Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Perbandingan Material Pengganti Tahan Korosif pada Pipa Flowline Carbon Steel CO2 dan H2S di PT Migas Rayhan Maulana; Didi Mario; Zahra Junie Kurniati; Aldillah Herlambang; Oki Alfernando
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.8717

Abstract

Korosi pada pipa flowline berbahan carbon steel merupakan permasalahan utama dalam sistem produksi minyak dan gas karena dapat menurunkan integritas material dan menyebabkan kegagalan operasi. Material ini memiliki ketahanan korosi yang rendah, terutama pada lingkungan yang mengandung CO₂, H₂S, air, dan ion klorida, sehingga mempercepat terjadinya korosi merata maupun lokal seperti pitting. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan kinerja duplex stainless steel 2205 dan stainless steel 316L sebagai material alternatif pengganti carbon steel. Metode yang digunakan adalah literature review terhadap jurnal nasional dan internasional terkait sifat mekanik dan ketahanan korosi material. Hasil kajian menunjukkan bahwa duplex stainless steel 2205 memiliki ketahanan korosi dan kekuatan mekanik yang lebih unggul, serta tahan terhadap stress corrosion cracking karena struktur mikro dua fase dan nilai PREN yang tinggi, sehingga lebih sesuai untuk lingkungan migas yang agresif. Sementara itu, stainless steel 316L juga memiliki ketahanan yang baik terhadap korosi, khususnya pitting corrosion, sehingga dapat digunakan pada kondisi korosif menengah. Namun, kedua material tersebut tetap berpotensi mengalami kegagalan akibat faktor non-material seperti cacat mikrostruktur, proses fabrikasi, dan kualitas pengelasan. Oleh karena itu, pemilihan material harus mempertimbangkan kondisi operasi, metode manufaktur, serta kontrol kualitas. Berdasarkan hasil perbandingan, duplex stainless steel 2205 direkomendasikan sebagai material utama untuk meningkatkan keandalan dan umur pakai pipa flowline.
STUDI KELAYAKAN DAN PERBANDINGAN BIAYA TEKNOLOGI PENJERNIH AIR SEDERHANA DAN MODERN UNTUK MENDUKUNG MODEL MITIGASI TANGGUH BENCANA DI KAWASAN RAWAN BANJIR DESA PEMATANG JERING, KABUPATEN MUARO JAMBI Rizka Shafira; Ira Galih Prabasari; Rahma Amalia; Nita Widyastuti; Sri Mundarti; Aldillah Herlambang
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.1904-1911

Abstract

Ketersediaan air bersih merupakan masalah yang perlu dipikirkan, terlebih penyediaan air bersih di tingkat komunitas. Desa Pematang Jering yang terletak di Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi merupakan desa yang terletak berdekatan dengan sungai serta kebun warga. Berdasarkan curah hujan tahunan beserta lokasi desa, bencana banjir merupakan tantangan besar. Pestisida yang digunakan pada tanaman sawit dapat terbawa air banjir ke pemukiman warga dan menjadi kontaminasi di sumur warga yang digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari. Penghilangan kontaminasi dari air merupakan hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Studi kelayakan dilakukan untuk mengetahui apakah teknologi penjernih air perlu dibangun dan estimasi biaya rancangan penjernih air telah dilakukan. Berdasarkan evaluasi dan survei lapangan, teknologi penjernih air layak didirikan. Teknologi penjernih air dibangun untuk meningkatkan kualitas air sumur warga dengan mengurangi kontaminasi kimia maupun fisik dengan filter sederhana maupun modern. Biaya pembangunan teknologi penjernih air telah dihitung berdasarkan rancangan. Teknologi penjernih air sederhana memiliki biaya pembangunan sebesar Rp3,036,000. Teknologi penjernih air modern memiliki biaya pembangunan sebesar Rp3,773,000. Perbedaan biaya ini terletak di filter air yang digunakan yakni pasir, kerikil, dan ijuk untuk filter air sederhana serta pasir silika dan karbon aktif untuk filter air modern.
PENGEMBANGAN DAN VALIDASI METODE PENENTUAN RESIDU PELARUT DALAM BAHAN FARMASI AKTIF LAMIVUDIN MENGGUNAKAN KROMATOGRAFI GAS Ayu Nadila Safitri; Irham Fauzi Abshar; Aldillah Herlambang
Jurnal Farmasi & Sains Indonesia Vol 8 No 2 (2025)
Publisher : LPPM Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi Nusaputera

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pelarut kimia yang digunakan dalam sintesis bahan farmasi aktif dapat tertinggal sebagai residu pelarut yang berdampak negatif bagi kesehatan. Bahan farmasi aktif lamivudin beresiko mengandung residu pelarut berupa etanol, isopropil asetat, metanol dan trietilamina. Sedangkan metode penentuan residu pelarut dalam bahan farmasi aktif lamivudin sulit untuk diimplementasikan dan membutuhkan biaya yang mahal. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan dan memvalidasi metode penentuan residu pelarut dalam bahan farmasi aktif lamivudin yang sederhana, tepat, dan akurat dengan menggunakan kromatografi gas. Percobaan dilakukan dengan sistem kromatografi gas (Sistem GC Shimadzu) yang dilengkapi dengan detektor ionisasi nyala. Hasil yang diperoleh dibandingkan dengan batas yang ditentukan dari pedoman standar USP. Parameter validasi dilakukan dengan mengevaluasi spesifisitas, linearitas, presisi, akurasi, batas deteksi, batas kuantifikasi, kestabilan larutan dan ketahanan. Tidak adanya interferensi puncak menunjukkan metode tersebut spesifik. Hubungan linear dievaluasi pada rentang 1-150% dan diperoleh koefisien regresi R’ untuk residu pelarut ≥0,9974. Nilai batas deteksi dan kuantifikasi memenuhi syarat dengan penentuan signal-to-noise (S/N). Nilai presisi pada enam kali pengulangan dan akurasi pada level konsentrasi 80%, 100% dan 120% menghasilkan nilai sesuai persyaratan. Pengujian ketahanan dengan modifikasi parameter tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan. Semua larutan standar dan sampel menunjukkan kestabilan hingga 12 jam. Metode kromatografi gas yang sederhana, spesifik, akurat, presisi dan tangguh berhasil dikembangkan dan divalidasi.