cover
Contact Name
Resmi Bestari Muin
Contact Email
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Phone
-
Journal Mail Official
resmi.bestari@mercubuana.ac.id
Editorial Address
-
Location
Kota adm. jakarta barat,
Dki jakarta
INDONESIA
Jurnal Rekayasa Sipil
ISSN : 22527699     EISSN : 25985051     DOI : -
Program Studi Teknik Sipil Universitas Mercu Buana. Jurnal ini terbit pertama kali pada bulan Februari 2012. Naskah dalam jurnal ini berupa hasil penelitian, inovasi – inovasi baru, makalah teknik (makalah lengkap), diskusi (berdasarkan makalah yang terbit sebelumnya) dalam bidang Teknik Sipil. Untuk mengirimkan atau mengupload naskah dapat menghubungi email: rekayasa.sipilumb@mercubuana.ac.id
Arjuna Subject : -
Articles 5 Documents
Search results for , issue "Vol 9, No 2 (2020)" : 5 Documents clear
Optimasi Biaya Konstruksi dengan Penggunaan Beton Mutu Lebih Tinggi untuk Percepatan Pelaksanaan Pekerjaan Jembatan Hinawan Teguh Santoso
Rekayasa Sipil Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2020.v09.i2.02

Abstract

AbstractThe construction of bridge is often constrained by environmental factors, one of which is flooding. Kaligawe Bridge is located across the Banjir Kanal Timur (BKT) of Semarang City. In December 2018 to March 2019 there was an increase in rainfall which resulted in flooding at BKT which delayed the work of bridge construction. The demolition work on the existing pillars began in December 2018 and is targeted to be completed in February 2019 due to flooding. In addition, the actual depth of the original design pillar is -3.50 meters in the field became -8.00 meters below normal water level, so that the demolition can only be completed on May 31, 2019. From the 3 month delay, the remaining time for completion of 2 bridges until the end of December 2019 is only 7 months left. Therefore, an acceleration strategy is needed to meet the completion target. One strategy is to accelerate the concrete curing time for pillar and floor by increasing the the designed concrete strength fc’ = 30 MPa to strength fc’ = 35 MPa. Thus, the curing time of concrete pillars and decks that were originally 21-28 days theoretically could be accelerated to less than 7 days. The use of higher concrete strength as a step to accelerate the concrete curing time is considered effective, with the potential for cost optimization of 2.90% of the contract value. Key words: higher concrete strength, curing time, concrete, bridge ­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­AbstrakPelaksanaan pekerjaan jembatan seringkali terkendala oleh faktor lingkungan, dimana salah satu diantaranya adalah banjir. Jembatan Kaligawe terletak melintas di atas Banjir Kanal Timur (BKT), Kota Semarang. Pada bulan Desember 2018 hingga Maret 2019 terjadi kenaikan intensitas hujan sehingga mengakibatkan banjir kiriman di BKT yang menghambat pelaksanaan pekerjaan. Pekerjaan pembongkaran pilar eksisting mulai dilaksanakan bulan Desember 2018 dan ditargetkan selesai bulan Februari 2019 terkendala akibat banjir. Selain itu, kedalaman eksisting pilar rencana semula -3.50 meter aktual di lapangan menjadi -8.00 meter di bawah muka air normal, sehingga pembongkaran baru dapat diselesaikan pada 31 Mei 2019. Dari keterlambatan 3 bulan tersebut, maka sisa waktu untuk penyelesaian untuk 2 buah jembatan sampai akhir Desember 2019 tinggal tersisa 7 bulan. Oleh karena itu, diperlukan strategi percepatan untuk dapat memenuhi target penyelesaian. Salah satu strategi yaitu percepatan waktu tunggu umur beton pilar dan plat lantai dengan menaikkan mutu beton rencana fc’ = 30 Mpa menjadi mutu beton fc’ = 35 Mpa. Dengan demikian, waktu tunggu umur beton pilar dan plat lantai yang semula 21-28 hari secara teori dapat dipercepat kurang dari 7 hari. Penggunaan mutu beton lebih tinggi sebagai langkah percepatan waktu tunggu umur beton dirasa efektif, dengan potensi optimasi biaya sebesar 2,90 % terhadap nilai kontrak. Kata kunci: mutu beton lebih tinggi, waktu tunggu, beton, jembatan
Hubungan Derajat Kejenuhan Dengan Angka Kecelakaan Di Ruas Jalan Gajah Mada Kabupaten Jember Ahya Atho'illah Putra; Willy Kriswardhana; Nunung Nuring Hayati
Rekayasa Sipil Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2020.v09.i2.03

Abstract

Pergerakan lalu lintas di ruas jalan Gajah Mada tergolong tinggi karena banyak daerah pusat perbelanjaan di sekitarnya yang berpotensi mengakibatkan kecelakaan lalu-lintas. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan antara derajat kejenuhan dengan angka kecelakaan lalu-lintas. Angka kecelakaan (Accident Rate) adalah banyaknya kecelakaan yang terjadi pada ruas jalan selama waktu tertentu dan dihitung berdasarkan panjang jalan serta jumlah kendaraan yang melewati ruas jalan tersebut. Sedangkan derajat kejenuhan merupakan perbandingan antara volume lalu-lintas (smp) dengan kapasitas jalan. Penelitian dilakukan di jalan Gajah Mada Kabupaten Jember yang dibagi menjadi dua bagian. Analisis pada penelitian ini menggunakan uji korelasi dan uji regresi. Variabel yang digunakan adalah derajat kejenuhan untuk variabel bebas, dan tingkat kecelakaan sebagai variabel terikat. Hasil analisis menunjukkan hubungan yang kuat bersifat negatif (-) antara derajat kejenuhan dengan angka kecelakaan. Hubungan antara derajat kejenuhan dengan angka kecelakaan pada setiap ruas adalah fungsi eksponensial negatif  (-). Hasil ini dapat diartikan peningkatan derajat kejenuhan berpengaruh terhadap penurunan angka kecelakaan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat pola hubungan antara derajat kejenuhan dengan angka kecelakaan di jalan Gajah Mada Kabupaten Jember. Sehingga hasil penelitian ini dapat dijadikan pertimbangan untuk perencanaan dan manajemen jalan perkotaan.
SIMULASI MODEL RISIKO PENGENDALIAN PEKERJAAN ERECTION PCI GIRDER PROYEK PEMBANGUNAN JALAN TOL KUNCIRAN-CENGKARENG Lily Kholida; Nindyta Arih Kinanti; Putri Bellinda Yoseva
Rekayasa Sipil Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2020.v09.i2.04

Abstract

Pada proyek konstruksi jalan tol, pekerjaan struktur bangunan atas adalah salah satu fase yang memiliki tingkat risiko tinggi. Terutama pada saat pemasangan erection girder. Penelitian ini mengambil variabel  pada tahapan pekerjaan erection girder yang kemudian diperdalam dengan studi literatur dan validasi pakar. Nilai risiko yang diperoleh mengacu pada risk management PMBOK 2013 selanjutnya dipertajam dengan simulasi model risiko untuk melihat frekuensi dan sensitivitas. Hasil penelitian menunjukkan terdapat enam risiko utama dengan nilai tertinggi X14 (adanya tumpahan oli pada area kerja) sebesar 0,178 dan terendah X2 (pekerja terluka akibat terkena material atau peralatan saat proses mobilisasi) sebesar 0,129. Sensitivitas risiko tertinggi ada pada X24 (pekerja tertimpa material saat pengangkatan PCI girder) sebesar 86,9%. Upaya yang dapat dilakukan adalah memaksimalkan housekeeping area kerja, rambu,  dan APD bagi pekerja sesuai dengan Permenakertrans No. 8 tahun 2010 tentang alat pelindung diri pada konstruksi bangunan sehingga dapat meningkatkan kinerja kesehatan dan keselamatan kerja.   
Kesertaan Warga Senior Jakarta pada Sistem Transportasi Era Industri 4.0 Mukhlisya Dewi Ratna Putri; Reni Karno Kinasih; Nabila Nabila Nabila
Rekayasa Sipil Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2020.v09.i2.05

Abstract

AbstractJakarta, the capital of Indonesia, undertook a major change of the transportation system, digitization of the transportation system was initiated by implementing a cashless payment system on the Commuter line in Jabodetabek, followed by implementing BRT with Busway mode, then MRT and LRT all of them are also cashless. All-digitization and application-based transportation systems force people to change. This is a trouble for senior citizens and is alleged to be one of the factors that causes them to be reluctant to switch to public transportation.This study analyzes the hypothesis that the reluctance of people of late adulthood to late elderly to use public transportation is due to the difficulty in understanding the digitalization system that is applied and because of the low level of respondents' trust in digital systems in public transportation. The study was conducted by distributing closed questionnaires to respondents who are Jabodetabek (Jakarta-Bogor-Depok-Tangerang-Bekasi) residents aged 45 years to 65 years who still have a fairly high activity, data tabulated then performed regression analysis. Key words: transportation system 4.0 era, transportation digitization, elderly transportation ­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­­AbstrakDaerah Khusus Ibu Kota Jakarta, ibu kota Indonesia, melakukan perombakan besar pada sistem transportasi, digitalisasi pada sistem transportasi diawali dengan menerapkan sistem pembayaran tanpa uang tunai (cashless) pada Commuter line di Jabodetabek, disusul dengan mengimplementasi BRT dengan moda Busway, kemudian MRT dan LRT yang semuanya juga cashless. Sistem transportasi yang serba didigitalisasi serta berorientasi pada aplikasi memaksa masyarakat untuk berubah. Hal ini merepotkan bagi warga senior dan disinyalir menjadi salah satu faktor yang menyebabkan mereka enggan untuk beralih ke transportasi publik.Penelitian ini menganalisa menguji hipotesa bahwa keengganan masyarakat usia dewasa akhir hingga lansia akhir untuk menggunakan transportasi umum adalah karena kesulitan memahami sistem digitalisasi yang diterapkan dan karena rendahnya tingkat kepercayaan responden terhadap sistem digital pada transportasi umum. Penelitian dilakukan dengan menyebarkan kuesioner tertutup kepada responden yang merupakan warga jabodetabek berusia 45 tahun hingga 65 tahun yang masih mempunyai aktivitas yang cukup tinggi data ditabulasi kemudian dilakukan analisa statistik dengan SPSS.Kata kunci: sistem transportasi era 4.0, sistem transportasi, digitalisasi transportasi. 
Pengaruh Beban Ledakan pada Permukaan Tanah Terhadap Pelat Lantai Atap Bangunan Tinggi Erwin Susanto
Rekayasa Sipil Vol 9, No 2 (2020)
Publisher : Universitas Mercu Buana

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22441/jrs.2020.v09.i2.01

Abstract

Pada penelitian ini membahas mengenai akibat beban ledakan yang terjadi pada permukaan tanah terhadap lantai atap bangunan tinggi. Beban ledakan terjadi pada permukaan tanah pada jarak tertentu dari bangunan yang mengacu pada kejadian ledakan bom yang terjadi didepan kedutaan besar Australia.Beban ledakan merupakan beban dinamik yang luar biasa sehingga dapat membebani suatu struktur bangunan diluar kondisi pembebanan biasa. Didalam perencanaan struktur bangunan beban ledakan hampir tidak pernah diperhitungkan sebagai beban desain. Dalam penelitian ini, pelat lantai dimodelkan dengan syarat batas partial fixity pada sisi-sisinya dengan variasi geometri pada ketebalan pelat lantai dan penambahan pengaku lalu diberikan beban ledakan pada permukaan tanah pada jarak terdekat dari bangunan yang mungkin terjadi. Respons sistem yang diamati adalah lendutan transversal pada tengah bentang dan tegangan dalam pada pelat, khususnya tegangan utama maksimum, tegangan utama minimum dan tegangan geser maksimum. Tiga tahap beban disertakan dalam analisis, yaitu fase positif, fase negatif dan fase getaran bebas. Analisis dikerjakan dengan pendekatan numerik yang disebut Modified Bolotin Method. Hasil tegangan disajikan dalam bentuk grafik kontur yang dapat dibandingkan antara setiap model. Berdasarkan hasil penelitian, pelat lantai tanpa pengaku mempunyai nilai lendutan dan tegangan yang lebih besar dibandingkan dengan pelat yang menggunakan pengaku. Dimensi pengaku yang kecil tidak memberikan peningkatan respon pelat lantai terhadap lendutan tetapi dapat mengurangi tegangan yang terjadi pada pelat lantai. Pelat lantai dengan dimensi pengaku yang memadai dapat meningkatkan respon pelat terhadap lendutan dan tegangan.

Page 1 of 1 | Total Record : 5