Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pemberdayaan Masyarakat Kelompok Petani Tambak oleh Pemerintah Desa Tambak Kalisogo Kabupaten Sidoarjo Khusherawati, Naprillia; Melda Fadiyah Hidayat; Harmanto, Harmanto; Eva Hany Fanida
J-CEKI : Jurnal Cendekia Ilmiah Vol. 4 No. 3: April 2025
Publisher : CV. ULIL ALBAB CORP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jceki.v4i3.7969

Abstract

Daerah di provinsi Jawa Timur yang memiliki banyak potensi tambak adalah Desa Tambak Kalisogo, Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo. Wilayah desa yang 70% berupa tambak menjadikan mayoritas penduduknya bermatapencaharian sebagai petani tambak. Pengelolaan tambak dilakukan oleh petani tambak dengan metode tradisional atau ilmu turun temurun yang dipelajari secara otodidak. Kondisi tersebut mengakibatkan adanya keterbatasan kemampuan budidaya yang dimiliki. Oleh karenanya, diperlukan adanya peran pemerintah desa dalam melakukan pemberdayaan terhadap kelompok petani tambak untuk mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal yakni budidaya perikanan tambak. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis terkait pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh pemerintah desa terhadap kelompok petani tambak di Desa Tambak Kalisogo. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Analisis dilakukan menggunakan kerangka teori pemberdayaan masyarakat menurut Scheyvens yang terdiri atas pemberdayaan ekonomi, psikologis, sosial, dan politik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa upaya pemberdayaan yang dilakukan pemerintah desa masih memerlukan peningkatan signifikan, khususnya pada aspek pemberdayaan psikologis dan sosial. Minimnya keterlibatan pemerintah desa dalam aktivitas kelompok petani tambak menjadi kendala dalam tercapainya pemberdayaan yang maksimal. Maka dari itu, penelitian ini menyarankan perlunya perbaikan dalam pola interaksi antara pemerintah desa dan kelompok petani tambak, serta penguatan kapasitas kelompok melalui pendekatan yang lebih inklusif dan berkelanjutan untuk mencapai pemberdayaan yang optimal.
CAPACITY BUILDING FOR THE DEVELOPMENT OF VILLAGE-OWNED ENTERPRISES: CASE STUDIES ON RURAL-URBAN ASSETS IN BOJONEGORO, INDONESIA Firre An Suprapto; Muhammad Farid Ma'ruf; Galih Wahyu Pradana; Revienda Anita Fitrie; Melda Fadiyah Hidayat; M. Noer Falaq Al Amin
International Journal of Social Science, Educational, Economics, Agriculture Research and Technology (IJSET) Vol. 4 No. 12 (2025): NOVEMBER
Publisher : RADJA PUBLIKA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Law Number 6 of 2014 gives villages the authority to manage their resources and assets to support sustainable development. Authority to manage village resources and assets is one form of institutional role of Village-Owned Enterprises (BUMDes). The challenges in managing village assets include low village government capacity, community participation, and less than optimal monitoring and evaluation systems. This research uses a quantitative approach accompanied by qualitative in-depth research to evaluate the influence of village asset management on the development of village institutional capacity. The research results show that the quality of BUMDes governance and the role of village institutions significantly influence BUMDes development. Micro and small industries also make an important contribution in strengthening village institutional capacity. Recommendations proposed by researchers include increasing the competency and expertise of BUMDes actors, adequate policy support regarding the management of village assets by BUMDes, establishing sustainable strategic partnerships involving micro industry players and the private sector, and increasing promotion and market access for BUMDes products.