Claim Missing Document
Check
Articles

Found 8 Documents
Search

SOSIALISASI PENCEGAHAN DBD MENGGUNAKAN PREDATOR IKAN PEMAKAN JENTIK NYAMUK DI SDN 2 METRO TIMUR KOTA METRO Suharno Zen; Miftahuz Zakiyah; Ilham Fathurrohman; Nadya Fajriah Fajriah; Micko Martha Thamrin; Windi Pratiwi; Zulaika Nur Afifa; Popi Mai Veriska; Qurratu Aini; Maulana Al Afgan; Dhani Sakhiri; Amalia Hasanah
SINAR SANG SURYA Vol 8, No 2 (2024): Agustus 2024
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v8i2.3554

Abstract

Penyakit demam berdarah dengue (DBD) merupakan salah satu penyakit yang menjadi masalah di masyarakat. Nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus merupakan nyamuk yang berperan utama sebagai vektor penyakit demam berdarah dengue (DBD). Telah banyak upaya yang dilakukan untuk mencegah tingginya kasus DBD, baik secara biologi, kimia, fisika/mekanik serta usaha-usaha lain oleh manusia. Program pemerintah yang dicanangkan yaitu 4M plus, diantaranya menggunakan predator ikan pemakan jentik nyamuk. Pemanfaatan ikan sebagai predator alami larva nyamuk adalah salah satu cara pengendalian secara biologi yang mudah untuk dilakukan oleh masyarakat. Metode pengendalaian secara biologis ini dapat mengurangi kepadatan larva nyamuk serta tidak menimbulkan masalah bagi kesehatan lingkungan. Tujuan dari pengabdian pada masyarakat ini adalah untuk memberikan pengetahuan kepada mitra (siswa di SDN 2 Metro Timur) terkait tentang nyamuk Aedes sp dan pencegahan DBD dengan 4M plus sehingga pencegahan DBD dapat dilakukan secara dini.                Solusi yang ditawarkan kepada mitra pada kegiatan ini yaitu memberi pengetahuan tentang morfologi telur hingga dewasa nyamuk Aedes sp, habitat, perilaku harian nyamuk. Selain itu pengenalan terhadap predator/ pemakan jentik nyamuk Aedes sp. Ikan predator yang digunakan yaitu ikan cupang (Betta sp). Metode pada kegiatan ini adalah dengan presentasi dan diskusi tanya jawab. Dibagikan brosur tentang pengendalian nyamuk Aedes sp, serta pembagian ikan cupang.  Berdasarkan hasil kegiatan yang dilakukan dapat memberikan tambahan pengetahuan kepada mitra (siswa SDN 2 Metro Timur) tentang DBD dan ikan predator jentik nyamuk sebagai salah satu upaya alternatif pencegahan terhadap kasus DBD di lingkungan sekolahan.
Potensi Repellent Ekstrak Kulit Jeruk Lemon (Citrus limon Linn.) terhadap Nyamuk Aedes sp. Suharno Zen; Nadya Syarifatul Fajriyah; Ilham Fathurrahman; Miftahuz Zakiyah
Jurnal Sains Biomedis Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Sains Biomedis
Publisher : Prodi Sains Biomedis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/biomedis.v1i1.8849

Abstract

Jeruk lemon (Citrus limon Linn.) merupakan tanaman dengan jenis kulit yang memiliki kandungan senyawa fitokimia yaitu flavonoid, terpenoid, tanin dan limonen yang dapat dimanfaatkan sebagai insektisida nabati. Kandungan senyawa kimia tersebut memiliki kemampuan untuk mortalitas nyamuk, dan berperan sebagai racun pernapasan serta racun perut bagi nyamuk tersebut. Tujuan penelitian ini yaitu untuk mengetahui pengaruh dari ekstrak kulit jeruk lemon (Citrus limon Linn.) terhadap mortalitas nyamuk Aedes sp., serta mengetahui potensinya sebagai repellent. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah eksperimen dengan menggunakan rancangan penelitian berupa Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang dilakukan dengan menggunakan 3 perlakuan variasi dosis ekstrak kulit jeruk lemon (Citrus limon Linn.) yaitu 25%, 27,5%, dan 30% serta kontrol (+) dan (-). Pengumpulan data dilakukan dengan melihat dan mencatat mortalitas/kematian dari nyamuk Aedes sp. setelah diberikan perlakuan dan mengamati nyamuk yang hinggap pada tubuh mencit dan menghitung jumlah nyamuk yang hinggap menggunakan rumus Daya Proteksi. Data diuji statistik menggunakan Anava Satu Jalur dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nyata Terkecil). Hasil penelitian diperoleh nilai Fhitung˃Ftabel yaitu 0,484 pada taraf α=0,05 sehingga H0 ditolak dan H1 diterima. Artinya terdapat pengaruh yang signifikan dari masing-masing perlakuan. Dosis terbaik yang efektif yaitu dosis 30% dengan jumlah nyamuk mati sebanyak 50 ekor. Daya proteksi tertinggi pada konsentrasi 30% sebesar 97,3%, sedangkan daya proteksi terendah pada konsentrasi 25% sebesar 77,1%.
Potensi Air Liur Nyamuk sebagai Biomarker Diagnosis Infeksi Dengue Suharno Zen; Nadya Syarifatul Fajriyah; Ilham Fathurrahman; Miftahuz Zakiyah
Jurnal Sains Biomedis Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Sains Biomedis
Publisher : Prodi Sains Biomedis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/biomedis.v1i1.8941

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a disease caused by the dengue virus and transmitted through the bite of the Aedes aegypti mosquito. Early diagnosis is essential to reduce the severity and mortality rate of this infection. Recent studies have shown that mosquito saliva contains specific biomarkers that can be used to detect dengue infection non-invasively. This study uses a systematic literature review method, namely tracing and analyzing various scientific publications relevant to the topic of non-invasive diagnostics for dengue. The results of the study can be concluded that: that mosquito saliva has great potential as a source of biomarkers for non-invasive dengue diagnosis. This method can be a more effective and easily accessible solution, especially in dengue endemic areas. However, to increase its effectiveness, further research is needed in the aspects of developing biomarker-based diagnostic kits, validation in various epidemiological environments, integration of this method in the global health system and regulation of policy makers
Kajian Senyawa Aktif Tanaman Obat sebagai Agen Antihipertensi pada Kehamilan Nadya Syarifatul Fajriyah; Suharno Zen; Ilham Fathurrahman; Miftahuz Zakiyah
Jurnal Sains Biomedis Vol. 1 No. 1 (2025): Jurnal Sains Biomedis
Publisher : Prodi Sains Biomedis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/biomedis.v1i1.8949

Abstract

Hypertension during pregnancy is a major complication that poses significant risks to both maternal and fetal health. While pharmacological treatments are commonly used, their application is often limited due to potential adverse effects on fetal development, thereby necessitating safer alternative therapies, such as the use of medicinal plants. This study aims to examine the active compounds found in medicinal plants with antihypertensive potential and to evaluate their mechanisms of action within the context of pregnancy. A descriptive qualitative literature review was conducted by analyzing scientific articles published between 2010 and 2025 through databases such as PubMed, ScienceDirect, and Google Scholar. The review identified several plants, including Moringa oleifera, Zingiber officinale, Annona muricata, and Cymbopogon citratus, which contain bioactive compounds such as flavonoids, gingerol, acetogenins, and citral. These compounds contribute to blood pressure reduction through mechanisms such as vasodilation, antioxidant activity, diuretic effects, and inhibition of the angiotensin-converting enzyme (ACE). The findings suggest that these active compounds from medicinal plants have promising potential as safe antihypertensive agents during pregnancy; however, further large-scale clinical trials are necessary to confirm their long-term safety and efficacy
TROMBOSITOPENIA DAN HEMORAGIK PADA ANAK DENGAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD): KAJIAN LITERATUR Miftahuz Zakiyah; Ilham Fathurrahman; Nadya Syarifatul Fajriyah; Suharno Zen; Yuda Nabella Prameswari; Benedikta Diah Saraswati
Jurnal Sains Biomedis Vol. 1 No. 02 (2025): Jurnal Sains Biomedis
Publisher : Prodi Sains Biomedis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/biomedis.v1i02.10612

Abstract

Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) remains a major cause of morbidity among children in Indonesia. Thrombocytopenia is one of the key hematological abnormalities associated with progression to hemorrhagic manifestations.This review aims to summarize current evidence related to thrombocytopenia and clinical hemorrhagic features in pediatric DHF based on several Indonesian studies. A narrative review was conducted using 20 references focusing on pediatric DHF, thrombocytopenia, clinical manifestations, and disease severity.Data from the reviewed studies indicate that thrombocytopenia occurs in more than 70% of DHF cases and typically worsens around days 3–7 of fever. Hemorrhagic manifestations such as petechiae, gum bleeding, and prolonged fever duration are associated with lower platelet count and higher disease severity. Nutritional status, duration of fever, and clinical progression also influence the degree of hemorrhage in children. Thrombocytopenia is a consistent predictor of hemorrhagic complications in pediatric DHF. Early recognition of platelet decline and clinical bleeding signs is crucial in preventing progression to severe dengue.
Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Spray Anti Nyamuk Alami (Serai dan Kemangi) di SMA MUAD Kota Metro Nadya Syarifatul Fajriyah; Miftahuz Zakiyah; Ilham Fathurrahman; Suharno Zen
SINAR SANG SURYA Vol 10 No 1 (2026): Januari 2026
Publisher : UM Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/sss.v10i1.4768

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat dengan judul “Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Spray Anti Nyamuk Alami (Serai dan Kemangi) di SMA Muhammadiyah Ahmad Dahlan Kota Metro” bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan siswa mengenai pencegahan penyakit yang ditularkan oleh nyamuk melalui pemanfaatan bahan alami lokal. Latar belakang kegiatan ini didasarkan pada masih tingginya kasus penyakit tular vektor seperti demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia, serta tingginya penggunaan bahan kimia sintetis dalam produk anti nyamuk yang berpotensi menimbulkan efek samping terhadap kesehatan dan lingkungan. Metode pelaksanaan kegiatan meliputi sosialisasi mengenai penyakit akibat gigitan nyamuk dan bahaya penggunaan bahan kimia, dilanjutkan dengan pelatihan pembuatan spray anti nyamuk alami berbahan dasar serai (Cymbopogon citratus) dan kemangi (Ocimum basilicum). Evaluasi kegiatan dilakukan melalui post-test, observasi aktivitas peserta, serta penyebaran kuesioner kepuasan mitra. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pengetahuan siswa sebesar 78% berdasarkan hasil post-test. Seluruh peserta mampu membuat produk spray alami dengan aroma yang khas, larutan stabil, dan kemasan menarik. Kegiatan ini juga meningkatkan kesadaran siswa terhadap pentingnya penggunaan bahan alami yang ramah lingkungan serta menumbuhkan semangat inovasi dan kewirausahaan berbasis sains. Secara keseluruhan, kegiatan ini memberikan dampak positif dalam  peningkatan literasi sains, kesadaran kesehatan lingkungan, dan kolaborasi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam penerapan ilmu biomedis terapan.
Perbandingan Aktivitas Antioksidan Ekstrak Buah Bit, Cabai, dan Buah Naga Menggunakan Metode DPPH faradita dhiyan putri; Nadya Syarifatul Fajriyah; Miftahuz Zakiyah; Ilham Fathurrahman; Suharno zen
Jurnal Sains Biomedis Vol. 2 No. 01 (2026): Jurnal Sains Biomedis
Publisher : Prodi Sains Biomedis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/biomedis.v2i01.11551

Abstract

Radikal bebas merupakan molekul reaktif yang memiliki elektron tidak berpasangan sehingga dapat merusak sel dengan cara mengambil elektron dari molekul lain. Radikal bebas dapat berasal dari faktor eksternal seperti sinar matahari, polusi, asap rokok, serta bahan kimia, maupun terbentuk secara alami dalam tubuh melalui proses metabolisme. Oleh karena itu, diperlukan antioksidan untuk menetralkan radikal bebas tersebut. Buah bit (Beta vulgaris), cabai (Capsicum annuum L.), dan buah naga (Hylocereus polyrhizus) merupakan bahan pangan nabati yang mengandung senyawa bioaktif seperti flavonoid, fenolik, vitamin C, dan pigmen alami (betalain dan antosianin) yang berpotensi sebagai antioksidan. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas antioksidan dari ketiga ekstrak tersebut menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil). Metode ini didasarkan pada penurunan absorbansi larutan DPPH berwarna ungu akibat reaksi dengan senyawa antioksidan yang mendonorkan atom hidrogen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aktivitas antioksidan ketiga sampel berbeda-beda. Cabai memiliki aktivitas antioksidan tertinggi dengan nilai inhibisi maksimum sebesar 90,36% pada konsentrasi 60 ppm. Buah bit menunjukkan aktivitas antioksidan sedang dengan nilai maksimum sekitar 55,41% pada konsentrasi 80 ppm. Sementara itu, buah naga memiliki aktivitas antioksidan terendah dengan nilai inhibisi maksimum sekitar 30%. Perbedaan ini dipengaruhi oleh kandungan senyawa bioaktif dalam masing-masing sampel. Berdasarkan hasil tersebut, urutan kekuatan aktivitas antioksidan adalah cabai, buah bit, dan buah naga. Meskipun demikian, ketiganya tetap berpotensi sebagai sumber antioksidan alami yang bermanfaat bagi kesehatan.
PERBANDINGAN METODE FERMENTASI DAN PEMANASAN TERHADAP PROFIL KUALITAS MINYAK KELAPA MURNI Salsabila Dewi Larasati; Suharno Zen; Miftahuz Zakiyah; Ilham Fathurrahman; Nadya Syarifatul Fajriyah
Jurnal Sains Biomedis Vol. 2 No. 01 (2026): Jurnal Sains Biomedis
Publisher : Prodi Sains Biomedis Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Metro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24127/biomedis.v2i01.11575

Abstract

Kelapa merupakan komoditas unggulan di Indonesia dengan potensi besar untuk diubah menjadi Minyak Kelapa Murni (VCO). Produksi VCO sangat bergantung pada efektivitas pemecahan emulsi santan yang stabil berkat ikatan protein. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan efektivitas antara metode pemanasan terkendali dan metode fermentasi dengan menggunakan Saccharomyces cerevisiae dalam menghasilkan VCO berkualitas tinggi. Pendekatan yang digunakan adalah eksperimen untuk membandingkan mekanisme denaturasi protein melalui pemanasan dan aktivitas enzim proteolitik pada fermentasi. Parameter yang diukur termasuk mekanisme pemisahan fase minyak dan efisiensi hasil. Temuan menunjukkan bahwa metode pemanasan jauh lebih efektif dalam menghasilkan rendemen, yaitu sebesar 34%, sementara metode fermentasi hanya menghasilkan 2%. Perbedaan ini disebabkan oleh kecepatan destabilisasi protein dan pengurangan viskositas larutan selama pemanasan. Dalam hal fisik, kedua metode menghasilkan VCO yang memenuhi kriteria mutu, yaitu jernih, memiliki aroma kelapa yang khas, dan tidak berbau tengik. Walau kedua cara berhasil memecah emulsi santan, metode pemanasan memberikan hasil yang lebih optimal untuk produksi dalam jumlah besar dibandingkan dengan metode fermentasi.