Claim Missing Document
Check
Articles

Found 10 Documents
Search

Layanan Bimbingan Klasikal dengan Teknik Self Management dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Peserta Didik di SMA Katolik Karitas Tomohon Nurdiyani Tindi; Meisie Lenny Mangantes; Djailan Mansur
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik melalui penerapan layanan bimbingan klasikal dengan teknik self-management di SMA Katolik Karitas Tomohon. Permasalahan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya konsentrasi belajar peserta didik yang ditunjukkan melalui perilaku kurang fokus, mudah terdistraksi, serta kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 34 peserta didik kelas XI-E. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal dengan teknik self-management efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik. Pada tahap pra siklus terdapat 16 peserta didik (47,06%) berada pada kategori rendah. Setelah diberikan tindakan pada siklus I, jumlah peserta didik kategori rendah menurun menjadi 10 orang (29,42%). Selanjutnya pada siklus II kembali mengalami penurunan menjadi 3 peserta didik (8,82%), sedangkan peserta didik pada kategori tinggi meningkat yang awalnya hanya 8 orang (23,53%) pada pra siklus, dan meningkat lagi menjadi 14 orang (41,18%) pada siklus satu, dan lebih meningkat lagi mencapai 27 orang (79,41%). Meskipun masih terdapat 3 peserta didik pada kategori rendah, penelitian tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya karena indikator keberhasilan penelitian telah tercapai secara klasikal dan ketiga peserta didik tersebut telah menunjukkan adanya perubahan perilaku belajar dibandingkan sebelum diberikan layanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan klasikal dengan teknik self-management efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik kelas XI-E di SMA Katolik Karitas Tomohon
Layanan Bimbingan Klasikal dengan Teknik Self Management dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Peserta Didik di SMA Katolik Karitas Tomohon Nurdiyani Tindi; Meisie Lenny Mangantes; Djailan Mansur
Dedikasi: Jurnal Pengabdian Pendidikan dan Teknologi Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2026): Dedikasi 2026
Publisher : Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/dedikasi.v4i2.133

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik melalui penerapan layanan bimbingan klasikal dengan teknik self-management di SMA Katolik Karitas Tomohon. Permasalahan dalam penelitian ini dilatarbelakangi oleh rendahnya konsentrasi belajar peserta didik yang ditunjukkan melalui perilaku kurang fokus, mudah terdistraksi, serta kurang aktif dalam mengikuti pembelajaran. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. Subjek penelitian berjumlah 34 peserta didik kelas XI-E. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui angket. Analisis data dilakukan secara deskriptif kuantitatif melalui perhitungan persentase. Hasil penelitian menunjukkan bahwa layanan bimbingan klasikal dengan teknik self-management efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik. Pada tahap pra siklus terdapat 16 peserta didik (47,06%) berada pada kategori rendah. Setelah diberikan tindakan pada siklus I, jumlah peserta didik kategori rendah menurun menjadi 10 orang (29,42%). Selanjutnya pada siklus II kembali mengalami penurunan menjadi 3 peserta didik (8,82%), sedangkan peserta didik pada kategori tinggi meningkat yang awalnya hanya 8 orang (23,53%) pada pra siklus, dan meningkat lagi menjadi 14 orang (41,18%) pada siklus satu, dan lebih meningkat lagi mencapai 27 orang (79,41%). Meskipun masih terdapat 3 peserta didik pada kategori rendah, penelitian tidak dilanjutkan ke siklus berikutnya karena indikator keberhasilan penelitian telah tercapai secara klasikal dan ketiga peserta didik tersebut telah menunjukkan adanya perubahan perilaku belajar dibandingkan sebelum diberikan layanan. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa layanan bimbingan klasikal dengan teknik self-management efektif dalam meningkatkan konsentrasi belajar peserta didik kelas XI-E di SMA Katolik Karitas Tomohon
Penerapan Layanan Konseling Individu dengan Teknik Assertive Training untuk Meningkatkan Kemampuan Mengelola Emosi pada Siswa SMP Negeri 1 Tomohon Bunga Irene Nufreecia; Meisie L. Mangantes; Djailan Mansur
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.278

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam mengelola emosi akitbat ketidakmampuan mengekspresikan perasaan secara terbuka yang menyebabkan penumpukan tekanan emosional dan konflik. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan mengelola emosi siswa melalui penerapan layanan konseling individu dengan teknik assertive training. Metode dalam penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK) dengan dua siklus, masing-masing mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah satu siswa yang mengalami kesulitan pengelolaan emosi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan mengelola emosi konseli. Pada siklus I, tingkat kemampuan mengelola emosi siswa berada pada kategori sedang. Setelah siklus II, kemampuan tersebut mengalami peningkatan menjadi kategori tinggi. Hal tersebut menandakan efektifitas teknik assertive training dalam meningkatkan kemampuan mengelola emosi siswa khususnya individu yang kesulitan mengungkapkan perasaan secara terbuka, sehingga dapat diterapkan sebagai intervensi optimal dalam layanan Bimbingan dan Konseling. Abstract This research is motivated by students' difficulties in managing emotions and the inability to express their feelings openly which leads to the accumulation of emotional pressure and conflict. The purpose of this research is to improve students' ability to manage emotions through the application of individual counseling services with assertive training techniques. The method in this study uses Counseling Guidance Action Research (PTBK) with two cycles, each including the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subject in this study was one student who experienced difficulty managing emotions. The results of the study showed a significant increase in the ability to manage counselors' emotions. In the first cycle, the level of students' ability to manage emotions is in the medium category. After cycle II, this ability has increased to the high category. This indicates the effectiveness of assertive training techniques in improving the ability to manage students' emotions, especially individuals who have difficulty expressing their feelings openly, so that they can be applied as an optimal intervention in Guidance and Counseling services.
Layanan Konseling Kelompok dengan Teknik Rational Emotive Therapy untuk Meningkatkan Kemampuan Mengelola Emosi pada Siswa SMP Frater Don Bosco Tomohon Selah Hastari; Meisie Lenny Mangantes; Djailan Mansur
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.286

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan peserta didik SMP dalam mengelola emosi seperti kecemasan, kemarahan, dan stres akibat keyakinan irasional, yang berdampak pada prestasi akademik dan hubungan sosial di SMP Frater Don Bosco Tomohon. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen emosi siswa dengan menerapkan layanan konseling kelompok berdasarkan teknik Rational Emotive Therapy (RET). Penelitian ini menggunakan Penelitian tindakan Bimbingan Konseling (PTBK) yang dilakukan selama dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang melibatkan enam siswa.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan mengelola emosi peserta didik. Pada siklus I, rata-rata skor angket berada pada kategori sedang (36,83) dengan persentase 61,38%, meningkat menjadi kategori tinggi (57) dengan persentase 95% pada siklus II dengan kenaikan 33,62% dan seluruh peserta mencapai skor tinggi (46-60). Hal tersebut menandakan efektivitas teknik RET dalam mengubah keyakinan irasional menjadi pola pikir positif, khususnya pengendalian marah, keterbukaan perasaan, dan sosialisasi, sehingga dapat diterapkan sebagai intervensi optimal dalam layanan Bimbingan dan Konseling.
Layanan Konseling Individu dengan Pendekatan Humanistik dalam Meningkatkan Resiliensi Siswa Korban Perundungan di SMP Negeri 6 Bitung Natalie Christy Alow; Meisie Lenny Mangantes; Djailan Mansur
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan resiliensi siswa korban perundungan melalui layanan konseling individu dengan pendekatan humanistik. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui perencanaan, observasi, Tindakan, analisis, refleksi, dan angket. Analisis data dilakukan untuk melihat peningkatan resiliensi siswa korban perundungan (subjek). Dari hasil penelitian pada siklus I dan siklus II menunjukkan adanya peningkatan resiliensi siswa setelah diberikan layanan konseling individu dengan pendekatan humanistik ditandai dengan kemampuan siswa mengelola emosi, meningkatkan kepercayaan diri, serta mampu menghadapi dan bangkit dari keterpurukan karena pengalaman perundungan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa layanan konseling individu dengan pendekatan humanistik efektif dalam meningkatkan resiliensi siswa korban perundungan.
Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak dengan Menggunakan Media Boneka Tangan pada Anak Kelompok B TK Imanuel Walian Adehlia Tahulending; Sofyan Amu; Djailan Mansur
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak melalui kegiatan mendengarkan cerita menggunakan media boneka tangan pada anak Kelompok B TK Imanuel Walian Kota Tomohon. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 11 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada siklus I, terdapat 6 anak atau 54% yang mencapai indikator perkembangan, sedangkan 5 anak atau 45% belum berhasil karena masih malu, kurang percaya diri, dan belum fokus saat pembelajaran. Pada siklus II, kemampuan berbahasa anak meningkat menjadi 100%. Anak sudah lebih aktif, berani berbicara, mampu menjawab pertanyaan, serta menceritakan kembali isi cerita. Dengan demikian, media boneka tangan efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Saran dalam penelitian ini adalah guru diharapkan dapat menggunakan media pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif, seperti boneka tangan, agar dapat meningkatkan minat, perhatian, dan kemampuan berbahasa anak secara optimal.
Penerapan Layanan Konseling Individu dengan Teknik Assertive Training untuk Meningkatkan Kemampuan Mengelola Emosi pada Siswa SMP Negeri 1 Tomohon Bunga Irene Nufreecia; Meisie L. Mangantes; Djailan Mansur
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.278

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan siswa dalam mengelola emosi akitbat ketidakmampuan mengekspresikan perasaan secara terbuka yang menyebabkan penumpukan tekanan emosional dan konflik. Tujuan penelitian ini adalah meningkatkan kemampuan mengelola emosi siswa melalui penerapan layanan konseling individu dengan teknik assertive training. Metode dalam penelitian ini menggunakan Penelitian Tindakan Bimbingan Konseling (PTBK) dengan dua siklus, masing-masing mencakup tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek dalam penelitian ini adalah satu siswa yang mengalami kesulitan pengelolaan emosi. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan signifikan kemampuan mengelola emosi konseli. Pada siklus I, tingkat kemampuan mengelola emosi siswa berada pada kategori sedang. Setelah siklus II, kemampuan tersebut mengalami peningkatan menjadi kategori tinggi. Hal tersebut menandakan efektifitas teknik assertive training dalam meningkatkan kemampuan mengelola emosi siswa khususnya individu yang kesulitan mengungkapkan perasaan secara terbuka, sehingga dapat diterapkan sebagai intervensi optimal dalam layanan Bimbingan dan Konseling. Abstract This research is motivated by students' difficulties in managing emotions and the inability to express their feelings openly which leads to the accumulation of emotional pressure and conflict. The purpose of this research is to improve students' ability to manage emotions through the application of individual counseling services with assertive training techniques. The method in this study uses Counseling Guidance Action Research (PTBK) with two cycles, each including the stages of planning, implementation, observation, and reflection. The subject in this study was one student who experienced difficulty managing emotions. The results of the study showed a significant increase in the ability to manage counselors' emotions. In the first cycle, the level of students' ability to manage emotions is in the medium category. After cycle II, this ability has increased to the high category. This indicates the effectiveness of assertive training techniques in improving the ability to manage students' emotions, especially individuals who have difficulty expressing their feelings openly, so that they can be applied as an optimal intervention in Guidance and Counseling services.
Layanan Konseling Kelompok dengan Teknik Rational Emotive Therapy untuk Meningkatkan Kemampuan Mengelola Emosi pada Siswa SMP Frater Don Bosco Tomohon Selah Hastari; Meisie Lenny Mangantes; Djailan Mansur
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.286

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kesulitan peserta didik SMP dalam mengelola emosi seperti kecemasan, kemarahan, dan stres akibat keyakinan irasional, yang berdampak pada prestasi akademik dan hubungan sosial di SMP Frater Don Bosco Tomohon. Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan manajemen emosi siswa dengan menerapkan layanan konseling kelompok berdasarkan teknik Rational Emotive Therapy (RET). Penelitian ini menggunakan Penelitian tindakan Bimbingan Konseling (PTBK) yang dilakukan selama dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi yang melibatkan enam siswa.Hasil penelitian menunjukkan peningkatan signifikan kemampuan mengelola emosi peserta didik. Pada siklus I, rata-rata skor angket berada pada kategori sedang (36,83) dengan persentase 61,38%, meningkat menjadi kategori tinggi (57) dengan persentase 95% pada siklus II dengan kenaikan 33,62% dan seluruh peserta mencapai skor tinggi (46-60). Hal tersebut menandakan efektivitas teknik RET dalam mengubah keyakinan irasional menjadi pola pikir positif, khususnya pengendalian marah, keterbukaan perasaan, dan sosialisasi, sehingga dapat diterapkan sebagai intervensi optimal dalam layanan Bimbingan dan Konseling.
Layanan Konseling Individu dengan Pendekatan Humanistik dalam Meningkatkan Resiliensi Siswa Korban Perundungan di SMP Negeri 6 Bitung Natalie Christy Alow; Meisie Lenny Mangantes; Djailan Mansur
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.332

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan resiliensi siswa korban perundungan melalui layanan konseling individu dengan pendekatan humanistik. Penelitian ini menggunakan metode Penelitian Tindakan Bimbingan dan Konseling (PTBK) yang dilaksanakan dalam dua siklus. teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan melalui perencanaan, observasi, Tindakan, analisis, refleksi, dan angket. Analisis data dilakukan untuk melihat peningkatan resiliensi siswa korban perundungan (subjek). Dari hasil penelitian pada siklus I dan siklus II menunjukkan adanya peningkatan resiliensi siswa setelah diberikan layanan konseling individu dengan pendekatan humanistik ditandai dengan kemampuan siswa mengelola emosi, meningkatkan kepercayaan diri, serta mampu menghadapi dan bangkit dari keterpurukan karena pengalaman perundungan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa layanan konseling individu dengan pendekatan humanistik efektif dalam meningkatkan resiliensi siswa korban perundungan.
Meningkatkan Kemampuan Berbahasa Anak dengan Menggunakan Media Boneka Tangan pada Anak Kelompok B TK Imanuel Walian Adehlia Tahulending; Sofyan Amu; Djailan Mansur
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.402

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak melalui kegiatan mendengarkan cerita menggunakan media boneka tangan pada anak Kelompok B TK Imanuel Walian Kota Tomohon. Metode penelitian yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang dilaksanakan dalam dua siklus, dengan setiap siklus terdiri dari tahap perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Subjek penelitian berjumlah 11 anak. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berbahasa anak mengalami peningkatan pada setiap siklus. Pada siklus I, terdapat 6 anak atau 54% yang mencapai indikator perkembangan, sedangkan 5 anak atau 45% belum berhasil karena masih malu, kurang percaya diri, dan belum fokus saat pembelajaran. Pada siklus II, kemampuan berbahasa anak meningkat menjadi 100%. Anak sudah lebih aktif, berani berbicara, mampu menjawab pertanyaan, serta menceritakan kembali isi cerita. Dengan demikian, media boneka tangan efektif untuk meningkatkan kemampuan berbahasa anak. Saran dalam penelitian ini adalah guru diharapkan dapat menggunakan media pembelajaran yang lebih variatif dan interaktif, seperti boneka tangan, agar dapat meningkatkan minat, perhatian, dan kemampuan berbahasa anak secara optimal.