Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

DIGITALISATION IN VOCATIONAL EDUCATION: ENHANCING SKILLS AND JOB READINESS IN DEVELOPING COUNTRIES Sri Utami; Eka Haryati Yuliany; Michael Gerits Kriswanto Remetwa
Indonesian Journal of Education (INJOE) Vol. 4 No. 2 (2025): Indonesian Journal of Education (INJOE)
Publisher : CV. ADIBA AISHA AMIRA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Digitalisation in vocational education plays an important role in improving skills and work readiness in developing countries. Through the application of digital technology, access to more varied and quality learning resources becomes easier, and more interactive learning methods can be implemented. This approach not only strengthens learners' theoretical understanding but also provides practical experience needed in the industrialised world. The integration of technology tools and applications used in real industries into the vocational education curriculum ensures learners' readiness to face the evolving world of work. Technology-based training such as virtual simulations and e-learning platforms contribute significantly to learners' adaptability to technological changes and industry developments. In addition, digitalisation opens up wider collaboration opportunities between educational institutions, industry and government, creating a supportive ecosystem for innovation and knowledge transfer. Through technology-based internship programmes and partnerships with technology companies, learners can gain relevant work experience and direct feedback from the industry. Overall, digitalisation in vocational education strengthens the link between education and the world of work, preparing learners with the necessary skills and competencies to compete in the global job market.
Sosialisasi Pemanfaatan Media Sosial dalam Mendukung Promosi Destinasi Wisata dan Produk Lokal di Ohoi Ohoidertutu Kecamatan Kei Kecil Barat Kabupaten Maluku Tenggara Rahma Gusmawati Tammu; Kamilius Deleles Betaubun; Ida I Dewa Ayu Raka Susanty; Meiksyana Raynold Renjaan; Anggiat Maruli Manulang; Michael Gerits Kriswanto Remetwa; Kaliana Tantri Bugis
PADMA Vol 5 No 2 (2025): JURNAL PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT (PADMA)
Publisher : LPPM Politeknik Piksi Ganesha

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56689/padma.v5i2.2257

Abstract

This community service program was carried out in Ohoi Ohoidertutu, West Kei Kecil District, Southeast Maluku Regency, to enhance the capacity of the village government and the Tourism Awareness Group (Pokdarwis) in utilizing social media to promote tourist destinations and local products. The village has strong potential, including white-sand beaches, distinctive local culture, and processed seafood products and handicrafts, but these assets have not been optimally managed due to limited knowledge of digital marketing. The activities included socialization, training, and one month of mentoring. The socialization aimed to increase understanding of the importance of social media, while the training focused on creating creative content, digital marketing strategies, and professional account management. Mentoring ensured that the strategies taught were applied consistently. The results showed a significant increase in both the quantity and quality of promotional content on social media, along with a rise in tourism inquiries. A village social media management team was also established and committed to sustaining promotional efforts. This program demonstrates that targeted use of social media can improve destination visibility and local product marketing. Moving forward, advanced training and collaboration with tourism actors, influencers, and media outlets are needed to expand promotional reach sustainably.
Pendampingan Izin Usaha, Manajemen Usaha, dan Pengemasan Produk UMKM Dapur Mama Domi di Desa Wisata Ngilngof, Maluku Tenggara Rahma Gusmawati Tammu; Michael Gerits Kriswanto Remetwa; Resky Sirupang Kanuna
Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Nusantara Vol. 7 No. 2 (2026): Edisi Mei - Agustus
Publisher : Lembaga Dongan Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55338/jpkmn.v7i2.9153

Abstract

Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi lokal, terutama pada kawasan yang berkembang sebagai destinasi wisata. Salah satu UMKM yang memiliki potensi tersebut adalah Dapur Mama Domi di Desa Wisata Ngilngof, Kabupaten Maluku Tenggara, yang mengembangkan berbagai produk olahan pangan berbasis enbal sebagai pangan khas Kepulauan Kei. Meskipun memiliki prospek yang baik, pengelolaan usaha masih menghadapi beberapa kendala, antara lain belum optimalnya legalitas usaha, terbatasnya kemampuan manajemen usaha, pencatatan keuangan yang belum sistematis, kemasan produk yang masih sederhana, serta belum optimalnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan daya saing UMKM melalui pendampingan pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB), Sertifikat Produksi Pangan Industri Rumah Tangga (SPP-IRT), sertifikasi halal, penguatan manajemen usaha berbasis pencatatan keuangan digital, pengembangan desain kemasan produk, serta penerapan pemasaran digital melalui marketplace. Metode yang digunakan berupa pendampingan partisipatif yang dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pelatihan, praktik, pendampingan intensif, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa mitra mengalami peningkatan pengetahuan dan keterampilan dalam pengelolaan usaha, mampu menerapkan pencatatan keuangan dan transaksi pembayaran digital, menghasilkan kemasan produk yang lebih menarik dan informatif, mengembangkan inovasi produk berbasis enbal, serta memperoleh sertifikat halal dan sedang menyelesaikan proses penerbitan SPP-IRT. Kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas manajerial, kualitas produk, dan daya saing UMKM sehingga mendukung keberlanjutan usaha serta penguatan ekonomi masyarakat di Desa Wisata Ngilngof.