Istiqamah Bungana
Universitas Tompotika Luwuk

Published : 13 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

PELAKSANAAN KELOMPOK USAHA BERSAMA (KUB) DI DINAS SOSIAL KABUPATEN BANGGAI KEPULAUAN (STUDI KASUS : KECAMATAN BUKO SELATAN): IMPLEMENTATION OF JOINT BUSINESS GROUPS (KUB) IN THE SOCIAL SERVICES AGENCY OF BANGGAI KEPULAUAN REGENCY (CASE STUDY: SOUTH BUKO DISTRICT) Istiqamah Bungana; ni luh titi indayani
Jurnal Kebijakan dan Pelayanan Publik Vol. 13 No. 1 (2025): Jurnal Kebijakan Dan Pelayanan Publik
Publisher : FISIP UNTIKA LUWUK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66475/fisip.v13i1.1199

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menganalisa Pelaksanaan Program Kelompok Usaha Bersama ( Kub ) Di Dinas Sosial Kabupaten Banggai Kepulauan (Studi Kasus: Kecamatan Buko Selatan). Penelitian ini didasari oleh keingintahuan peneliti terhadap Pelaksanaan Program Kelompok Usaha Bersama ( Kub ). Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan Teknik sampling yang digunakan purposive sampling, jumlah informan 10 orang. Teknik pengumpulan data diambil dari teknik wawancara dan observasi yang kemudia dijelaskan secara deskriptif untuk mendapatkan hasil penelitian yang valid dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya. Hasil yang diperoleh dalam penelitian ini menunjukkan bahwa Pelaksanaan Program Kelompok Usaha Bersama ( Kub ) Di Dinas Sosial Kabupaten Banggai Kepulauan (Studi Kasus: Kecamatan Buko Selatan) belum maksimal. Hal ini dapat dilihat dari tujuh tahapan pelaksanaan Program Kub, ada dua tahapan pelaksanaan yang belum maksimal yaitu tahap Pelatihan keterampilan usaha dan tahap Pendampingan atau monitoring. Pelatihan masi terfokus pada administrasi dan pengelolaan keuangan sedangkan pada pelatihan peningkatan produk masi belum diajarkan secara spesifik serta strategi pemasaran masi belum maksimal dilatih kepada anggota Kub di Kecamatan Buko Selatan dan Kunjungan pendamping Kub ke lokasi-lokasi kelompok yang di dampingi cuman sekali dalam sebulan yang sebenanya harus tiga kali dalam sebulan, proses pendampingan Kub banyak yang melalui via telepon atau gruf WA hal ini menyebabkan program Kub di Kecamatan Buko Selatan hanya berjalan pada tahap pelaksanaan saja dan kemudian setelah beberapa bulan banyak Kelompok Kub yang tidak aktif lagi. Sedangkan tahapan pelaksanaan yang sudah maksimal meliputi proses sosialisasi, Seleksi dan pembentukan kelompok, kesesuaian bantuan jenis usaha, Stimulan/ bantuan anggaran dan penyaluran bantuan modal usaha.
PENGUATAN TATA KELOLA PARIWISATA BERBASIS KOLABORASI ANTAR-SKPD DAN DATA E-TICKETING UNTUK OPTIMALISASI PAD KABUPATEN BANGGAI: Strengthening Tourism Governance Based on Collaboration between SKPDs and E-Ticketing Data to Optimize Local Revenue in Banggai Regency Ni Luh Titi Indayani; Istiqamah Bungana
Jurnal Kebijakan dan Pelayanan Publik Vol. 13 No. 2 (2025): Jurnal Kebijakan Dan Pelayanan Publik
Publisher : FISIP UNTIKA LUWUK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66475/fisip.v13i2.1301

Abstract

Pariwisata merupakan salah satu sektor strategis pengungkit pertumbuhan ekonomi daerah dan penguatan kemandirian fiskal melalui Pendapatan Asli Daerah (PAD). Namun, termasuk Kabupaten Banggai, kontribusi pariwisata terhadap PAD masih belum optimal karena koordinasi antar-SKPD lemah, investasi infrastruktur belum terarah, kapasitas SDM terbatas, serta pemanfaatan data digital belum maksimal. Penelitian bertujuan merumuskan model tata kelola kolaboratif antar-SKPD (Dinas Pariwisata, Bapenda, dan Dinas Pekerjaan Umum) mampu meningkatkan efisiensi investasi infrastruktur pariwisata, optimalisasi pemungutan retribusi dan pajak daerah, serta penguatan basis data pengunjung berbasis sistem e-ticketing mendorong peningkatan PAD Kabupaten Banggai. Secara khusus penelitian menganalisis: (1) pengaruh model koordinasi antar- SKPD terhadap efisiensi investasi infrastruktur dan kinerja pemungutan retribusi pariwisata; (2) keterkaitan kinerja dan transparansi tata kelola Dinas Pariwisata dengan minat investasi amenitas pariwisata swasta; (3) dampak program peningkatan kapasitas SDM pariwisata terhadap indeks kepuasan wisatawan dan potensi pendapatan jasa; (4) efektivitas kebijakan insentif bagi pelaku usaha mikro/kecil (BUMDes dan Pokdarwis) mendorong kepatuhan sistem pemungutan resmi daerah; dan (5) pemanfaatan data pengunjung dari e- ticketing perencanaan strategis dan simulasi peningkatan PAD. Metode yang digunakan adalah mixed methods dengan desain sekuensial eksplanatori. Tahap pertama berfokus studi dokumen dan pemetaan koordinasi kelembagaan, audit data PAD dan e-ticketing, serta wawancara mendalam dengan pemangku kepentingan kunci. Tahap kedua meliputi survei wisatawan dan pelaku usaha, Focus Group Discussion (FGD) antar-SKPD, analisis kuantitatif hubungan investasi infrastruktur, kinerja pemungutan, dan PAD. Tahap ketiga diarahkan integrasi temuan model tata kelola kolaboratif, penyusunan rekomendasi kebijakan dan skenario peningkatan PAD, serta penyusunan naskah artikel ilmiah dan policy brief.
EFEKTIVITAS PELAYANAN PUBLIK PADA KANTOR DESA TOBUNGIN KECAMATAN TINANGKUNG SELATAN : EFFECTIVENESS OF PUBLIC SERVICES AT THE TOBUNGIN VILLAGE OFFICE, SOUTH TINANGKUNG DISTRICT Istiqamah Bungana; Rahmad Palopa
Jurnal Kebijakan dan Pelayanan Publik Vol. 14 No. 1 (2026): Jurnal Kebijakan Dan Pelayanan Publik
Publisher : FISIP UNTIKA LUWUK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66475/fisip.v14i1.1348

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis efektivitas pelayanan publik di Kantor Desa Tobungin, Kecamatan Tinangkung Selatan. Fokus penelitian mencakup dimensi transparansi, akuntabilitas, dan responsivitas aparatur desa. Pelayanan merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari penyelenggaraan pemerintahan, dan pelayanan publik merupakan bentuk nyata pemerintahan dalam melayani masyarakat, oleh sebab itu pemerintahan harus melakukan pelayanan secara optimal dan maksimal agar menghasilkan pelayanan publik yang efektif dan efesien.Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam penelitian ini terdapat 5 orang yang menjadi informan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelayanan di Desa Tobungin telah berjalan cukup baik, namun masih menghadapi kendala pada aspek sarana prasarana dan pemanfaatan teknologi informasi.