Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PELANGGARAN MAKSIM DALAM PODCAST “PURBAYA YUDHI SADEWA (KETUA DEWAN KOMISIONER LPS): LPS DISERANG 3 M HACKER?” Elva Meilani Sagita; sonya Trikandi; Hugo Dimas Ohsyahida; Pramudita Arjuna AP; Tiara
PENTAS : Jurnal Ilmiah Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 12 No 1 (2026): PENTAS: Mei 2026
Publisher : Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52166/pentas.v12i1.12524

Abstract

This study investigates psycholinguistic aspects related to human thought processes in understanding and producing language by analyzing maxim violations in the CXO Media podcast featuring Purbaya Yudhi Sadewa (Chairman of the LPS Board of Commissioners). By applying pragmatic qualitative methods and a descriptive approach, this study aims to reveal how spontaneous communication strategies in oral conversations can deviate from the Cooperative Principle proposed by Grice. The results of the analysis revealed 7 (seven) findings of maxim violations including, 4 (four) violations of the maxim of quality, characterized by exaggeration and simplification of facts without sufficient evidence, 2 (two) violations of the maxim of quantity due to providing unclear and inconsistent information, and 1 (one) violation of the maxim of manner involving the use of unclear, repetitive, and wordy language. Overall, these findings indicate that maxim violations in the context of sensitive issues such as customer fund security and cyber attacks act as psychological tools to convince the public, build a positive image, and provide a sense of security to listeners through persuasive delivery.
DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP PERGESERAN NORMA KESOPANAN DALAM INTERAKSI SOSIAL DI ERA DIGITAL Khoirun Nisa; Tiara; Rifa’atussalwa Hayati; sonya Trikandi
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2526

Abstract

Penelitian ini mengkaji tentang pengaruh media sosial terhadap pergeseran norma-norma kesopanan dalam interaksi sosial di Indonesia. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, penelitian ini mengungkap bahwa media sosial mendorong pergeseran dalam cara berkomunikasi yang cenderung mengabaikan etika kesopanan yang sudah ada. Faktor-faktor utama yang berkontribusi pada timbulnya perilaku agresif, seperti perundungan daring dan penggunaan bahasa yang kurang sopan, adalah fenomena anonimitas, kontrol diri yang rendah, serta algoritma pada platform tersebut. Dampak sosial dari hal ini terlihat melalui meningkatnya konflik di dunia digital dan menurunnya kualitas interaksi langsung, sementara dari segi budaya, terjadi pengikisan nilai-nilai lokal seperti unggah-ungguh. Penelitian ini menyimpulkan bahwa penguatan kemampuan literasi digital dan penguatan kembali budaya lokal sangat penting untuk melindungi identitas bangsa di tengah derasnya arus globalisasi.
ANALISIS LINGUISTIK JUDUL BERITA CLICKBAIT DAN DAMPAKNYA TERHADAP LITERASI INFORMASI DALAM PERSPEKTIF PENDIDIKAN BAHASA Tiara; Diardana Prima Sintasari; Miftakhuddin
Jurnal Bastra (Bahasa dan Sastra) Vol. 11 No. 3 (2026): JURNAL BASTRA EDISI JULI 2026
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, FKIP, Universitas Halu Oleo Kampus Bumi Tridharma Andounohu Kendari, Provinsi Sulawesi Tenggara – Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36709/bastra.v11i3.2573

Abstract

Penelitian ini menganalisis manipulasi linguistik dalam judul berita clickbait pada media online dan dampaknya terhadap kemampuan membaca informasi. Dengan menggunakan metode kualitatif deskriptif, data dikumpulkan melalui teknik simak dan catat terhadap judul berita pada rentang waktu Oktober 2024 hingga Januari 2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media dengan sengaja memanfaatkan penghilangan elemen kalimat, homonim ambigu, dan interjeksi yang bersifat persuasif guna menciptakan celah informasi untuk meningkatkan rasa ingin tahu pembaca. Kegiatan ini terbukti menyebabkan kesalahpahaman di kalangan masyarakat dan merusak cara berpikir serta berbicara mereka. Penelitian ini menyarankan agar analisis kritis terhadap teks media dimasukkan ke dalam kurikulum merdeka sebagai upaya untuk meningkatkan daya tahan kognitif siswa di zaman digital.