Claim Missing Document
Check
Articles

Found 9 Documents
Search

Jejaring Stakeholder Pelaku Usaha limbah Kain Perca di Pekon Sukamulya, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu. Azis Ahmad
Jurnal Terekam Jejak Vol 2 No 3 (2024): Criminal Law and International Politics
Publisher : Terekam Jejak Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis jejaring stakeholder dalam pengembangan usaha industri limbah kain perca di Pekon Sukamulya, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Pringsewu. Tipe penelitian yang digunakan kualitatif dengan metode pengumpulan data observasi dan wawancara mendalam. Hasil penelitian menemukan bahwa jejaring stakeholder dalam pengembangan usahae kerajinan kain perca yang meliputi pengembangan permodalan, perolehan bahan baku, pengembangan produksi, pengembangan pemasaran diperlukan relasi/networking yang baik antara pengrajin dengan stakeholder terkait. Pertama dalam mengembangkan permodalan usaha membangun relasi dengan Koperasi Karya Mandiri, Bank BRI, kerabat/ saudara, orang tua, serta sesama pengrajin. Kedua, dalam memperoleh bakan baku membangun relasi dengan supplier, supir truk buah, agen pengiriman Puspa Jaya, dan sesama pengrajin. Ketiga, dalam proses produksi membangun relasi dengan Perangkat Pekon Sukamulya, Diskoperindag, PGN, sesama pengrajin, warga Pekon Sukamulya, tetangga, saudara/anggota keluarga. Keempat, dalam proses pemasaran membangun relasi dengan Diskoperindag, PGN, Perajgkat Pekon Sukamulya, sesama pengrajin, warga Pekon Sukamulya, tetangga,saudara/anggota keluarga. Semakin kuat jaringan pengrajin dengan pihak-pihak terkait, maka semakin mudah mengembangkan usahanya.
The dynamics of the relationship between the Kotaagung Village government and the farmers group in the practice of Saemaul Undong values Ahmad, Azis; Mahmud, Imam
Priviet Social Sciences Journal Vol. 5 No. 7 (2025): July 2025
Publisher : Privietlab

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55942/pssj.v5i7.522

Abstract

This study examines the dynamics of the relationship between the Kotaagung Village Government and farmer groups in adopting and implementing Saemaul Undong values as a community-based development strategy. Values such as independence, hard work, and solidarity serve as normative frameworks for interactions between state actors at the local level and farmer communities in efforts to improve food security and village welfare. Using a qualitative descriptive approach and data collection techniques, including in-depth interviews, participatory observation, and documentary studies, this study found that the relationship between the village government and farmer groups is dynamic and influenced by factors such as local leadership, institutional capacity, patterns of communication, and social trust. Despite challenges in terms of program consistency and the active participation of farmers and their groups, the practice of Saemaul Undong values successfully facilitates more productive collaboration in the planning and implementation of collective agricultural activities. This study recommends strengthening collaborative governance based on local transformative values as a foundation for sustainable village development in Indonesia.
Sosialisasi dan Pendampingan Sertifikasi Halal Bagi Pelaku UMKM di Kabupaten Tanggamus Sebagai Upaya Penguatan Legalitas Produk Ahmad, Azis
Jurnal Pemberdayaan Nusantara Vol 5, No 1 (2025): Jurnal Pemberdayaan Nusantara
Publisher : Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52447/jpn.v5i1.8414

Abstract

The low level of understanding and ability of UMKM actors regarding the halal certification process is an obstacle in fulfilling product legality obligations, especially in the food sector. This community service aims to increase the capacity of UMKM actors in the food sector in Tanggamus Regency in the halal certification process through a self-declare scheme. The activity was conducted in a hybrid format across four stages: preparation, socialization of SIHALAL regulations and technical aspects, assistance with document submission, and monitoring and evaluation of applications. The service providers accompanied 10 UMKM actors from account creation on SIHALAL, factual verification, to submission to the Halal Fatwa Committee. As a result, all participants successfully obtained official halal certificates from the BPJPH. This community service initiative also promoted improved digital literacy and compliance with halal regulations. The activity recommended strengthening collaboration between academics, SME operators, and stakeholders to accelerate halal certification and develop a competitive business ecosystem rooted in sharia values.
Analisis Pidato Perdana Gubernur Lampung Periode 2025–2030 Dalam Kerangka Good Local Governance : Sinergi Infrastruktur Dan Ketahanan Pangan Azis Ahmad; Andri Marta
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.465

Abstract

Pemilihan Gubernur Lampung 2024 melahirkan kepemimpinan baru yang dihadapkan pada tantangan krusial seperti kerusakan infrastruktur jalan dan ancaman terhadap ketahanan pangan. Meskipun tema pembangunan infrastruktur dan ketahanan pangan menjadi bagian dari pidato perdana Gubernur Lampung 2025–2030, masih belum terlihat sejauh mana substansi pidato tersebut mencerminkan integrasi kebijakan yang konkret dan berbasis prinsip good local governance. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis substansi pidato perdana Gubernur Lampung dalam kerangka good local governance, dengan fokus pada sinergi antara pembangunan infrastruktur jalan dan perlindungan ketahanan pangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode analisis isi tematik, data dikaji dari pidato perdana gubernur lampung dalam sidang paripurna DPRD Provinsi Lampung serta didukung data sekunder dari media dan dokumen resmi. Hasil analisis menunjukkan bahwa meskipun terdapat narasi politik yang mengafirmasi integrasi pembangunan infrastruktur jalan dengan ketahanan pangan, pendekatan yang diusung masih bersifat normatif dan belum mengelaborasi mekanisme partisipatif serta sinergi antar-sektor. Dalam perspektif good local governance, pidato tersebut belum secara memadai merefleksikan prinsip akuntabilitas dan responsivitas dalam pengambilan keputusan strategis. Oleh karena itu, penelitian ini menekankan pentingnya transformasi visi politik ke dalam desain kebijakan yang operasional dan kolaboratif, agar pembangunan infrastruktur tidak hanya menjadi simbol pembangunan fisik, tetapi juga menjadi fondasi ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat yang berkelanjutan di Provinsi Lampung.
SOCIAL NETWORK-BASED EMPOWERMENT IN THE DIGITAL ERA A STUDY IN THE UMKM NAIK KELAS COMMUNITY Imam Mahmud; Erna Rochana; Usman Raidar; Teuku Fahmi; Azis Ahmad
Proceedings International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies Vol. 1 (2025): Proceedings of The International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies (I
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Writing a Challenges in the business management process with the adoption of the use of digital technology, and limited social networks are still the main obstacles in the process of empowering MSMEs in each region. This research was conducted to analyse the contribution of social networks in the digital era to the empowerment of MSMEs. The research aims to map the forms of social networks that contribute to the empowerment process of each member who is a member of the community, especially in identifying various forms of digital innovation that have been successfully carried out by MSME actors and also clarifying the factors that encourage and hinder their implementation. The research was conducted using a descriptive qualitative approach through interviews, observation, and documentation. The results showed that social networking in the digital era in several social media groups created by the community provides unlimited space in providing business management processes including business licensing run by MSMEs in Lampung.
FOOD SECURITY AND LAND USE CHANGE: A COLLABORATIVE WORK BETWEEN WOMEN’S FARMER GROUPS AND THE GOVERNMENT OF RAJABASA JAYA URBAN COMMUNITY IN BANDAR LAMPUNG Arizka Warganegara; Azis Ahmad Azis; Afriliah Nur Fadilah
Proceedings International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies Vol. 1 (2025): Proceedings of The International Indonesia Conference on Interdisciplinary Studies (I
Publisher : Faculty of Social and Political Sciences, Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The change in land use from agricultural to non-productive land has resulted in a serious threat to local food security, particularly in urban areas like the city of Bandar Lampung. This study aims to analyse the impact of land use change on local food security and to explore the collaborative work between the Women Farmers Group and the village government from the perspective of a good local governance framework. This research applies a descriptive qualitative approach, with data collection methods consisting of in-depth interviews, participatory observation, and document analysis, and the research location is in the Rajabasa Jaya urban community, an area under significant threat from land use change and the potential decrease in the women’s community’s active engagement in food production as a result. Preliminary findings have shown that land use change has led to a local decline in food availability and an increasing dependency on external food supplies. Furthermore, the Women Farmers Group has continued to actively utilize home gardens and produce food with support from the village government. This collaborative work reflects that good practice in local governance could strengthen community food security, although challenges would remain in terms of increasing production capacity and the sustainability of the programme. This study endeavours to contribute to the development of a participatory governance model and to create policy recommendations for strengthening the sustainability of food supply and production at the village level.
Sosialisasi-Fasilitasi Pembuatan NIB Sebagai Implementasi Kebijakan Perizinan Berusaha Berbasis Risiko Pada Pelaku Usaha di GKI Immaculata Way Kandis Azis Ahmad Azis; Goestyari Kurnia Amantha Gusti; Ulfa Umayasari Ulfa
Ragom Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2026): Ragom: Jurnal Pengabdian Masyarakat
Publisher : Program Studi Hubungan Internasional FISIP UNILA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Permasalahan utama yang dihadapi pelaku usaha mikro di lingkungan Gereja Santa Maria Immaculata Way Kandis, Bandar Lampung adalah rendahnya tingkat legalitas usaha, khususnya kepemilikan Nomor Induk Berusaha (NIB), yang berdampak pada terbatasnya akses terhadap pembiayaan, perlindungan hukum, dan peluang pengembangan usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman pelaku usaha terkait kebijakan perizinan berusaha berbasis risiko serta memfasilitasi penerbitan NIB sebagai bentuk implementasi kebijakan publik. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif dengan tahapan sosialisasi, fasilitasi, dan pendampingan teknis pembuatan NIB melalui sistem Online Single Submission berbasis risiko (OSS-RBA). Subjek kegiatan adalah pelaku usaha mikro yang tergabung dalam komunitas Gereja Santa Maria Immaculata Way Kandis. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta terhadap pentingnya legalitas usaha, yang ditandai dengan meningkatnya partisipasi aktif dalam proses pendampingan. Selain itu, kegiatan ini berhasil memfasilitasi penerbitan 10 NIB bagi pelaku usaha yang sebelumnya belum memiliki legalitas usaha. Pendampingan langsung terbukti efektif dalam mengatasi kendala literasi digital dan administratif yang dihadapi peserta. Dari perspektif ilmu pemerintahan, kegiatan ini mencerminkan praktik collaborative governance, di mana perguruan tinggi berperan sebagai fasilitator dalam menjembatani implementasi kebijakan publik dengan kebutuhan masyarakat. Dengan demikian, kegiatan pengabdian ini tidak hanya meningkatkan legalitas usaha, tetapi juga berkontribusi pada penguatan tata kelola pemerintahan yang inklusif dan responsif
Sinergi Relasi Sosial dan Inovasi Digital dalam Pemberdayaan UMKM Sebuah Studi Komunitas Naik Kelas Lampung Imam Mahmud; Erna Rochana; Azis Ahmad; Teuku Fahmi
Jurnal Community Vol 12, No 1 (2026)
Publisher : Prodi Sosiologi FISIP Universitas Teuku Umar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35308/jcpds.v12i1.14816

Abstract

The research examines the empowerment of Micro, Small and Medium Enterprises (MSMEs) that are often hampered by challenges in the business management process, adoption of digital technology and limited social networks. Aiming to analyze the relationship between social relations and digital innovation on MSME empowerment, the research study focuses on the strategic role of the Lampung Upscale MSME Community as a partner supporting the development of MSMEs in Lampung Province. A descriptive qualitative approach was used with data collected through observation, interviews and documentation of activities carried out by the community. The results showed that the Lampung Upscale MSME Community has 227 members (215 micro, 12 small, and 0 medium) spread across 11 districts or cities with the highest dominance of MSMEs engaged in the food sector. This community conducts social media management training and capacity building for MSME products offline or online, as well as providing assistance and market access among members. The utilization of social relations and digital innovation has proven effective in supporting various community activities, thus increasing the competitiveness of MSMEs in Lampung. However, the results of the study identified that the social network that was built was not fully optimal due to the obstacles of a wide area coverage and weak coordination between local, central and community government institutions, making it difficult for MSME actors to recognize the role of each stakeholder in the program that MSME actors wanted to encourage.
Praktik Kepemimpinan Transformasional Lurah Dalam Mendorong Partisipasi Publik Di Kelurahan Rajabasa Nunyai Al Habsy; Regina Septi Rahmadani; Azis Ahmad
Journal of Government and Social Issues (JGSI) Vol 5 No 2 (2026): Juni
Publisher : Government Science Department , Faculty of Social and Political Science - University of Lampung. Journal of Government and Social Issues (JGSI)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23960/jgsi.v5i2.93

Abstract

Rendahnya partisipasi publik dalam proses pemerintahan lokal sering kali melekat pada gaya kepemimpinan yang dinilai tidak mampu membuka ruang dialog antara stakeholder dan masyarakat. Penelitian ini bertujuan mengkaji implementasi kepemimpinan transformasional Lurah perempuan dalam mendorong partisipasi publik di Kelurahan Rajabasa Nunyai. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui teknik pengumpulan data observasi langsung dan wawancara mendalam dengan stakeholder dan masyarakat di Kelurahan Rajabasa Nunyai. Analisis data dilakukan melalui tiga tahapan yaitu reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan Lurah Rajabasa Nunyai mencerminkan dimensi kepemimpinan transformasional meliputi idealized influence melalui keteladanan dan kedekatan langsung dengan warga, inspirational motivation dengan pendekatan emosional yang kuat terhadap masyarakat, individualized consideration melalui proses kolaborasi dengan pemerintah kota untuk menangani persoalan infrastruktur dasar dan banjir. Ketiga dimensi kepemimpinan berkontribusi dalam meningkatkan kualitas partisipasi warga dalam Musrenbang tingkat kelurahan mulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan program. Program prioritas yang dihasilkan dari Musrenbang meliputi perbaikan infrastruktur jalan, perbaikan sistem drainase, serta pemberdayaan UMKM merupakan hasil nyata kepemimpinan yang humanis, responsif, dan empatik di Kelurahan Rajabasa Nynyai mampu mengubah konsep partisipasi masyarakat dari kehadiran yang formalitas menjadi kehadiran disertai keterlibatan aktif dalam pembangunan lokal melalui perencanaan, pelaksanaan, hingga pemantauan program bersama.