Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Korelasi parameter pencemar fisika dan mikrobiologi dalam leachate dengan response surface methodology Endi Adriansyah; Monik Kasman; Ira Galih Prabasari; Edwin Permana
Jurnal Teknik Kimia Vol 25 No 3 (2019): Jurnal Teknik Kimia
Publisher : Chemical Engineering Department, Faculty of Engineering, Universitas Sriwijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36706/jtk.v25i3.67

Abstract

Leachate adalah cairan yang ditimbulkan oleh sampah akibat masuknya air eksternal yang dapat melarutkan materi-materi terlarut. Analisis parameter dalam leachate memerlukan analisis khusus maka diperlukan suatu kegiatan monitoring sederhana terhadap kualitas leachate yang dihasilkan oleh suatu TPA. Kegiatan monitoring dapat dilakukan dengan melakukan pengukuran terhadap parameter fisika, kimia dalam leachate. Response Surface Methodology di dalam penelitian ini menggunakan Minitab® 17. Minitab® 17 adalah salah satu program komputer yang dirancang untuk melakukan pengolahan statistik. Hal ini mempermudah user dalam memahami hubungan antara parameter. Tujuan Penelitian ini adalah untuk mengetahui adanya korelasi Antara Parameter Fisika dan Kimia dalam leachate Parameter fisika seperti Suhu dan TSS. Parameter biologi seperti E.Coli. Dari hasil penelitian terdapat korelasi antara Suhu, pH dan TSS Terhadap, E.coli. Setiap parameter saling berkorelasi dan menunjukan suatu hubungan yang positif yaitu bila salah satu parameter meningkat maka parameter lain juga akan meningkat, dan terdapat nilai koefisien determinasi R-Squared yang tinggi untuk semua hubungan fungsional. Berdasarkan hasil penelitian diperoleh suatu parameter monitoring lain yang jauh lebih sederhana, mudah di aplikasikan di TPA yaitu Suhu, pH dan TSS untuk mengetahui nilai konsentrasi dan E.Coli dengan Response Surface Methodology dan menggunakan aplikasi Minitab® 17.
Pra Rancang Pabrik Pembuatan Asam Sulfat dari Sulfur, Oksigen, dan Air Menggunakan Proses Kontak dengan Kapasitas 160.000 Ton/Tahun Resi Ulandari; Lince Muis; Ira Galih Prabasari
Jurnal Engineering Vol. 2 No. 1 (2020): Volume 2, Nomor 1, Januari 2020
Publisher : Universitas Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (1887.49 KB) | DOI: 10.22437/jurnalengineering.v2i1.8727

Abstract

Pabrik pembuatan asam sulfat ini direncanakan berlokasi di daerah Prambonwetan, Jawa Timur dengan area luas 3,8 ha dengan kapasitas 160.000 ton/tahun. Proses pembuatan Asam Sulfat menggunakan bahan baku dari Sulfur, Oksigen dan Air dengan bantuan Vanadium Pentoksida sebagai katalis. Reaksi berlangsung di dalam Burner (B-01) sebagai pembentukan Sulfur Dioksida pada suhu 1000 oC dan tekanan 1 atm. Selanjutnya reaksi berlansung di dalam dua jenis reaktor yaitu Continuous Stirred Tank Reaktor (R-02) sebagai pembentukan Asam Sulfat pada suhu 80oC dan tekanan 1 atm. Sedangkan reaktor Fixed Bed Multibed (R-01) tersusun atas 4 buah bed sebagai pembentukan Sulfur Trioksida dengan suhu masing-masing 450oC, 440oC, 425oC, dan 405oC pada tekanan 1 atm. Perusahaan berbentuk Perseroan Terbatas (PT) yang dipimpin oleh seorang Direktur Utama. Sistem organisasi perusahaan adalah line and stuff dengan total karyawan 210 orang. Hasil analisa ekonomi dari prarancang pabrik pembuatan Asam Sulfat ini adalah Biaya Produksi sebesar US $ 2.711.778.745,5753, Hasil Penjualan sebesar US $ 3.947.629.377,3979, Annual Cash Flow sebesar US $ 811.552.893,4923, Pay Out time selama 3 tahun, Break Even Point 36,4319 %, Service Life 11 tahun.
Model Persebaran Emisi pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap Berbahan Bakar Serat dan Cangkang Kelapa Sawit Menggunakan Perangkat Pemodelan Aermod Ira Galih Prabasari; Niken Pusparani
Jurnal Daur Lingkungan Vol 5, No 2 (2022): Agustus
Publisher : Universitas Batanghari Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33087/daurling.v5i2.158

Abstract

According to the Republic Indonesia government regulation to reduce greenhouse gas emissions by 29% independently and 41% with international assistance in 2030, then to achieve the target of net zero emissions by 2060 in accordance with the COP27 Climate Change Conference in Egypt in 2022, it is necessary to found renewable energy sources with low emission levels. Renewable energy sources with low emission levels that are quite popular and available are those from palm oil waste biomass such as oil palm empty fruit bunches, fibre and oil palm shells. This study aimed to determine the emission dispersion modelling from the combustion of fibre and palm kernel shells mixture with ratio 60% and 40% at two steam power plants with a capacity of 30 tons/hour and 20 tons/hour, respectively, using Aermod Modelling System. The emission load calculated using combustion mass balance calculation method. Mass balance calculation result showed that the emission content from the two chimneys is 134.76 mg/m3 for the NO2 parameter; 13.11 mg/m3 for the SO2 parameter and 37.31 mg/m3 for the particulate parameter. Meanwhile, for emission dispersion, the highest emission level occurs at coordinates X = 200319.12 and Y = 9817175.03, which is the closest coordinate to the emission source where the highest value at that location for the NO2 parameter is 241.18 µg/m3, the SO2 parameter is 15.29 µg/m3 and particulate parameters of 66.91 µg/m3. The distribution of emission dispersion tends to be southeast and north according to the wind direction at the study site..
STUDI KELAYAKAN DAN PERBANDINGAN BIAYA TEKNOLOGI PENJERNIH AIR SEDERHANA DAN MODERN UNTUK MENDUKUNG MODEL MITIGASI TANGGUH BENCANA DI KAWASAN RAWAN BANJIR DESA PEMATANG JERING, KABUPATEN MUARO JAMBI Rizka Shafira; Ira Galih Prabasari; Rahma Amalia; Nita Widyastuti; Sri Mundarti; Aldillah Herlambang
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9, No 5 (2026): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v9i5.1904-1911

Abstract

Ketersediaan air bersih merupakan masalah yang perlu dipikirkan, terlebih penyediaan air bersih di tingkat komunitas. Desa Pematang Jering yang terletak di Kabupaten Muara Jambi, Provinsi Jambi merupakan desa yang terletak berdekatan dengan sungai serta kebun warga. Berdasarkan curah hujan tahunan beserta lokasi desa, bencana banjir merupakan tantangan besar. Pestisida yang digunakan pada tanaman sawit dapat terbawa air banjir ke pemukiman warga dan menjadi kontaminasi di sumur warga yang digunakan untuk berbagai keperluan sehari-hari. Penghilangan kontaminasi dari air merupakan hal yang perlu dilakukan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Studi kelayakan dilakukan untuk mengetahui apakah teknologi penjernih air perlu dibangun dan estimasi biaya rancangan penjernih air telah dilakukan. Berdasarkan evaluasi dan survei lapangan, teknologi penjernih air layak didirikan. Teknologi penjernih air dibangun untuk meningkatkan kualitas air sumur warga dengan mengurangi kontaminasi kimia maupun fisik dengan filter sederhana maupun modern. Biaya pembangunan teknologi penjernih air telah dihitung berdasarkan rancangan. Teknologi penjernih air sederhana memiliki biaya pembangunan sebesar Rp3,036,000. Teknologi penjernih air modern memiliki biaya pembangunan sebesar Rp3,773,000. Perbedaan biaya ini terletak di filter air yang digunakan yakni pasir, kerikil, dan ijuk untuk filter air sederhana serta pasir silika dan karbon aktif untuk filter air modern.
Sintesis dan Karakterisasi Biochar-Fe Nanoparticles dari Limbah Kulit Kopi Riskal Fadli; Muhammad Damris; Ira Galih Prabasari
Jurnal Teknik Kimia USU Vol. 15 No. 1 (2026): Jurnal Teknik Kimia USU
Publisher : Talenta Publisher (Universitas Sumatera Utara)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32734/jtk.v15i1.24417

Abstract

Coffee husk waste has the potential to cause environmental problems if not properly managed. One promising utilization approach is its conversion into biochar. In this study, biochar was produced via pyrolysis at temperatures of 400 °C, 500 °C, and 600 °C. The final temperature was maintained for 1 hour, after which the material was synthesized using ferric chloride hexahydrate (FeCl₃·6H₂O) as an iron precursor through a base precipitation reaction in 1.5 M NaOH solution at 80 °C for 4 hours. SEM–EDX characterization results showed that increasing the pyrolysis temperature influenced pore structure development, where higher temperatures led to smaller pore diameters and denser surface morphology after Fe incorporation. The highest Fe content was obtained in biochar produced at 600 °C, reaching 14.32%. The utilization of coffee husk waste as a precursor for Fe-modified biochar demonstrates potential for enhancing Dissolved Organic Carbon stabilization. This potential is attributed to the material characteristics obtained, namely the combination of a porous structure and the presence of active iron phases, which theoretically can enhance chemical interactions and binding capacity toward dissolved organic compounds.