Penyakit kardiovaskular tetap menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia, dengan tantangan besar dalam deteksi dini, terutama di daerah pedesaan dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Penggunaan perangkat wearable seperti smartwatch telah muncul sebagai pendekatan inovatif untuk meningkatkan kemampuan individu dalam memantau kesehatan mereka secara mandiri. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam menggunakan perangkat wearable untuk memantau tekanan darah dan detak jantung sebagai strategi deteksi dini penyakit kardiovaskular. Program ini dilaksanakan melalui inisiatif Komunitas HeartFit di Desa Wani Lumbupetigo, Kabupaten Donggala, yang melibatkan 35 peserta yang terdiri dari anggota masyarakat dan kader kesehatan desa. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif langsung, termasuk demonstrasi perangkat, praktik terbimbing, dan pendampingan oleh dosen dan mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu mengoperasikan perangkat, menafsirkan hasil pemantauan, dan memahami pentingnya penggunaan data kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan keterlibatan dan kesadaran mengenai kesehatan jantung juga diamati. Program ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan teknologi wearable ke dalam kegiatan pengabdian masyarakat efektif dalam meningkatkan keterampilan masyarakat dan kemandirian dalam pemantauan kesehatan kardiovaskular. Pendekatan ini memiliki potensi besar sebagai model inovatif untuk strategi promotif dan preventif dalam pengaturan layanan kesehatan pedesaan.