Claim Missing Document
Check
Articles

Found 20 Documents
Search

ANALISIS SUMBER- SUMBER PERTUMBUHAN EKONOMI DAN KETIMPANGAN WILAYAH DI PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Cita, Fitriah Permata
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol 1 No 2 (2016)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37673/jebi.v1i2.43

Abstract

Penelitian ini menggambarkan struktur dan pola perubahan pertumbuhan sektoral dalam perekonomian. Penelitian ini juga di desain untuk menentukan sektor-sektor unggulan sehingga dapat dijadikan pertimbangan dalam perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan di Nusa Tenggara Barat (NTB). Selain itu penelitian ini juga dapat digunakan untuk melihat besarnya ketimpangan serta faktor yang menyebabkan terjadinya ketimpangan antar wilayah di provinsi NTB. Alat analisa yang di gunakan dalam penelitian ini adalah shift share dan Indeks Theil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dalam nilai National Share (N) tidak terdapat sektor-sektor ekonomi yang tumbuh lebih cepat dibandingkan sektor-sektor ekonomi yang sama di tingkat Nasional. Sementara itu berdasarkan Proportional Shift (P) terdapat sektor yang memiliki nilai negatif dan ada pula yang bernilai positif. Nilai Differential Shift tanpa migas menunjukkan tidak terdapat sektor-sektor ekonomi yang tumbuh lebih cepat dibandingkan sektor-sektor ekonomi yang sama di tingkat Nasional. Hasil Indeks Theil tanpa migas menunjukkan sangat merata. Namun apabila dengan migas menunjukkan nilai indeks Theil nya mendekati 1 yang berarti sangat timpang. Kata Kunci : Sumber-sumber ekonomi, Ketimpangan wilayah, Shift share, Indeks Theil
PERBANDINGAN PERHITUNGAN HARGA POKOK PRODUKSI METODE TRADISIONAL DENGAN METODE ACTIVITY BASED COSTING (ABC) SYSTEM PADA UD. MITRA UTAMA Yulyanto, Surya; Jibrail, Ahmad; Permatacita, Fitriah
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37673/jebi.v2i2.62

Abstract

Penentuan HPP menjadi sangat penting dilakukan oleh UKM untuk memberikan penentuan harga jual yang tepat sehingga dapat menghasilkan laba yang optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui metode perhitungan HPP yang selama ini diterapkan oleh UD. Mitra Utama (perusahaan bahan bangunan) dan membandingkannya dengan metode Activity Based Costing (ABC) System. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi perbedaan hasil perhitungan antara metode akuntansi biaya tradisional dengan metode Activity Based Costing (ABC). Perhitungan HPP dengan menggunakan metode akuntansi biaya tradisional menghasilkan HPP untuk paving block sebesar Rp 11,271,190, untuk batako sebesar Rp 22,746,518. Sedangkan perhitungan HPP dengan menggunakan metode Activity Based Costing (ABC) System menghasilkan HPP untuk paving block sebesar Rp11,149,449, dan untuk batako sebesar Rp22,868,260. Dari perbedaan hasil perhitungan HPP antara metode akuntansi biaya tradisional dengan metode Activity Based Costing (ABC) System mengakibatkan produk paving block mengalami overcosting atau pembebanan biaya terlalu tinggi, sedangkan produk batako mengalami undercosting atau pembebanan biaya terlalu rendah. UD. Mitra Utama diharapkan dapat mengganti metode akuntansi biaya tradisional dengan menggunakan metode Activity Based Costing (ABC) dalam menentukan harga pokok produksi. Kata kunci : Penentuan Harga Pokok Produksi, metode Activity Based Costing (ABC)
PERSEPSI MAHASISWA AKUNTANSI MENGENAI FAKTOR FAKTOR YANG MEMPENGARUHI DALAM MEMILIH PROFESI SEBAGAI AKUNTAN Suhendra, Wahyu; Jibrail, Ahmad; Permatacita, Fitriah
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37673/jebi.v2i2.63

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana persepsi mahasiswa akuntansi dalam memilih profesi sebagai akuntan ditinjau dari gaji, pengakuan profesionalitas, nilai nilai sosial, lingkungan kerja, pertimbangan pasar kerja dan personalitas. Selain itu juga untuk mengetahui profesi yang paling diminati dan kurang diminati oleh mahasiswa. Metode penelitian yang digunakan adalah dekriptif kuantitatif, pengambilan sampel menggunakan metode random sampling dengan jumlah responden sebanyak 71 orang. Hasil penelitian menunjukan bahwa faktor faktor yang mempengaruhi dalam pemilihan karir sebagai akuntan adalah gaji, pengakuan profesionalitas, pasar kerja dan personalitas sementara faktor nilai sosial dan lingkungan kerja kurang dipertimbangkan oleh mahasiswa dalam memilih profesi. Kata kunci : Persepsi, mahasiswa akuntansi, profesi akuntansi
ANALISIS SEKTOR UNGGULAN DAN PERGESERAN STRUKTUR DALAM MENINGKATKAN PERTUMBUHAN EKONOMI NTB 2000-2015 Purnama, Yuni; Nurjihadi, Muhammad; Permatacita, Fitriah
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol 2 No 2 (2017)
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37673/jebi.v2i2.65

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah : (1) Untuk mengetahui sektor unggulan dalam perekonomian Provinsi Nusa tenggara Barat (NTB)tahun 2000-2015, (2) Untuk mengetahui perubahan dan pergeseran sektor perekonomian Provinsi NTB tahun 2000-2015.Alat analisis yang digunakan untuk menjawab tujuan penelitian nomor satuadalah Location Quotient (LQ) dimana hasil analisis ini nantinya akan menunjukkan sektor-sektor unggulan yang dapat dijadikan sebagai pertimbangan dalam perumusan kebijakan dan perencanaan pembangunan di Provinsi NTB. Sedangkan untuk menjawab tujuan penelitian nomor dua digunakan alat analisis shift-share dimana hasil dari analisis ini akan menunjukkan struktur dan pola perubahan pertumbuhan sektoral dalam perekonomian.Hasil analisis menunnjukkan bahwa sektor unggulan di provinsi NTB tahun 2000-2009 adalah 1. pertanian, peternakan, kehutanan dan perikanan, 2. pertambangan dan penggalian, 3. bangunan, 4. pengangkutan dan komunikasi, 5. jasa ? jasa, sedangkan untuk tahun 2010-2015 adalah 1. pertanian, kehutanan dan perikanan, 2. pertambangan dan penggalian, 3. transportasi dan pergudangan, 4. Administrasi pemerintahan, pertahanan dan jaminan sosial wajib, 5.Jasa pendidikan, 6.Jasa kesehatan dan kegiatan lainnya, dan 7.Jasa lainnya.Sementara itu berdasarkan Hasil analisis shift share menunjukkan bahwa selama tahun 2000-2015 telah terjadi pergeseran struktur perekonomian di Provinsi NTB yang ditunjukkan dengan berubahnya nilai dari masing-masing komponen shift-share. Selain itu, ekonomi di provinsi ini juga banyak dipengaruhi oleh kebijakan nasional yang ditunjukkan dengan besarnya nilai national share dalam analisis shift-share. Kata Kunci: Location Quotient, shift-share, PDRB, pertumbuhan ekonomi.
Analisis Sistem Distribusi Komoditi Strategis di Kota Mataram Permatacita, Fitria; Suwardi, Didi
JIIP - Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 11 (2022): JIIP (Jurnal Ilmiah Ilmu Pendidikan)
Publisher : STKIP Yapis Dompu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (269.195 KB) | DOI: 10.54371/jiip.v5i11.1154

Abstract

Penelitian ini tujuan untuk melakukan pemantauan terhadap pola distribusi pangan strategis komoditi strategis di Kota Mataram dan Mengkaji sistem distribusi komoditi strategis di Kota Mataram. Hasil analisis data Komoditas bahan pokok di NTB menurut keterangan Pedagang di beberapa pasar di NTB memiliki pola distribusi yang serupa dengan komoditi yang dipasok dari luar NTB dan sebagain kecil didatangkan dari kabupaten terdekat di NTB. Pengepul & Pedagang Besar Surabaya merupakan pemasok komoditas bagi pedagang Grosir di Pasar Induk Mandalika. Selanjutnya, Pedagang Eceran membeli dari Pedagang Grosir yang ada di Pasar Induk Mandalika. Sementara itu, Kabupaten Lombok Timur juga turut menyumbang pasokan Bawang Putih di Kota Mataram. Secara umum harga beberapa komoditas pangan strategis cukup stabil (kecuali cabe, bawang merah dan bawang putih khususnya bawang putih ex import). Fluktuasi harga, terutama kenaikan harga terjadi lebih disebabkan karena adanya moment hari besar agama seperti Idul Fitri, Idul Adha dan Maulid Nabi. Jalur distribusi utama komoditas pertanian cenderung lebih panjang dengan melibatkan pedagang pengumpul/tengkulak, pedagang besar, dan pedagang pengecer. Sementara jalur distribusi untuk komoditas yang diproduksi dan didistribusikan oleh industri/ perusahaan lebih pendek, terstruktur dan efisien. Dari masing-masing rantai distribusi tersebut, umumnya pedagang pengecer memperoleh marjin keuntungan terbesar, diikuti pedagang besar dan pedagang pengumpul.
ANALISIS FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKTIVITAS TENAGA KERJA PADA PERUSAHAAN KECAP WIE SIEN DI KECAMATAN AMPENAN KOTA MATARAM TAHUN 2024 Suwardi, Didi; Cita, Fitriah Permata; Aprirachman, Rozzy
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol 10 No 1 (2025): JURNAL EKONOMI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37673/jebi.v10i1.6172

Abstract

This study aims to see the effect of work experience, working hours, wages, and number of dependents on labor productivity at the Wie Sien soy sauce company in Ampenan District, Mataram City in 2024. Sampling was carried out by probability sampling with a sample size of 32 workers. The analysis tool used in this study to answer the research objectives is multiple linear regression analysis. The results of this study are that the factors that have a partial influence are working hours (X2) and wages (X3). This is because the calculated t value is greater than the t table value, namely working hours (X2) has a calculated t value of (-2.932) and a t table value of (0.007) while wages (X3) has a calculated t value of (4.928) and a t table value of (0.000). while other factors such as work experience and the number of family dependents do not have a partial effect. Because work experience (X1) has a calculated t value of (1.862) and a table t value of (0.073), while the number of dependents has a calculated t value of (1.343) and a table t value of (0.191). Meanwhile, simultaneously, work experience, working hours, wages, and number of dependents have a significant influence on the labor productivity variable.
Sinergi Dosen FEB UTS Mendorong Literasi dan Inklusi Keuangan Para Santri di Pesantren Sumbawa Rusni, Andi; Salam, Abdul; Aprirachman, Rozzy; Fietroh, Muhammad; Andriani, Sri; Purnama, Yuni; Sanjani, Muhammad Rafi'i; Nurjihadi, Muhammad; Irawan, Edi; Cita, Fitriah Permata; Nurasia, Nurasia; Oktapiani, Serli; Mandasari, Jayanti; Sugiarto, Aris; Nuryani, Hanifah Sri; Syahfitri, Diah Intan; Sari, Indah Fitriani
Abdimas Indonesian Journal Vol. 5 No. 1 (2025)
Publisher : Civiliza Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59525/aij.v5i1.775

Abstract

This community service program at Pondok Pesantren Al-Mutmainnah aims to enhance conventional financial literacy and inclusion among santri (Islamic boarding school students) to equip them with the skills to manage personal finances wisely and independently. The method involved interactive material delivery using multimedia presentations, infographics, and educational videos, followed by discussion and Q&A sessions to reinforce understanding. Evaluation was conducted using pre-test and post-test questionnaires, showing a significant improvement with an average post-test score increase of 30 points compared to the pre-test. The discussion highlights that a participatory approach combined with visual media effectively improves santri’s knowledge, although challenges remain in understanding complex concepts such as investment and credit risk. The limited duration of the program also posed constraints on in-depth material coverage. Therefore, extended programs with longer duration and regular mentoring are necessary to ensure optimal internalization of financial attitudes and behaviors. Strengthening financial literacy is expected to contribute sustainably to the economic empowerment of the pesantren and the surrounding community.
VALUASI NILAI EKONOMI WISATA ALAM SENGGIGI DENGAN PENDEKATAN BIAYA PERJALANAN (TRAVEL COST) TAHUN 2024 Vinuzia, Mala; Cita, Fitriah Permata; Suwardi, Didi
Jurnal Ekonomi dan Bisnis Indonesia Vol 10 No 1 (2025): JURNAL EKONOMI DAN BISNIS INDONESIA
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Teknologi Sumbawa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37673/jebi.v10i1.6248

Abstract

This study aims to determine how much economic value of Senggigi nature tourism is seen from travel costs and to determine whether travel costs, time costs, respondent perceptions, substitution characteristics, individual income, facilities, education level, distance, and age affect the number of individual visits by domestic and foreign tourists in Gili Trawangan nature tourism in North Lombok Regency. The research method used is the survey sample method, and the respondent determination technique is the accidental sampling method where the sample is carefully selected so that it is relevant to the research design. The analysis used Multiple Regression Analysis with ten main variables, namely the number of visits (Y), travel costs (X1), time costs (X2), respondent perceptions (X3), substitution characteristics (X4), individual income (X5) Facilities (X6) Education level (X7) distance (X8) and age (X9). with the result Y = -11.026 - 1.22X1 + 1.48X2 + 1.45X3 - 2.26X4 -7.43X5 + 2.88X6 + 2.21X7 + 7.75X8 + 0.12X9. The partial test results show that the calculated Z value of the substitution characteristic variable, facility variable, education level variable and distance variable is greater than the t-table value (-2.464 > -1.960), (3.490 > 1.960), (2.564 > 1.960), (3.919 > 1.960), which means that the substitution characteristics, education level, facilities, and distance have a significant influence on the number of visits. Meanwhile, the variables of travel costs, time costs, respondent perceptions, income, and age do not have a significant effect on the number of visits. The test results simultaneously or equally show that the nine independent variables, namely travel costs, time costs, respondent perceptions, substitution characteristics, individual income, facilities, education level, distance and age have a real influence on the dependent variable (number of visits).
Menciptakan Kepuasan Dan Keputusan Nasabah Melalui Inovasi Kualitas Layanan Sdm Dan Strategi Pemasaran Pada PT Bank NTB Syariah KCP Kempo Kabupaten Dompu Abdillah, Junaedi; Taryono, Taryono; Cita, Fitriah Permata
JISIP: Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan Vol 6, No 2 (2022): JISIP (Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pendidikan (LPP) Mandala

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58258/jisip.v6i2.2927

Abstract

Customer satisfaction and decisions are closely related to marketing strategy and service quality. The better a marketing strategy and service quality, the higher the customer's interest in a bank. The opposite is also true. This fact is what the researchers found at Bank NTB Syariah KCP Kempo, Dompu Regency. There fore a study was conducted to investigate this situation. This research as mentioned above was conducted at Bank NTB Syariah KCP Kempo, Dompu Regency. While the object of research is the customer of the Bank starting in September 2021 until October 2021. The Bank NTB Syariah Kempo Sub-Branch Office is located at Jalan Soro Kempo with a population of 500 customers and a sample of 83 customers. This type of research is quantitative descriptive and technical data analysis using regression analysis and hypotheses with a series of tests, namely validity test, reliability test, deviation test, classical assumption, and multiple linear regression analysis test.
How Culture Transforms Government Aid: Evidence From Sumbawa Regency, Indonesia Permata Cita, Fitriah; Zuhroh, Diana; Harsono
El-Qist: Journal of Islamic Economics and Business (JIEB) Vol. 15 No. 2 (2025): October (on going)
Publisher : Islamic Economics Department, Faculty of Islamic Economics and Business, Sunan Ampel State Islamic University, Surabaya Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15642/elqist.2025.15.2.178-195

Abstract

This study investigates how government assistance, family income, and local culture jointly influence economic welfare in Sumbawa Regency, Indonesia. Moving beyond “isolated variable” analysis, this study develops an integrated framework to address policy gaps where social protection outcomes often fall short despite major investments. It extends “welfare state theory” by incorporating cultural dimensions that are typically overlooked in conventional economic models. Using Structural Equation Modeling with Partial Least Squares (SEM-PLS), data were gathered from 201 randomly selected respondents among government aid recipients. Results show significant positive effects: government assistance (β = 0.342, p < 0.01), family income (β = 0.458, p < 0.001), and local culture (β = 0.231, p < 0.05). The model demonstrates strong explanatory power (R² = 0.687) and predictive relevance (Q² = 0.524). Findings reveal that family income remains the strongest welfare determinant, while effective government aid requires proper targeting and allocation. Significantly, local practices like gotong royong (mutual assistance) strengthen social cohesion, validating culture's role as an active economic determinant. This study contributes to Islamic economics literature by demonstrating how local cultural practices aligned with Islamic principles of ta'āwun (cooperation) and maslahah (public interest) enhance welfare outcomes in Muslim-majority contexts where Islamic values shape economic behavior. The research proposes practical recommendations for “culturally-sensitive” assistance programs that integrate Islamic social finance instruments (zakat and waqf) with income enhancement strategies and cultural capital development. its also emphasizes establishing monitoring systems that track both welfare indicators and cultural sustainability. These findings offer replicable frameworks for welfare policy design in developing countries where cultural and religious dimensions fundamentally influence development outcomes.