Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Edukasi Pencegahan Kebakaran dan Penanganan Luka Bakar Melalui Sekolah Perempuan Permata Siaga Oktaviani, Dwi Putri; Larasati, Adhisti Sophia; Nursyafaat, Anastia; Taqiyya, Azizah Vella; Sunita, Elni; Septiani, Indri; Iriani, Nitha Putri; Nurlatifah, Novie; Ananda, Rahmatika; Nurhidayat, Reski; Nida, Shoffatun; Salsabila, Syifa; Putri, Tegar Wulandari; Ramdhaniati, Thusiani; Prakhasa, Zivanka Aurelia Sheva; Mirwanti, Ristina
J-Dinamika : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 11 No 1 (2026): April
Publisher : Politeknik Negeri Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fire is one of the non-natural calamities that frequently occurs at the household level and has the potential to cause burn injuries with serious health impacts. Hegarmanah Village is considered an area with high vulnerability to fire incidents, which highlights the importance of education to improve community knowledge and preparedness. This activity aimed to educate village women on fire prevention and burn management through the Permata Siaga Women’s School program. The methods applied included interactive lectures, hands-on practice, and evaluation using pre-test and post-test. The program was attended by 15 female participants with diverse ages and educational backgrounds. The results showed a significant notable rise in knowledge and skills, as indicated by the rise in the average score from the pre-test to the post-test. Participants were also able to correctly practice the use of fire extinguishers and implement proper first aid procedures for burn injuries. In conclusion, this educational program was effective in enhancing women’s preparedness in facing fire risks and managing burn injuries in household settings.
EDUKASI BANTUAN HIDUP DASAR: STRATEGI PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA DAERAH RAWAN BENCANA DI DESA TANJUNGSARI Mubaroq, Bagja Al; Septiani, Indri; Sunita, Elni; Ramdhaniati, Thusiani; Ramadani, Efita; Mirwanti, Ristina
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.64618

Abstract

Sudden cardiac arrest is a medical emergency that requires immediate treatment. The general public plays an important role in providing initial treatment in the form of first aid. This activity aims to increase public knowledge of Basic Life Support (BLS) through training for members of the Disaster-Resilient Village (Destana) and the Youth Integrated Health Post (Posyandu Remaja) in Tanjungsari Village. The education was provided to 43 participants using lectures to deliver BLS theory and facilitator-led practical training, supported by BLS mannequins and audiovisual materials, including PowerPoint presentations and videos. The educational program began with a pre-test, followed by a material presentation and practical session, and concluded with a post-test. The results showed a significant increase in participants' knowledge (p < 0.001), with an average knowledge score of 46 ± 20.8 before the activity and 78 ± 16.4 after the activity. This indicates that the education provided had a positive impact on increasing community knowledge of managing cardiac arrest emergencies in disaster situations. This activity also served as an effort to strengthen the community's capacity to provide appropriate initial treatment before professional medical assistance became available. Thus, similar educational activities involving material presentations, video screenings, practical sessions, and simulations can be conducted for a wider community. Kejadian henti jantung mendadak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan dengan cepat. Masyarakat awam memiliki peran penting dalam pemberian penanganan awal dalam pemberian pertolongan pertama. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) melalui pelatihan kepada anggota Desa Tanggung Bencana (Destana) dan Posyandu Remaja di Desa Tanjungsari. Edukasi diberikan kepada 43 peserta menggunakan metode ceramah untuk teori BHD dan metode pelatihan yang dipimpin oleh fasilitator untuk praktik, serta menggunakan media manekin BHD serta audiovisual power point dan video. Edukasi dimulai dengan pre-test, sesi pemberian materi dan praktik, serta post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan pada pengetahuan peserta (p<0,001), dengan nilai rata-rata pengetahuan sebelum kegiatan 46±20,8 dan sesudah kegiatan 78±16,4. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat menghadapi kondisi gawat darurat henti jantung pada keadaan bencana. Kegiatan ini juga merupakan upaya untuk memperkuat kapasitas komunitas agar mampu melakukan penanganan awal secara tepat sebelum bantuan medis profesional tersedia. Dengan demikian, kegiatan edukasi serupa melalui pemberian materi, pemutaran video, praktikum, dan simulasi dapat dilakukan kepada masyarakat lebih luas.