Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Evaluasi Keberlanjutan Pertanian Jagung dalam mendukung Ketahanan Pangan (Studi Kecamatan Sawerigadi Kabupaten Muna Barat Indonesia) La Ode Muhammad Iksan Yusuf; Muhammad Firmansyah; Masyitah Masyitah; Sulistiani Syafitri
JIA (Jurnal Ilmiah Agribisnis) : Jurnal Agribisnis dan Ilmu Sosial Ekonomi Pertanian Vol. 10 No. 6 (2025)
Publisher : Department of Agribusiness, Halu Oleo University Jointly with Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia - Indonesian Society of Agricultural Economics (PERHEPI/ISAE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37149/jia.v10i6.2405

Abstract

Corn farming plays a strategic role in supporting food security and agricultural development, especially in rural areas that depend on local food commodities. Although various approaches have assessed the sustainability of corn farming at the regional and national levels, empirical studies at the subdistrict level that simultaneously integrate five dimensions of sustainability are still limited. This study aims to evaluate the level of sustainability of the corn farming system in supporting food security in Sawerigadi Subdistrict, West Muna Regency. Data were obtained through field observations, in-depth interviews, measured questionnaires, and Focus Group Discussions with farmers and farmer group leaders, as well as supported by secondary data. Sustainability analysis was conducted using a multidimensional approach covering economic, ecological, socio-cultural, institutional, and technological dimensions. The results show that the corn farming system is in the moderately sustainable category with an index value of 54.05. The economic and ecological dimensions are classified as moderately sustainable, while the socio-cultural dimension shows relatively better performance. Conversely, the institutional and technological dimensions are still in the less sustainable category. Sensitive attributes that affect sustainability are mainly related to the limitations of farmer institutions, low adoption of cultivation technology, and suboptimal market access. The main scientific contribution of this study is the provision of a multidimensional approach-based corn farming sustainability evaluation framework that empirically identifies the key dimensions and attributes that determine sustainability at the local level. These findings provide a scientific basis for the development of strategies to strengthen a more sustainable corn farming system in support of local food security.
Profil Sensori Produk Pangan Kering dengan Pemanfaaatan Tepung Ampas Kelapa dan Pati Sagu Shanti Fitriani; Ayu Diana; Erpiani Siregar; Fikratul Ihsan; Masyitah; Fadlila Endyra; Ririn Oktavia Sitinjak; Dimas Wahyudi
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i1.22598

Abstract

The potential of coconut pulp, which has not been optimally utilized, and the availability of sago starch in Riau Province presents a great opportunity for food product diversification. Food diversification can be carried out in snack bars and dry bread products. Sensory evaluation was conducted to determine acceptability, perceived quality attributes, and specific characteristics that arise from the use of coconut pulp flour and sago starch in the formulation. The objective of this study was to compare the sensory profiles of dry food products, namely snack bars and dry bread, with different coconut pulp flour and sago starch. A completely randomized design (CRD) with five treatments and four replicates was used. The results showed that coconut pulp flour and modified sago starch ratio (pregelatinization and HMT) had a significant effect on sensory attributes, especially brown color, while they had no significant effect on aroma, coconut pulp flavor, chewiness (snack bar), brittleness (dry white bread), or hedonic score. The best snack bar and dry bread treatments in this study were modified sago starch ratio and coconut pulp flour (80:20).
PENGARUH PERBANDINGAN TEPUNG MOCAF (MODIFIED CASSAVA FLOUR) DAN BUBUK DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) TERHADAP KARAKTERISTIK COOKIES Fadlila Endyra; Fikratul Ihsan; Masyitah; Nadya Novianti; Addiena Syahvina Nasution; Arum Rovarti Ningsih
JURNAL TEKNOLOGI PERTANIAN Vol. 15 No. 1 (2026)
Publisher : Prodi Teknologi Pangan Fakultas Pertanian Universitas Islam Indragiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32520/4zyakj14

Abstract

Penelitian ini mengeksplorasi penggunaan tepung MOCAF dan bubuk daun jambu biji sebagai bahan alternatif dalam pembuatan cookies untuk menilai pengaruh perbandingan rasio bahan terhadap karakteristik cookies. Desain penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima perlakuan dan tiga ulangan: A (100% tepung MOCAF, 0% bubuk daun jambu biji), B (98% tepung MOCAF, 2% bubuk daun jambu biji), C (96% tepung MOCAF, 4% bubuk daun jambu biji), D (94% tepung MOCAF, 6% bubuk daun jambu biji), dan E (92% tepung MOCAF, 8% bubuk daun jambu biji). Data dianalisis menggunakan ANOVA, dan uji Duncan’s New Multiple Range Test (DNMRT) pada tingkat signifikansi 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbandingan tepung MOCAF dan bubuk daun jambu biji berpengaruh signifikan terhadap kandungan air, kandungan abu, kandungan protein, aktivitas antioksidan, kandungan serat kasar, kekerasan, serta sifat organoleptik (warna, aroma, rasa, dan kerapuhan). Berdasarkan parameter kimia, fisik, mikrobiologi, dan organoleptik, perlakuan C (96% tepung MOCAF, 4% bubuk daun jambu biji) dipilih sebagai formulasi optimal, dengan rata-rata kandungan air 3,02%, kandungan abu 2,37%, kandungan protein 5,21%, kandungan lemak 26,73%, kandungan karbohidrat 62,67%, aktivitas antioksidan 31,54%, kandungan serat kasar 3,90%, kekerasan 86,02 N/cm², jumlah angka lempeng totak 7,0 × 10³ CFU/g, dan skor penerimaan organoleptik yang disukai.
Sosialisasi dan Pelatihan Pemanfaatan Minyak Jelantah Menjadi Lilin Aromaterapi Bagi Masyarakat di Desa Buluh Rampai Masyitah Masyitah; Yehezkiel Juansen Sinaga; Rissa Ariani Nasution; Nofry Dwi Adindio; Nurul Fazira; Risma Ariska Putri; Calista Leony Tri Ardini; Aulia Dwinda Rifani; Rifka Junita; Ulva Mayasari; Marsa Syifa Syauqi
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 4 (2026): JULI-AGUSTUS
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/jxe0q851

Abstract

Minyak jelantah merupakan minyak goreng yang telah digunakan untuk menggoreng berbagai jenis makanan berulang kali sehingga mengalami penurunan kualitas, sehingga menjadi limbah rumah tangga maupun usaha kuliner. Pembuangan minyak jelantah secara sembarangan dapat mencemari lingkungan, sedangkan penggunaan minyak jelantah secara berulang  membahayakan kesehatan jika diginakan secara berulang. Oleh karena itu, diperlukan upaya pemanfaatan minyak jelantah menjadi produk yang memiliki nilai jual. Salah satunya berupa pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi. Lilin aromaterapi dapat digunakan untuk pengharum ruangan, penyegaran, dan relaksasi. Pengabdian ini memberikan wawasan kepada ibu-ibu di Desa Buluh Rampai mengenai tata cara pembuatan lilin aromaterapi dari minyak jelantah dan juga memberikan motivasi serta peluang dalam berwirausaha. Kegiatan dilakukan dengan melakukan sosialisasi serta pelatihan langsungdemonstrasi dengan praktik cara pembuatan lilin aromaterapi, dengan tujuan agar masyarakat dapat mempraktikkannya secara mandiri. Kegiatan ini dilaksanakan di Desa buluh Rampai, Kecamatan Seberida, Indaragiri Hulu, pada hari Rabu, 22 Juli 2026 secara offline. Pesertanya berjumlah ± 20 orang yang terdiri dari ibu rumah tangga dan pelaku UMKM. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dalam mengelola minyak jelantah.
Pemanfaatan Rocket Stove Sebagai Solusi Pengurangan Pembakaran Sampah Terbuka di Desa Paya Rumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu oleh Mahasiswa Kukerta UNRI 2026 Masyitah; Aisyah Karimah; David Riski Saputra; Donna Suryani Malau; Jihan Salsabila; Kiki Herdiansyah Lubis; Muhammad Fakhri Hafizh; Mutia Hasanah; Nada Salsabila; Nadia Dwi Putri; Ratna Dewi; Windi Arjuna Saputra
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Agustus 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21993007

Abstract

Sampah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik masih menjadi persoalan lingkungan di berbagai wilayah perdesaan Indonesia, terutama pada wilayah yang memiliki keterbatasan fasilitas pengumpulan dan pengolahan sampah. Keterbatasan pelayanan pengelolaan sampah dapat mendorong masyarakat melakukan pengelolaan secara mandiri, termasuk melalui pembakaran sampah secara terbuka. Pembakaran sampah terbuka berpotensi menghasilkan partikulat dan black carbon serta dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembakaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengurangi praktik pembakaran sampah secara mandiri melalui pembangunan Rocket Stove sebagai fasilitas pembakaran sampah yang lebih terpusat dan terkontrol. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan koordinasi dengan perangkat desa, perancangan dan pembangunan fasilitas, serta serah terima kepada masyarakat. Rocket Stove dirancang berbentuk L, dibangun menggunakan campuran semen dan bata ringan (hebel), serta ditempatkan di samping Pasar Senin Desa Paya Rumbai. Pembangunan dilaksanakan pada 29 Juli 2026 selama kurang lebih lima jam dengan melibatkan mahasiswa KUKERTA, warga setempat, dan Ketua RT 07. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa fasilitas berhasil dibangun dan siap dimanfaatkan sebagai alternatif pengelolaan sampah yang lebih terarah dibandingkan pembakaran secara individual di halaman rumah. Penerapan Rocket Stove sebagai teknologi pembakaran sampah telah dikembangkan dalam beberapa kegiatan pengabdian masyarakat di Indonesia dan menunjukkan potensi sebagai alternatif teknologi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Namun, efektivitas fasilitas dalam menurunkan emisi belum dapat dinyatakan secara kuantitatif karena kegiatan ini belum dilengkapi pengukuran kualitas udara dan karakteristik emisi. Oleh karena itu, pemantauan dan penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui dampak penggunaan Rocket Stove terhadap kualitas udara dan perubahan perilaku masyarakat.
Pemanfaatan Rocket Stove Sebagai Solusi Pengurangan Pembakaran Sampah Terbuka di Desa Paya Rumbai, Kecamatan Seberida, Kabupaten Indragiri Hulu oleh Mahasiswa Kukerta UNRI 2026 Masyitah; Aisyah Karimah; David Riski Saputra; Donna Suryani Malau; Jihan Salsabila; Kiki Herdiansyah Lubis; Muhammad Fakhri Hafizh; Mutia Hasanah; Nada Salsabila; Nadia Dwi Putri; Ratna Dewi; Windi Arjuna Saputra
Dedikasi Mandiri Nusantara Vol. 2 No. 4 (2026): Dedikasi Mandiri Nusantara - Agustus 2026
Publisher : Dedikasi Mandiri Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.5281/zenodo.21993007

Abstract

Sampah rumah tangga yang tidak terkelola dengan baik masih menjadi persoalan lingkungan di berbagai wilayah perdesaan Indonesia, terutama pada wilayah yang memiliki keterbatasan fasilitas pengumpulan dan pengolahan sampah. Keterbatasan pelayanan pengelolaan sampah dapat mendorong masyarakat melakukan pengelolaan secara mandiri, termasuk melalui pembakaran sampah secara terbuka. Pembakaran sampah terbuka berpotensi menghasilkan partikulat dan black carbon serta dapat menimbulkan risiko kesehatan bagi masyarakat yang berada di sekitar lokasi pembakaran. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengurangi praktik pembakaran sampah secara mandiri melalui pembangunan Rocket Stove sebagai fasilitas pembakaran sampah yang lebih terpusat dan terkontrol. Metode pelaksanaan meliputi observasi dan koordinasi dengan perangkat desa, perancangan dan pembangunan fasilitas, serta serah terima kepada masyarakat. Rocket Stove dirancang berbentuk L, dibangun menggunakan campuran semen dan bata ringan (hebel), serta ditempatkan di samping Pasar Senin Desa Paya Rumbai. Pembangunan dilaksanakan pada 29 Juli 2026 selama kurang lebih lima jam dengan melibatkan mahasiswa KUKERTA, warga setempat, dan Ketua RT 07. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa fasilitas berhasil dibangun dan siap dimanfaatkan sebagai alternatif pengelolaan sampah yang lebih terarah dibandingkan pembakaran secara individual di halaman rumah. Penerapan Rocket Stove sebagai teknologi pembakaran sampah telah dikembangkan dalam beberapa kegiatan pengabdian masyarakat di Indonesia dan menunjukkan potensi sebagai alternatif teknologi pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Namun, efektivitas fasilitas dalam menurunkan emisi belum dapat dinyatakan secara kuantitatif karena kegiatan ini belum dilengkapi pengukuran kualitas udara dan karakteristik emisi. Oleh karena itu, pemantauan dan penelitian lanjutan diperlukan untuk mengetahui dampak penggunaan Rocket Stove terhadap kualitas udara dan perubahan perilaku masyarakat.