Ahmad Haikal
Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin Banten

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

TRADISI IKHTIFALAN DI KAMPUNG PANGGANG DESA SELAPAJANG KECAMATAN CISOKA KABUPATEN TANGERANG BANTEN(STUDY LIVING HADIS) Ahmad Haikal; Rizki Restu Afandi; Muhammad Alif
MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis Vol. 4 No. 1 (2024): MUSHAF JOURNAL : Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis
Publisher : CV. Adiba Aisha Amira

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The Ikhtifalan tradition in Kampung Panggang, Selapajang Village, Cisoka District, Tangerang Regency, Banten, is one of the cultural activities still preserved by the local community. Ikhtifalan, held annually, primarily serves as a form of gratitude and respect for the teachings of Islam, particularly in terms of Quranic education. This event involves various segments of the community, from children to adults, featuring a variety of activities such as Quran recitation, collective prayers, and cultural celebrations. In addition to being a form of religious practice, this tradition also serves as a means of strengthening social ties among residents and maintaining community solidarity. During the event, the community gathers to share happiness and blessings, while also reminiscing about the long-standing traditions. The Ikhtifalan tradition also provides an opportunity for the younger generation to become more familiar with religious teachings through the recitation of Quranic verses. This study aims to analyze the implementation, meaning, and social impact of the Ikhtifalan tradition in Kampung Panggang, highlighting the importance of this event in strengthening social bonds, preserving cultural diversity, and maintaining local traditions amidst the rapid modernization. This activity has become an integral part of community life, reflecting the richness of culture and strong religiosity. 
Otentisitas Hadis Menurut Ulama Hadis dan Sufi: Tinjauan Komparatif dan Rekonstruksi Model Integratif Sulistiani Sulistiani; Ola Alifiyanti Zahra Purnama; Uum Umaroh Husaeni; Ahmad Haikal; Agus Ali Dzawafi
SERUMPUN : Journal of Education, Politic, and Social Humaniora Vol. 4, No. 2 : SERUMPUN (JULY-AUGUST 2026)
Publisher : Yayasan Maslahatul Ummah Ilal Jannah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61590/srp.v4i2.484

Abstract

Penelitian ini mengkaji konsep otentisitas hadis dari dua perspektif utama dalam tradisi keilmuan Islam, yaitu ulama hadis (muhaddisin) dan tradisi tasawuf (sufi), melalui pendekatan komparatif-analitis berbasis studi kepustakaan. Ulama hadis menekankan verifikasi historis melalui kritik sanad dan matan sebagai instrumen utama penentuan validitas riwayat, dengan mengembangkan disiplin ilmu seperti jarh wa ta'dil dan klasifikasi hadis. Sementara itu, tradisi sufi memberikan perhatian lebih besar pada dimensi spiritual, transformasi batin, dan pemaknaan esoteris yang terkandung dalam hadis, meskipun mayoritas tokoh sufi tetap mengakui otoritas Al-Qur'an dan Sunnah sebagai landasan. Analisis komparatif menunjukkan bahwa kedua tradisi memiliki tujuan fundamental yang sama, yakni menjaga dan menghidupkan Sunnah Nabi Muhammad SAW, meskipun berbeda secara metodologis dan epistemologis. Penelitian ini kemudian menawarkan rekonstruksi berupa Multilevel Integrative Model yang menempatkan verifikasi sanad-matan sebagai fondasi utama, diikuti diferensiasi konteks penggunaan hadis, integrasi hermeneutis-spiritual, serta kontrol akademik dan komunal sebagai mekanisme pengawasan. Model ini diharapkan menjadi kontribusi metodologis bagi pengembangan studi hadis kontemporer yang lebih integratif, seimbang, dan dialogis antara pendekatan historis-kritis dan pendekatan spiritual.