cover
Contact Name
-
Contact Email
-
Phone
-
Journal Mail Official
-
Editorial Address
-
Location
Kota bandung,
Jawa barat
INDONESIA
Geoscience Journal
ISSN : -     EISSN : -     DOI : -
Core Subject : Science,
Padjadjaran Geoscience Journal adalah suatu jurnal Geologi berskala nasional yang mencakup berbagai pokok persoalan dalam kajian ilmu Geologi. Bidang kajian dalam jurnal ini meliputi Geologi Dinami,Geofisika, Geokimia dan Geothermal, Geomorfologi dan Penginderaan Jauh, Paleontologi, Petrologi dan Mineral, Sedimentologi dan Geologi Kuarter, Stratigrafi, Geologi Teknik dan Geologi Lingkungan serta Hidrogeologi
Arjuna Subject : -
Articles 20 Documents
Search results for , issue "Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal" : 20 Documents clear
PENGARUH TEKSTUR BATUAN KARBONAT TERHADAP NILAI KANDUNGAN SERPIH DAN POROSITAS BATUAN KARBONAT PADA FORMASI KAIS, CEKUNGAN BINTUNI, KEPALA BURUNG PAPUA BARAT Ildrem Syafri,Hanif Mersil, Joko Wahyudiono, Aulia Martias, Yusi Firmansyah,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1098.81 KB)

Abstract

Formasi Kais yang menjadi daerah penelitian didominasi oleh batuan karbonat sebagai penyusun utama. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pengaruh antara tekstur batuan karbonat terhadap sifat fisik batuan berupa kandungan serpih dan porositas tersebut, sehingga dari masing-masing fasies dapat terlihat bagaimana pola sifat fisiknya. Data yang digunakan meliputi data batuan inti, dan Well Log. Metode yang digunakan dalam penelitian ini diantaranya adalah analisis litofasies, elektrofasies, dan perhitungan parameter petrofisika. Fasies yang ada pada interval penelitian dibagi menjadi fasies Packstone, Boundstone, Wackestone dan Packstone-Grainstone. Pembagian fasies tersebut dilakukan berdasarkan tekstur pengendapannya. Lingkungan pengendapan pada daerah penelitian dibagi menjadi tiga lingkungan pengendapan, yakni Inner Barrier, Barrier Bar, Subtidal. Sifat fisik batuan berupa kandungan serpih dan porositas akan bervariasi, sesuai tekstur deposisi yang ada pada batuan karbonat. Fasies yang memiliki tekstur deposisi lebih banyak mengandung lumpur akan memiliki nilai kandungan serpih lebih besar dan porositas lebih kecil. Fasies yang memiliki nilai kandungan serpih dan porositas baik yaitu Packstone-Grainstone. Nilai kandungan serpih pada fasies Packstone-Grainstone sebesar 18.95% pada sumur Wiriagar-3 dan 40.75% pada sumur Wiriagar Deep-1. Nilai porositas pada fasies PackstoneGrainstone sebesar 11.33% pada sumur Wiriagar-3 dan 9.78 pada sumur Wiriagar Deep-1. Kata Kunci : Batuan Karbonat, Fasies, Petrofisika, Porositas 
KARAKTERISTIK MORFOMETRI DAS CI BUNI BAGIAN HULU, KABUPATEN CIANJUR, PROVINSI JAWA BARAT Yusi Firmansyah, Reza Mohammad Ganjar Gani, Budiyanto, Emi Sukiyah,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1294.604 KB)

Abstract

Daerah Aliran Sungai (DAS) Ci Buni bagian hulu terletak di Kabupaten Cianjur Provinsi Jawa Barat. DAS Ci Buni bagian hulu dibagi menjadi 154 sub-DAS. Secara regional DAS Ci Buni bagian hulu tersusun atas batuan sedimen berumur Tersier dan batuan vulkanik berumur Kuarter. Pengertianmengenai karakteristik morfometri dimaksudkan untuk mengetahui aspek kuantitatif sub-DAS yang meliputi Dimensi DAS, Linear Morfometri dan Areal Morfometri. Analisis karakteristik dimensi DAS yang meliputi luas, panjang sungai induk, keliling dan lebar DAS menunjukan bahwa sub-DAS batuanberumur Kuarter memiliki dimensi DAS yang lebih besar dibandingkan sub-DAS batuan berumur Tersier. Hasil analisis variabel linear morfometri menunjukan bahwa rasio percabangan sungai (Rb) dan panjang sungai (RL) di wilayah batuan Kuarter lebih besar dibandingkan batuan berumur Tersier, hal tersebut terkait dengan jenis batuan yang relatif lebih lunak. Areal morfometri, Dari segi kerapatan pengaliran (Dd) kelompok sub-DAS batuan berumur Tersier memiliki nilai yang lebih tinggi dibandingkan kelompok sub-DAS batuan berumur Kuarter. Dari segi tekstur (Rt) kedua kelompok subDAS mempunyai tekstur sangat kasar. Dari segi nisbah kelonjongan (Re) dan nisbah bentuk (Rf) kedua kelompok sub-DAS memiliki bentuk yang relatif memanjang atau melonjong. Kata Kunci: Geomorfologi, Morfometri, DAS Ci Buni Bagian Hulu
PENGARUH STRUKTUR GEOLOGI TERHADAP PEMBENTUKAN CAP ROCK SISTIM PANASBUMI RIMBO PANTI Agus Didit Haryanto, Robertus S. L. Simarmata, Widya Asoka, Ali Rihda, Johanes Hutabarat,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (758.557 KB)

Abstract

Daerah penelitian terletak di Rimbo Panti, Pasaman Timur, Sumatera Barat. Objektif dari penelitian ini dimaksudkan untuk mengetahui seberapa jauh pengaruh struktur geologi terhadap pembentukan sistim panasbumi Panti, salah satunya yakni proses pembentukan batuan penudung(Cap Rock). Metode yang digunakan adalah melalui analisis spectral pada 170 sampel dari kedalaman 45 – 422.45 mKU dan pengukuran intensitas jumlah rekahan/meter (n/m). Proses pengambilan data dilakukan secara primer pada coring batuan dari hasil pengeboran landaian suhu bersama tim PSDMBP. Hasil penelitian menunjukan bahwa kuatnya pengaruh struktur geologi sesar sumatera terhadap sistim panasbumi terlihat pada coring batuan yang banyak terekahkan dan terisi oleh mineral-mineral sekunder terutama mineral silica dan karbonat, selain itu dominasi mineral ubahan smektit pada matriks litologi breksi tuf semakin menguatkan interpretasi bahwa pada proses pembentukan cap rock pada sistim panasbumi panti telah terjadi, sehingga daerah penelitian merupakan daerah yang prospek untuk lebih lanjut dikembangkan menjadi sumber energi panasbumi.Kata Kunci : Panti; Caprock; Struktur; Spektral, Panasbumi.
HUBUNGAN DENSITAS KEKAR DENGAN PROBABILITAS LONGSOR PADA BATUAN DIORIT DI TAMBANG TERBUKA BATU HIJAU, SUMBAWA, PROVINSI NUSA TENGGARA BARA Dicky Muslim,Yan Adriansyah, Muhammad Nur Arizal,Raden Irvan Sophian,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (902.697 KB)

Abstract

Lokasi penelitian terletak di Tambang terbuka Batu Hijau PT. Amman Mineral Nusa Tenggara di bagian barat daya pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Longsor pada daerah penelitian merupakan masalah utama terutama pada lereng tambang yang disusun oleh batuan Diorit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar probabilitas longsor dan sejauh mana hubungan densitas kekar dengan probabilitas longsor. Berdasarkan hasil penelitian arah dari struktur minor (kekar) berarah barat-timur, hal tersebut akan mengikuti pola arah struktur utama yang ada di daerah penelitian dengan arah yang sejajar/ berpotongan. Hasil analisis kinematik terdapat 2 jenis probabilitas longsoran di daerah penelitian yaitu probabilitas longsoran Bidang dan Baji. Pada longsoran Bidang mempunyai nilai PoF tertinggi 14.3 % dan terendah 0 %, sedangkan pada longsoran Baji mempunyai nilai PoF tertinggi 24.7 % dan terendah 2.4 %. Probabilitas longsor didominasi oleh longsoran baji hal tersebut dibuktikan dengan hasil uji statistik. Hasil uji statistik hubungan densitas kekar dengan probabilitas longsoran baji berhubungan secara signifikan dengan nilai r= 0.66 sedangkan densitas kekar dengan probabilitas longsoran bidang berhubungan tidak signifikan dengan nilai r = 0.39. Pada longsoran bidang ada faktor lain yang mempengaruhi tidak hanya densitas kekar namun orientasi salah satunya arah dipping dari kekar.Kata Kunci : Tambang Batu Hijau, Densitas Kekar, Probabilitas Longsor
Daya Dukung Tanah Pondasi Dangkal pada Lokasi Penstock PLTMH Batang Sinamar Kecamatan LintauBuo Utara Kabupaten Tanahdatar Sumatera Barat Aton Patonah, Dedet Darma Yanda, Agung Mulyo,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (695.918 KB)

Abstract

Daerah penelitian berada di lokasi pembangunan PLTMH Batang Sinamar termasuk kedalam morfologi dataran tinggi, dengan lebar sungai berkisar antara 30-50 m dengan pinggiran sungai tinggi tebing mendekati vertikal dengan ketinggian mencapai 30-70 m. Dalam sebuah pembangunan infrastruktur kajian sebelum pembangunan sangat di butuhkan agar tidak terjadi kerobohan bangunan pada kemudian hari. Salah satu hal yang perlu diperhatikan adalah daya dukung tanah pada lokasi pembangunan tersebut.Dengan mengetahui daya dukung tanah pada lokasi tersebut maka dapat di tentukan bangunan apa yang dapat di bangun pada lokasi tersebut dan jenis pondasi apa yang dapat di gunakan. Nilai daya dukung tanah pondasi dangkal yang dihitung menggunakan rumus terzaghi dapat berbeda pada kedalaman yang sama antara satu titik dengan titik yang lain. Hal ini dapat terjadi karena perbedaan persentase butiran lempung yang terdapat pada lokasi tersebut.Kata Kunci : PLTMH, Daya dukung tanah, terzaghi
IDENTIFIKASI KARAKTERISTIK DAN KUALITAS ANDESIT SEBAGAI BAHAN BANGUNAN DAERAH BATUJAJAR, KECAMATAN BATUJAJAR TIMUR, KABUPATEN BANDUNG BARAT Purnama Aji Kusumah, Faishal Amrullah, Reza Mohammad Ganjar Gani, Panji Ridwan, Kurnia Arfiansyah,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1146.919 KB)

Abstract

Daerah penelitian terletak di Desa Batujajar Timur , Kecamatan Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Propinsi Jawa Barat. Desa Batujajar memiliki litologi memiliki litologi berupa andesit dan telah ditambang secara tradisional oleh masyarakat sekitar namun pemanfaatannya masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengoptimalkan pemanfaatan andesit di Desa Batujajar. Metode penelitian menggunakana analisis petrografi dan analisis keteknikan batuan dengan diuji ketahanan batuan dengan menggunakan UCS (Uniaxial compressive strength). Berdasarkan hasil analisis petrografi ke-enam sampel batuan berjenis Andesit (Streckeisen, 1978). Dari hasil pengujian kuat tekan , nilai kuat tekan masing masing sampel bervariasi, nilai kuat tekan yang paling tinggi dimiliki oleh sampel PR07 dengan nilai 673.828 MPa, pada PR10 memiliki nilai kuat tekan 424.558 Mpa, ST02 416.379 Mpa, PR14 bawah 282.952 MPa, PR14 407.716 MPa, dan nilai kuat tekan yang paling rendah dimiliki oleh nomer sampel PR15 dengan nilai 18.488 Mpa. Nilai Kuat tekan PR10, ST02, PR 14 bawah, PR14, dan PR07, secara umum relative lebih besar bila dibandingkan dengan sampel ST15. Hal ini disebabkan karena sampel PR 15 telah mengalami alterasi dengan intensitas sedang, dicirikan dengan munculnya mineral sekunder dengan persentase (40-45 %) berupa serisit, mineral lempung dan mineral opak. Berdasarkan nilai kuat tekan, kedua satuan termasuk dalam klasifikasi medium strength (Bieniawski, 1973) dengan nilai kuat tekan rata-rata 370.653 Kg/cm2. Berdasarkan syarat mutu batu alam untuk bahan bangunan (SNI 030394-1989), andesit di daerah penelitian dapat dimanfaatkan sebagai bahan trotoar jalan , batuan tepi jalan, dan batuan hias .Kata Kunci : Andesit, Desa Batujajar timur, kuat tekan, bahan bangunan
PENDUGAAN AKUIFER BERDASARKAN DATA GEOLISTRIK DI SUB-DAS CILEUNGSIR, KABUPATEN BOGOR, PROVINSI JAWA BARAT Febriwan Mohammad, Raymond Purba, Undang Mardiana,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (996.659 KB)

Abstract

Daerah vulkanik merupakan daerah yang memiliki potensi keterdapatan air tanah cukup. Pendugaan lapisan pembawa air (akuifer) dilakukan lewat interpretasi terhadap 42 titik pengukuran geolistrik di sisi timur Gunung Salak, Kabupaten Bogor, Provinsi Jawa Barat. Berdasarkan metode geolistrik konfigurasi Schlumberger, diperkirakan terdapat enam unit litologi. Litologi yang dianggap sebagai akuifer yakni breksi dengan komponen berukuran kerikil- kerakal memilliki nilai tahanan jenis 98- 200 Ohm.m. Litologi semipermeabel atau berperan sebagai akuitar berupa tuff dengan nilai tahanan jenis kurang dari 58 Ohm.m dan lapili dengan nilai tahanan jenis 58- 97 Ohm.m. Litologi berupa breksi dengan komponen berukuran berangkal (nilai tahanan jenis 201- 400 Ohm.m) dan breksi dengan komponen berukuran bongkah (nilai tahanan jenis 401- 579 Ohm.m) berperan sebagai akuiklud. Litologi berupa lava andesit memiliki tahanan jenis terbesar (lebih dari 580 Ohm.m) dan berperan sebagai akuifug. Akuifer pada daerah penelitian berupa akuifer bebas dan akuifer semitertekan.Kata kunci: Gunung Salak, Tahanan Jenis, Akuifer
ZONASI ALTERASI PADA TAMBANG TERBUKA GRASBERG PB9S3, KABUPATEN MIMIKA, PAPUA Agus Didit Haryanto, Firman Sumarwan, Kurniawan, Yonathan Kristiawan B, Mega F. Rosana,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1814.165 KB)

Abstract

Daerah penelitian secara administratif berada di Distrik Grasberg, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Metoda yang digunakan dalam penelitian yaitu pemetaan lapangan pada tambang terbuka Grasberg dengan meninjau aspek-aspek keselamatan, analisa petrografi menggunakansayatan tipis, dan analisa spectral device, dengan tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui karakteristik alterasi yang berkembang di tambang terbuka Grasberg. Litologi daerah penelitian dikelompokan menjadi dua, yaitu Intrusi Andesit Fragmental dan Intrusi Diorit. Alterasi yang berkembang pada daerah penelitian dibedakan atas alterasi kuarsa-biotit-magnetit-anhidrit, alterasi kuarsa, alterasi k-feldspar-biotit-kuarsa-anhidrit, alterasi kuarsa-biotit-aktinolit-anhidrit.Kata Kunci : Alterasi, Grasberg, Intrusi
STRUKTUR GEOLOGI DAERAH CIKADONGDONG DAN SEKITARNYA, KABUPATEN LEBAK, PROVINSI BANTEN Iyan Haryanto, Moh. Qo’id Filayati, Aton Patonah,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1597.117 KB)

Abstract

Daerah Bayah memiliki kondisi struktur geologi dan tektonik yang cukup kompleks. Pola struktur yang banyak berkembang adalah sesar-sesar mendatar berarah utara-selatan. Data struktur kekar, struktur lipatan, dan struktur sesar menunjukkan bahwa rezim tegasan di daerah penelitian didominasi oleh sistem tegasan yang membentuk sesar-sesar normal dan mendatar. Mengacu pada konsep wrench fault tectonic, sesar-sesar yang ada di daerah penelitian merupakan sesar-sesar mendatar orde pertama dan kedua. Stratigrafi daerah penelitian ini dimulai dari pembentukan batuan metamorf pada umur mesozoikum pada tepi kontinen sundaland. Pada kala miosen batuan sedimen diendapkan diatas batuan dasar metamorf pada cekungan belakang busur. Proses pengendapan terus berlangsung bersamaan dengan proses pengangkatan yang terjadi. Proses pengangkatan terjadi dalam beberapa periode sampai saat ini sehingga membentuk Cekungan Bayah menjadi Bayah Dome.Kata Kunci: Struktur geologi, tektonik, rezim tegasan, Bayah Dome
KARAKTERISTIK BATUAN ASAL PEMBENTUKAN ENDAPAN NIKEL LATERIT DI DAERAH MADANG DAN SERAKAMAN TENGAH Euis Tintin Yuningsih, Luhur Pambudi H., Adi Kurniadi, Mega Fatimah Rosana,
Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal
Publisher : Unpad

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (2377.371 KB)

Abstract

Salah satu faktor yang mempengaruhi pembentukan endapan nikel laterit adalah batuan asal. Pokok permasalahan yang akan di bahas pada penelitian ini adalah di fokuskan pada karakteristik batuan asalnya yaitu pada batuan ultrabasa berdasarkan intensitas serpentinisasinya, mineral penyusunnya, dan geokimia batuan pada sampel outcrop di lapangan serta kaitannya dengan potensi lateritisasi endapan nikel pada data sekunder yaitu pada data pemboran di daerah Madang dan Serakaman Tengah, Pulau Sebuku,Kalimantan Selatan. Metode penelitian yang di lakukan adalah dengan studi literatur, pemetaan geologi, analisis petrografi, serta analisis geokimia (elemen major berdasarkan metode X-Ray Fluoresence). Berdasarkan analisis perografi, karakteristik batuan asal pada batuan ultrabasa yaitu intensitasserpentinisasinya dominan tinggi, kemudian mineral utama penyusunnya adalah serpentin, olivine, orthopiroksen, klinopiroksen, mineral opak, dan mineral oksida. Secara geokimia batuan, unsur MgO lebih banyak kelimpahannya dibandingkan dengan unsur CaO dan Al2O3, menunjukan mineral utama nya yaitu olivine dan piroksen. Di interpretasikan pula fraksionasi utamanya adalah mineral olivine dan protolit batuannya di dominansi oleh dunit. Lateritisasi endapan nikel terdapat pada zona saprolit dalam suatu profil endapan nikel laterit. Di daerah Madang dan Serakaman Tengah mempunyai endapan nikel laterit yang cukup baik dan ekonomis meskipun kadar endapan nikel dan ketebalan zona saprolitnyarelatif berbeda-beda.Kata kunci : Batuan asal, serpentinisasi, mineral penyusun, geokimia, endapan nikel laterit

Page 1 of 2 | Total Record : 20


Filter by Year

2018 2018


Filter By Issues
All Issue Vol 9, No 4 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 9, No 1 (2025): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 4 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 3 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 2 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 8, No 1 (2024): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 6 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 5 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 4 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 3 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 2 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 7, No 1 (2023): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 4 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 3 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 2 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 6, No 1 (2022): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 6 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 5 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 4 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 3 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 2 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 5, No 1 (2021): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 6 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 5 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 4 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 3 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 2 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 4, No 1 (2020): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 6 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 5 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 4 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 3 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 2 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 3, No 1 (2019): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 6 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 5 (2018): Padjadjaran Geoscience Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 4 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 3 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 2 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 2, No 1 (2018): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 3 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 2 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal Vol 1, No 1 (2017): Padjadjaran Geoscience Journal More Issue