Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Peran Teknologi dalam Inovasi Pembelajaran : Systematic Literature Review (SLR) Nur Haslinar Hasan; Marwadani T; Amelia Putri; Arifah Novia Arifin; Adnan Adnan
Jurnal Ilmiah Profesi Pendidikan Vol. 10 No. 4b (2025): Edisi Khusus
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jipp.v10i4b.4180

Abstract

Teknologi berperan sebagai katalis utama dalam mendorong inovasi pembelajaran di era digital. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi ragam inovasi pembelajaran berbasis teknologi, memetakan tren kata kunci serta perkembangan publikasi, dan menganalisis implikasinya terhadap praktik pedagogis. Metode yang digunakan adalah Systematic Literature Review (SLR) berlandaskan pedoman PRISMA, melalui penetapan kriteria inklusi eksklusi, penelusuran artikel pada basis data Scopus dengan kueri “innovative AND learning” periode 2022–2025, proses penyaringan bertahap, dan analisis tematik terhadap 40 artikel open-access terpilih. Hasil kajian menunjukkan dominasi inovasi berupa penyampaian konten visual/digital storytelling dan video, disusul pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) serta teknologi imersif VR/AR. Selain itu teridentifikasi tren project-based learning, model pedagogi inovatif, pembelajaran daring, serta kerangka Education 4.0. Simpul kata kunci pusat “innovative learning” berasosiasi kuat dengan innovation, education, teaching, students, dan e-learning, dengan tren publikasi meningkat konsisten. Kesimpulannya, integrasi teknologi berpotensi meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan capaian belajar, namun mensyaratkan penguatan kompetensi guru, pengelolaan etika data, dan pemerataan infrastruktur pendidikan.
Potensi Antibakteri Phyllanthus niruri terhadap Bakteri Gram-Positif: Systematic Literature Review tentang Senyawa Bioaktif dan Mekanisme Molekuler Nur Haslinar Hasan; Hamidah Samad; Yusminah Hala
Jurnal Pendidikan, Sains, Geologi, dan Geofisika (GeoScienceEd Journal) Vol. 7 No. 1 (2026): Februari
Publisher : Mataram University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/goescienceed.v7i1.1760

Abstract

Antimicrobial resistance has become a major global health challenge that threatens the effectiveness of existing antibiotic therapies. The rapid emergence of multidrug-resistant bacteria highlights the urgent need for alternative antibacterial agents, including those derived from medicinal plants. This study aimed to evaluate the antibacterial potential of Phyllanthus niruri against Gram-positive bacteria and to identify the bioactive compounds and possible molecular mechanisms involved. A systematic literature review was conducted following the PRISMA 2020 guidelines. Articles were retrieved from the Scopus database using the keywords “Phyllanthus niruri” and “antibacterial” or “antimicrobial”. After applying predefined inclusion and exclusion criteria, 15 studies published between 2021 and early 2026 were included in the analysis. The results indicate that P. niruri consistently exhibits antibacterial activity against several Gram-positive bacteria, particularly Staphylococcus aureus. Antibacterial activity was commonly evaluated using inhibition zone assays, minimum inhibitory concentration, and minimum bactericidal concentration tests. Several bioactive compounds, including flavonoids, tannins, alkaloids, and lignans such as phyllanthin, were identified as contributors to antibacterial activity. These compounds may inhibit essential bacterial proteins such as DNA gyrase and penicillin-binding proteins and disrupt bacterial cell membranes. Overall, P. niruri shows promise as a natural source of antibacterial agents against Gram-positive bacterial infections.
Kajian Literatur: Integrasi Psikologi Pendidikan dalam Pengukuran dan Penilaian Menuju Asesmen yang Humanistik dan Kontekstual Nur Haslinar Hasan; Dewi Permata Ayu; Hamidah Samad; Firdaus Daud
UNM Journal of Biological Education Vol 7, No 2 (2025): Vol 7 No 2 September 2025
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/ujbe.v7i2.85447

Abstract

Praktik penilaian tradisional di sekolah cenderung berfokus pada capaian kognitif semata, mengabaikan dimensi psikologis dan kontekstual peserta didik, yang berakibat pada peningkatan tekanan psikologis dan penurunan motivasi intrinsik. Kajian teoretis ini bertujuan untuk menganalisis peran integrasi psikologi pendidikan dalam pengembangan sistem pengukuran dan penilaian yang lebih humanistik dan kontekstual. Metode yang digunakan adalah pendekatan konseptual dengan menelaah literatur sekunder yang diterbitkan antara 2015 dan 2025 yang dihimpun dari basis data ilmiah yang relevan. Literatur Literatur diperoleh melalui Google Scholar, Garuda, DOAJ, ERIC, dan ScienceDirect, kemudian dianalisis menggunakan analisis konten dan sintesis komparatif untuk mengidentifikasi, membandingkan, serta mengintegrasikan berbagai teori dan temuan penelitian terdahulu. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi psikologi Pendidikan yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan sosial-emosional mewujudkan paradigma asesmen baru. Paradigma ini diwujudkan melalui Asesmen Humanistik yang berfokus pada penghargaan terhadap potensi individu, penggunaan umpan balik suportif, dan penerapan penilaian formatif (seperti portofolio, self-assessment, dan peer-assessment) sebagai sarana refleksi dan pertumbuhan. Selain itu, diimplementasikan Asesmen Kontekstual yang menekankan tugas autentik, relevansi dengan dunia nyata, dan penggunaan instrumen adaptif untuk mengukur penerapan pengetahuan dan keterampilan dalam situasi nyata. Kesimpulannya integrasi ini menggeser peran penilaian dari sekadar alat ukur (assessment of learning) menjadi alat yang mendidik dan memotivasi (assessment for/as learning). Pembaruan ini tidak hanya memperkuat validitas dan keadilan pengukuran, tetapi juga mendukung tumbuhnya potensi dan kesejahteraan psikologis peserta didik, menjadikannya fondasi bagi sistem penilaian yang berorientasi pada kemanusiaan di abad ke-21.