Claim Missing Document
Check
Articles

Found 19 Documents
Search

Pengetahuan Dan Kesiapsiagaan Masyarakat Menghadapi Bencana Banjir Di Bolapapu Kecamatan Kulawi Sigi Sulawesi Tengah Umar, Nurlailah
Jurnal Keperawatan Soedirman Vol. 08 No. 3 (2013)
Publisher : Jurusan Keperawatan FIKES UNSOED

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.jks.2013.8.3.542

Abstract

Preparedness in facing the flood helps the community in forming and planning actions that need to do when flood happen. This research aims to obtain a knowledge description and community preparedness in facing flood disaster in Bolapapu Village Kulawi District Regency of Sigi Central Sulawesi. It used qualitative design with a phenomenological approach. Informants in this research were people who had ever experienced flooding. Informants retrieval technique used purpossive sampling then continued by snow ball method. The number of informants were 12 people. The data collection was used observations, interviews and documentations. It was analyzed by qulitative with inductive method. The result of this research showed that from all informants there were some of them did not know about flood. Community did not have readiness and steps yet that should be done before, during and after flood disaster. Community should be given an education and a training of preparedness in facing flood disaster. For related parties in order to continue campaignto comunity about knowledge and ways of facing flood disaster. Such as what steps should be done before, during and after flood disaster are. In handling the flood, and to community should payed attention to the steps before, during and after flood disaster.
Analisis Kesesuaian Prosedur Tindakan Resusitasi pada Neonatus dengan Asfiksia di Ruang Peristi RSU Anutapura Palu: Analysis of The Suitability of Neonatal Resuscitation Procedures with Birth Asphyxia at High Risk Patients Room of Anutapura General Hospital Umar, Nurlailah; Fitria Masulili; Baiq Emy Nurmalisa
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2020): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v14i1.54

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat mortalitas bayi yang cukup signifikan terutama pada periode perinatal, neonatal dan post-natal. Faktor yang berkontribusi terhadap tingginya mortalitas pada neonatus (BBL) salah satunya adalah asfiksia. Kemahiran tenaga kesehatan dalam melakukan resusitasi dan ketepatan dalam pengambilan keputusan merupakan ujung tombak dalam usaha menurunkan risko kematian BBL. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya prosedur tindakan penangan resusitasi pada BBL dengan asfiksia. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan observasional. Populasi adalah seluruh bayi baru lahir dengan asfiksia. Sampel berjumlah 15 orang. Data dianalisa dengan analisis univariat. Hasil penelitian ditemukan tindakan resusitasi awal yang sesuai sebanyak 8 tindakan (53,3%) dan tindakan kurang sesuai 7 tindakan (46,7%). Sebagian besar tindakan sesuai yaitu 8 tindakan (93,3%) pada resusitasi lanjutan. Kesimpulan bahwa tenaga kesehatan dalam memberikan tindakan resusitasi awal hampir sama antara tindakan yang sesuai dengan kurang sesuai. Sementara tindakan resusitasi lanjutan sebagian besar dilakukan dengan sesuai prosedur resusitasi bayi baru lahir. Rekomendasi penelitian ini agar dijadikan bahan acuan bagi perawat untuk meningkatkan kualitas dan kesesuaian prosedur tindakan resusitasi neonatus.
Pelatihan Siaga Bencana Pada Anak Sekolah Dasar Di SD N 7 Labuan Baru Mamboro Palu Utara Metrys Ndama; Nurlailah Umar; Ismunandar Ismunandar; I Ketut Suardana
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 1, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33992/ms.v1i4.941

Abstract

The earthquake, tsunami, and liquefaction natural disasters that occurred in Palu, Sigi Biromaru on September 28, 2018, were national disasters that infrastructure affected the buildings including schools. Besides the psychological impact on school children. Labuan Baru Public Elementary School is located not far from the coast of the tsunami. For this reason, it is necessary to conduct earthquake and tsunami disaster preparedness training for school children. The purpose of this service is to improve the ability of students of SDN 7 Labuan Baru about earthquake and tsunami natural disaster preparedness in school-based disaster management. The target of this activity is 100 SDN Labuan Baru students grade IV-VI totaling 100 people. The service was held on November 24, 2018, which involved a dataset from the Poltekkes Kemenkes Denpasar and also involved D-III students in Palu Nursing and D-IV Palu Nursing. The training method is a lecture conducted in a tent and a simulation conducted in an open field. After the training has been carried out, students know what to do when an earthquake occurs, which is protecting the head with their hands or hiding under a table, away from the glass, and running to an open or higher place. For SDN 7 Labuan Baru schools, they can prepare evacuation marks/routes and gathering points when a disaster occurs.Keywords: Disaster safe school, disaster preparedness training, school childrenThe earthquake, tsunami and liquefaction natural disasters that occurred in Palu, Sigi Biromaru on September 28, 2018 were national disasters that infrastructure affected the buildings including schools. Besides the psychological impact on school children. Labuan Baru Public Elementary School is located not far from the coast of the tsunami. For this reason, it is necessary to conduct earthquake and tsunami disaster preparedness training for school children. The purpose of this service is to improve the ability of students of SDN 7 Labuan Baru about earthquake and tsunami natural disaster preparedness in school-based disaster management. The target of this activity is 100 SDN Labuan Baru students grade IV-VI totaling 100 people. The service was held on November 24, 2018, which involved a detaser from the Poltekkes Kemenkes Denpasar and also involved D-III students in Palu Nursing and D-IV Palu Nursing. The training method is a lecture conducted in a tent and a simulation conducted in an open field. After the training has been carried out, students know what to do when an earthquake occurs, which is protecting the head with their hands or hiding under a table, away from the glass, and running to an open or higher place. For SDN 7 Labuan Baru schools, they can prepare evacuation marks / routes and gathering points when a disaster occurs.Keywords: Disaster safe school, disaster preparedness training, school children
Analisis Kesesuaian Prosedur Tindakan Resusitasi pada Neonatus dengan Asfiksia di Ruang Peristi RSU Anutapura Palu: Analysis of The Suitability of Neonatal Resuscitation Procedures with Birth Asphyxia at High Risk Patients Room of Anutapura General Hospital Nurlailah Umar; Fitria Masulili; Baiq Emy Nurmalisa
Poltekita : Jurnal Ilmu Kesehatan Vol. 14 No. 1 (2020): May
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jik.v14i1.54

Abstract

Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat mortalitas bayi yang cukup signifikan terutama pada periode perinatal, neonatal dan post-natal. Faktor yang berkontribusi terhadap tingginya mortalitas pada neonatus (BBL) salah satunya adalah asfiksia. Kemahiran tenaga kesehatan dalam melakukan resusitasi dan ketepatan dalam pengambilan keputusan merupakan ujung tombak dalam usaha menurunkan risko kematian BBL. Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya prosedur tindakan penangan resusitasi pada BBL dengan asfiksia. Desain penelitian yang digunakan yaitu deskriptif dengan observasional. Populasi adalah seluruh bayi baru lahir dengan asfiksia. Sampel berjumlah 15 orang. Data dianalisa dengan analisis univariat. Hasil penelitian ditemukan tindakan resusitasi awal yang sesuai sebanyak 8 tindakan (53,3%) dan tindakan kurang sesuai 7 tindakan (46,7%). Sebagian besar tindakan sesuai yaitu 8 tindakan (93,3%) pada resusitasi lanjutan. Kesimpulan bahwa tenaga kesehatan dalam memberikan tindakan resusitasi awal hampir sama antara tindakan yang sesuai dengan kurang sesuai. Sementara tindakan resusitasi lanjutan sebagian besar dilakukan dengan sesuai prosedur resusitasi bayi baru lahir. Rekomendasi penelitian ini agar dijadikan bahan acuan bagi perawat untuk meningkatkan kualitas dan kesesuaian prosedur tindakan resusitasi neonatus.
Pelatihan Siaga Bencana Pada Anak Sekolah Dasar Di SD N 7 Labuan Baru Mamboro Palu Utara Metrys Ndama; Nurlailah Umar; Ismunandar Ismunandar; I Ketut Suardana
Jurnal Pengabmas Masyarakat Sehat Vol 1, No 4 (2019): Oktober 2019
Publisher : Poltekkes Kemenkes Denpasar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (654.581 KB) | DOI: 10.33992/ms.v1i4.941

Abstract

The earthquake, tsunami, and liquefaction natural disasters that occurred in Palu, Sigi Biromaru on September 28, 2018, were national disasters that infrastructure affected the buildings including schools. Besides the psychological impact on school children. Labuan Baru Public Elementary School is located not far from the coast of the tsunami. For this reason, it is necessary to conduct earthquake and tsunami disaster preparedness training for school children. The purpose of this service is to improve the ability of students of SDN 7 Labuan Baru about earthquake and tsunami natural disaster preparedness in school-based disaster management. The target of this activity is 100 SDN Labuan Baru students grade IV-VI totaling 100 people. The service was held on November 24, 2018, which involved a dataset from the Poltekkes Kemenkes Denpasar and also involved D-III students in Palu Nursing and D-IV Palu Nursing. The training method is a lecture conducted in a tent and a simulation conducted in an open field. After the training has been carried out, students know what to do when an earthquake occurs, which is protecting the head with their hands or hiding under a table, away from the glass, and running to an open or higher place. For SDN 7 Labuan Baru schools, they can prepare evacuation marks/routes and gathering points when a disaster occurs.Keywords: Disaster safe school, disaster preparedness training, school childrenThe earthquake, tsunami and liquefaction natural disasters that occurred in Palu, Sigi Biromaru on September 28, 2018 were national disasters that infrastructure affected the buildings including schools. Besides the psychological impact on school children. Labuan Baru Public Elementary School is located not far from the coast of the tsunami. For this reason, it is necessary to conduct earthquake and tsunami disaster preparedness training for school children. The purpose of this service is to improve the ability of students of SDN 7 Labuan Baru about earthquake and tsunami natural disaster preparedness in school-based disaster management. The target of this activity is 100 SDN Labuan Baru students grade IV-VI totaling 100 people. The service was held on November 24, 2018, which involved a detaser from the Poltekkes Kemenkes Denpasar and also involved D-III students in Palu Nursing and D-IV Palu Nursing. The training method is a lecture conducted in a tent and a simulation conducted in an open field. After the training has been carried out, students know what to do when an earthquake occurs, which is protecting the head with their hands or hiding under a table, away from the glass, and running to an open or higher place. For SDN 7 Labuan Baru schools, they can prepare evacuation marks / routes and gathering points when a disaster occurs.Keywords: Disaster safe school, disaster preparedness training, school children
Gambaran Pengetahuan dan Sikap Masyarakat Tentang Pencegahan Coronavirus Disease (Covid-19): Literature Review: Overview of Public Knowledge and Attitudes About Prevention of Coronavirus Disease (Covid-19): Literature Review Firdaus J. Kunoli; Nurlailah Umar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 4 No. 11: NOVEMBER 2022 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v4i11.1996

Abstract

Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh Severe Acute Respiratory Syndrome Coronavirus 2 (SARS-CoV-2). SARS-CoV-2 merupakan coronavirus jenis baru yang belum pernah diidentifikasi sebelumnya pada manusia. Pada kasus COVID-19 yang berat dapat menyebabkan pneumonia, sindrom pernapasan akut, gagal ginjal, dan bahkan kematian. Pada kasus ini banyak masyarakat yang menjadi korban dari penularan coronavirus disease. Tujuan penelitian ini mengetahui gambaran pengetahuan dan sikap masyarakat tentang pencegahan Coronavirus Disease (Covid-19). Metode yang dilakukan dalam penelitian ini adalah literatur review. Penelusuran artikel penelitian pada database menggunakan kata kunci tertentu dalam periode tahun 2020-2020. Hasil pencarian artikel penelitian dilakukan skrining berdasarkan judul (n= 50), abstrak (n=11) dan full text (n=2) yang disesuai dengan tema literature review yang berkualitas dan memenuhi syarat inklusi.Hasil peneliti dari kedua jurnal yang dianalisis memiliki hubungan yang besar antara pengetahuan dan sikap masyarakat terhadap pencegahan penularan COVID-19. Pencegahan Coronavirus Disease seperti rajin mecuci tangan, menjaga jarak, menggunakan masker dan social pysical distencing dapat memutus rantai penyebaran Coronavirus. Dari hasil kedua jurnal menunjukkan pengetahuan dan sikap yang baik. Jumlah sampel 1.021 responden. 847 responde memiliki pengetahuan baik dengan presentase 83% dan 722 responden memiliki sikap baik dengan presentase 70,7% dan 144 responden terdiri dari 130 responden memiliki pengetahuan baik dengan presentase 90,3% dan 138 responden memiliki sikap baik dengan presentase 95,8%. Saran penelitian studi literatur ini diharapkan dapat memberikan sumbangan ilmu bagi profesi keperawatan dan sebagai bahan pedoman dalam menangani dan melayani masyarakat dalam masa pademi COVID-19.
Hubungan Pengetahuan dan Peran Perawat dengan Pertolongan Pertama Korban Kecelakaan di IGD RS Bhayangkara Palu: The Relationship between Knowledge and Role of Nurses with First Aid for Accident Victims at the Emergency Room at Bhayangkara Hospital Palu Iwan Iwan; Supriadi Abdul Malik; Ismunandar Ismunandar; Irsanty Collein; Nurlailah Umar
Jurnal Kolaboratif Sains Vol. 5 No. 4: APRIL 2023 - Jurnal Kolaboratif Sains (JKS)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/jks.v5i4.2406

Abstract

Latar Belakang: Kecelakaan lalu lintas merupakan masalah kesehatan masyarakat diseluruh dunia sehingga dalam memberikan pertolongan pertama pada korban kecelakaan dipengaruhi pengetahuan dan peran perawat mengenai pertolongan pertama. Kasus kecelakaan di Sulawesi Tengah mengalami peningkatan yaitu 564 kasus dan data pasien kecelakaan di RS Bhayangkara Palu sebanyak 192 kasus. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk diketahuinya hubungan pengetahuan dan peran perawat dengan pertolongan pertama korban kecelakaan di IGD RS Bhayangkara Palu. Metode: Jenis penelitian ini yaitu penelitian analitik dengan pendekatan cross sectional. Tempat penelitian yaitu IGD RS Bhayangkara Palu. Populasinya adalah berjumlah 30 orang dengan tehnik total sampling. Data dikumpulkan dengan menggunakan kuisioner dan dianalisis distribusi frekuensi dan uji Chi-Square. Hasil: Penelitian pengetahuan dengan pertolongan pertama menggunakan uji statistik Chi-Square diperoleh value yaitu 0,04 (p<0,05) artinya ada hubungan pengetahuan dengan pertolongan pertama pada korban kecelakaan dan hasil penelitian peran perawat dengan pertolongan pertama menggunakan uji statistik Chi-Square diperoleh value yaitu 0,010 ( 0,05) artinya ada hubungan peran perawat dengan pertolongan pertama pada korban kecelakaan di IGD RS Bhayangkara Palu. Kesimpulan: Penelitian ini menyimpulkan bahwa ada hubungan pengetahuan dengan pertolongan pertama korban kecelakaan dan ada hubungan peran perawat dengan pertolongan pertama korban kecelakaan di IGD RS Bhayangkara Palu. Saran direkomendasikan kepada pelayanan kesehatan dapat menambah informasi dan meningkatkan mutu pelayanan kesehatan di IGD RS Bhayangkara Palu, khususnya pada penanganan kasus kecelakaan.
Intervensi Keluarga tentang Pemberian ASI Eksklusif melalui Perspektif Budaya Kaili Fitria Masulili; Nurlailah Umar; Iwan Iwan; Jurana Jurana
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 2 No 2 (2022): November
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (523.515 KB) | DOI: 10.36990/jippm.v2i2.702

Abstract

Penyebab ASI eksklusif tidak sukses bukan hanya karena alasan kurangnya pengetahuan atau persepsi yang salah tentang menyusui dan ibu kembali bekerja, tetapi juga karena tradisi. Hal tersebut sesuai dengan hasil wawancara peneliti dengan beberapa anggota masyarakat dan seorang tokoh masyarakat (etnis Kaili di Palu), yang menyatakan bahwa kebiasaan ibu-ibu dalam memberikan makanan ke anaknya dimulai dari bayi baru lahir, diberikan madu dibibirnya dengan tujuan bahwa semua yang keluar dari bibir anak manis-manis, terutama ucapannya. Makanan yang diberikan berikutnya adalah ASI, kemudian sekitar usia dua minggu bayi diberikan pisang kecil yang dikerok, dihaluskan, dan dimasukkan kedalam air mendidih dengan maksud agar pisang tersebut menjadi matang, setelah pisang tadi matang dan dingin kemudian diberikan ke bayi. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini yaitu memberikan pengetahuan kepada keluarga ibu hamil tentang nutrisi ibu hamil dengan menggunakan bahan makanan local Suku Kaili yang dapat menunjang gizi ibu hamil saat hamil dan saat menyusui, serta tentang ASI Eksklusif dan cara menyusui yang benar sehingga dapat memotivasi dan mendukung ibu hamil disaat hamil serta saat menyusui anaknya setelah lahir sehingga tercapai pemberian ASI Eksklusif dan dilanjutkan menyusui sampai 2 tahun. Tindakan yang dilakukan yaitu memberikan penyuluhan kepada keluarga tentang nutrisi ibu hamil dan ASI Eksklusif serta cara menyusui yang benar. Jumlah sasaran 20 orang. Hasil kegiatan yaitu pengetahuan keluarga tentang nutrisi ibu hamil mengalami peningkatan dari 15 peserta (75%) dengan pengetahuan baik, menjadi 19 peserta (95%). Pengetahuan keluarga tentang ASI Eksklusif sebagian besar sudah mempunyai pengetahuan baik yaitu 16 peserta (80%), setelah diberi penyuluhan terjadi peningkatan pengetahuan hanya pada 2 peserta dengan pengetahuan kurang menjadi pengetahuan cukup. Sikap keluarga tentang pemberian nutrisi pada ibu hamil mengalami peningkatan dari 17 peserta (85%) menjadi 18 peserta (90%) dengan sikap baik. Sikap keluarga tentang pemberian ASI Eksklusif terjadi peningkatan sikap baik dari 12 peserta (60%) menjadi 16 peserta (80%). Kesimpulan bahwa kegiatan pengabmas ini dapat meningkatkan pengetahuan dan sikap keluarga yang pada dasarnya sebelum diberikan penyuluhan sebagian besar sudah memiliki pengetahuan dan sikap yang baik tentang nutrisi ibu hamil dan ASI Eksklusif. Saran kepada Puskesmas Wani untuk senantiasa tetap meningkatkan pengetahuan masyarakat dan motivasi terkait nutrisi ibu hamil dan ASI Eksklusif untuk menunjang keberhasilan pencapaian pemberian ASI Eksklusif pada bayi di Wilayah Kerja Puskesmas Wani.
Pelatihan Pencegahan Dan Kesiapsiagaan Kebakaran Di Desa Wani Dua Kecamatan Tanantovea Donggala Sulawesi Tengah Supirno Supirno; Nurlailah Umar; Azizah Saleh
Jurnal Inovasi, Pemberdayaan dan Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 1 (2023): Mei
Publisher : Poltekkes Kemenkes Kendari

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Fires are prone to occur in densely populated residential areas, one of the densely populated areas is Wani Dua Village, Tanantovea sub-district, Donggala Regency. Villages with densely populated settlements with houses close together and located far from the fire engine post, if a fire occurs, it will easily spread to other residents' houses which will increase the risk of loss and psychological impact. This area is the capital of the Tanantovea sub-district with an area of ??302.64 km2 located 50 km from the district capital of Donggala. The purpose of the activity is to increase the capacity of the community to prevent and control fires in settlements. The method used is socialization and simulation to the community. The activity partners of the Wani Health Center, the Police, the Head of Wani Dua Village. The Health Poltekkes Pemenkes Palu as the initiator and facilitator of the activity. The activity begins with participant identification, informed consent, pre-test then training (socialization & simulation) is carried out and then post-test is carried out to determine changes in community behavior. The number of participants was 36 people, consisting of representatives of community leaders, youth, PKK and health cadres. The results of the socialization and simulation participants were followed by 18 disaster volunteers, 5 health cadres and 1 student from the Wani Health Center staff, 3 people from the Labuan Sector Police, 3 community leaders. The number of participants 36 people who took part in the discussion and simulation lectures showed that the participants' knowledge had increased as seen from the average pre-test score of 83.3 and the post-test average value of 85.5. Conclusion Younger participants with secondary and higher education levels experienced the greatest increase. Suggestions to do with more participants by involving the younger generation. Keywords: Prevention, Fire Preparedness
Peningkatan Kemampuan Masyarakat Melakukan Bantuan Hidup Dasar di Labuanberu Mamboro Palu Supirno, Supirno; Umar, Nurlailah; Mangundap, Selvi Alfrida
Jurnal Pengabdian Masyarakat Lentora Vol. 1 No. 1 (2021): SEPTEMBER 2021
Publisher : Jurusan Keperawatan Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (974.471 KB) | DOI: 10.33860/jpml.v1i1.540

Abstract

Sulawesi Tengah merupakan wilayah rawan bencana, termasuk Kota Palu, Mitigasi dan kesiapsiagaan bencana dibutuhkan untuk mencegah atau meminimalkan risiko dampak merugikan. Untuk mengurangi jumlah dan keparahan korban pada populasi yang rentan diperlukan perencanaan program-program mitigasi dan kesiapsiagaan. Peningkatan mitigasi dan kesiapsiagaan dapat dilakukan dengan cara sosialisasi dan simulasi. Tujuan pengabmas ini meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memberikan Hantuan Hidup Dasar (BHD) bagi korban yang membutuhkan. Kegiatan bermitra dengan Kelurahan Mamboro Barat dan Puskesmas Mamboro. Metode pengabmas dengan sosialisasi dan simulasi kepada masyarakat bersama instansi terkait, Poltekkes Kemenkes Palu sebagai inisiator dan fasilitator kegiatan sekaligus sebagai penyandang dana kegiatan. Kegiatan diawali dengan identifikasi peserta, informd konsent, pre test kemudian dilakukan pelatihan (sosialisasi & simulasi) lalu di lakukan post test untuk mengetahui perubahan kemampuan peserta. Target capaian luaran wajib berupa jurnal pengabmas yang tersubmit dalam jurnal ilmiah, luaran tambahan berupa video tindakan pemberian bantuan hidup dasar yang yang dilakukan oleh masyarakat awam. Hasil: kegiatan dilakukan mulai tanggal 6 April sampai 19 Juni 2021, dengan peserta 36 orang terdiri dari kader kesehatan, pemuda dan anggota karang taruna nilai pretest rata-rata 77,3 dan nilai posttest rata rata 90. Kesimpulan: setelah dilakukan pelatihan BHD terdapat kenaikan kemampuan melakukan Bantuan Hidup Dasar. Saran: perlu dilakukan secara kontinu dengan sasaran yang lebih banyak agar dapat merespon secara cepat dan tepat pada korban saat terjadi bencana.