Claim Missing Document
Check
Articles

Found 11 Documents
Search

The Effect Of Principal Academic Supervision And Teacher Performance On Student Learning Outcomes In Elementary Schools In South Kotamobagu District, Kotamobagu City Wiwin Herswinda Mamonto; Meisie L. Mangantes; Widdy H. F. Rorimpandey
Riset : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Ilmu Volume 1, Nomor 3 April 2026
Publisher : PT. AHLAL PUBLISHER NUSANTARA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to analyze the effect of principal academic supervision and teacher performance on student learning outcomes in elementary schools in South Kotamobagu District, Kotamobagu City. This study employed a quantitative approach using an ex post facto method, as the variables were observed based on existing conditions without any experimental treatment. The population consisted of teachers and students, with samples including teachers and fifth-grade students selected through purposive sampling technique. Data were collected through questionnaires, observation, and documentation. Questionnaires were used to measure principal academic supervision and teacher performance, observation was conducted to support data related to the learning process, while documentation was used to obtain student learning outcomes data. The collected data were analyzed using simple linear regression and multiple linear regression techniques. Prior to hypothesis testing, prerequisite tests were conducted, including normality, linearity, and multicollinearity tests to ensure the appropriateness of the data. The results of the analysis indicate that principal academic supervision has a positive and significant effect on student learning outcomes with a significance value of 0.004 < 0.05. Teacher performance also shows a positive and significant effect on student learning outcomes with a significance value of 0.000 < 0.05. Furthermore, simultaneously, principal academic supervision and teacher performance have a significant effect on student learning outcomes with a significance value of 0.000 < 0.05. These findings indicate an interrelated relationship between academic supervision, teacher performance, and student learning outcomes in the learning process at the elementary school level. Keywords: academic supervision, teacher performance, learning outcomes
“Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD GMIM 1 Sarongsong” Hans Gregor Lesseng; Widdy H. F. Rorimpandey; Deddy F. Kumolontang
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.306

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk memperbaiki sekaligus mengangkat hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SD GMIM 1 Sarongsong melalui penggunaan model Project Based Learning. Subjek penelitian mencakup seluruh siswa kelas V yang berjumlah 21 orang. Kajian ini dilandasi oleh rendahnya capaian belajar yang berkaitan dengan kurang tepatnya pemilihan model pembelajaran oleh guru, sehingga proses belajar belum sepenuhnya menjawab kebutuhan siswa. Selain itu, peserta didik juga masih memperlihatkan kesulitan menjaga fokus ketika pembelajaran berlangsung, yang dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri maupun dari lingkungan sekitar. Metode yang digunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua putaran tindakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data diperoleh lewat observasi serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Project Based Learning mampu membawa perubahan yang jelas terhadap hasil belajar siswa. Pada siklus pertama, ketuntasan klasikal masih berada pada angka 47%, kemudian setelah dilakukan perbaikan pada siklus berikutnya meningkat menjadi 85% pada siklus kedua. Temuan tersebut menegaskan bahwa model Project Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD GMIM 1 Sarongsong.
“Penerapan Model Project Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar IPAS Siswa Kelas V SD GMIM 1 Sarongsong” Hans Gregor Lesseng; Widdy H. F. Rorimpandey; Deddy F. Kumolontang
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.306

Abstract

Penelitian ini diarahkan untuk memperbaiki sekaligus mengangkat hasil belajar IPAS peserta didik kelas V SD GMIM 1 Sarongsong melalui penggunaan model Project Based Learning. Subjek penelitian mencakup seluruh siswa kelas V yang berjumlah 21 orang. Kajian ini dilandasi oleh rendahnya capaian belajar yang berkaitan dengan kurang tepatnya pemilihan model pembelajaran oleh guru, sehingga proses belajar belum sepenuhnya menjawab kebutuhan siswa. Selain itu, peserta didik juga masih memperlihatkan kesulitan menjaga fokus ketika pembelajaran berlangsung, yang dipengaruhi oleh faktor dari dalam diri maupun dari lingkungan sekitar. Metode yang digunakan ialah Penelitian Tindakan Kelas model Kemmis dan McTaggart, yang dilaksanakan dalam dua putaran tindakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, pengamatan, dan refleksi. Data diperoleh lewat observasi serta tes hasil belajar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Project Based Learning mampu membawa perubahan yang jelas terhadap hasil belajar siswa. Pada siklus pertama, ketuntasan klasikal masih berada pada angka 47%, kemudian setelah dilakukan perbaikan pada siklus berikutnya meningkat menjadi 85% pada siklus kedua. Temuan tersebut menegaskan bahwa model Project Based Learning terbukti efektif dalam meningkatkan hasil belajar IPAS siswa kelas V SD GMIM 1 Sarongsong.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada Siswa Kelas III SD Katolik Santa Maria Lolah Keiyzia Vincentia Gratcia Kandou; Widdy H. F. Rorimpandey; Stelly Viane Manawan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Model Problem Based Learning dalam upaya mengoptimalkan capaian belajar Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada peserta didik Kelas III SD KATOLIK Santa Maria Lolah. Adapun metode riset yang dipakai ialah penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi dua siklus, di mana masing-masing siklusnya terdiri dari empat tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan/tindakan, pengamatan, dan evaluasi. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi dan tes. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa kelas III yang berjumlah 13 orang. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pada siklus I, rerata capaian belajar siswa mencapai angka 92,31%. Angka ini mengindikasikan bahwa proses pembelajaran pada siklus pertama belum tuntas sepenuhnya (100%) dan masih memerlukan perbaikan lebih lanjut. Pada siklus II, capaian belajar siswa mengalami kenaikan yang berarti hingga mencapai 100%. Dengan itu, bisa ditarik kesimpulan bahwa implementasi Model Problem Based Learning terbukti mampu meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas III SD KATOLIK Santa Maria Lolah.
Penerapan Model Problem Based Learning untuk Meningkatkan Hasil Belajar Pendidikan Kewarganegaraan pada Siswa Kelas III SD Katolik Santa Maria Lolah Keiyzia Vincentia Gratcia Kandou; Widdy H. F. Rorimpandey; Stelly Viane Manawan
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.564

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji implementasi Model Problem Based Learning dalam upaya mengoptimalkan capaian belajar Mata Pelajaran Pendidikan Kewarganegaraan pada peserta didik Kelas III SD KATOLIK Santa Maria Lolah. Adapun metode riset yang dipakai ialah penelitian tindakan kelas (PTK) yang meliputi dua siklus, di mana masing-masing siklusnya terdiri dari empat tahapan, yakni: perencanaan, pelaksanaan/tindakan, pengamatan, dan evaluasi. Data penelitian dikumpulkan melalui teknik observasi dan tes. Partisipan dalam penelitian ini adalah siswa kelas III yang berjumlah 13 orang. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa pada siklus I, rerata capaian belajar siswa mencapai angka 92,31%. Angka ini mengindikasikan bahwa proses pembelajaran pada siklus pertama belum tuntas sepenuhnya (100%) dan masih memerlukan perbaikan lebih lanjut. Pada siklus II, capaian belajar siswa mengalami kenaikan yang berarti hingga mencapai 100%. Dengan itu, bisa ditarik kesimpulan bahwa implementasi Model Problem Based Learning terbukti mampu meningkatkan hasil belajar Pendidikan Kewarganegaraan di Kelas III SD KATOLIK Santa Maria Lolah.
Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia Afriani Putri Timbowo; Widdy H. F. Rorimpandey; Deane Umboh
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.15838

Abstract

Pendidikan merupakan salah satu pilar penting dalam membangun kualitas sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing. Pada penelitian ini terdapat faktor yang menyebabkan haisl belajar siswa rendah yaitu Metode pengajaran yang monoton dan didominasi dengan pendekatan konvensional, dan kurangnya penggunaan media pembelajaran yang interaktif dan menarik. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan motede studi literatur dengan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil kajian literatur dari 5 artikel diatas terkait Penggunaan Media Pembelajaran Interaktif Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia menjelaskan bahwa penggunaan media pembelajaran interaktif membuat pembelajaran efektif dan efisiesn, sehingga hasil belajar siswa dapat meningkat. Penggunaan media pembelajaran interaktif juga berguna untuk siswa dalma menyelesaikan masalah di dalam kehidupan nyata secaara kritis.
Makna dan Dampak Tradisi Ma’pasilaga Tedong (Adu Kerbau) Terhadap Disiplin dan Kehadiran Siswa di Sekolah Dasar di Tana Toraja Inriani Toding; Widdy H. F. Rorimpandey; Deane Umboh
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.15839

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pergeseran makna tradisi Ma’pasilaga Tedong (adu kerbau) di Toraja, yang semula merupakan bagian dari upacara adat Rambu Solo’ sebagai penghormatan leluhur, namun kini sering menjadi ajang hiburan dan perjudian. Pergeseran ini berdampak pada nilai budaya, perilaku, kedisiplinan, dan kehadiran siswa sekolah dasar. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis dampak tradisi Ma’pasilaga Tedong terhadap kedisiplinan dan kehadiran siswa, mengidentifikasi faktor penyebabnya, serta merumuskan strategi pendidikan untuk menyeimbangkan pelestarian budaya dan kedisiplinan belajar. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan menelaah sumber ilmiah dan penelitian terdahulu yang relevan. Hasil kajian menunjukkan bahwa keterlibatan siswa dalam tradisi ini memiliki dampak ganda: menumbuhkan rasa kebersamaan dan cinta budaya, tetapi juga menurunkan motivasi belajar dan disiplin waktu. Faktor lingkungan sosial, keluarga, sekolah, dan teman sebaya berperan besar dalam membentuk perilaku siswa terhadap tradisi tersebut. Strategi yang direkomendasikan meliputi integrasi nilai budaya dalam pembelajaran, kerja sama antara sekolah, keluarga, dan tokoh adat, serta pendidikan karakter berbasis budaya lokal. Kesimpulannya, pelestarian budaya dan kedisiplinan belajar dapat berjalan selaras melalui pendekatan pendidikan yang inklusif dan kontekstual, sehingga tradisi Ma’pasilaga Tedong dapat menjadi sarana pembentukan karakter siswa yang berdisiplin dan mencintai warisan budayanya.
Peningkatan Kemampuan Literasi Siswa melalui Penggunaan Media Digital Interaktif Solagratia Aprili Rumimper; Deane Umboh; Widdy H. F. Rorimpandey
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.15840

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan bagaimana media digital interaktif diterapkan dalam pembelajaran membaca untuk meningkatkan kemampuan literasi membaca siswa kelas V di SD GMIM 35 Manado. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media digital seperti e-book interaktif, video pembelajaran, dan aplikasi edukatif tidak hanya meningkatkan minat baca siswa tetapi juga membantu mereka memahami isi bacaan dengan lebih baik. Media digital memberikan pengalaman belajar yang lebih menarik, interaktif, dan bermakna. Meskipun terdapat beberapa kendala seperti keterbatasan perangkat dan jaringan, kreativitas guru serta dukungan sekolah dan orang tua menjadi faktor penting dalam menyukseskan penerapan media digital interaktif. Penelitian ini menegaskan bahwa integrasi teknologi dalam pembelajaran merupakan strategi yang efektif dan relevan untuk meningkatkan literasi membaca di era digital.
Dampak Penggunaan Aplikasi Edukasi Gamifikasi pada Motivasi Belajar Peserta Didik SD Jesita Evani Pinu; Deane Umboh; Widdy H. F. Rorimpandey
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.15841

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam dunia pendidikan, salah satunya melalui hadirnya aplikasi edukasi berbasis gamifikasi. Aplikasi ini mengintegrasikan elemen permainan ke dalam pembelajaran sehingga proses belajar menjadi lebih interaktif dan menyenangkan bagi peserta didik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak penggunaan aplikasi gamifikasi terhadap motivasi belajar siswa sekolah dasar, mengidentifikasi faktor-faktor yang mendukung peningkatan motivasi, serta menelaah kendala yang muncul dalam penerapannya. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif melalui observasi dan wawancara terhadap siswa yang menggunakan Kahoot, Quizizz, dan Duolingo. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gamifikasi mampu meningkatkan motivasi belajar melalui peningkatan rasa senang, kompetitif, dan keingintahuan siswa. Kendala yang ditemukan meliputi keterbatasan jaringan internet, kurangnya pendampingan guru, serta kecenderungan siswa lebih fokus pada aspek permainan dibandingkan pemahaman materi.
Pemanfaatan Teknologi untuk Meningkatkan Efektivitas Pembelajaran Mendalam (Deep Learning) di Sekolah Dasar Maria I. Warangkiran; Deane Umboh; Widdy H. F. Rorimpandey
ULIL ALBAB : Jurnal Ilmiah Multidisiplin Vol. 5 No. 3: Februari 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/jim.v5i3.15851

Abstract

Penelitian ini membahas peran pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan efektivitas pembelajaran dan mendorong terwujudnya pembelajaran mendalam (deep learning) di sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah berbagai hasil penelitian terdahulu mengenai integrasi teknologi dalam pendidikan dasar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan alat digital, media interaktif, dan platform pembelajaran daring dapat meningkatkan keterlibatan, pemahaman, dan hasil belajar siswa. Selain itu, teknologi juga berperan dalam mendukung deep learning dengan menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, serta penerapan pengetahuan dalam konteks nyata. Namun, keberhasilan implementasinya bergantung pada kompetensi guru, ketersediaan infrastruktur, serta dukungan institusional. Penelitian ini menyimpulkan bahwa optimalisasi teknologi dalam pembelajaran di sekolah dasar memerlukan tidak hanya akses digital, tetapi juga inovasi pedagogis yang menekankan pembelajaran bermakna.