Kekerasan seksual terhadap anak usia dini merupakan permasalahan serius yang dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap perkembangan fisik, psikologis, dan sosial anak. Salah satu upaya preventif yang dapat dilakukan adalah memberikan edukasi seks sejak usia dini melalui pendekatan yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Penelitian ini bertujuan mengembangkan game edukasi seks anak usia dini berbasis Virtual Reality (VR) sebagai media pembelajaran untuk meningkatkan pemahaman anak mengenai perlindungan diri dan sebagai upaya pencegahan kekerasan seksual. Penelitian menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model pengembangan ADDIE yang terdiri atas lima tahap, yaitu Analysis, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Subjek pengembangan melibatkan ahli materi, ahli media, guru PAUD, dan anak usia dini. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, angket validasi, angket kepraktisan, serta pengukuran pemahaman sebelum dan sesudah penggunaan media. Produk yang dikembangkan memuat materi pengenalan bagian tubuh pribadi, batasan sentuhan, serta situasi aman dan tidak aman melalui pengalaman belajar berbasis VR. Hasil validasi menunjukkan bahwa game memperoleh persentase 94,79% dari ahli media dengan kategori sangat layak dan 94,44% dari ahli materi dengan kategori sangat layak. Data numerik uji kepraktisan dan efektivitas belum tercantum dalam naskah sumber sehingga belum digunakan untuk menarik kesimpulan mengenai kepraktisan dan efektivitas produk. Pengembangan media ini diharapkan dapat mendukung inovasi pembelajaran PAUD sekaligus memperkuat upaya perlindungan anak sejak usia dini.