cover
Contact Name
Resmi Bestari Muin
Contact Email
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
ISSN : 22527699     EISSN : 25985051     DOI : -
Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana. Jurnal ini terbit pertama kali pada bulan Februari 2012. Naskah dalam jurnal ini berupa hasil penelitian, inovasi – inovasi baru, makalah teknik (makalah lengkap), diskusi (berdasarkan makalah yang terbit sebelumnya) dalam bidang Teknik Sipil. Untuk mengirimkan atau mengupload naskah dapat menghubungi email: rekayasa.sipilumb@mercubuana.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 1 (2020)" : 5 Documents clear
Pemodelan Banjir di Perumahan Pondok Gede Permai Bekasi aditia rojali
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2020.v09.i1.02

Abstract

Perumahan Pondok Gede Permai terletak tepat di samping Sungai Bekasi dekat dengan titik pertemuan Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi, banjir yang melanda pemukiman ini tergolong cukup parah dengan kedalaman sekitar 2-3 m dan di beberapa titik melebihi atap rumah. Pemodelan banjir menggunakan metode numerik analisis hidrologi dengan Metode Nakayasu dan Metode Gamma I, kemudian dilakukan analisis hidraulika menggunakan program HEC RAS. Dari hasil Analisis hidrologi, debit banjir rencana yang aman dengan menggunakan Metode Nakayasu karena menghasilkan debit yang lebih besar dibandingkan dengan Metode Gamma I. Dari hasil Analisis Hidraulika dengan memasukan debit rencana Metode Nakayasu periode ulang 2 tahun sampai dengan 100 tahun, didapatkan hasil pada Q 2 tahun (191.573 m3/det), luapan terbesar hanya terjadi di station 9+900 – 11+200 dan luapan mulai meluas dimulai dari station daerah hulu, yaitu 3+900 pada Q 10 tahun (284.526 m3/det). Berdasarkan hasil analisis, faktor yang menjadi penyebab terjadinya banjir di DAS Bekasi Hulu, khususnya Kecamatan Jatiasih adalah Sungai Bekasi tidak mampu menampung debit air dari Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi. Station 10+100 – 11+300 dimana Kecamatan Jatiasih berada merupakan segmen yang paling besar mengalami limpasan, hal tersebut karena banyaknya tumpukan sampah di sisi dan dasar sungai sehingga kapasitas sungai menjadi berkurang.
Kinerja Jalur Pejalan Kaki di Jalan Merdeka Kota Malang Amalia Nur Adibah; Faris Rizal Andardi
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2020.v09.i1.03

Abstract

Kota Malang merupakan salah satu kota dengan tingkat kepadatan penduduk yang tinggi. Hal ini memicu banyaknya mobilitas penduduk, terutama penduduk yang tidak menggunakan kendaraan bermotor, berjalan kaki. Pemerintah Kota Malang berkeinginan untuk mengintegrasikan kawasan tujuan wisata yang ada di Kota Malang dengan jalur pejalan kaki. Kawasan Alun-alun Merdeka Kota Malang merupakan salah satu pusat kota yang memiliki banyak daya tarik dari guna lahan di sekitarnya. Banyaknya orang yang menggunakan jalur pejalan kaki di kawasan Alun-alun Merdeka Kota Malang tidak diimbangi dengan infrastruktur penunjang kenyamanan pejalan kaki. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk peningkatan kualitas kinerja jalur pejalan kaki di kawasan Alun-alun Merdeka Kota Malang, dengan mengevaluasi berdasarkan standar minimal pada Pedoman Penyediaan dan Pemanfaatan Prasarana dan Sarana Ruang Pejalan Kaki di Perkotaan tahun 2000. Berdasarkan karakteristik pejalan kaki, usia pejalan kaki didominasi usia 19-40 tahun. Tujuan perjalanan untuk belanja dan fungsional memiliki persentase yang hampir sama besar, hal ini dikarenakan guna lahan di sekitar kawasan yang merupakan pusat perkantoran serta perdagangan dan jasa. Klasifikasi sarana perjalanan didominasi oleh pejalan kaki pemakai kendaraan pribadi penuh, hal ini dikarenakan pejalan kaki menggunakan moda berjalan kaki sebagai moda antara tempat parkir kendaraan pribadi ke tujuan akhir, yang hanya bisa dilalui dengan berjalan kaki. Untuk karakteristik jalur pejalan kaki, lebar jalur pejalan kaki yang ada tidak sesuai dengan lebar minimal yang ditetapkan, dan banyaknya pedagang kaki lima yang menggunakan sebagai tempat untuk berjualan. Untuk kinerja jalur pejalan kaki, dari beberapa identifikasi yang dilakukan, tingkat pelayanan jalur pejalan kaki E, dikarenakan arus dan kecepatan pejalan kaki yang tidak sesuai dengan lebar jalur pejalan kaki yang tersedia.
Siklus Produksi (Cycle Time) Beton Pracetak dengan Metode Beton Self Compacting Concrete (SCC) Anjas Handayani
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2020.v09.i1.04

Abstract

Saat ini pemerintah sedang menggalakkan pembangunan infrastruktur. Pada prosesnya pekerjaan infrastruktur di area perkotaan sangat membutuhkan kecepatan dan ketepatan pekerjaan konstruksi. Beton pracetak merupakan salah satu hasil produksi beton dalam mendukung proyek konstruksi, dengan tujuan dapat mempersingkat pekerjaan dilapangan. Hal ini dikarena beton pracetak dapat menghemat proses pengerjaan, praktis, dan mutu yang terjaga serta fleksibilitas penggunaan beton yang telah disesuaikan untuk kebutuhan penggunanya. Oleh karena itu penelitian ini menggunakan beton khusus SCC (seft compacting concrete) yang digunakan pada beton pracetak.Proses penelitian dilakukan dengan melakukan pengamatan selama proses produksi dengan test case beberapa kali untuk mendapatkan waktu yang paling efektif. Dilanjutkan dengan proses penyebaran kuesioner kepada pada pelaksana pekerjaan produksi di pabrik beton pracetak. Kuesioner akan diolah menggunakan program statistic SPSS untuk mendapatkan hasil variabel – variabel yang mempengaruhi siklus produksi dengan menggunaan beton SCC dalam produksi beton pracetak.Hasil siklus waktu produksi yang paling efektif adalah 23 jam 30 menit dimana hasil tersebut merupakan proses produksi dimulai dari pekerjaan setting trolley dan tabel pada cetakan (moulding) hingga material pracetak di keluarkan dari cetakan dan dalam dimulai siklus produksi berikutnya. Hasil dari olahan data melalui kuesioner didapakan beberapa variabel yang mempengaruhi siklus produksi dengan penggunaan SCC pada beton pracetak.Kata kunci : Siklus Waktu, Beton Pracetak, Self Compacting Concrete
Pengaruh Penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Terhadap Efektivitas Pencegahan Kecelakan Kerja Novika Candra Fertilia
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2020.v09.i1.05

Abstract

Project Constructions are unique, safety or security and protection factors at work become one of the most important factors of work productivity (Hanafi, 2017). Occupational safety and health have a contribution value of up to 20.2% on performance (Kartikasari, 2017). In the implementation of building projects by PT. XY found a lack of awareness of workers in the use of equipment and safety equipment, this is evident from the lack of use of protective fences and also signs/warning signs that are not fully installed. This research will discuss what are the dominant risks that influence the implementation of OHS management at PT. XY. Based on these dominant risks, this reaserch will create a safety execution development based on the Construction Extension to PMBOK Guide - 2016 Edition.
Analisis Pengendalian Banjir Kota Bontang Kalimantan Timur jantiara eka nandiasa
Rekayasa Sipil Vol 9, No 1 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2020.v09.i1.01

Abstract

Kota Bontang sebagai salah satu kota perindustrian dan jasa, mendorong pesatnya laju pertumbuhan penduduk serta pembangunan infrastruktur yang mengakibatkan terjadinya perubahan alih fungsi lahan sehingga menimbulkan permasalahan cukup serius yaitu bencana banjir. Puncak bencana banjir terjadi pada tahun 2017 dan 2018 dimana hampir sebagian Kota Bontang tergenang air dan banjir bandang yang terjadi mengakibatkan terputusnya akses jalan dari Bontang ke Samarinda. Pemodelan banjir menggunakan metode numerik analisis hidrologi dengan Metode ITB dan model HEC HMS, kemudian dilakukan analisis hidraulika menggunakan program HEC RAS. Dari hasil Analisis hidrologi, debit banjir rencana yang aman dengan menggunakan Model HEC HMS karena menghasilkan debit yang lebih besar dibandingkan dengan Metode ITB. Dari hasil Analisis Hidraulika dengan memasukan debit rencana Model HEC HMS dan membagi titik kontrol banjir sungai bontang menjadi 11 bagian, maka dapat direduksi banjir maksimal sebesar 39,517%. Setelah dilakukan analisa, maka dihasilkan suatu sistem pengendalian banjir yang terdiri dari beberapa simulasi rencana model, yaitu Plan 0:Kondisi Eksisting; Plan 1:Kondisi dengan adanya Normalisasi Sungai;Plan 2:Kondisi Peningkatan Danau Kanaan;Plan 3:Kombinasi Plan 1 dan Plan 2; Plan 4:Kondisi Potensi Bendali Bontang Terbangun.

Page 1 of 1 | Total Record : 5