Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Pengembangan Model Asuhan Keperawatan Berbasis Spiritual pada Pasien Kanker dengan Kondisi Paliatif Utama, Tuti Anggriani; Aprilatutini, Titin; Yusuf, Ah; Gumelar, Ganjar; Mubaroq, Bagja Al
Jurnal Sains Kesehatan Vol 32, No 2 (2025)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Tri Mandiri Sakti Bengkulu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37638/jsk.32.2.200-214

Abstract

Berbagai model intervensi spiritual bagi pasien kanker dengan kondisi paliatif telah diterapkan, namun hingga saat ini belum ditemukan model yang efektif dalam mengatasi masalah spiritual pasien kanker dengan kondisi paliatif. Pentingnya dilakukan pengembangan model asuhan keperawatan berbasis spiritual pada pasien kanker dengan kondisi paliatif. Tujuan penelitian adalah mengidentifikasi kebutuhan perawat dalam asuhan keperawatan spiritual pasien kanker dengan paliatif, mengembangkan model asuhan berbasis spiritual pada pasien kanker dengan kondisi paliatif, dan menguji validasi pengembangan model. Rancangan penelitian mix metodh kualitatif-kuantitatif pendekatan sequential exploratory. Penelitian terdiri dari tahap (1) Mengidentifikasi kebutuhan yang dieksplorasi dengan desain studi kualitatif deskriptif melalui pengalaman perawat dalam melakukan asuhan keperawatan spiritual pada pasien kanker paliatif. Tahap (2) Mengembangkan model asuhan berbasis spiritual pada pasien kanker dengan kondisi paliatif (3) Menguji validasi pengembangan model. Subjek studi tahap 1 Subjek penelitian kualitatif: perawat yang bekerja di ruangan kemoterapi rumah sakit berjumlah 7 orang dan tahap 3 subjek pakar ahli berjumlah 3 orang yaitu: perawat dengan pengalaman memberikan asuhan keperawatan pada pasien kanker selama 10 tahun, rohaniawan dengan pengalaman 5 tahun terlibat dalam pendampingan pasien di rumah sakit. Analisis data tahap (1) analisis tematik, tahap (2) pengembangan model, tahap (3) uji validasi model melalui Conten Validity Indeks (CVI).  Hasil: Tahap (1) teridentifikasinya kebutuhan perawat dalam asuhan keperawatan spiritual pada pasien kanker dengan Kondisi paliatif,. Tahap (2) Terbentuknya model asuhan keperawatan berbasis spiritual pada pasien dengan kondisi paliatif (3) Terujinya validitas model melalui 3 orang pakar diperoleh nilai 1,00 artinya semua materi memiliki hasil uji sangat kuat.  Kesimpulan : terdapat 3 tema kebutuhan perawat dalam asuhan perawatan spiritual yaitu implementasi dalam deteksi dini dalam mengenal masalah spiritual, persiapan spiritual pasien pulang ke rumah, dan peran perawat dalam koordinasi tim kesehatan dan  rohaniawan.  Terbentuknya sebuah model asuhan perawatan berbasis spiritual yang memiliki komponen dalam kebijakan dalam operasional asuhan perawatan spiritual.  Kata Kunci: asuhan keperawatan spiritual, kanker, pengembangan model, perawatan paliatif  
Disaster Risk Perception and Preparedness: a Cross-Sectional Study of Senior High School Student Mubaroq, Bagja Al; Kosasih, Cecep Eli; Rosidin, Udin
MAHESA : Malahayati Health Student Journal Vol 5, No 9 (2025): Volume 5 Nomor 9 (2025)
Publisher : Universitas Malahayati

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/mahesa.v5i9.19385

Abstract

ABSTRACT Earthquakes are unpredictable, making disaster preparedness essential. Risk perception is key, but its relationship with preparedness remains inconsistent. To analyze the relationship between risk perception and disaster preparedness. A cross-sectional study with 73 high school students selected via accidental sampling from a population of 1,509. Risk perception was measured using PRISM (S-CVI/ave = 0.9; reliability r = 0.95, p < 0.001), and preparedness using LIPI/UNESCO-ISDR (validity 0.566–0.895; reliability 0.969). Data were analyzed using descriptive statistics and Pearson correlation. Most students had low-risk perceptions (50.7%) but were categorized as prepared (64.4%). No significant correlation was found (p = 0.1, r = -0.19). Disaster knowledge significantly influenced preparedness (p < 0.05). Disaster knowledge affects preparedness more than risk perception. Schools should integrate disaster education into curricula, collaborate with BPBD, and empower extracurricular programs like PMR and Scouts. Keywords: Earthquake, Preparedness, Risk Perception, Students
EDUKASI BANTUAN HIDUP DASAR: STRATEGI PENINGKATAN PENGETAHUAN PADA DAERAH RAWAN BENCANA DI DESA TANJUNGSARI Mubaroq, Bagja Al; Septiani, Indri; Sunita, Elni; Ramdhaniati, Thusiani; Ramadani, Efita; Mirwanti, Ristina
Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 2 (2026): Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/kumawula.v9i2.64618

Abstract

Sudden cardiac arrest is a medical emergency that requires immediate treatment. The general public plays an important role in providing initial treatment in the form of first aid. This activity aims to increase public knowledge of Basic Life Support (BLS) through training for members of the Disaster-Resilient Village (Destana) and the Youth Integrated Health Post (Posyandu Remaja) in Tanjungsari Village. The education was provided to 43 participants using lectures to deliver BLS theory and facilitator-led practical training, supported by BLS mannequins and audiovisual materials, including PowerPoint presentations and videos. The educational program began with a pre-test, followed by a material presentation and practical session, and concluded with a post-test. The results showed a significant increase in participants' knowledge (p < 0.001), with an average knowledge score of 46 ± 20.8 before the activity and 78 ± 16.4 after the activity. This indicates that the education provided had a positive impact on increasing community knowledge of managing cardiac arrest emergencies in disaster situations. This activity also served as an effort to strengthen the community's capacity to provide appropriate initial treatment before professional medical assistance became available. Thus, similar educational activities involving material presentations, video screenings, practical sessions, and simulations can be conducted for a wider community. Kejadian henti jantung mendadak merupakan kondisi kegawatdaruratan yang membutuhkan penanganan dengan cepat. Masyarakat awam memiliki peran penting dalam pemberian penanganan awal dalam pemberian pertolongan pertama. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD) melalui pelatihan kepada anggota Desa Tanggung Bencana (Destana) dan Posyandu Remaja di Desa Tanjungsari. Edukasi diberikan kepada 43 peserta menggunakan metode ceramah untuk teori BHD dan metode pelatihan yang dipimpin oleh fasilitator untuk praktik, serta menggunakan media manekin BHD serta audiovisual power point dan video. Edukasi dimulai dengan pre-test, sesi pemberian materi dan praktik, serta post-test. Hasil menunjukkan adanya peningkatan secara signifikan pada pengetahuan peserta (p<0,001), dengan nilai rata-rata pengetahuan sebelum kegiatan 46±20,8 dan sesudah kegiatan 78±16,4. Hal ini menunjukkan bahwa edukasi yang dilakukan memberikan dampak positif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat menghadapi kondisi gawat darurat henti jantung pada keadaan bencana. Kegiatan ini juga merupakan upaya untuk memperkuat kapasitas komunitas agar mampu melakukan penanganan awal secara tepat sebelum bantuan medis profesional tersedia. Dengan demikian, kegiatan edukasi serupa melalui pemberian materi, pemutaran video, praktikum, dan simulasi dapat dilakukan kepada masyarakat lebih luas.