-rang, setelah perpindahan pusat pemerintahan1971-1983. (2) Faktor – faktor dan latar belakang yang menyebabkan perpindahan pusat pemerintahan kabupaten Semarang dari kota Semarang ke Ungaran1971-1983. (3) Mengetahui kondisi sosial,ekonomi masyarakat kabupaten Semarang setelah perpindahan tersebut1971-1983. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bah-wa pada masa pemerintahan Bupati Iswarto (1969-1979), ibukota Kabupaten Semarang secara de facto dipindahkan ke Ungaran. Sebelumnya pusat pemerintahan berada di daerah Kanjengan (Kota Semarang). Sementara dilakukan pembenahan, tanggal 30 Juli 1979 oleh Bupati Kepala Daerah Tk. II Semarang diusulkan oleh Pemerintah Pusat melalui Gubernur, agar Kota Ungaran secara definitif ditetapkan sebagai ibukota Pemerintah Kabupaten Dati II Semarang. Pemindahan Pusat Pemerintahan ibukota semasa Bupati Drs. Iswarto ini selanjutnya dilanjutkan oleh Bupati Ir. Soesmono Martosiswojo yang menjabat sejak tahun 1979 – 1985. Melalui DPRD dengan surat No.03/DPRD Kab.Smg/80, tanggal 26 April 1980 yang di tandatangani oleh ketuanya, Sipar Hardjosoemarto, diajukan usulan perpindahan ibukota dari Kota Semarang ke Kota Ungaran ke Menteri Dalam Negeri. Dan ditetapkan dengan PP no 29/1983 tentang Penetapan Status Kota Ungaran sebagai Ibukota Pemerintah Kabupaten Dati II Semarang, yang berlaku peresmiannya tanggal 20 Desember 1983. Pada tahun 2005, kecamatan Ungaran dimekarkan menjadi dua, yakni Ungaran Barat, Semarang dan Ungaran Timur, Semarang.
PERKEMBANGAN INDUSTRI BATIK LASEM PUSAKA BERUANG TAHUN 1965 – 2010
Journal of Indonesian History Vol 3 No 1 (2014): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Art of batik in Indonesia has been known since the time of Majapahit and continue to grow in the days of the Islamic empire. Lasem City is one of the coastal batik producers in the northern coastal areas of Java. Despite this and the splendor of batik as a valuable work of the nation's wealth and Indonesia, batik Lasem, its own color to the repertoire of Indonesian batik. Santoso Hartono (44) is one of the few batik heir of Lasem, who want to pursue and preserve batik Lasem. In its develop-ment, batik industry Heirloom Bears can be divided into three stages. The first stage is the forerun-ner to the establishment of batik Heirloom Bears from 1965, the second stage is a condition in which the batik industry heirloom bears had experienced near-death of 1990 and the third stage is the batik industry heritage reaching back Bears back in 2005. The heyday of the Industrial Heritage of Batik bear of socio-Economic Conditions community influence on socio-economic conditions, among others: social terms, namely the shift of public profession, increased social status, increased social activity. From the economic point of view that is open jobs and increase incomes. Kesenian batik di Indonesia telah dikenal sejak zaman Majapahit dan terus berkembang pada zaman kerajaan Islam. Kota lasem merupakan salah satu penghasil batik pesisir yang ada di daerah pantai utara Jawa. Di tengah geliat dan semaraknya batik sebagai kekayaan dan karya adiluhung bangsa Indonesia, batik Lasem, memberi warna tersendiri bagi khasanah batik Indo-nesia. Santoso Hartono (44) adalah salah satu dari sedikit pewaris pembatik dari Lasem, yang mau menekuni dan melestarikan batik Lasem. Dalam perkembangannya, industri batik Pusaka Beru-ang dapat dibagai menjadi tiga tahapan. Tahapan yang pertama yaitu cikal bakal berdirinya batik Pusaka Beruang dari tahun 1965, Tahapan kedua yaitu kondisi dimana industri batik Pusaka beru-ang sempat mengalami mati suri dari tahun 1990 dan Tahapan ketiga yaitu industri batik Pusaka Beruang kembali mencapai kembali masa kejayaannya dari tahun 2005. Industri Batik Pusaka Beruang Terhadap Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat berpengaruh terhadap kondisi sosial ekonomi masyarakat, antara lain : dari segi sosial yaitu beralihnya profesi masyarakat, mening-katnya status sosial masyarakat, meningkatnya aktivitas sosial masyarakat. Dari segi ekonomi yaitu membuka lowongan pekerjaan dan meningkatkan pendapatan masyarakat.
PERKEMBANGAN MASYARAKAT PENGRAJIN BATIK TULIS SALEM KABUPATEN BREBES TAHUN 1960-2002
Journal of Indonesian History Vol 3 No 1 (2014): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Batik is a craft that has high artistic value and has become part of the culture of Indonesia, especial-ly Java community. Javanese women made their skills in batik for a living, so in the past, batik work is women's work. Issues to be studied are (1) how the history of batik Salem? (2) how the de-velopment community batik Salem in 1960-2002? (3) how the impact on the community batik Sa-lem District of Salem, Brebes ?. These results indicate that the hand batik craft Salem is inherited from generation to generation. Batik Salem initiated by an officer of Pekalongan daughter is Mrs. Sartumi who came to Salem in the 1900s, then married a young man from the District of Salem, Mr Masutarso, and they settled in Salem Bentarsari and precisely in the village to teach batik the local community. Of the incident batik began to appear in the District of Salem. In addition to giv-ing effect to the social conditions, the existence of batik Salem also gave a considerable impact on the economic conditions of the surrounding community. The direct impact the existence of batik Salem is creating jobs for the people of Salem District of Salem District of the community so that the economy is getting better. Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indo-nesia khususnya masyarakat Jawa. Perempuan-perempuan Jawa menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga dimasa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan perempuan. Permasalahan yang akan dikaji adalah (1) bagaimana sejarah batik tulis Salem? (2) bagaimana perkembangan masyarakat batik tulis Salem tahun 1960-2002? (3) bagaiman dampak batik tulis Salem terhadap masyarakat Kecamatan Salem, Kabupaten Brebes?. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa batik tulis tangan Salem merupakan kerajinan yang diwariskan secara turun temurun. Batik tulis Salem dirintis oleh seorang putri pejabat dari Pekalongan yaitu Ibu Sartumi yang datang ke Salem pada tahun 1900-an, kemudian menikah dengan pemuda yang berasal dari Kecamatan Salem yaitu Bapak Masutarso, lalu menetap mereka di Salem tepatnya di Desa Bentarsari dan mengajarkan batik tulis kepada masyarakat setempat. Dari kejadian tersebut batik tulis mulai muncul di Kecamatan Salem. Selain memberikan pengaruh terhadap kondisi so-sial, keberadaan batik tulis Salem juga memberi dampak yang cukup besar terhadap kondisi ekonomi masyarakat sekitar. Dampak langsung yang ditimbulkan adanya batik tulis Salem adalah membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat Kecamatan Salem sehingga perekonomian masyarakat Kecamatan Salem semakin membaik.
Reformasi Pelatihan KNIL Tahun 1938-1942: Persiapan Hindia Belanda Menghadapi Ekspansi Jepang Taqwa Ridlo Utama
Journal of Indonesian History Vol 11 No 1 (2023): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v11i1.56734

Abstract

KNIL adalah kesatuan militer pemerintah kolonial Hindia Belanda. Pada tahun 1930an, dengan melihat ancaman terjadinya perang pasifik dan ekspansi oleh militer Jepang, pihak pemerintah kolonial Hindia Belanda merencanakan melakukan reformasi dalam kesatuan KNIL sebagai upaya untuk meningkatkan kekuatan militer. Reformasi KNIL dimulai pada tahun 1936, dengan fokus awalnya yaitu dalam hal peremajaan dan peningkatan jumlah alutsista. Pada tahun 1938, pemerintah kolonial mulai merambah dan berbenah dalam bidang pelatihan militer yaitu dengan membentuk Korps Perwira Cadangan (CORO). Dengan melihat ancaman perang yang semakin didepan mata, pada tahun 1940 oleh pemerintah kolonial diputuskan untuk membentuk dinas pelatihan lainnya untuk meningkatkan jumlah pasukan yang ada. Pemerintah kolonial Hindia Belanda kemudian memutuskan untuk membangun sebuah Akademi Militer di Bandung (KMA), dan dinas Pelatihan Penerbang Cadangan (VVC). Selain itu, diputuskan juga untuk melatih milisi melalui kebijakan wajib militer. Tulisan ini akan mencoba membahas terkait dengan pelaksanaan berbagai pelatihan militer yang telah dibentuk tersebut. Metode penelitian yang akan digunakan merujuk pada metode penelitian sejarah.
Keterlibatan Amerika Serikat dalam Upaya Pembangunan Ekonomi Indonesia Era Soeharto 1966-1980 Nanda Setia
Journal of Indonesian History Vol 11 No 1 (2023): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v11i1.59178

Abstract

Sejak dimulainya kepemimpinan Presiden Soeharto di Indonesia yang menandai munculnya keterlibatan Amerika Serikat di Indonesia sangat berpengaruh besar dalam kaitannya dengan pembangunan ekonomi Indonesia, ditambah lagi adanya peraturan mengenai investasi modal asing di Indonesia. Krisis ekonomi pada periode Orde Lama membuat Soeharto merombak berbagai kebijakan perekonomian Indonesia. Kebijakan ekonomi trilogi pembangunan dan REPELITA mulai digagas oleh Soeharto, yang tentunya membutuhkan modal yang amat besar. Demi ketercapaian cita-cita tersebut diwujudkan dengan mendekatnya Indonesia kepada Amerika Serikat. Akibatnya membuat Amerika Serikat memiliki hubungan intim dengan Indonesia. Penulisan ini bertujuan untuk memaparkan bagaimana keterlibatan Amerika Serikat dalam pembangunan ekonomi Indonesia pada masa pemerintahan Presiden Soeharto 1966-1980. Melalui metode penelitian sejarah tulisan ini akan memberikan gambaran mengenai awal mula terjalinnya hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat, kebijakan ekonomi Indonesia yang mendasari keterlibatan Amerika Serikat, serta kontribusi yang diberikan Amerika Serikat dalam pembangunan ekonomi Indonesia di masa Orde Baru.