Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Quality and Nutritional Adequacy Review of the Free School Meal Program (MBG) for Elementary School Children in Gorontalo City. Nanda Dwi Fakhriyyah Moridu; Vivien Novarina A. Kasim; Nanang Roswita Paramata; Cecy Rahma Karim; Serly Daud
Health Information : Jurnal Penelitian Vol 17 No 3 (2025): September-Desember
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36990/hijp.v17i3.1773

Abstract

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) merupakan program pemerintah yang bertujuan menekan angka malnutrisi dan stunting di Indonesia. Permasalahan gizi pada anak-anak khususnya usia sekolah dasar masih menjadi isu serius di Indonesia, terutama di Kota Gorontalo yang memiliki prevalensi gizi buruk, gizi kurang, kelebihan berat badan , dan obesitas cukup tinggi. Kondisi ini berpotensi menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, serta prestasi akademik siswa. Namun keberhasilan program ini sangat ditentukan oleh kualitas dan kesesuaian gizi makanan yang diberikan sehingga penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi kualitas dan kesesuaian gizi pada makanan yang diberikan dalam program MBG. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan deskriptif observatif. Pelaksanaan penelitian dilakukan di SDN 77 Kota Tengah Gorontalo dan MI Terpadu Al-Ishlah Gorontalo. Hasil kualitas makanan dalam program MBG dinilai baik oleh sebagian besar siswa, meskipun terdapat beberapa indikator yang dinilai kurang. Kesesuaian gizi dalam makanan berdasarkan standar AKG harian dalam buku petunjuk teknis penyelenggaraan bantuan pemerintah untuk program MBG tahun 2025 oleh Badan Gizi Nasional (BGN) berada pada kategori ”Sesuai” untuk karbohidrat dan ”Tidak Sesuai” untuk protein, lemak, dan energi dalam satu kali pemberian makan. Terdapat pula keberadaan komponen mikronutrien seperti vitamin dan mineral dalam menu makanan, yang hasil rata-ratanya disesuaikan dengan standar AKG harian dalam PMK RI No. 28 tahun 2019 tentang angka kecukupan gizi yang direkomendasikan untuk masyarakat Indonesia. Kualitas dan kenyamanan program gizi MBG perlu dilakukan monitoring dan evaluasi kembali oleh pengelola program yakni BGN agar tujuan program dapat tercapai secara maksimal.
The Effect of Foot Massage Therapy Using Lavender Oil on Lowering Blood Pressure in Hypertensive Patients at Kabila Health Center Cindy Claudia Ahmad; Nanang Roswita Paramata; Andi Mursyidah
International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) (Special Issue) - International Journal of Health, Economics, and Social Sciences (IJHESS) April 202
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/ijhess.v8i2.10508

Abstract

Hypertension is a chronic condition with systolic blood pressure ?140 mmHg and/or diastole ?90 mmHg that is at risk of cardiovascular complications. One of the nonpharmacological therapies such as foot massage using lavender oil is an important alternative that can improve relaxation and modulate the autonomic nervous system. This study aims to analyze the effect of this therapy on reducing blood pressure of hypertensive patients at the Kabila Health Center. The research design used, which was quasi-experimental with two groups, was used on 30 respondents (15 interventions and 15 controls) who were selected through accidental sampling techniques. The research instruments included SOP foot massage and blood pressure measurement using a digital sphygmomanometer. Data analysis was carried out by Wilcoxon test and paired t-test for comparison within groups, as well as independent sample t-test for comparison between groups. The results showed a significant decrease in systolic and diastolic blood pressure in the intervention group p = 0.001 (p < 0.05) with the mean systole decreasing from 156.20 to 150.20 mmHg and the median diastole from 92 to 81 mmHg. In the control group, there was no significant change in systol p = 0.096 (p > 0.05) and diastol p = 0.230 (p > 0.05). Significant differences between groups were found for systol p = 0.024 (p < 0.05) and diastol p = 0.000 (p < 0.05). The conclusion that foot massage therapy using lavender oil had a significant effect on lowering the blood pressure of hypertensive patients at the Kabila Health Center
KORELASI PERAN VARIABILITAS TEKANAN DARAH SISTOLIK DAN INDEKS MASSA TUBUH TERHADAP KEKUATAN MENGGENGGAM PADA MAHASISWA KEDOKTERAN Chairul Abdul Jamal Ghazali Tome; Jufri Febriyanto Poetra; Sri Manovita Pateda; Nanang Roswita Paramata; Yuniarty Antu
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 8, No 1 (2026): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v8i1.36157

Abstract

Penyakit kardiovaskular merupakan penyebab utama mortalitas global, sehingga diperlukan indikator fungsional yang sensitif untuk deteksi dini risiko. Kekuatan menggenggam (handgrip strength/HGS) telah diakui sebagai biomarker kesehatan kardiovaskular, namun peran variabilitas tekanan darah (blood pressure variability/BPV) dan indeks massa tubuh (IMT) terhadap HGS pada dewasa muda masih belum jelas. Kebaruan penelitian ini terletak pada penggunaan regresi kuantil untuk mengungkap efek dan interaksi SBPV–IMT pada berbagai tingkat distribusi HGS yang tidak terdeteksi melalui regresi linear konvensional. Penelitian observasional analitik dengan desain cross-sectional ini melibatkan 132 mahasiswa kedokteran Universitas Negeri Gorontalo. Sebanyak 53,8% responden berada pada kategori pre-hipertensi dengan rata-rata SBPV 4,65%, dan 48,5% memiliki status gizi berlebih. Ratarata HGS tercatat 29,04 kg. Analisis bivariat menunjukkan korelasi negatif signifikan antara SBPV dan HGS (r = –0,209; p = 0,016) serta korelasi positif antara IMT dan HGS (r = 0,280; p = 0,001). Regresi kuantil mengungkap interaksi negatif signifikan IMT–SBPV hanya pada kuantil HGS terendah (τ = 0,25; p = 0,050). Temuan ini menunjukkan bahwa instabilitas hemodinamik melemahkan kekuatan otot pada individu dengan kapasitas otot rendah.
Upaya Penurunan Angka Infeksi TBC Melalui Pemberian Edukasi dan Pendampingan Kader Kesehatan dan Pengawas Menelan Obat (PMO) : Efforts to reduce TB infection rates through providing education and assistance to health cadres and drug swallowing supervisors Putri Ayuningtias Mahdang; Nanang Roswita Paramata; Zuhriana K Yusuf
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 10: Oktober 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i10.6213

Abstract

Tuberkulosis (TBC) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri mycobacterium tuberculosis yang dapat menyerang organ paru serta organ tubuh lainnya. Penyebaran bakteri ini terjadi secara aerogen atau melalui udara dalam bentuk droplet (percikan sputum/dahak). Pasien akan mendapatkan jangka waktu pengobatan kurang lebih 6 sampai 9 bulan. Akibat dari pengobatan dalam waktu yang lama ini banyak dilaporkan bahwa pasien TBC tidak teratur minum obat, putus minum obat, pasien yang sudah menerima obat tetapi malas untuk menyelesaikan pengobatan sampai 6 bulan, sudah merasa sehat akhirnya drop out pengobatan dan keluarga kurang memberikan dukungan dalam menyelesaikan pengobatan. Prinsip pengobatan TB adalah dengan memberikan Obat Anti Tuberkulosis (OAT). OAT diberikan dengan dosis yang tepat dan teratur serta diawasi oleh PMO (Pengawas Menelan Obat) sampai tuntas. Berdasarkan data dari WHO tahun 2021 Indonesia menjadi negara dengan prevalensi tuberkulosis ke-2 tertinggi di dunia setelah India. Data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pohuwato tahun 2023, jumlah kasus tuberkulosis pada tahun 2020 ada 290 kasus, pada tahun 2021 sebanyak 234 kasus, dan pada tahun 2022 terjadi kenaikan dimana jumlah kasus di angka 374 kasus. Metode pengabdian ini berupa pelatihan dan pendampingan yang berikan kepada kader kesehatan dan Pengawas Minum Obat (PMO) yang ada di Desa Buntulia Jaya. Kegiatan dilakukan dalam beberapa tahap yakni persiapan, pelaksanaan dan keberlanjutan program.
Manajemen Gizi Dalam Bencana Alam : Peningkatan Pengetahuan Tentang Faktor yang Mempengaruhi Kualitas Gizi Korban dan Pengembangan Strategi Manajemen Gizi yang Efektif: Nutrition Management in Natural Disasters: Increasing Knowledge of Factors Affecting Victims' Nutritional Quality and Developing Effective Nutrition Management Strategies Vivien Novarina A. Kasim; Cecy Rahma Karim; Zuhriana K. Yusuf; Nanang Roswita Paramata; Sri Andriani Ibrahim
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 7 No. 11: November 2024 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v7i11.6319

Abstract

Bencana alam berupa banjir banyak terjadi di Gorontalo. Hal ini memerlukan manajemen serta kesiapsiagaan bencana terutama dari segi kesehatan terkhusus pada gizi pasca bencana. Tujuan dari pengabdian ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan para kader dan tenaga Kesehatan tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kualitas gizi korban bencana banjir dan untuk mengetahui bagaimana manajemen gizi dapat diterapkan dalam bencana untuk meningkatkan kualitas gizi korban. Tempat pengabdian adalah di Kecamatan Bulango Utara Kabupaten Bone Bolango. Karena berdasarkan survei lokasi tersebut sering terjadi banjir. Metode pengabdian adalah ceramah dengana melibatkan sekolah dan puskesmas sebagai pihak yang dapat membantu pada saat bencana. Pengabdian ini merupakan kegiatan yang terintegrasi dengan penelitian yang dilakukan dilokasi yang sama dengan peserta adalah kader, petugas Kesehatan, guru dan anak-anak sekolah