Praktik Belajar Lapangan (PBL) 2 pada Program Studi Kesehatan Masyarakat bertujuan untuk mengidentifikasi permasalahan kesehatan dan merumuskan strategi intervensi berbasis aset masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan di Lingkungan Kaca, Kelurahan Kaca, Kecamatan Marioriawa, Kabupaten Soppeng pada tahun 2026. Metode yang digunakan adalah Focus Group Discussion (FGD) dengan pendekatan Asset Based Community Development (ABCD), yang melibatkan 15 peserta terdiri dari ibu kader kesehatan dan ibu hamil. Hasil FGD menunjukkan bahwa permasalahan kesehatan utama di wilayah tersebut meliputi hipertensi, stunting, dan potensi peningkatan diabetes. Rendahnya kesadaran pemeriksaan kesehatan, pola pengelolaan makanan yang belum optimal, serta kurangnya edukasi gizi menjadi faktor utama penyebab permasalahan tersebut. Namun, masyarakat memiliki berbagai aset yang dapat dimanfaatkan, seperti kader kesehatan, kelompok sosial, serta ketersediaan pangan lokal. Strategi intervensi yang diusulkan meliputi edukasi nonformal hipertensi, demo memasak berbasis pangan lokal untuk pencegahan stunting, serta edukasi konsumsi makanan sehat sejak usia dini untuk pencegahan diabetes. Pendekatan berbasis aset dinilai mampu meningkatkan partisipasi masyarakat dan mendukung keberlanjutan program kesehatan. Dengan demikian, pendekatan ABCD direkomendasikan sebagai strategi perencanaan intervensi kesehatan masyarakat di tingkat kelurahan.