cover
Contact Name
Markus T. Lasut
Contact Email
lasut.markus@unsrat.ac.id
Phone
+6285298070889
Journal Mail Official
jurnal.asm@unsrat.ac.id
Editorial Address
Jurnal Aquatic Science & Management, Gedung A Lantai 1, Pascasarjana, Universitas Sam Ratulangi, Jln. Kampus UNSRAT Bahu, Manado 95115, INDONESIA
Location
Kota manado,
Sulawesi utara
INDONESIA
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT
ISSN : 23374403     EISSN : 23375000     DOI : https://doi.org/10.35800/jasm.v10i1.37485
Journal of AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT publishes scientific articles of original research based on in-depth scientific study in the field of aquatic science and management, covering aspects of limnology, oceanography, aquatic ecotoxicology, geomorphology, fisheries, and coastal management, as well as interactions among them.
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 5, No 1 (2017): APRIL" : 5 Documents clear
The strategy for implementing National Fish Logistics System (NFLS) in Bitung Fishing Port, Bitung, Indonesia Tassi, Maltonius; Kepel, Rene Charles; Sinjal, Hengk
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 5, No 1 (2017): APRIL
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.5.1.2017.24212

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Strategi implementasi Sistem Logistik Ikan Nasional (SLIN) di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung, Bitung, Indonesia Regulation of the Minister of Marine and Fisheries of Indonesia 2014 (No.5/MEN/2014) regarding National FishLogistics System (NFLS) is a policy issued in order to overcome the problem of limited raw materials of fish. In order to implement the regulation optimally at Bitung Fishing Port (BFP), this study was carried out which aimed to predict production of capture fisheries landed in BOFP for the next 10 years, to identify external and internal factors in formulating alternative strategies, and to set up priorities strategy for NFLS implementation at the BOFP. This descriptive study was carried out using several analyses, namelySimple Regression Analysis, SWOT (Strengths, Weakness, Opportunities, and Threats), and Quantitative Strategic Planning Matrix (QSPM). The result of the study showed that the increase in production canstilloccurin accordance with the projections of the secondary data overthe past10 years. The internal factors that become a strength in the implementation of NFLS was the vision of BOFP to increase landings of fishery catch (score 0.660). The weakness was existence of the storehouse of fish which still limited (score 0.440). The external factors seen as opportunities of NLSF implementation was the location of potential fishing ground (score 0,495), while the threats was the cost of fishing operations which are relatively expensive (score 0.440). This study also formulatedsix alternative strategies that can be applied in the implementation of NLSF at BOFP and the best strategies are the optimization of the fleet, loading and unloadingfacilities, and logisticschanneling facilities  in fishing ground with the potential to increase fisheries production (TAS = 5,544).Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan 2014 (No.5/MEN/2014)tentang sistem logistikikan nasional (SLIN) merupakan kebijakan dalam upayamengatasi masalah keterbatasan bahan baku ikan. Untuk mengimplementasikan peraturan tersebut secara optimal di Pelabuhan Perikanan Samudera Bitung (PPSB), maka penelitian ini dilakukan di mana bertujuan untukmemprediksi produksi perikanan tangkap yang didaratkan di PPSBuntuk 10 tahun yang akan datang, mengidentifikasi faktor eksternal dan internaldalam merumuskan strategialternatif, dan menetapkan prioritas strategi implementasi SLIN. Penelitianini merupakan penelitian deskriptifmenggunakan beberapaanalisis, yaituanalisis Regresi Sederhana,SWOT (Strengths,Weakness,Opportunity,Thread),dan Quantitative Strategic Planning Matriks(QSPM).Hasil penelitian menunjukan,bahwa peningkatan produksi masih dapat terjadi sesuai dengan proyeksi data sekunder selama 10 tahun terakhir. Faktor internal yang menjadi kekuatan dalam implementasi SLINialah adanya visi PPSB untuk meningkatkan pendaratan hasil perikanan tangkap (skor 0,660).Sedangkan kelemahannya ialahkeberadaan gudang penyimpanan ikan yang masih terbatas (skor 0,440). Faktor eksternal yang menjadi peluang dalam implementasi SLIN ialahlokasi daerah penangkapan ikan yang potensial (skor 0,495).Sedangkan ancamannya ialah biaya operasi penangkapan ikan yang relatif mahal (skor 0,440). Penelitian ini juga merumuskan enam alternatif strategi yang dapat diterapkan dalam implementasi SLIN di PPSBdi mana strategi terbaiknyaialahoptimasi armada, sarana bongkar muat, dan sarana penyalur logistik pada daerah penangkapan ikan yang potensial untuk meningkatkan produksi perikanan tangkap (TAS = 5,544).
The effectiveness of Bunaken National Park management Manumpil, Abraham W; Mandagi, Stephanus V; Lasut, Markus T
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 5, No 1 (2017): APRIL
Publisher : AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.5.1.2017.24214

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Efektivitas Pengelolaan Taman Nasional Bunaken The important values of Bunaken National Park were gathered through interviews with80 respondents in order to obtain local people’s opinion of the marine park. Results showed that the most important value was coral reefs,holding 68.75% of the respondents’ opinion. Moreover, they put the environmental characteristics, such as fish, biodiversity, and mangrove, as major values of Bunaken National Park. Many respondents mentioned the economic values in relation with tourism business. As many as 11.25% of the respondents claimed that the presence of management and its programs was main value of the marine park. The respondents’ opinion  concerning the threat on the major values of Bunaken National Parkfound that nearly all respondents mentioned several deleterious behaviors that could directly demolish natural environmental values, such as fish blasting, fish poisoning, pollution and illegal mangrove cutting.  Illegal entry of the zonation and excessive exploitation from commercial fishing operations or fish netting, and low awareness  were also found. In addition, 8.75% of the respondents claimed that economic or poverty issues were major threats on Bunaken National Parkvalues, and 5% thought that government policy was the serious threat.This study revealed that Bunaken National Park has been effectively managed. It is indicated by a good patrol system and better social economic condition of the communities living inside the park.Hasil penelitian menunjukkantentang pandangan masyarakat lokal terhadap nilai-nilai penting Taman Nasional Bunaken, yang dilakukan melalui wawancara terhadap 80 responden untuk mendapatkan daftar apa saja yang menurut mereka nilai-nilai paling penting dari Taman Nasional Bunaken. Nilai terpenting menurut responden adalah terumbu karang (68,75%). Selanjutnya, responden menempatkan karakteristik lingkungan, seperti ikan, keragaman biologis, dan mangrove, merupakan nilai utama dari Taman Nasional Bunaken. Banyak responden juga menyebutkan nilai-nilai ekonomis yang dihubungkan dengan bisnis pariwisata. Sebanyak 11.25% responden berkomentar, bahwa adanya pengelolaan dan program-programnya merupakan nilai-nilai utama dari Taman Nasional Bunaken. Hasil wawancara tentang pandangan responden mengenai ancaman-ancaman terhadap nilai-nilai utama Taman Nasional Bunaken menunjukkan, bahwa hampir semua responden menyebutkan beberapa tingkah laku yang merusak yang secara langsung menghancurkan nilai-nilai lingkungan alami, misalnya bom ikan, racun ikan, polusi, dan penebangan mangrove secara ilegal. Pelanggaran zonasi dan eksploitasi berlebihan melalui operasi-operasi komersil atau penangkapan ikan dengan jaring, kurangnya kesadaran juga disebutkan. Sebanyak 8.75% responden mengatakan, bahwa isu ekonomi atau kemiskinan merupakan ancaman utama terhadap nilai-nilai Taman Nasional Bunaken; dan 5% responden yang mengatakan, bahwa kebijakan pemerintah merupakan ancaman serius. Penelitian ini mendapati, bahwa Taman Nasional Bunaken telah dikelola secara efektif. Hal ini diindikasikan dengan adanya suatu sistem patroli yang berjalan dengan baik dan peningkatan kondisi sosial ekonomi masyarakat di kawasan Taman Nasional Bunaken.
The growth of grass carp (Ctenopharyngodon idella) fed on Azolla Babo, Desmianti; Pangkey, Henneke; Kaligis, Erly
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 5, No 1 (2017): APRIL
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.5.1.2017.24251

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Pertumbuhan ikan koan (Ctenopharyngodon idella) yang diberi pakan Azolla This research was done for two months to analyze the growth of grass carp (length 7.00-10.00 cm and initial weight 5.00-10.00 gr) fed on pellets with azolla meal that replaces fish meal on different levels and fresh azolla. Experimental research methodology used Completely Randomized Design. The best result wasshowed on treatment using fresh azolla. This is to confirm that using azolla on young stages for culture of grass carp can be done to reduced cost of production.Penelitian dilakukan selama dua bulan untuk menganalisis pertumbuhan ikan koan (berukuran panjang 7,00-10,00 cm dan berat awal 5,00-10,00 gr) yang diberi pakan pelet dan subtitusi tepung azolla terhadap tepung ikan dengan kadar yang berbeda, serta azolla segar. Metode penelitian secara eksperimental, menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Hasil terbaik ditunjukkan pada perlakuan dengan pakan azolla segar. Hasil ini mengkonfirmasi, bahwa penggunaan azolla dapat dilakukan untuk budidaya ikan grass carp pada stadia benih dalam menekan biaya produksi.
Antibacterial substances of sponges, Agelas tubulata and Phyllospongia sp., from Manado Bay, against the growth of several bacterial strains Undap, Nani I.J; Sumilat, Deiske A; Bara, Robert
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 5, No 1 (2017): APRIL
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.5.1.2017.24253

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Senyawa antibakteri spons, Agelas tubulata dan Phyllospongia sp., dari Perairan Teluk Manado, terhadap pertumbuhan beberapa strain bakteri Agelas tubulataand Phyllospongiasp. are marine spongethat contain active compoundsthat have potential to beantibacterial, anticancer and antifungal which have not been used. This study was aimed to examine the sponge extracts which inhibitbacterial growth, i.e. Pseudomonas aeruginosa, Proteus mirabilis, Staphylococcus aureus, Escherichia coli, S. saprophyticus andtoanalyze the active fraction of the antibacterial component using bio-autographic method. Agelas tubulataand Phyllospongiasp. were collected from Manado Bayand method used in the study was Agar Diffusion Method. Results showed that A. tubulataand Phyllospongiasp. extract had antibacterial activity against all 5 bacteria tested. A. tubulataextract had inhibition zone withbroader spectrum than that of Phyllospongiasp. extract, while Phyllospongiasp. has specifity forP. mirabilis.Agelas tubulata danPhyllospongia sp. merupakan spesies spons laut yang mengandung senyawa aktif yang berpotensi antibakteri, antikanker dan antijamur yang belum banyak dimanfaatkan. Penelitian ini bertujuan untuk menguji ekstrak spons laut yang menghambat pertumbuhan 5 bakteri yaitu Pseudomonas aeruginosa, Proteus mirabilis, Staphylococcus aureus, Eschericia colidan Staphylococcus saprophyticus dan menganalisis fraksi aktif antibakteri melalui teknik bioautografi. Spesies spons laut A. tubulata dan Phyllospongiasp. diambil dari Perairan Pantai Malalayang Manado. Metode yang digunakan yaitu metode difusi agar. Hasil dari penelitian ini, yaitu ekstrak A. tubulatadan Phyllospongiasp. mempunyai aktivitas terhadap 5 bakteri uji. EkstrakA. tubulatamemiliki daya hambat dengan spektrum yang lebih luas dibandingkan ekstrak Phyllospongiasp.sedangkanekstrak Phyllospongia sp.memiliki spesifitas terhadap bakteri P. mirabilis.
Mercury (Hg) content in fish Meka (Xiphias sp.) in Fish Processing Unit and the local market in Manado and Bitung, North Sulawesi Rondonuwu, Synthia I; Berhimpon, Siegfried; Lasut, Markus T
AQUATIC SCIENCE & MANAGEMENT Vol 5, No 1 (2017): APRIL
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35800/jasm.5.1.2017.24211

Abstract

Title (Bahasa Indonesia): Kandungan merkuri (Hg) pada ikan Meka (Xiphias sp.) di Unit Pengolahan Ikan dan Pasar Lokal di Manado dan Bitung, Sulawesi Utara Meka fish (Xiphias sp.) is one of the many marine products besides tuna fishery. It has potential and a competitive price to become a main product for exports from Indonesia. However, data about its quality, including heavy metals contain, is still lack. This study aimed to analyze the concentration of mercury (Hg) of the fish in three locations, i.e. the Fish Processing Unit, the local market in Manado, and Bitung. Fish consumption patterns of people living in Manado and Bitung and the risk of exposure to Hg to consumers based on the number of estimation of daily intake (EDI) and of Target Hazard Quotient (THQ) were also analyzed. The research found that there is a relationship between the concentration of Hg and the weight of the fish; the increase of weight is in line with the increase of Hg in which the greater weight of the fish is the higher levels of Hg. Further analysis showed that, based on the EDI, the amount of Hg that consumed by the community of Manado and Bitung is greater than WHO standards, and based on the THQ analysis, it was found the risk of Hg exposure to the community in Bitung. Di Indonesia, ikan meka (Xiphias sp.) merupakan salah satu dari produk perikanan selain tuna, yang potensial dan memiliki harga yang kompetitif untuk menjadi andalan ekspor. Namun, data tentang mutu ikan ini, termasuk kandungan logam berat, masih kurang. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kandungan merkuri (Hg) pada daging ikan ini di tiga lokasi, yaitu Unit Pengolahan Ikan (UPI), pasar lokal di Manado, dan pasar lokal di Bitung. Pola konsumsi ikan meka dari masyarakat yang tinggal di Manado dan Bitung, dan risiko bahaya terpapar Hg terhadap konsumen berdasarkan estimation of daily intake (EDI) dan Target Hazard Quotient (THQ) juga dianalisis. Dari hasil penelitian ditemukan, bahwa terdapat hubungan antara berat ikan dan kandungan Hg; kenaikan berat ikan sejalan dengan kenaikan kandungan Hg. Dengan demikian, semakin besar berat ikan, maka akan semakin tinggi kandungan Hg. Hasil analisis EDI menunjukkan, bahwa jumlah Hg yang masuk ke dalam tubuh pada masyarakat Manado dan Bitung lebih besar dari standar WHO. Berdasarkan hasil analisis THQ ditemukan, bahwa masyarakat Bitung berisiko terpapar Hg.

Page 1 of 1 | Total Record : 5