Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Perencanan Kebijakan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) Dari Aspek Desentralisasi Fiskal Di Kota Mojokerto Daffa Mauludie Al Daufir; Intan Nia Putri; Emmanuel Jessica Priskila; Nabila Naswa Zahra Rhohima; Yunita Eka Dia Safitri; Cahaya Fatihah; Revienda Anita Fitrie; Melda Fadiyah Hidayat
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6036

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis perencanaan kebijakan Koperasi Kelurahan Merah Putih (KKMP) dari aspek desentralisasi fiskal di Kota Mojokerto. Kajian ini didorong oleh penurunan transfer pemerintah pusat sebesar 25,55 persen dalam tiga tahun terakhir akibat pemotongan Dana Desa untuk pembiayaan KKMP, yang menciptakan ketegangan antara kebijakan nasional dan prinsip kemandirian fiskal daerah. Pendekatan kualitatif deskriptif digunakan dengan kerangka Siklus Perencanaan Komprehensif Larz (1995) melalui tujuh tahapan analisis. Data diperoleh dari wawancara mendalam, observasi lapangan, studi literatur, dan dokumentasi terhadap informan dari Dinas Koperasi, kepala kelurahan, pengurus KKMP, dan pelaku UMKM di Kota Mojokerto. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh tahapan perencanaan telah terpenuhi secara prosedural, namun terdapat tiga kesenjangan substansial pada implementasi, yaitu keterbatasan kapasitas operasional, sistem kepengurusan sukarela yang tidak berkelanjutan, dan ketidakstabilan rantai distribusi barang dari Bulog. Dari perspektif Second Generation Fiscal Federalism, mekanisme pembiayaan KKMP yang memangkas transfer daerah secara sepihak bertentangan dengan prinsip hard budget constraint dan kemandirian fiskal daerah. Penelitian ini menyimpulkan bahwa substansi perencanaan berbasis kapasitas fiskal daerah masih perlu diperkuat agar program berjalan efektif dan selaras dengan prinsip desentralisasi fiskal
Analisis Mitigasi Bencana Tanah Longsor di Kabupaten Malang Putri, Intan Nia; Mutia Viayuvada; Aliza Putri Amelia; Fellysta Angelina; Cahaya Fatihah; Afida Ayu Azalia; Nuh Krama Hadianto; M. Noer Falaq Al Amin
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i3.6165

Abstract

Kabupaten Malang adalah salah satu wilayah yang berada di Jawa Timur dengan tingkat kerawanan tanah longsor cukup tinggi dikarenakan kondisi geografisnya berupa pegunungan, perbukitan, lereng curam, serta curah hujan yang tinggi. Tujuan dari penelitian ini yaitu menganalisis faktor-faktor penyebab terjadinya tanah longsor, mengidentifikasi strategi mitigasi yang sudah diterapkan, serta mengevaluasi efektivitas mitigasi bencana tanah longsor di Kabupaten Malang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur, dengan perolehan data melalui sumber sekunder seperti jurnal, artikel ilmiah, dokumen kebijakan, dan laporan mengenai mitigasi bencana. Menggunakan model interaktif Miles dan Huberman dalam menganalisis data yang meliputi reduksi data, penyajian data, serta penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor utama terjadinya longsor Kabupaten Malang adalah kemiringan lereng, jenis tanah, curah hujan tinggi,dan penggunaan lahan yang kurang tepat. Upaya mitigasi yang telah dilakukan oleh BPBD Kabupaten Malang meliputi mitigasi struktural seperti pemasangan Early Warning System (EWS) dan mitigasi non-struktural berupa sosialisasi kebencanaan, program Desa Tangguh Bencana (Destana), pemetaan daerah rawan bencana, serta penyusunan kebijakan penanggulangan bencana. Tetapi, implementasi mitigasi masih belum optimal dikarenakan terbatasnya anggaran, sarana prasarana, dan cakupan program mitigasi. Maka dari itu, diperlukan peningkatan anggaran mitigasi,penguatan kerja sama dengan civitas akademika, serta memperluas edukasi kebencanaan terutama kepada anak-anak untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap bencana tanah longsor.