Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi implementasi Program Beasiswa Pemuda Tangguh di Kota Surabaya sebagai upaya peningkatan akses pendidikan tinggi bagi mahasiswa dari keluarga kurang mampu sekaligus pemberdayaan pemuda melalui kegiatan sosial kemasyarakatan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program telah berjalan cukup baik dengan peningkatan jumlah penerima dan alokasi anggaran, serta memenuhi sebagian besar indikator evaluasi kebijakan menurut William Dunn, khususnya efektivitas dan pemerataan. Namun demikian, masih terdapat kelemahan pada aspek efisiensi, kecukupan manfaat, responsivitas, dan ketepatan kebijakan yang belum sepenuhnya optimal. Penelitian ini menegaskan bahwa program telah mencapai tujuan utamanya secara umum, tetapi memerlukan penyempurnaan dalam mekanisme implementasi agar manfaat lebih merata, berkelanjutan, dan mampu memperkuat peran pemuda sebagai agen perubahan. Rekomendasi yang diajukan meliputi penyesuaian skema bantuan, peningkatan ketepatan penyaluran, penguatan efisiensi melalui sistem digital, pengawasan dan evaluasi terstruktur, dukungan non-finansial berupa pelatihan dan pendampingan, serta mekanisme umpan balik dari penerima manfaat. Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi praktis bagi pemerintah daerah dalam mengoptimalkan kebijakan pendidikan sekaligus memperkuat pemberdayaan pemuda di tingkat lokal.