Dharmayanthi, Ni Nyoman Sindy
Unknown Affiliation

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Wirausaha Hidangan Modern : Pelatihan Dan Pendampingan Kreativitas Sajian Kuliner Bergizi Sebagai Income Ibu – Ibu  PKK Kelurahan Sading Suartana, I Ketut; Fransiska, Maria; Prastyandhari, I Gusti Ayu Ika Monika; Astuti, Ni Made Erpia Ordani; Suryanto, I Wayan; Sentosa, I Putu Pranatha; Gotama, Putu Andyka Putra; Diarini, I Gusti Ayu Agung Sinta; Dharmayanthi, Ni Nyoman Sindy; Dewi, Ni Komang Vivi Prasanti Citra; Dewi, Ni Putu Aris Yunda; Wijaya, Pande Made Krisna Angga; Artasari, Ni Luh Gede Desy
JUPAMU: Jurnal Pengabdian Masyarakat Multidisiplin Vol. 1 No. 3: Mei 2026 (Dalam Proses)
Publisher : Ihsan Cahaya Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66031/jupamu.v1i3.316

Abstract

Penggerak PKK Kelurahan Sading merupakan organisasi perempuan yang aktif dalam berbagai bidang, salah satunya kuliner. Namun, keterampilan anggota dalam mengolah dan memasarkan produk kuliner modern masih terbatas. Melalui program pengabdian masyarakat, Prodi Pendidikan Kesejahteraan Keluarga Universitas Dhyana Pura melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendampingan pengolahan Chicken Nugget, Nugget Tahu, dan Bakso. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan keterampilan kuliner, pengetahuan gizi, serta kemampuan wirausaha ibu-ibu PKK. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi, pelatihan berbasis praktik langsung (hands-on training), penerapan teknologi sederhana, serta pendampingan dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam keterampilan peserta mulai dari pemilihan bahan, teknik pengolahan, hingga pengemasan produk secara higienis. Peserta juga memahami strategi pemasaran digital secara sederhana dan konvensional, serta menunjukkan motivasi tinggi untuk memulai usaha rumahan. Lebih dari 90% peserta menyatakan pelatihan bermanfaat dan siap mengaplikasikan keterampilan dalam usaha keluarga. Program ini membuktikan bahwa pelatihan kuliner tidak hanya berkontribusi pada peningkatan kapasitas individu, tetapi juga mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.