Maulana, Ridho Adji
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Evaluasi Ketersediaan dan Kualitas Jalur Pejalan Kaki di Kawasan Jembatan Ampera Kota Palembang Acintya, Anggie Elma; Azzahro, Azizah; Syakirania, Fela; Prasetyo, Dwi Arif; Maulana, Ridho Adji; Kurniawan, Rudy; Fajriani, Suci Wahyu; Putri, Lisya Septiani
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 10 No. 2 (2026): Agustus
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v10i2.38489

Abstract

Jalur pejalan kaki merupakan salah satu elemen penting dalam mendukung mobilitas masyarakat serta menciptakan ruang kota yang aman dan nyaman bagi seluruh pengguna. Kawasan sekitar Jembatan Ampera di Palembang menjadi salah satu pusat aktivitas perkotaan dengan tingkat mobilitas yang tinggi, baik untuk kegiatan ekonomi, transportasi, maupun pariwisata, sehingga membutuhkan infrastruktur pedestrian yang memadai. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi ketersediaan dan kualitas jalur pejalan kaki di kawasan tersebut serta mengidentifikasi berbagai permasalahan yang memengaruhi pemanfaatannya. Metode yang digunakan adalah pendekatan deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi lapangan, dokumentasi, dan kajian literatur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa meskipun jalur pejalan kaki telah tersedia di beberapa bagian kawasan, kualitasnya masih belum optimal karena adanya kerusakan trotoar, keterbatasan fasilitas pendukung, serta penggunaan trotoar untuk aktivitas lain seperti parkir kendaraan dan pedagang kaki lima yang mengganggu kenyamanan pejalan kaki. Oleh karena itu, diperlukan peningkatan kualitas infrastruktur serta penataan penggunaan ruang publik agar fungsi jalur pejalan kaki dapat berjalan secara optimal dalam mendukung aksesibilitas dan mobilitas masyarakat perkotaan.
Flexing sebagai Simulakra Status Sosial di Era Digital Nandea Khodijah; Vini Anggun Pratiwi; Maulana, Ridho Adji; Sununianti, Vieronica Varbi; Istiqoma Istiqoma; Kurniawan, Deni Aries
RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan Vol. 4 No. 3 (2026): Mei: RISOMA : Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan
Publisher : Asosiasi Ilmuwan Pendidikan, Sosial, dan Humaniora Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62383/risoma.v4i3.1701

Abstract

This study aims to analyze the phenomenon of flexing on social media as a representation of social status in digital society through the perspectives of Jean Baudrillard’s simulacra theory and Erving Goffman’s self-presentation theory. The research employs a qualitative method using content analysis of social media posts, particularly on Instagram and TikTok, that display flexing practices. The research data consist of photos and videos containing symbols of luxury, such as branded goods, luxury vehicles, exclusive locations, and consumptive lifestyles. The findings reveal that flexing is not merely an act of showing off, but also a conscious self-representation strategy used to construct a particular social image. The luxury symbols displayed often do not fully reflect reality, but rather represent identity constructions that have been selectively curated and manipulated according to the desired image. From the perspective of simulacra, these representations have replaced reality itself, causing the boundary between reality and representation to become increasingly blurred. Furthermore, the phenomenon of flexing is closely related to consumer culture, the need for social recognition, and personal branding strategies in the digital era. Exposure to flexing content also encourages social comparison, which may lead to psychological pressure among audiences. Therefore, flexing can be understood as a multidimensional phenomenon reflecting changes in how individuals construct identity, perceive reality, and gain social legitimacy within digital society.