Dion Michael Nainggolan
Unknown Affiliation

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Belajar Dari Anak Tuna Grahita Menggali Potensi Dibalik Keterbatasan Dawolo, Dillon Amurisi; Eprain Sormin; Arkhan Fahlevi; Dion Michael Nainggolan; Yan Indra Siregar; Badin Sipahutar
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.4854

Abstract

Tuna grahita merupakan kondisi hambatan intelektual yang ditandai dengan keterbatasan dalam berpikir, belajar, dan beradaptasi dengan lingkungan sosial. Anak dengan tuna grahita menghadapi tantangan berupa kesulitan akademik, stigma sosial, dan keterbatasan kemandirian, tetapi mereka juga memiliki potensi dalam keterampilan praktis, seni, dan kemampuan sosial sederhana. Penelitian ini bertujuan menggali potensi anak tuna grahita melalui pendekatan kualitatif deskriptif di Sekolah Luar Biasa (SLB) dan rumah. Hasil menunjukkan bahwa meski menghadapi hambatan, anak tuna grahita masih bisa mengembangkan potensi melalui dukungan keluarga, sekolah, masyarakat, dan kebijakan pemerintah. Artikel ini menekankan pentingnya pergeseran paradigma masyarakat dari melihat keterbatasan menjadi memberdayakan anak tuna grahita
Kekuatan Otot Lengan dan Akurasi Servis pada Pemain Tenis Lapangan Arsyika, Intan Khairati; Romi Jeksen Sitanggang; Marvin Natanael Sidbutar; Dion Michael Nainggolan; Nurkadri
Jurnal Dunia Pendidikan Vol 6 No 5 (2026): Jurnal Dunia Pendidikan
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Olahraga dan Kesehatan Bina Guna

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55081/jurdip.v6i5.5017

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kekuatan otot lengan dan akurasi servis pada pemain tenis lapangan. Servis merupakan salah satu teknik dasar yang memiliki peran penting dalam menentukan jalannya pertandingan tenis. Keberhasilan dalam melakukan servis tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menghasilkan kecepatan bola yang tinggi, tetapi juga oleh ketepatan dalam menempatkan bola ke area sasaran lawan. Kekuatan otot lengan berkontribusi dalam menghasilkan gaya dorong yang optimal pada pukulan servis, sedangkan akurasi berkaitan dengan kemampuan koordinasi motorik dan kontrol gerak yang presisi. Penelitian ini menggunakan metode korelasional dengan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 20 atlet tenis lapangan yang tergabung dalam Klub Ricky Tenis Club di Jakarta Selatan, dengan rentang usia antara 18 tahun. Instrumen penelitian meliputi hand dynamometer untuk mengukur kekuatan otot lengan, serta tes ketepatan servis tenis lapangan untuk mengukur tingkat akurasi. Prosedur pengumpulan data dilakukan secara langsung di lapangan dengan pengawasan pelatih dan peneliti untuk memastikan validitas hasil pengukuran. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson dengan taraf signifikansi 5% (α = 0,05). Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kekuatan otot lengan dan akurasi servis (r = 0,68; p < 0,05). Temuan ini mengindikasikan bahwa semakin besar kekuatan otot lengan seorang pemain, semakin baik pula kemampuan pemain dalam melakukan servis secara akurat. Dengan demikian, penguatan otot lengan dapat dianggap sebagai faktor penting dalam upaya meningkatkan performa teknik servis tenis lapangan. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa program latihan yang menekankan pada peningkatan kekuatan otot lengan perlu menjadi bagian integral dalam perencanaan latihan tenis, khususnya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi teknik servis. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi pelatih, atlet, serta peneliti olahraga dalam mengembangkan strategi latihan yang berbasis pada bukti ilmiah (evidence-based training) untuk mencapai performa optimal dalam cabang olahraga tenis lapangan.