Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengembangan E-Modul Berbasis Heyzine Flipbook pada Materi Cookies (Kue Kering) Siswa Smk Kuliner Fase F Nasisah Inas; Febriani Lukitasari; Annisa Nur'aini; Sri Handajani
RIGGS: Journal of Artificial Intelligence and Digital Business Vol. 5 No. 2 (2026): Mei-Juli
Publisher : Prodi Bisnis Digital Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/riggs.v5i2.9217

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan serta menguji kelayakan e-modul materi cookies (kue kering) berbasis Heyzine flipbook bagi siswa SMK Kuliner fase F. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model 4D yang meliputi tahap define, design, dan develop, sedangkan tahap disseminate tidak dilakukan. Pengembangan e-modul dilakukan melalui proses analisis kebutuhan pembelajaran, perancangan materi, penyusunan media, hingga validasi produk. E-modul dirancang menggunakan aplikasi Canva dengan total 28 halaman, kemudian dikonversi ke dalam format PDF dan diunggah pada platform Heyzine flipbook sehingga dapat diakses secara fleksibel melalui gawai maupun laptop. Produk juga dilengkapi fitur interaktif berupa tampilan flipbook digital, gambar pendukung, video pembelajaran, serta asesmen kognitif berbasis Quizizz untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran. Kelayakan materi dinilai oleh tiga validator ahli materi dengan rerata persentase sebesar 90% yang termasuk kategori sangat layak. Sementara itu, hasil validasi media oleh tiga ahli media memperoleh rerata persentase sebesar 81,7% dengan kategori sangat layak. Uji respon pengguna dilakukan kepada 32 siswa SMK Kuliner fase F dan memperoleh rerata persentase sebesar 85,1% dengan kategori sangat layak. Penilaian siswa mencakup aspek kemenarikan tampilan, kemudahan penggunaan, kejelasan dan pemahaman materi, serta kemampuan e-modul dalam meningkatkan motivasi dan kemandirian belajar. Berdasarkan hasil tersebut, e-modul berbasis Heyzine flipbook pada materi cookies dinyatakan sangat layak digunakan sebagai media pembelajaran digital dan berpotensi mendukung proses pembelajaran pastry bakery di SMK Kuliner fase F secara lebih interaktif, fleksibel, dan inovatif.
Developing a framework for Green Curriculum in higher culinary education Luthfiyah Nurlaela; Sri Handajani; Mauren Gita Miranti; Annisa Nur'aini; Hanif Naufal Ahmi; Ratna Palupi Nurfatimah; Diwyacitta Antya Putri; Mohd Yusof Bin Kamaruzaman
Jurnal Cakrawala Pendidikan Vol. 45 No. 1 (2026): Cakrawala Pendidikan (February 2026)
Publisher : LPMPP Universitas Negeri Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21831/cp.v45i1.91077

Abstract

The accelerating global environmental crisis demands the integration of sustainability within higher culinary education. This study aims to analyze the implementation of the Green Curriculum (GC) framework at Universitas Negeri Surabaya (UNESA) and Universiti Pendidikan Sultan Idris (UPSI). Utilizing a qualitative content analysis with simple frequency quantification involving 50 participants, the findings reveal that implementation is in a transitional phase marked by three fundamental gaps. First, a significant gap exists between the high level of philosophical awareness among internal stakeholders and the lack of systemic action, despite new demands for sustainability competencies. Second, implementation is critically impeded by the university support system; infrastructure ('Facilities & Infrastructure,' f=84) was the most frequent concern, creating a 'hidden curriculum' conflict in which poor facilities (e.g., wastewater treatment) contradict pedagogical goals. Third, the framework is overwhelmingly inward-looking, rendering the community participation pillar the least emphasised (frequency <2%). This research concludes that achieving a mature GC requires a radical shift from conceptual adoption to tangible systemic alignment, prioritizing investment in critical infrastructure and the institutionalization of external partnerships for holistic operational reality.