Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

Pengetahuan Dan Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Bencana Banjir Di Bolapapu Kecamatan Kulawi Sigi Sulawesi Tengah Umar, Nurlailah
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 08 No. 3 (2013)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2013.8.3.542

Abstract

Preparedness in facing the flood helps the community in forming and planning actions that need to do when flood happen. This research aims to obtain a knowledge description and community preparedness in facing flood disaster in Bolapapu Village Kulawi District Regency of Sigi Central Sulawesi. It used qualitative design with a phenomenological approach. Informants in this research were people who had ever experienced flooding. Informants retrieval technique used purpossive sampling then continued by snow ball method. The number of informants were 12 people. The data collection was used observations, interviews and documentations. It was analyzed by qulitative with inductive method. The result of this research showed that from all informants there were some of them did not know about flood. Community did not have readiness and steps yet that should be done before, during and after flood disaster. Community should be given an education and a training of preparedness in facing flood disaster. For related parties in order to continue campaignto comunity about knowledge and ways of facing flood disaster. Such as what steps should be done before, during and after flood disaster are. In handling the flood, and to community should payed attention to the steps before, during and after flood disaster.
Analisis Kesesuaian Prosedur Tindakan Resusitasi pada Neonatus dengan Asfiksia di Ruang Peristi RSU Anutapura Palu: Analysis of The Suitability of Neonatal Resuscitation Procedures with Birth Asphyxia at High Risk Patients Room of Anutapura General Hospital Umar, Nurlailah; Fitria Masulili; Baiq Emy Nurmalisa
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2020): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v14i1.54

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat mortalitas bayi yang cukup signifikan terutama pada periode perinatal, neonatal dan post-natal. Faktor yang berkontribusi terhadap tingginya mortalitas pada neonatus (BBL) salah satunya adalah asfiksia. Kemahiran tenaga kesehatan dalam melakukan resusitasi dan ketepatan dalam pengambilan keputusan merupakan ujung tombak dalam usaha menurunkan risko kematian BBL. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya prosedur tindakan penangan resusitasi pada BBL dengan asfiksia. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan observasional. Populasi adalah seluruh bayi baru lahir dengan asfiksia. Sampel berjumlah 15 orang. Data dianalisa dengan analisis univariat. Hasil penelitian ditemukan tindakan resusitasi awal yang sesuai sebanyak 8 tindakan (53,3%) dan tindakan kurang sesuai 7 tindakan (46,7%). Sebagian besar tindakan sesuai yaitu 8 tindakan (93,3%) pada resusitasi lanjutan. Kesimpulan bahwa tenaga kesehatan dalam memberikan tindakan resusitasi awal hampir sama antara tindakan yang sesuai dengan kurang sesuai. Sementara tindakan resusitasi lanjutan sebagian besar dilakukan dengan sesuai prosedur resusitasi bayi baru lahir. Rekomendasi penelitian ini agar dijadikan bahan acuan bagi perawat untuk meningkatkan kualitas dan kesesuaian prosedur tindakan resusitasi neonatus.
Pelatihan Siaga Bencana Pada Anak Sekolah Dasar Di SD N 7 Labuan Baru Mamboro Palu Utara Metrys Ndama; Nurlailah Umar; Ismunandar Ismunandar; I Ketut Suardana
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 1, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/ms.v1i4.941

Abstract

The earthquake, tsunami, and liquefaction natural disasters that occurred in Palu, Sigi Biromaru on September 28, 2018, were national disasters that infrastructure affected the buildings including schools. Besides the psychological impact on school children. Labuan Baru Public Elementary School is located not far from the coast of the tsunami. For this reason, it is necessary to conduct earthquake and tsunami disaster preparedness training for school children. The purpose of this service is to improve the ability of students of SDN 7 Labuan Baru about earthquake and tsunami natural disaster preparedness in school-based disaster management. The target of this activity is 100 SDN Labuan Baru students grade IV-VI totaling 100 people. The service was held on November 24, 2018, which involved a dataset from the Poltekkes Kemenkes Denpasar and also involved D-III students in Palu Nursing and D-IV Palu Nursing. The training method is a lecture conducted in a tent and a simulation conducted in an open field. After the training has been carried out, students know what to do when an earthquake occurs, which is protecting the head with their hands or hiding under a table, away from the glass, and running to an open or higher place. For SDN 7 Labuan Baru schools, they can prepare evacuation marks/routes and gathering points when a disaster occurs.Keywords: Disaster safe school, disaster preparedness training, school childrenThe earthquake, tsunami and liquefaction natural disasters that occurred in Palu, Sigi Biromaru on September 28, 2018 were national disasters that infrastructure affected the buildings including schools. Besides the psychological impact on school children. Labuan Baru Public Elementary School is located not far from the coast of the tsunami. For this reason, it is necessary to conduct earthquake and tsunami disaster preparedness training for school children. The purpose of this service is to improve the ability of students of SDN 7 Labuan Baru about earthquake and tsunami natural disaster preparedness in school-based disaster management. The target of this activity is 100 SDN Labuan Baru students grade IV-VI totaling 100 people. The service was held on November 24, 2018, which involved a detaser from the Poltekkes Kemenkes Denpasar and also involved D-III students in Palu Nursing and D-IV Palu Nursing. The training method is a lecture conducted in a tent and a simulation conducted in an open field. After the training has been carried out, students know what to do when an earthquake occurs, which is protecting the head with their hands or hiding under a table, away from the glass, and running to an open or higher place. For SDN 7 Labuan Baru schools, they can prepare evacuation marks / routes and gathering points when a disaster occurs.Keywords: Disaster safe school, disaster preparedness training, school children
Analisis Kesesuaian Prosedur Tindakan Resusitasi pada Neonatus dengan Asfiksia di Ruang Peristi RSU Anutapura Palu: Analysis of The Suitability of Neonatal Resuscitation Procedures with Birth Asphyxia at High Risk Patients Room of Anutapura General Hospital Nurlailah Umar; Fitria Masulili; Baiq Emy Nurmalisa
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2020): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v14i1.54

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat mortalitas bayi yang cukup signifikan terutama pada periode perinatal, neonatal dan post-natal. Faktor yang berkontribusi terhadap tingginya mortalitas pada neonatus (BBL) salah satunya adalah asfiksia. Kemahiran tenaga kesehatan dalam melakukan resusitasi dan ketepatan dalam pengambilan keputusan merupakan ujung tombak dalam usaha menurunkan risko kematian BBL. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya prosedur tindakan penangan resusitasi pada BBL dengan asfiksia. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan observasional. Populasi adalah seluruh bayi baru lahir dengan asfiksia. Sampel berjumlah 15 orang. Data dianalisa dengan analisis univariat. Hasil penelitian ditemukan tindakan resusitasi awal yang sesuai sebanyak 8 tindakan (53,3%) dan tindakan kurang sesuai 7 tindakan (46,7%). Sebagian besar tindakan sesuai yaitu 8 tindakan (93,3%) pada resusitasi lanjutan. Kesimpulan bahwa tenaga kesehatan dalam memberikan tindakan resusitasi awal hampir sama antara tindakan yang sesuai dengan kurang sesuai. Sementara tindakan resusitasi lanjutan sebagian besar dilakukan dengan sesuai prosedur resusitasi bayi baru lahir. Rekomendasi penelitian ini agar dijadikan bahan acuan bagi perawat untuk meningkatkan kualitas dan kesesuaian prosedur tindakan resusitasi neonatus.
Pelatihan Siaga Bencana Pada Anak Sekolah Dasar Di SD N 7 Labuan Baru Mamboro Palu Utara Metrys Ndama; Nurlailah Umar; Ismunandar Ismunandar; I Ketut Suardana
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 1, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.581 KB) | DOI: 10.33992/ms.v1i4.941

Abstract

The earthquake, tsunami, and liquefaction natural disasters that occurred in Palu, Sigi Biromaru on September 28, 2018, were national disasters that infrastructure affected the buildings including schools. Besides the psychological impact on school children. Labuan Baru Public Elementary School is located not far from the coast of the tsunami. For this reason, it is necessary to conduct earthquake and tsunami disaster preparedness training for school children. The purpose of this service is to improve the ability of students of SDN 7 Labuan Baru about earthquake and tsunami natural disaster preparedness in school-based disaster management. The target of this activity is 100 SDN Labuan Baru students grade IV-VI totaling 100 people. The service was held on November 24, 2018, which involved a dataset from the Poltekkes Kemenkes Denpasar and also involved D-III students in Palu Nursing and D-IV Palu Nursing. The training method is a lecture conducted in a tent and a simulation conducted in an open field. After the training has been carried out, students know what to do when an earthquake occurs, which is protecting the head with their hands or hiding under a table, away from the glass, and running to an open or higher place. For SDN 7 Labuan Baru schools, they can prepare evacuation marks/routes and gathering points when a disaster occurs.Keywords: Disaster safe school, disaster preparedness training, school childrenThe earthquake, tsunami and liquefaction natural disasters that occurred in Palu, Sigi Biromaru on September 28, 2018 were national disasters that infrastructure affected the buildings including schools. Besides the psychological impact on school children. Labuan Baru Public Elementary School is located not far from the coast of the tsunami. For this reason, it is necessary to conduct earthquake and tsunami disaster preparedness training for school children. The purpose of this service is to improve the ability of students of SDN 7 Labuan Baru about earthquake and tsunami natural disaster preparedness in school-based disaster management. The target of this activity is 100 SDN Labuan Baru students grade IV-VI totaling 100 people. The service was held on November 24, 2018, which involved a detaser from the Poltekkes Kemenkes Denpasar and also involved D-III students in Palu Nursing and D-IV Palu Nursing. The training method is a lecture conducted in a tent and a simulation conducted in an open field. After the training has been carried out, students know what to do when an earthquake occurs, which is protecting the head with their hands or hiding under a table, away from the glass, and running to an open or higher place. For SDN 7 Labuan Baru schools, they can prepare evacuation marks / routes and gathering points when a disaster occurs.Keywords: Disaster safe school, disaster preparedness training, school children
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Tentang Pencegahan Coronavirus Disease (Covid-19): Literature Review: Overview of Public Knowledge and Attitudes About Prevention of Coronavirus Disease (Covid-19): Literature Review Firdaus J. Kunoli; Nurlailah Umar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2021
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i11.1996

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). SARS-CoV-2 merupakan coronavirus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Pada kasus COVID-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Pada kasus ini banyak masyarakat yang menjadi korban dari penularan coronavirus disease. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pencegahan Coronavirus Disease (Covid-19). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah literatur review. Penelusuran artikel penelitian pada database menggunakan kata kunci tertentu dalam periode tahun 2020-2020. Hasil pencarian artikel penelitian dilakukan skrining berdasarkan judul (n= 50), abstrak (n=11) dan full text (n=2) yang disesuai dengan tema literature review yang berkualitas dan memenuhi syarat inklusi.Hasil peneliti dari kedua jurnal yang dianalisis memiliki hubungan yang besar antara pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pencegahan penularan COVID-19. Pencegahan Coronavirus Disease seperti rajin mecuci tangan, menjaga jarak, menggunakan masker dan social pysical distencing dapat memutus rantai penyebaran Coronavirus. Dari hasil kedua jurnal menunjukkan pengetahuan dan sikap yang baik. Jumlah sampel 1.021 responden. 847 responde memiliki pengetahuan baik dengan presentase 83% dan 722 responden memiliki sikap baik dengan presentase 70,7% dan 144 responden terdiri dari 130 responden memiliki pengetahuan baik dengan presentase 90,3% dan 138 responden memiliki sikap baik dengan presentase 95,8%. Saran penelitian studi literatur ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmu bagi profesi keperawatan dan sebagai bahan pedoman dalam menangani dan melayani masyarakat dalam masa pademi COVID-19.
Hubungan Pengetahuan dan Peran Perawat dengan Pertolongan Pertama Korban Kecelakaan di IGD RS Bhayangkara Palu: The Relationship between Knowledge and Role of Nurses with First Aid for Accident Victims at the Emergency Room at Bhayangkara Hospital Palu Iwan Iwan; Supriadi Abdul Malik; Ismunandar Ismunandar; Irsanty Collein; Nurlailah Umar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 5 No. 4: APRIL 2022
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v5i4.2406

Abstract

Latar Belakang: Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah kesehatan masyarakat diseluruh dunia sehingga dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan dipengaruhi pengetahuan dan peran perawat mengenai pertolongan pertama. Kasus kecelakaan di Sulawesi Tengah mengalami peningkatan yaitu 564 kasus dan data pasien kecelakaan di RS Bhayangkara Palu sebanyak 192 kasus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan pengetahuan dan peran perawat dengan pertolongan pertama korban kecelakaan di IGD RS Bhayangkara Palu. Metode: Jenis penelitian ini yaitu penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian yaitu IGD RS Bhayangkara Palu. Populasinya adalah berjumlah 30 orang dengan tehnik total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner dan dianalisis distribusi frekuensi dan uji Chi-Square. Hasil: Penelitian pengetahuan dengan pertolongan pertama menggunakan uji statistik Chi-Square diperoleh value yaitu 0,04 (p<0,05) artinya ada hubungan pengetahuan dengan pertolongan pertama pada korban kecelakaan dan hasil penelitian peran perawat dengan pertolongan pertama menggunakan uji statistik Chi-Square diperoleh value yaitu 0,010 ( 0,05) artinya ada hubungan peran perawat dengan pertolongan pertama pada korban kecelakaan di IGD RS Bhayangkara Palu. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan pertolongan pertama korban kecelakaan dan ada hubungan peran perawat dengan pertolongan pertama korban kecelakaan di IGD RS Bhayangkara Palu. Saran direkomendasikan kepada pelayanan kesehatan dapat menambah informasi dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di IGD RS Bhayangkara Palu, khususnya pada penanganan kasus kecelakaan.
Intervensi Keluarga tentang Pemberian ASI Eksklusif melalui Perspektif Budaya Kaili Fitria Masulili; Nurlailah Umar; Iwan Iwan; Jurana Jurana
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.515 KB) | DOI: 10.36990/jippm.v2i2.702

Abstract

Penyebab ASI eksklusif tidak sukses bukan hanya karena alasan kurangnya pengetahuan atau persepsi yang salah tentang menyusui dan ibu kembali bekerja, tetapi juga karena tradisi. Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan beberapa anggota masyarakat dan seorang tokoh masyarakat (etnis Kaili di Palu), yang menyatakan bahwa kebiasaan ibu-ibu dalam memberikan makanan ke anaknya dimulai dari bayi baru lahir, diberikan madu dibibirnya dengan tujuan bahwa semua yang keluar dari bibir anak manis-manis, terutama ucapannya. Makanan yang diberikan berikutnya adalah ASI, kemudian sekitar usia dua minggu bayi diberikan pisang kecil yang dikerok, dihaluskan, dan dimasukkan kedalam air mendidih dengan maksud agar pisang tersebut menjadi matang, setelah pisang tadi matang dan dingin kemudian diberikan ke bayi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu memberikan pengetahuan kepada keluarga ibu hamil tentang nutrisi ibu hamil dengan menggunakan bahan makanan local Suku Kaili yang dapat menunjang gizi ibu hamil saat hamil dan saat menyusui, serta tentang ASI Eksklusif dan cara menyusui yang benar sehingga dapat memotivasi dan mendukung ibu hamil disaat hamil serta saat menyusui anaknya setelah lahir sehingga tercapai pemberian ASI Eksklusif dan dilanjutkan menyusui sampai 2 tahun. Tindakan yang dilakukan yaitu memberikan penyuluhan kepada keluarga tentang nutrisi ibu hamil dan ASI Eksklusif serta cara menyusui yang benar. Jumlah sasaran 20 orang. Hasil kegiatan yaitu pengetahuan keluarga tentang nutrisi ibu hamil mengalami peningkatan dari 15 peserta (75%) dengan pengetahuan baik, menjadi 19 peserta (95%). Pengetahuan keluarga tentang ASI Eksklusif sebagian besar sudah mempunyai pengetahuan baik yaitu 16 peserta (80%), setelah diberi penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan hanya pada 2 peserta dengan pengetahuan kurang menjadi pengetahuan cukup. Sikap keluarga tentang pemberian nutrisi pada ibu hamil mengalami peningkatan dari 17 peserta (85%) menjadi 18 peserta (90%) dengan sikap baik. Sikap keluarga tentang pemberian ASI Eksklusif terjadi peningkatan sikap baik dari 12 peserta (60%) menjadi 16 peserta (80%). Kesimpulan bahwa kegiatan pengabmas ini dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap keluarga yang pada dasarnya sebelum diberikan penyuluhan sebagian besar sudah memiliki pengetahuan dan sikap yang baik tentang nutrisi ibu hamil dan ASI Eksklusif. Saran kepada Puskesmas Wani untuk senantiasa tetap meningkatkan pengetahuan masyarakat dan motivasi terkait nutrisi ibu hamil dan ASI Eksklusif untuk menunjang keberhasilan pencapaian pemberian ASI Eksklusif pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Wani.
Pelatihan Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Kebakaran Di Desa Wani Dua Kecamatan Tanantovea Donggala Sulawesi Tengah Supirno Supirno; Nurlailah Umar; Azizah Saleh
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kebakaran rawan terjadi di kawasan padat perumahan, salah satu wilayah yang padat adalah Desa Wani Dua kecamatan Tanantovea Kabupaten Donggala. Desa dengan pemukiman padat penduduk dengan jarak rumah berdekatan dan letaknya jauh dari pos mobil pemadam kebakaran ini bila terjadi kebakaran akan dengan mudah menjalar ke rumah warga lain yang akan memperbesar risiko kerugian dan dampak psikologis. Wilayah ini merupakan ibukota kecamatan Tanantovea dengan luas wilayah 302,64 km2 terletak 50 km dari ibu kota kabupaten Donggala. Tujuan kegiatan meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mencegah dan menanggulagi kebakaran di pemukiman. Metode yang digunakan adalah sosialisasi dan simulasi kepada masyarakat. Mitra kegiatan Puskesmas Wani, Kepolisian, Kepala Desa Wani Dua.Poltekkes Pemenkes Palu sebagai inisiator dan fasilitator kegiatan. Kegiatan diawali dengan identifikasi peserta, informd konsent, pre test kemudian dilakukan pelatihan (sosialisasi & simulasi) lalu di lakukan post test untuk mengetahui perubahan perilaku masyarakat. Jumlah peserta 36 orang, terdiri dari perwakilan tokoh masyarakat, pemuda, PKK dan Kader kesehatan. Hasil peserta sosialisasi dan simulasi diikuti oleh relawan bencana 18 orang, kader kesehatan 5 orang dan dari mahasiswa orang, petugas Puskesmas Wani 1 orang, kepolisian Sector Labuan 3 orang, tokoh masyarakat 3 orang. Jumlah peserta 36 orang yang mengikuti kegiatan ceramah diskusi dan simulasi terlihat bahwa pengetahuan peserta mengalami peningkatan dilihat dari nilai rata-rata pre test 83,3 dan niai rata-rata post test 85,5. Kesimpulan peserta yang lebih muda dengan tingkat pendidikan menengah dan tinggi mengalami peningkatan tertinggi. Saran untuk dapat dilakukan dengan peserta yang lebih banyak dengan melibatkan generasi muda Kata Kunci: Pencegahan, Kesiapsiagaan Kebakaran
Public Knowledge and Attitudes in Preparedness for Earthquake and Tsunami Disasters in Temporary Shelters in Palu and Sigi Cities : Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Dalam Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Gempa Bumi dan Tsunami di Huntara Kota Palu dan Sigi Ismunandar, Ismunandar; Nurlailah Umar; Metrys Ndama; Amyadin
Lentora Nursing Journal Vol. 2 No. 1 (2021): Oktober
Publisher : Pusat Penelitian & Pengabdian Masyarakat Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/lnj.v2i1.833

Abstract

Seluruh wilayah Indonesia merupakan daerah yang rawan bencana termasuk Palu, Sigi dan Donggala. Tanggal 28 September 2018 telah terjadi gempa bumi, tsunami dan likuifaksi yang menelan banyak korban jiwa serta membuat sebagian dari masyarakat harus menjadi pengungsi dan tinggal di huntara. Banyaknya korban jiwa pada peristiwa tersebut karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang kesiapsiagaan bencana termasuk persiapan pra bencana, saat bencana dan pasca bencana. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengetahuan dan sikap masyarakat dalam kesiapsiagaan menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami pada pengungsi di Huntara Palu dan Sigi. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif. Cara pengambilan sampel adalah purposive sampling. Sampel penelitian berjumlah 96 orang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner. Analisis data menggunakan analisis univariat. Hasil penelitian menunjukkan pengetahuan masyarakat menghadapi bencana bumi yang baik 28 orang (58,3%), kurang baik 20 orang (41,7%). Pengetahuan pada pasca bencana 100% kurang baik. Pengetahuan menghadapi bencana tsunami yang baik 34 orang (70,8%), kurang baik 14 orang (29,2%). Sikap masyarakat menghadapi bencana gempa bumi yang baik dan kurang baik sama yaitu 24 orang (50%), sikap mengahadapi bencana tsunami yang baik 26 orang (54,2%), kurang baik 22 orang (45,8%). Kesimpulan penelitian ini pengetahuan dan sikap masyarakat dalam menghadapi bencana gempa bumi dan tsunami lebih banyak yang baik. Jika dilihat pengetahuan tentang pasca bencana gempa bumi semuanya kurang baik. Disarankan kepada Pemda Kota Palu dan Pemda Kabupaten Sigi untuk secara rutin memberikan penyuluhan dan simulasi tentang kesiapsiagaan bencana gempa bumi dan tsunami.