Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

The Effect Of Principal Academic Supervision And Teacher Performance On Student Learning Outcomes In Elementary Schools In South Kotamobagu District, Kotamobagu City Wiwin Herswinda Mamonto; Meisie L. Mangantes; Widdy H. F. Rorimpandey
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 3 April 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effect of principal academic supervision and teacher performance on student learning outcomes in elementary schools in South Kotamobagu District, Kotamobagu City. This study employed a quantitative approach using an ex post facto method, as the variables were observed based on existing conditions without any experimental treatment. The population consisted of teachers and students, with samples including teachers and fifth-grade students selected through purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation. Questionnaires were used to measure principal academic supervision and teacher performance, observation was conducted to support data related to the learning process, while documentation was used to obtain student learning outcomes data. The collected data were analyzed using simple linear regression and multiple linear regression techniques. Prior to hypothesis testing, prerequisite tests were conducted, including normality, linearity, and multicollinearity tests to ensure the appropriateness of the data. The results of the analysis indicate that principal academic supervision has a positive and significant effect on student learning outcomes with a significance value of 0.004 < 0.05. Teacher performance also shows a positive and significant effect on student learning outcomes with a significance value of 0.000 < 0.05. Furthermore, simultaneously, principal academic supervision and teacher performance have a significant effect on student learning outcomes with a significance value of 0.000 < 0.05. These findings indicate an interrelated relationship between academic supervision, teacher performance, and student learning outcomes in the learning process at the elementary school level. Keywords: academic supervision, teacher performance, learning outcomes
Penerapan Layanan Konseling Individu dengan Teknik Assertive Training untuk Meningkatkan Kemampuan Mengelola Emosi pada Siswa SMP Negeri 1 Tomohon Bunga Irene Nufreecia; Meisie L. Mangantes; Djailan Mansur
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.278

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam mengelola emosi akitbat ketidakmampuan mengekspresikan perasaan secara terbuka yang menyebabkan penumpukan tekanan emosional dan konflik. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan mengelola emosi siswa melalui penerapan layanan konseling individu dengan teknik assertive training. Metode dalam penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK) dengan dua siklus, masing-masing mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah satu siswa yang mengalami kesulitan pengelolaan emosi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan mengelola emosi konseli. Pada siklus I, tingkat kemampuan mengelola emosi siswa berada pada kategori sedang. Setelah siklus II, kemampuan tersebut mengalami peningkatan menjadi kategori tinggi. Hal tersebut menandakan efektifitas teknik assertive training dalam meningkatkan kemampuan mengelola emosi siswa khususnya individu yang kesulitan mengungkapkan perasaan secara terbuka, sehingga dapat diterapkan sebagai intervensi optimal dalam layanan Bimbingan dan Konseling. Abstract This research is motivated by students' difficulties in managing emotions and the inability to express their feelings openly which leads to the accumulation of emotional pressure and conflict. The purpose of this research is to improve students' ability to manage emotions through the application of individual counseling services with assertive training techniques. The method in this study uses Counseling Guidance Action Research (PTBK) with two cycles, each including the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subject in this study was one student who experienced difficulty managing emotions. The results of the study showed a significant increase in the ability to manage counselors' emotions. In the first cycle, the level of students' ability to manage emotions is in the medium category. After cycle II, this ability has increased to the high category. This indicates the effectiveness of assertive training techniques in improving the ability to manage students' emotions, especially individuals who have difficulty expressing their feelings openly, so that they can be applied as an optimal intervention in Guidance and Counseling services.
Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Self Management untuk Mengurangi Perilaku Terlambat pada Peserta Didik di SMP Negeri 5 Lirung Ferla Maradesa; Meisie L. Mangantes; Meike Endang Hartati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan serta efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik self management dalam mengurangi perilaku terlambat peserta didik di SMP Negeri 5 Lirung. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 peserta didik kelas VII yang memiliki kebiasaan datang terlambat ke sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui perubahan perilaku peserta didik selama proses tindakan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan layanan bimbingan kelompok dengan teknik self management efektif dalam mengurangi perilaku terlambat peserta didik. Hal ini ditunjukkan melalui penurunan rata-rata keterlambatan peserta didik dari 6 kali pada tahap pra-siklus menjadi 3 kali pada siklus I, dan kembali menurun menjadi 1 kali pada siklus II. Selain itu, hasil observasi dan angket menunjukkan adanya peningkatan disiplin waktu serta kesadaran peserta didik dalam mematuhi aturan sekolah. Dengan demikian bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik self management efektif digunakan untuk mengurangi perilaku terlambat peserta didik di SMP Negeri 5 Lirung.
Penerapan Layanan Konseling Individu dengan Teknik Assertive Training untuk Meningkatkan Kemampuan Mengelola Emosi pada Siswa SMP Negeri 1 Tomohon Bunga Irene Nufreecia; Meisie L. Mangantes; Djailan Mansur
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.278

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam mengelola emosi akitbat ketidakmampuan mengekspresikan perasaan secara terbuka yang menyebabkan penumpukan tekanan emosional dan konflik. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan mengelola emosi siswa melalui penerapan layanan konseling individu dengan teknik assertive training. Metode dalam penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK) dengan dua siklus, masing-masing mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah satu siswa yang mengalami kesulitan pengelolaan emosi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan mengelola emosi konseli. Pada siklus I, tingkat kemampuan mengelola emosi siswa berada pada kategori sedang. Setelah siklus II, kemampuan tersebut mengalami peningkatan menjadi kategori tinggi. Hal tersebut menandakan efektifitas teknik assertive training dalam meningkatkan kemampuan mengelola emosi siswa khususnya individu yang kesulitan mengungkapkan perasaan secara terbuka, sehingga dapat diterapkan sebagai intervensi optimal dalam layanan Bimbingan dan Konseling. Abstract This research is motivated by students' difficulties in managing emotions and the inability to express their feelings openly which leads to the accumulation of emotional pressure and conflict. The purpose of this research is to improve students' ability to manage emotions through the application of individual counseling services with assertive training techniques. The method in this study uses Counseling Guidance Action Research (PTBK) with two cycles, each including the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subject in this study was one student who experienced difficulty managing emotions. The results of the study showed a significant increase in the ability to manage counselors' emotions. In the first cycle, the level of students' ability to manage emotions is in the medium category. After cycle II, this ability has increased to the high category. This indicates the effectiveness of assertive training techniques in improving the ability to manage students' emotions, especially individuals who have difficulty expressing their feelings openly, so that they can be applied as an optimal intervention in Guidance and Counseling services.
Penerapan Layanan Bimbingan Kelompok dengan Teknik Self Management untuk Mengurangi Perilaku Terlambat pada Peserta Didik di SMP Negeri 5 Lirung Ferla Maradesa; Meisie L. Mangantes; Meike Endang Hartati
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.344

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui penerapan serta efektivitas layanan bimbingan kelompok dengan teknik self management dalam mengurangi perilaku terlambat peserta didik di SMP Negeri 5 Lirung. Penelitian ini menggunakan pendekatan Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Setiap siklus terdiri atas tahap perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 10 peserta didik kelas VII yang memiliki kebiasaan datang terlambat ke sekolah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan angket. Analisis data menggunakan teknik deskriptif kuantitatif dan kualitatif untuk mengetahui perubahan perilaku peserta didik selama proses tindakan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan layanan bimbingan kelompok dengan teknik self management efektif dalam mengurangi perilaku terlambat peserta didik. Hal ini ditunjukkan melalui penurunan rata-rata keterlambatan peserta didik dari 6 kali pada tahap pra-siklus menjadi 3 kali pada siklus I, dan kembali menurun menjadi 1 kali pada siklus II. Selain itu, hasil observasi dan angket menunjukkan adanya peningkatan disiplin waktu serta kesadaran peserta didik dalam mematuhi aturan sekolah. Dengan demikian bahwa layanan bimbingan kelompok dengan teknik self management efektif digunakan untuk mengurangi perilaku terlambat peserta didik di SMP Negeri 5 Lirung.
Perbedaan Motivasi Belajar Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Universitas Negeri Manado Pengguna Artificial Intelligence (ChatGPT) Berdasarkan Jenis Kelamin Tania R. A. Gultom; Meisie L. Mangantes; Rinna Y. Kasenda
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.572

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada perbedaan motivasi belajar antara mahasiswa laki-laki dan perempuan yang menggunakan Artificial Intelligence (ChatGPT) di Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Manado. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-korelasional dengan rancangan ex post facto. Dari total populasi 188 mahasiswa aktif angkatan 2023-2025, diambil sampel sebanyak 128 responden (26 laki-laki dan 102 perempuan) melalui teknik disproportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang terdiri dari 14 butir pernyataan. Selain statistik deskriptif, analisis data juga dilakukan melalui uji normalitas (Shapiro-Wilk dan Kolmogorov-Smirnov), uji homogenitas Levene, serta uji t (Independent Sample T-Test) untuk menguji hipotesis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor motivasi belajar antara kedua kelompok tersebut sangat mirip, yaitu 51,62 (SD = 7,047) untuk mahasiswa laki-laki dan 51,82 (SD = 6,361) untuk mahasiswi perempuan. Perbedaan yang sangat kecil, yaitu hanya 0,16 poin ini, menghasilkan nilai signifikansi 2-tailed sebesar 0,929 (p > 0,05), sehingga H0 diterima. Dengan demikian, data ini membuktikan bahwa faktor gender tidak memberikan perbedaan yang nyata secara statistik terhadap motivasi belajar mahasiswa pengguna ChatGPT. Temuan ini menunjukkan bahwa dorongan dan semangat belajar mahasiswa sebenarnya tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin, melainkan lebih ditentukan oleh faktor lain seperti karakteristik pribadi, kebutuhan tugas kuliah, serta tingkat literasi digital mereka. Abstract This study aims to examine whether there are differences in learning motivation between male and female students who use Artificial Intelligence (ChatGPT) in the Guidance and Counseling Program at Manado State University. This study employed a descriptive-correlational quantitative approach with an ex post facto design. From a total population of 188 active students in the 2023-2025 cohort, a sample of 128 respondents (26 male and 102 female) was selected using disproportionate stratified random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire consisting of 14 statements. In addition to descriptive statistics, data analysis was conducted using normality tests (Shapiro-Wilk and Kolmogorov-Smirnov), Levene’s test for homogeneity of variances, and an independent samples t-test to test the main hypothesis. The results showed that the mean learning motivation scores between the two groups were very similar: 51.62 (SD = 7.047) for male students and 51.82 (SD = 6.361) for female students. This very small difference-only 0.16 points-resulted in a two-tailed significance value of 0.929 (p > 0.05), so H0 was accepted. Thus, these data demonstrate that gender does not have a statistically significant effect on the learning motivation of students who use ChatGPT. These findings suggest that students’ motivation and enthusiasm for learning are not actually influenced by gender, but are instead determined by other factors such as personal characteristics, academic assignment requirements, and their level of digital literacy.
Perbedaan Motivasi Belajar Mahasiswa Program Studi Bimbingan Konseling Universitas Negeri Manado Pengguna Artificial Intelligence (ChatGPT) Berdasarkan Jenis Kelamin Tania R. A. Gultom; Meisie L. Mangantes; Rinna Y. Kasenda
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.572

Abstract

Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk melihat apakah ada perbedaan motivasi belajar antara mahasiswa laki-laki dan perempuan yang menggunakan Artificial Intelligence (ChatGPT) di Program Studi Bimbingan dan Konseling, Universitas Negeri Manado. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif-korelasional dengan rancangan ex post facto. Dari total populasi 188 mahasiswa aktif angkatan 2023-2025, diambil sampel sebanyak 128 responden (26 laki-laki dan 102 perempuan) melalui teknik disproportionate stratified random sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner skala Likert yang terdiri dari 14 butir pernyataan. Selain statistik deskriptif, analisis data juga dilakukan melalui uji normalitas (Shapiro-Wilk dan Kolmogorov-Smirnov), uji homogenitas Levene, serta uji t (Independent Sample T-Test) untuk menguji hipotesis utama. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor motivasi belajar antara kedua kelompok tersebut sangat mirip, yaitu 51,62 (SD = 7,047) untuk mahasiswa laki-laki dan 51,82 (SD = 6,361) untuk mahasiswi perempuan. Perbedaan yang sangat kecil, yaitu hanya 0,16 poin ini, menghasilkan nilai signifikansi 2-tailed sebesar 0,929 (p > 0,05), sehingga H0 diterima. Dengan demikian, data ini membuktikan bahwa faktor gender tidak memberikan perbedaan yang nyata secara statistik terhadap motivasi belajar mahasiswa pengguna ChatGPT. Temuan ini menunjukkan bahwa dorongan dan semangat belajar mahasiswa sebenarnya tidak dipengaruhi oleh jenis kelamin, melainkan lebih ditentukan oleh faktor lain seperti karakteristik pribadi, kebutuhan tugas kuliah, serta tingkat literasi digital mereka. Abstract This study aims to examine whether there are differences in learning motivation between male and female students who use Artificial Intelligence (ChatGPT) in the Guidance and Counseling Program at Manado State University. This study employed a descriptive-correlational quantitative approach with an ex post facto design. From a total population of 188 active students in the 2023-2025 cohort, a sample of 128 respondents (26 male and 102 female) was selected using disproportionate stratified random sampling. Data were collected using a Likert-scale questionnaire consisting of 14 statements. In addition to descriptive statistics, data analysis was conducted using normality tests (Shapiro-Wilk and Kolmogorov-Smirnov), Levene’s test for homogeneity of variances, and an independent samples t-test to test the main hypothesis. The results showed that the mean learning motivation scores between the two groups were very similar: 51.62 (SD = 7.047) for male students and 51.82 (SD = 6.361) for female students. This very small difference-only 0.16 points-resulted in a two-tailed significance value of 0.929 (p > 0.05), so H0 was accepted. Thus, these data demonstrate that gender does not have a statistically significant effect on the learning motivation of students who use ChatGPT. These findings suggest that students’ motivation and enthusiasm for learning are not actually influenced by gender, but are instead determined by other factors such as personal characteristics, academic assignment requirements, and their level of digital literacy.