Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pelatihan Kader Posyandu tentang Teknik Dasar Penggunaan Alat Pengukuran Tekanan Darah di Desa Lumbum Petigo Kecamatan Tanantovea: Training for Posyandu Cadres on Basic Techniques for Using Blood Pressure Measurement Devices in Lumbum Petigo Village, Tanantovea District Jurana; Supriadi B; Yulianus S; Firdaus Hi. Yahya Kunoli; Amyadin; Selvi A.Mangundap; Rina T; I Wayan Supetran; Lisnawati; Lenny D; Nurlailah; Taqwin; Amir; Rizkaningsih
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 8 No. 9: September 2025
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v8i9.8646

Abstract

World Health Organization (WHO) menyebutkan jumlah penderita hipertensi akan terus meningkat seiring dengan jumlah penduduk yang bertambah pada 2025 mendatang diperkirakan sekitar 29% warga dunia terkena hipertensi. Dalam penanggulangan kejadian penyakit hipertensi, masyarakat di desa Lumbumpetigo Wani Kecamatan Tana Ntovea Kabupaten Donggala jarang terpapar dengan penyuluhan terkait hipertensi memeriksakan tekanan darahnya apabila sudah mengalami hipertensi. Sehingga masyarakat perlu dilakukan melakukan pelatihan kader posyandu tentang teknik dasar penggunaan alat pengukuran tekanan darah. Tujuannya adalah untuk melatih kader posyandu tentang teknik dasar penggunaan alat pengukuran tekanan darah di desa Lumbum Petigo Kecamatan Tanantove. Sasaran kegiatan pengabdian masyarakat ini adalah seluruh kader ILP dan sasaran lansia di Desa Lumbum Petigo Kecamatan Tanantove sebanyak 37 sasaran. Metode pengabdian masyarakat ini dilakukan dengan memberikan penyuluhan dan simulasi pengukuran tekanan darah dengan benar sesuai SOP kepada kader ILP dan melakukan pendampingan kepada kader dalam memberikan edukasi kepada lansia di Posyandu Lansia tentang perilaku gaya hidup dalam mencegah penyakit hipertensi. Hasil pelatihan dan praktik simulasi kader Intergasi Layanan Primer (ILP) Kesehatan dan karang taruna di Desa Lumbum Petigo Kecamatan Tanantove berjalan dengan baik, para kader ILP dan karang taruna sudah mampu mengukur tekanan darah dengan benar sesuai SOP, memberikan edukasi tentang deteksi dini Penyakit hipertensi kepada lansia dengan lancar. Disarankan kepada pihak puskesmas Wani untuk selalu memberikan pelatihan dan penyegaran kader ILP dan karang taruna tentang 25 kompetensi kader ILP sehingga dapat menambah pengetahuan dan keterampilan kader dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat khusunya lansia.
Pemanfaatan Wearable Device dalam Peningkatan Keterampilan Self-Monitoring Kesehatan Jantung pada Masyarakat Perdesaan melalui Program HeartFit Community: Utilization of Wearable Devices to Enhance Self-Monitoring Skills for Cardiovascular Health in Rural Communities through the HeartFit Community Program Taqwin; Supriadi B; Irsanty Collein; Firdaus Y. Kunoli; Baharuddin Condeng; Nurlailah Umar; Jurana Tadjo; Rizkaningsih; Nasrul; Yulianus Sudarman1; Zainul; Amyadin; I Wayan Supetran
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 9 No. 5: Mei 2026
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v9i5.10885

Abstract

Penyakit kardiovaskular tetap menjadi penyebab utama kematian di seluruh dunia, dengan tantangan besar dalam deteksi dini, terutama di daerah pedesaan dengan akses terbatas terhadap layanan kesehatan. Penggunaan perangkat wearable seperti smartwatch telah muncul sebagai pendekatan inovatif untuk meningkatkan kemampuan individu dalam memantau kesehatan mereka secara mandiri. Program pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan peserta dalam menggunakan perangkat wearable untuk memantau tekanan darah dan detak jantung sebagai strategi deteksi dini penyakit kardiovaskular. Program ini dilaksanakan melalui inisiatif Komunitas HeartFit di Desa Wani Lumbupetigo, Kabupaten Donggala, yang melibatkan 35 peserta yang terdiri dari anggota masyarakat dan kader kesehatan desa. Metode yang digunakan adalah pelatihan partisipatif langsung, termasuk demonstrasi perangkat, praktik terbimbing, dan pendampingan oleh dosen dan mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa sebagian besar peserta mampu mengoperasikan perangkat, menafsirkan hasil pemantauan, dan memahami pentingnya penggunaan data kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Peningkatan keterlibatan dan kesadaran mengenai kesehatan jantung juga diamati. Program ini menunjukkan bahwa mengintegrasikan teknologi wearable ke dalam kegiatan pengabdian masyarakat efektif dalam meningkatkan keterampilan masyarakat dan kemandirian dalam pemantauan kesehatan kardiovaskular. Pendekatan ini memiliki potensi besar sebagai model inovatif untuk strategi promotif dan preventif dalam pengaturan layanan kesehatan pedesaan.