Penelitian ini dilatarbelakangi oleh fenomena bahwa mahasiswa tingkat akhir berada pada fase transisi menuju dunia kerja yang rentan mengalami quarter life crisis. Kondisi ini ditandai dengan munculnya kecemasan, kebingungan, dan ketidakpastian terkait masa depan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh efikasi diri terhadap quarter life crisis pada mahasiswa tingkat akhir. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain cross-sectional. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah simple random sampling dengan jumlah responden sebanyak 121 mahasiswa. Instrumen penelitian meliputi skala efikasi diri dan skala quarter life crisis yang telah teruji validitas dan reliabilitasnya. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa efikasi diri berpengaruh signifikan terhadapquarter life crisis, dengan nilai t = 11,310 (p < 0,001), koefisien korelasi (R) sebesar 0,720, serta koefisien determinasi (R²) sebesar 0,518, yang berarti efikasi diri menjelaskan 51,8% variasi quarter life crisis. Arah hubungan menunjukkan bahwa semakin tinggi efikasi diri, semakin rendah tingkat quarter life crisis yang dialami mahasiswa tingkat akhir. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengujian efikasi diri sebagai prediktor psikologis quarter life crisis secara khusus pada mahasiswa tingkat akhir yang sedang mengalami transisi menuju dunia kerja. Kontribusi penelitian diharapkan dapat memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai peran efikasi diri sebagai prediktor penting dalam penanggulangan quarter life crisis, serta dapat menjadi dasar bagi pengembangan intervensi psikologis yang efektif. Implikasi penelitian ini dapat menjadi landasan bagi pengembangan intervensi psikologis yang berorientasi pada peningkatan efikasi diri guna membantu mahasiswa tingkat akhir menghadapi tantangan transisi menuju dunia kerja dengan lebih adaptif.