cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota semarang,
Jawa tengah
INDONESIA
Journal of Indonesian History
ISSN : 22526633     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Humanities, Art,
Journal of Indonesia History merupakan jurnal yang memuat artikel hasil penelitian atau artikel konseptual tentang pendekatan kajian sejarah dan sejarah Indonesia. Jurnal ini diterbitkan oleh Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial UNNES dan dikelola oleh Tim Jurnal Jurusan Sejarah FIS-UNNES. Jurnal ini terbit 2 kali setiap tahunnya pada bulan Juli dan Desember.
Arjuna Subject : -
Articles 278 Documents
The Becak Drivers Indramayu in Jakarta 1970-1990 Mohamad Kamil Firdaus
Journal of Indonesian History Vol 11 No 1 (2023): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v11i1.63181

Abstract

Abstrak: Penelitian ini membahas sejarah sosial penarik becak Indramayu di Jakarta, pada tahun 1970-1990. Sejumlah masalah pedesaan di Indramayu yang dialami oleh warga Indramayu meliputi kemiskinan, modernisasi teknologi bidang pertanian, lapangan pekerjaan dan musim paceklik. Daya tarik kota menjadi magnet migrasi warga Indramayu ke Jakarta. Penarik becak merupakan pekerjaan sektor informal kota yang banyak mempekerjakan pendatang dari daerah luar Jakarta, termasuk pendatang dari Indramayu. Penelitian ini menggunakan metode sejarah yakni heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil temuan dari penelitian ini menunjukkan bahwa penarik becak berhasil memperoleh penghasilan tambahan pada kurun waktu 1970-1980an. Memasuki tahun 1985-1990, ada banyak hal yang dialami penarik becak selama di sana, yakni masalah pembersihan becak di Jakarta yang diberlakukan oleh Pemerintah DKI Jakarta, mengharuskan penarik becak kembali ke desa tahun 1990, meski begitu tidak sedikit memilih bertahan mencari pekerjaan lain dan mengikuti aturan yang berlaku. Abstract: This study discusses the social history of Indramayu becak drivers in Jakarta, in 1970-1990. A number of rural problems in Indramayu experienced by Indramayu residents include poverty, modernization of agricultural technology, employment and famine. The attractiveness of the city has become a migration magnet for Indramayu residents to Jakarta. Becak drivers are an urban informal sector job that employs many migrants from areas outside Jakarta, including migrants from Indramayu. This study uses historical methods, namely heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The findings from this study indicate that the becak drivers managed to earn additional income during the 1970-1980s. Entering 1985-1990, there were many things that were experienced by the becak drivers while there, namely the problem of cleaning the rickshaws in Jakarta which was enforced by the Government of DKI Jakarta, requiring the becak drivers to return to the village in 1990, even so many chose to stay looking for other jobs and follow applicable rules.
The History of Muhammadiyah Fathoni Khairil Mursyid
Journal of Indonesian History Vol 11 No 1 (2023): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v11i1.63236

Abstract

Abstrak: Muhammadiyah merupakan suatu organisasi yang lahir pada tanggal 18 November 1912 oleh K.H.Ahmad Dahlan. Yang mana organisasi Muhammadiyah didirikan atas sebab saran dari sahabat dan murid murid K.H.Ahmad Dahlan untuk mendirikan sebuah lembaga yang bersifat permanen. Tujuan penelitian ini untuk mengungkap apa saja sejarah yang terdapat pada organisasi Muhammadiyah, serta mengetahui seluk beluk yang ada pada Muhammadiyah sehingga pembaca dapat memahami benar bagaimana sejarah Muhammadiyah. Metode penelitian yang kami gunakan dalam artikel ini adalah metode kualitatif, karena metode tersebut berdasarkan pada pengamatan yang mendalam. Sehingga kami lebih memilih untuk menggunakan metode kualitatif agar para pembaca dapat memahami secara mendalam the history of Muhammadiyah. Hasil penelitian menunjukkan tentang sejarah dan keadaan Muhammadiyah dari zaman ke zaman, dan apa saja visi misi Muhammadiyah dalam menyebarkan dakwahnya dan mengembangkan organisasinya. Sehingga para pembaca dapat mengetahui organisasi Muhammadiyah yang benar-benar pesat perkembangannya hingga sekarang. Abstract: Muhammadiyah is an organization that was born on November 18 1912 by K.H.Ahmad Dahlan. Which is the Muhammadiyah organization because of suggestions from friends and students of K.H.Ahmad Dahlan to establish a permanent institution. The purpose of this research is to reveal the history of the Muhammadiyah organization, as well as to find out the ins and outs of Muhammadiyah so that readers can fully understand the history of Muhammadiyah. The research method that we use in this method is a qualitative method, because the method is based on in-depth observation. So we prefer qualitative research methods so that readers can understand in depth the history of Muhammadiyah. The results of the research show the history and condition of Muhammadiyah from time to time, and what are the visions and missions of Muhammadiyah in spreading ots da’wah and developing its organization. So that readers can find out about the Muhammadiyah organization which has really developed rapidly until now.
Kêcéh Balung Butå: Riwayat Pencarian Benda Purbakala di Situs Patiayam Periode 1891-2007 Ardhiatama Purnama Aji
Journal of Indonesian History Vol 11 No 1 (2023): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v11i1.63889

Abstract

Abstrak Situs Patiayam merupakan situs purbakala yang mempunyai bentang geomorfologi lembah serta bukit-bukit. Area situs mayoritas ada di daerah administratif Desa Terban Kecamatan Jekulo Kabupaten Kudus. Situs Patiayam secara stratigrafis punya enam formasi yang menyimpan bertumpuk-tumpuk fosil di dalam tanahnya. Karena berlimpah fosil, berbagai penggalian ditempuh. Penulis hendak memaparkan kisah pencarian fosil di situs tersebut dalam karya sejarah. Karya ini diawali sejak 1891, ketika Patiayam mulai ditelusuri Dubois. Lingkup temporal kajian berakhir tahun 2007, saat produk tinggalan budaya Homo erectus berhasil ditemukan. Kajian ini mempergunakan metode penelitian sejarah, mencakup lima tahapan: pemilihan topik, heuristik, kritik sumber, interpretasi, beserta historiografi. Pada era kolonial, para akademisi seperti Eugene Dubois menadatangi Perbukitan Patiayam dengan dorongan teori evolusi. Mereka justru menemukan buncahan fosil hewan, dari yang berhabitat lingkungan laut, hutan hujan, dan savana. Pasca-kemerdekaan, penelusuran benda purbakala kembali dijalankan oleh akademisi tanah air, seperti Sartono, Yacob, Zaim, dan Simanjuntak. Yahdi Zaim bahkan menemukan fosil Homo erectus yang sekiranya turut menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti era kolonial tentang teori evolusi. Pasca-Reformasi, penelusuran benda purbakala di Patiayam jadi kian “gegap gempita”. Bergeser dari peran sebagai penjual fosil pada masa kolonial, warga setempat menjadi pihak terdepan dalam penemuan benda purbakala melalui paguyubannya. Balar Yogyakarta sebagai akademisi sukses menempuh sejumlah riset dan menemukan tinggalan budaya Homo erectus. Bukan tanpa alasan, penemuan itu menjadi kunci pembuka tabir kehidupan purba di Situs Patiayam. Kata Kunci: Benda Purbakala, Pencarian, Situs Patiayam
Kinerja Perusahaan Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina) Di Bawah Kepemimpinan Ibnu Sutowo Tahun 1968-1976 Anas Ghina Mariyatul Qibtiyah; Ibnu Sodiq
Journal of Indonesian History Vol 11 No 1 (2023): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v11i1.64416

Abstract

Abstrak: Tulisan ini membahas mengenai perusahaan pertambangan minyak dan gas bumi negara (Pertamina) ketika Ibnu Sutowo menjabat sebagai direktur utama. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana kinerja perusahaan Pertamina selama berada di bawah kepemimpinan Ibnu Sutowo. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pengelolaan perusahaan Pertamina sejak pertama kali didirikan hingga pada masa akhir jabatan Ibnu Sutowo dan untuk menjabarkan pengaruh dari gaya kepemimpinan Ibnu Sutowo selama menjabat sebagai direktur utama terhadap kinerja perusahaan Pertamina. Dengan menggunakan metode penelitian sejarah, tulisan ini menghasilkan penemuan bahwa dalam waktu yang relatif singkat, Pertamina telah mengalami pasang surut perusahaan. Di bawah kepemimpinan Ibnu Sutowo, Pertamina berhasil berkembang pesat dan dikenal oleh dunia perminyakan internasional, berkat Ibnu Sutowo, Pertamina dapat menjadi ladang penghasilan dan sumber modal bagi pembangunan negara pada saat itu. Namun dibalik kesuksesannya, Pertamina sempat tertimpa permasalahan serius menyangkut keuangan perusahaan yang selanjutnya kita kenal sebagai Krisis Pertamina tahun 1975. Abstract: This paper discusses the state oil and gas mining company (Pertamina) when Ibnu Sutowo served as president director. The main problem in this study is how Pertamina's company performed during its time under the leadership of Ibnu Sutowo. The purpose of this study is to find out how Pertamina's company has been managed since it was first established until the end of Ibnu Sutowo's term of office and to describe the influence of Ibnu Sutowo's leadership style during his tenure as president director on Pertamina's company performance. Using historical research methods, this paper resulted in the discovery that in a relatively short period of time, Pertamina has experienced the company's ups and downs. Under the leadership of Ibnu Sutowo, Pertamina managed to develop rapidly and was known by the international petroleum world, thanks to Ibnu Sutowo, Pertamina was able to become an income field and source of capital for the development of the country at that time. But behind its success, Pertamina was hit by serious problems regarding the company's finances which we later know as the Pertamina Crisis in 1975.
Ulama Intelektual Abad 15-16 M Meli Yuliana
Journal of Indonesian History Vol 11 No 1 (2023): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v11i1.65343

Abstract

Abstrak Intelektual Muslim dapat dipahami orang yang memiliki kecerdasan dan pemahaman terhadap agama maupun ilmu pengetahuan serta kepekaan pada masalah sosial, dengan menjadikan islam sebagai pandangan hidup dan landasan dalam berpikir. Ulama sebagai intelektual muslim tidak hanya mampu menguasai ajaran agama, namun juga ulama sebagai penggerak dalam penyebaran dan perkembangan islam di Indonesia. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yang digunakan adalah kepustakaan (Library Research). Metode penelitian yang digunakan ialah metode penelitian sejarah yaitu heuristik, kritik, interpretasi dan historiografi. Adapun ulama-ulama intelektual pada abad 15-16 M diantaranya yaitu: Syekh Hamzah al-Fansuri,, Syekh Syamsudin as-Sumatrani, dan Wali Songo yakni Sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Gunung Djati dan Sunan Giri. Ulama tersebut adalah intelektual muslim yang sangat berperan penting dalam islamisasi di Indonesia. Kata Kunci: Ulama, Intelektual, Indonesia. Abstract Muslim intellectuals can be understood by people who have intelligence and understanding of religion and science as well as sensitivity to social issues, by making Islam a way of life and a basis for thinking. Cleric as Muslim intellectuals are not only able to master religious teachings, but also as a driving force in the spread and development of Islam in Indonesia. This research is a qualitative research with the type of research used is library. The research method used is historical research methods, namely heuristics, criticism, interpretation and historiography. The intellectual scholars in the 15-16 M centuries included: Syekh Hamza al-Fansuri, Syekh Syamsudin as-Sumatrani, and Wali Songo namely Sunan Gresik, Sunan Ampel, Sunan Bonang, Sunan Drajat, Sunan Kalijaga, Sunan Kudus, Sunan Muria, Sunan Gunung Djati and Sunan Giri. These scholars are Muslim intellectuals who play an important role in the Islamization of Indonesia. Keywords: Cleric, Intellectual, Indonesia.
Kontribusi Pelabuhan Talang Duku Terhadap Sektor Perekonomian Masyarakat Kabupaten Muaro Jambi Risna Dewi; Pitri Pitri; Isrina Siregar; Budi Purnomo
Journal of Indonesian History Vol 11 No 1 (2023): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v11i1.67506

Abstract

Indonesia adalah negara kepulauan, pelabuhan diperlukan untuk komunikasi antar pulau. Salah satu kabupaten di Provinsi Jambi, Kabupaten Muaro Jambi, memiliki pelabuhan air terbesar, seperti pelabuhan Talang Duku, yang dimaksudkan untuk mempercepat pergerakan produk secara signifikan. Dengan dibangunnya pelabuhan di Talang Duku Jambi, kajian ini berupaya untuk menetapkan bagaimana merumuskan pengelolaan sanitasi lingkungan masyarakat yang memenuhi kebutuhan ekonomi domestik. Kajian ini dilakukan di perimeter dan buffer zone Pelabuhan Talang Duku Jambi yang berjarak kurang lebih 10 km dari Kota Jambi. Metode penelitian kualitatif diterapkan dalam penelitian ini. Temuan studi analisis kualitatif menunjukkan bahwa peran Pelabuhan Talang Duku dalam melakukan transaksi bongkar muat barang dan aktivitas transaksi perdagangan dalam dan luar negeri yang berperan aktif dalam pertumbuhan ekonomi masyarakat hingga saat ini.
The Influence of World War II for Al-Moe'min Newspaper in 1938-1939 Amirul Hakim
Journal of Indonesian History Vol 11 No 1 (2023): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v11i1.69080

Abstract

Abstrak: Surat kabar Al-Moe’min merupakan surat kabar Islam-Sunda yang terbit pada periode tahun 1932-1939. Selama delapan tahun penerbitannya, surat kabar tersebut mampu menjadi sumber bacaan agama dan umum bagi masyarakat Sunda, khususnya masyarakat Cianjur. Pada tahun 1938 dan 1939, surat kabar Al-Moe’min mengalami banyak perkembangan yang dibuktikan dengan menjadi surat kabar mingguan, penambahan karikatur, foto, serta perkembangan lainnya. Meskipun begitu, surat kabar Al-Moe’min tetap mengalami permasalahan dalam penerbitannya, salah satunya adalah permasalahan yang disebabkan isu perang. Penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan keberadaan surat kabar Al-Moe’min pada tahun 1938-1938, menjelaskan pengaruh Perang Dunia II bagi surat kabar Al-Moe’min. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang meliputi tahapan heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa surat kabar Al-Moe’min pada tahun 1938-1939 keberadaannya sudah menjadi weekblad (surat kabar mingguan), serta mampu menjadi sumber bacaan agama dan umum bagi masyarakat. Pengaruh Perang Dunia II terhadap surat kabar Al-Moe’min adalah munculnya permasalahan kenaikan harga kertas, dan munculnya masalah organisasi surat kabar Al-Moe’min. Abstract: The Al-Moe'min newspaper is an Islamic-Sundanese newspaper published in the period 1932-1939. During its eight years of publication, the newspaper was able to become a source of religious and general reading for the Sundanese people, especially the Cianjur people. In 1938 and 1939, the Al-Moe'min newspaper experienced many developments as evidenced by becoming a weekly newspaper, adding caricatures, photographs and other developments. Even so, the Al-Moe'min newspaper continues to experience problems in its publication, one of which is the problem caused by the issue of war. This study aims to explain the existence of the Al-Moe'min newspaper in 1938-1938, explain the influence of World War II for the Al-Moe'min newspaper. This study uses historical research methods which include heuristic stages, source criticism, interpretation, and historiography. The results of this study indicate that the Al-Moe'min newspaper in 1938-1939 had become a weekblad (weekly newspaper), and was able to become a source of religious and general reading for the community. The influence of World War II on the Al-Moe'min newspaper was the emergence of the problem of rising paper prices, and the emergence of organizational problems for the Al-Moe'min newspaper.
Perjuangan Bumiputera Melalui Persatoean Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI) Di Jawa Tahun 1930-1942 Erwin Dwi Ardiyanto
Journal of Indonesian History Vol 11 No 1 (2023): Journal of Indonesian History
Publisher : Jurusan Sejarah Fakultas Ilmu Sosial Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v11i1.64418

Abstract

Wadah perjuangan dalam sepak bola diaplikasikan dengan didirikannya Persatoen Sepakraga Seloeroeh Indonesia (PSSI). Gerakan sepak bola kebangsaan dibentuk sebagai saluran untuk memumpuk persatuan dan nasionalismeberlayar tak bertepian. Kondisi ini dilatarbelakangi oleh diskriminasi dan penghinaan yang dilakukan oleh orang-orang Belanda di Indonesia. Para bumiputera terpinggirkan untuk bisa bermain sepak bola, banyak fasilitas-fasilitas untuk menunjang jalannya suatu pertandingan sepak bola tidak boleh digunakan oleh bumiputera. PSSI lahir sebagai organisasi tandingan atas dominasi organisasi-organisasi sepak bola Belanda di Indonesia. Organisasi bumiputera tersebut secara sadar dijadikan alat perjuangan yang sejalan dengan perjuangan bangsa. Metode penelitian yang digunakan dalam tulisan ini adalah metode penelitian sejarah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa PSSI secara efektif mampu menandingi dominasi organisasi sepak bola Belanda di Indonesia, meskipun terjadi banyak masalah dan hambatan dalam perjalanannya, namun PSSI tetap bertahan dengan dukungan penuh dari tokoh-tokoh pergerakan. Bagi PSSI, sepak bola merupakan alat untuk membangkitkan rasa kebangsaan. Dalam perkembangannya, PSSI berhasil menyejajarkan diri dengan organisasi sepak bola Belanda, adanya Gentlement’s Agreement membuktikan bahwa kepopuleran PSSI yang tinggi dalam persepakbolaan Indonesia. PSSI berhasil meningkatkan derajat dan martabat bumiputera serta persamaan kedudukan dengan orang-orang Belanda dalam sepak bola.
Kehidupan Gelandangan di Jakarta Tahun 1962-1977 Pratama, Agustian Aditya; Wasino, Wasino
Journal of Indonesian History Vol 11 No 2 (2023): Journal of Indonesian History
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v11i2.71746

Abstract

Jakarta in the early 1960s has experienced a fairly large urban development. The lighthouse project launched by President Soekarno in the early 1960s has made the migration of villagers to Jakarta more frequent. The majority of residents who come to Jakarta are poor and lack skills, which allows them to work in many informal sectors in Jakarta such as pedicab drivers, street vendors and even the homeless. The problem in this study discusses the increase in vagrants in Jakarta in 1962-1977, as well as the purpose of this study to find the beginning of the increase in vagrants in Jakarta and the Government's strategy in dealing with vagrants.
Modernisasi Industrial Perdesaan di Tempuran Magelang 1990-2019 Anisati, Dwi Kholifatul
Journal of Indonesian History Vol 11 No 2 (2023): Journal of Indonesian History
Publisher : Universitas Negeri Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15294/jih.v11i2.71903

Abstract

ABSTRAK Penelitian ini membahas mengenai modernisasi yang terjadi pada masyarakat perdesaan Kecamatan Tempuran sebagai akibat adanya pertumbuhan dan perkembangan perusahaan industri yang ada di sekitar lingkungan mereka. Eksistensi dari industri yang ada di Tempuran tersebut bercampur dengan fungsi-fungsi lain seperti permukiman, pertanian, jasa, dan perdagangan. Hal demikian kemudian menjadikan masyarakat perdesaan Tempuran berubah mengikuti perkembangan industri yang ada. Penelitian ini menggunakan metode penelitian sejarah yang terdiri dari empat tahapan meliputi heuristik, kritik sumber, interpretasi, dan historiografi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) masyarakat Tempuran secara terbuka menerima masuknya industrialisasi sehingga terjadi beberapa perubahan pada wilayah Tempuran beserta masyarakatnya. (2) Beberapa perubahan yang muncul diantaranya seperti bertambahnya jumlah penduduk, perkembangan mata pencaharian, perkembangan sektor ekonomi, alih fungsi lahan, perluasan kawasan industri, modernisasi, hingga konflik yang tak terhindarkan. (3) Eksistensi dari BLK sebagai lembaga permerintahan selain membantu mempersiapkan dan meningkatkan kompetensi dari tenaga kerja juga berperan dalam meningkatkan modernisasi pendidikan masyarakat Tempuran. Kata kunci: BLK, Industrialisasi, Konflik, Modernisasi, Perdesaan, Tempuran ABSTRACT This study discusses the modernization that has occurred in rural communities in Tempuran District as a result of the growth and development of industrial companies around their environment. The existence of the industry in Tempuran is mixed with other functions such as settlements, agriculture, services and trade. This then made the Tempuran rural community change following the development of the existing industry. This study uses historical research methods which consist of four stages including heuristics, source criticism, interpretation, and historiography. The results of the study show that (1) the people of Tempuran openly accept the introduction of industrialization so that several changes occur in the Tempuran area and its people. (2) Some of the changes that have arisen include increasing population, livelihood development, development of the economic sector, land conversion, expansion of industrial areas, modernization, to the inevitable conflict. (3) The existence of the BLK as a government institution apart from helping prepare and improve the competence of the workforce also plays a role in increasing the modernization of Tempuran community education. Keywords: BLK, Industrialization, Conflict, Modernization, Rural, Tempuran