Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search

Manajemen Pembelajaran di Pondok Pesantren Mochammad Syafiuddin Shobirin; Rohmat Hidayat; Moh. Faridl Darmawan
Management and Education Journal Vol. 1 No. 1 (2023)
Publisher : Lembaga Institute Development of Social Economic Cociety

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Manajemen Pembelajaran di Pondok Pesantren As-Salafiyyah Asy-Syafi’iyyah Tambakberas Barat Jombang. Metode penelitian yang dipakai adalah metode penelitian kualitatif. Alat pengumpulan data menggunakan analisis observasi, wawancara, dan studi dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan pembelajaran ditetapkan oleh Kyai Pimpinan dengan menunjukkan kitab-kitab apa yang harus dipelajari dimulai dari kitab yang dasar sampai pada tingkat yang tinggi. Pelaksanaannya seluruh materi pembelajaran dapat tersampaikan dengan baik. Para ustadz atau ustadzah menyampaikan materi dengan metode bandongan, sorogan, hafalan, ceramah, tugas belajar, latihan, dan bandongan terbalik. Evaluasi pembelajarannya berbentuk tes tulisan, tes lisan, hafalan, dan tes secara langsung ketika pembelajaran. Hasil Manajemen Pembelajaran Pondok Pesantren As-Salafiyyah Asy-Syafi’iyyah Tambakberas Barat Jombang ustadz/ustadzah dapat memberikan stimulus kepada santri untuk aktif dan dilatih untuk mampu membaca,memaknai,dan menghafal Al-Qur’an dan pemahaman kitab kuning. Selain itu santri memiliki prestasi yang cukup dalam bidang akademik maupun non akademik. tentu pada pelaksanaan Manajemen Pembelajaran tidak terlepas dari faktor penunjang yaitu faktor ustadz, santri, sarana dan prasarana. Sedangkan faktor penghambatnya yaitu tugas ganda Kyai Pimpinan dan lingkungan.
Praktik Digital Marketing Melalui Sosial Media dan Identitas Visual sebagai Alat untuk Mengembangkan UMKM Moh. Faridl Darmawan; Bekti Widyaningsih; Rizal Zulmi; Alfito Riswamanda; Sri Utami; Leonita Yogi Pratama; Lutfiyah Dwi Cahyanti
Jumat Ekonomi: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 1 (2025): April
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasekon.v6i1.5291

Abstract

This community service is carried out to handle the marketing process of MSMEs. Because in Kromong Village it is still focused offline, namely relying on markets around the business location to market its products. Apart from that, we are still focused on using word of mouth marketing techniques for promotional media. The aim is to gain new knowledge, understanding and skills in marketing for the business they run so that they can help increase sales of MSMEs in Kromong Village. There are many forms of digital marketing that can be done, one of which is through social media, social media marketing or social media marketing. This is to build awareness, recognition and action for your brand, business, product or anything else. The method for implementing this activity is community service with a Participatory Action Research (PAR) approach oriented towards community empowerment. Because empowerment must always meet the needs and solve problems that exist in society. The results of this activity were carried out in the form of direct assistance so that researchers could freely share knowledge with partners, and partners could also ask confusing related questions directly so that partners' understanding could be deeper. Apart from that, mentoring. This practice is carried out directly so that researchers can coordinate directly with partners regarding important and necessary matters relating to these MSMEs
Kontribusi Sektoral dan Laju Pertumbuhan Subsektor Tanaman Pangan di Kabupaten Jombang Rif'an Hariri; Moh. Faridl Darmawan
RADIKULA: Jurnal Ilmu Pertanian Vol 5 No 1 (2026): RADIKULA - Juni 2026 (In Press)
Publisher : Fakultas Sains dan Teknologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70609/radikula.v5i1.10524

Abstract

Tanaman padi, jagung, dan kedelai merupakan komoditas subsektor tanaman pangan yang ada di Kabupaten Jombang. Beberapa tahun terakhir, produksi padi, jagung dan kedelai berfluktuasi, sehingga perlu dilakukan evaluasi bagaimana laju pertumbuhannya serta kontribusinya terhadap subsektor tanaman pangan di Kabupaten Jombang. Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah indeks kontribusi sektoral (IKS) dan laju pertumbuhan. Data yang digunakan adalah data yang bersumber dari Badan Pusat Statistik Kabupaten Jombang. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa tanaman padi mempunyai kontribusi terhadap subsektor tanaman pangan yang paling besar disusul tanaman jagung dan tanaman kedelai. Hal ini dapat terjadi karena tanaman padi mempunyai luas areal tanam yang paling besar. Dari sisi daya tahan menghadapi perubahan iklim, hanya komoditas jagung yang daya tahannya tidak terlalu kuat. Hal ini terbukti dengan laju pertumbuhan yang mengalami penurunan.
Penerapan Teknologi Budikdamber untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Desa Plemahan, Jombang Moh. Faridl Darmawan; Yessita Puspaningrum; Septian Ragil Anandita; Muchammad Faruq Almuzaqqi; Muhammad Miftachul Amri; Alvin Rosyid Auwaliansyah; M. Wahyu Dwi Iqbal Bachtiar
Jumat Pertanian: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): April
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasper.v7i1.6344

Abstract

The limitation of agricultural land and the reliance on conventional farming systems have placed food security in Plemahan Village, Sumobito District, Jombang Regency in a vulnerable condition. This community service program introduced the Fish Cultivation in Buckets (Budikdamber) method, which integrates fish farming with vegetable cultivation in simple containers. The program aimed to improve community skills in managing small-scale integrated farming systems, to foster awareness of food self-sufficiency, and to establish new social practices based on agricultural innovation. The method applied was Participatory Action Research, consisting of socialization, technical training, mentoring, and evaluation. The results indicated that participants improved their skills in managing fish and vegetable cultivation, developed new habits of utilizing household yards, and witnessed the emergence of local leaders supporting program sustainability. This program demonstrates that simple agricultural innovations can serve as an effective means of enhancing food security while promoting social transformation at the community level.
Mendorong Visibilitas dan Responsivitas Layanan Usaha Mikro melalui Integrasi Google Maps dan WhatsApp Business Khotim Fadhli; Nia Aprilia Bisari; Bekti Widyaningsih; Muhyiddin Zainul Arifin; Moh. Faridl Darmawan; Siti Munawaroh; Anggun Dwi Cahyaningrum; Muhammad Syauqi Murtadlo; Muhammad Zakky Alfadani; Shoviatun Nur Aini
Jumat Informatika: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Desember
Publisher : LPPM Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/abdimasif.v6i3.6425

Abstract

This community service program addresses the digital transformation gap between urban and rural areas that limits market reach for micro-entrepreneurs in Palrejo Village, Sumobito District, Jombang Regency. The activities focus on improving visibility, credibility, and service responsiveness by using Google Business Profile as an information showcase and WhatsApp Business as a customer communication channel. The program aims to establish complete and verified business profiles, provide product catalogs, and cultivate consistent and ethical management of digital identity. The approach employed is Participatory Action Research, with stages that include joint planning with the village government and business owners, face-to-face training, door-to-door mentoring, and monitoring of simple metrics, such as profile views, route requests, and customer conversations. The results show that ten business profiles were created and verified, most participants activated product catalogs and automated messages, and early increases in reach indicators began to appear. Local leaders emerged to support their peers, post-transaction review requests became a habitual process, and information updates were carried out more regularly. Recommendations include regular digital clinics, a minimum standard for village digital business identity, and a monthly monitoring panel to sustain behavioral change and enhance economic impact.