Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KELOMPOK IBU RUMAH TANGGA BERBASIS EKONOMI KREATIF MELALUI BEBERAPA USAHA RUMAHAN Nursamsi Nursamsi; Khairun Annisa; Zandy Pratama Zain
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5410

Abstract

ABSTRACTThis community service activity aims to develop and apply appropriate technology to increase the bread production capacity of Primadona Bakery MSMEs. The problem solving method used consists of five main stages, namely survey and problem identification, training, application of technology, mentoring and evaluation as well as program desires. The products produced by this MSME consist of sweet bread and also chocolate filled bread. The addition of an oven machine and automatic dough mixer is expected to increase production capacity and expand marketing reach so that the welfare of MSMEs increases. Keywords: MSMEs; Automatic kneading machine; Oven; Production and Bread ABSTRAKKegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan dan menerapkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan kapasitas produksi roti pada UMKM Primadona Bakery. Metode pemecahan masalah yang digunakan terdiri dari lima tahap utama yaitu survei dan identifikasi masalah, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan dan evaluasi serta keberlanjutan program. Produk yang dihasilkan oleh UMKM ini terdiri dari roti manis dan juga roti isi cokela. Penambahan mesin oven dan pengaduk adonan otomatis diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi dan memperluas jangkauan pemasaran sehingga kesejahteraan UMKM meningkat.Kata Kunci: UMKM; Mesin pengaduk otomatis; Oven; Produksi dan Roti
PENGUATAN KELEMBAGAAN KELOMPOK TANI SENGKANAUNG DI DESA AKEKOLANO KECAMATAN OBA UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN Mila Fatmawati; Mardiyani Sidayat; Nurdiyanawati Djumadil; Fatmawati Kaddas; Natal Basuki; Haris Mahmud; Nursamsi Nursamsi; Khairun Annisa; Syahroni Syahroni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 8, No 2 (2025): NOPEMBER
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v8i2.5812

Abstract

ABSTRACTFarmer Institutions provide institutional strengthening of farmers through non-formal education that includes activities in knowledge and skills with the main objective of providing strengthening to farmers is one form of empowerment of farmers and agricultural business actors to increase productivity, income and welfare. In improving the knowledge and skills of the community in utilizing agricultural crops into crops that have high economic value. Assistance to farmers in Akekolano Village, Oba District is very important, especially in terms of institutional strengthening of this group, it is necessary to build public awareness in terms of cooperation between extension officers with farmers and other related institutions. The objects that are the main targets in institutional strengthening are farmer groups and the general public in Akekolano Village, Oba District. Where the targets are farmers and farmer group associations who are de facto the family economic managers and young men and women who come from farming families. Keywords: Institutions, Farmer Groups, Values, Economy and EmpowermentABSTRAKKelembagaan Petani memberikan penguatan kelembagaan kepada petani melalui pendidikan non formal yang meliputi kegiatan dalam pengetahuan dan ketrampilan dengan tujuan utama memberikan pengauatan kepada petani adalah salah satu bentuk upaya pemberdayaan petani dan pelaku usaha pertanian untuk meningkatkan produkstivitas, pendapatan dan kesejahteraan. Dalam meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mayarakat dalam memanfaatkan tanaman pertanian menjadi tanaman yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Pendampingan terhadap petani di Desa Akekolano Kecamatan Oba sangat penting terutama dalam hal penguatan kelembagaan kelompok ini perlu untuk membangun kesadaran masyarakat dalam hal kerjasama antar petugas penyuluh dengan petani serta lembaga terkait lainnya. Adapun objek yang menjadi target utama dalam penguatan kelembagaan yaitu kelompok petani serta masyarakat umum yang berada di Desa Akekolano Kecamatan Oba. Dimana sasarannya adalah para petani dan gabungan kelompok tani yang secara de facto merupakan pengatur ekonomi keluarga dan para pemuda/pemudi yang berasal dari keluarga petani.Kata Kunci: Kelembagaan, Kelompok Tani, Nilai, Ekonomi dan Pemberdayaan
PELATIHAN PEMBUATAN PUPUK KOMPOS PADA KELOMPOK TANI BERSATU DI KELURAHAN SOFIFI KECAMATAN OBA UTARA KOTA TIDORE KEPULAUAN Natal Basuki; Mardiyani Sidayat; Nurdiyanawati Djumadil; Fatmawati Kaddas; Mila Fatmawati; Haris Mahmud; Nursamsi Nursamsi; Khairun Annisa; Syahroni Syahroni
Jurnal Pengabdian Masyarakat Khatulistiwa Vol 9, No 1 (2026): APRIL
Publisher : STKIP Persada Khatulistiwa Sintang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31932/jpmk.v9i1.7066

Abstract

ABSTRACTThe strategic potential of Sofifi Urban Village—particularly regarding natural resources such as those in the agricultural sector—offers economic opportunities that can boost local incomes. To date, however, the community has not fully adopted the practice of utilizing household waste or local resources to create products with greater economic value. This community service program aims to foster an understanding of how to generate creative ideas for transforming household waste into natural fertilizer. The program was conducted in four stages: observation, preparation, implementation, and monitoring and evaluation. Compost was produced from household waste—such as vegetable scraps and fruit peels—mixed with EM4 (Effective Microorganisms) to accelerate the decomposition process. Household waste that would otherwise be discarded can yield significant benefits when repurposed into useful products like compost. The resulting compost ranges in color from dark brown to black, resembling soil. As the product is water-insoluble and odorless, it can be concluded that the quality of the compost produced is excellent.Keywords: Waste; Compost; Empowerment; EM4 and Agriculture ABSTRAKPotensi strategis di Kelurahan Sofifi, terutama dari sumber daya alam seperti pertanian, menjadi daya tarik ekonomi yang dapat meningkatkan penghasilan masyarakat setempat. Selama ini, masyarakat masih kurang terbiasa menggunakan sampah rumah tangga atau potensi sumber daya di sekitar untuk membuat produk yang lebih bernilai secara ekonomi. Program Pengabdian Kepada Masyarakat ini bertujuan memberikan pemahaman tentang cara menemukan ide-ide kreatif dalam memanfaatkan sampah rumah tangga menjadi pupuk alami. Metode yang digunakan dalam kegiatan pengabdian ini dilakukan dalam 4 tahap, yaitu observasi, persiapan, pelaksanaan, dan monitoring serta evaluasi. Pupuk kompos dibuat dari limbah rumah tangga seperti sisa sayuran dan kulit buah, lalu dicampur dengan pupuk EM4 sebagai bahan pengatur untuk mempercepat proses pembuatan pupuk tersebut. Limbah rumah tangga yang sudah tidak bisa digunakan lagi memiliki manfaat jika diolah kembali menjadi benda yang berguna, seperti pupuk kompos. Pupuk kompos yang dihasilkan dari kegiatan ini berwarna coklat tua hingga hitam, mirip dengan warna tanah.Pupuk tersebut tidak larut dalam air dan tidak memiliki bau, sehingga dapat disimpulkan bahwa kualitas pupuk kompos yang dihasilkan cukup baik.Kata Kunci: Limbah; Pupuk Kompos; Pemberdayaan; EM4 dan Pertanian