Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STUDI KELAYAKAN DAN PERBANDINGAN BIAYA TEKNOLOGI PENJERNIH AIR SEDERHANA DAN MODERN UNTUK MENDUKUNG MODEL MITIGASI TANGGUH BENCANA DI KAWASAN RAWAN BANJIR DESA PEMATANG JERING, KABUPATEN MUARO JAMBI Rizka Shafira; Ira Galih Prabasari; Rahma Amalia; Nita Widyastuti; Sri Mundarti; Aldillah Herlambang
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.1904-1911

Abstract

Ketersediaan air bersih merupakan masalah yang perlu dipikirkan, terlebih penyediaan air bersih di tingkat komunitas. Desa Pematang Jering yang terletak di Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi merupakan desa yang terletak berdekatan dengan sungai serta kebun warga. Berdasarkan curah hujan tahunan beserta lokasi desa, bencana banjir merupakan tantangan besar. Pestisida yang digunakan pada tanaman sawit dapat terbawa air banjir ke pemukiman warga dan menjadi kontaminasi di sumur warga yang digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari. Penghilangan kontaminasi dari air merupakan hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Studi kelayakan dilakukan untuk mengetahui apakah teknologi penjernih air perlu dibangun dan estimasi biaya rancangan penjernih air telah dilakukan. Berdasarkan evaluasi dan survei lapangan, teknologi penjernih air layak didirikan. Teknologi penjernih air dibangun untuk meningkatkan kualitas air sumur warga dengan mengurangi kontaminasi kimia maupun fisik dengan filter sederhana maupun modern. Biaya pembangunan teknologi penjernih air telah dihitung berdasarkan rancangan. Teknologi penjernih air sederhana memiliki biaya pembangunan sebesar Rp3,036,000. Teknologi penjernih air modern memiliki biaya pembangunan sebesar Rp3,773,000. Perbedaan biaya ini terletak di filter air yang digunakan yakni pasir, kerikil, dan ijuk untuk filter air sederhana serta pasir silika dan karbon aktif untuk filter air modern.
HUMIC ACID FILTRATION EFFICIENCY OF POLYPROPYLENE-BASED ULTRAFILTRATION MEMBRANES Sri Mundarti; Rahma Amalia; Rara Ayu Lestari; Nita Widyastuti
Jurnal Inovasi Teknik Kimia Vol. 10 No. 4 (2025): October| INTEKA - Jurnal Inovasi Teknik Kimia
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/inteka.v10i4.13443

Abstract

Polypropylene (PP) membranes exhibit advantageous characteristics for filtration processes, including chemical resistance, thermal stability, hydrophobicity, low cost, and mechanical durability, making them well-suited for long-term applications in water treatment, particularly for removing organic compounds. This study aims to evaluate the performance of hollow fiber PP membranes in the ultrafiltration of humic acid solutions, serving as a model organic contaminant. The experimental setup involved filtering a 15 mg/L humic acid solution in demineralized water at 1 bar for 120 minutes. Performance evaluation focused on three parameters: pure water flux, humic acid permeate flux, and rejection efficiency. The initial pure water flux reached 72 L/m²·h, decreasing to approximately 57 L/m²·h within the first 20 minutes, indicating membrane compaction. The humic acid permeate flux declined from 42 to 33 L/m²·h, attributed to fouling caused by physical and chemical interactions between humic acid and the PP membrane surface. Rejection efficiency dropped from an initial 90% to 75% by the end of the process. The observed performance degradation was linked to adsorption, pore blocking, and concentration polarization. Despite their structural advantages, PP membranes are prone to organic fouling; therefore, surface modification and feedwater pretreatment are recommended to optimize long-term performance.