Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Memahami Persepsi Dan Praktik Guru Non-Native Speaker dalam Pembelajaran Bahasa Inggris untuk Anak Usia Dini di Semarang Dian Pramita; Budi Dyah Lestari; Dewi Nugrahastuti Wirahno; Atika Zahra Furi
Teaching and Learning Research Journal Vol. 2 No. 1 (2026): Januari
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66770/tlrj.v2i1.87

Abstract

Pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia dini semakin mendapat perhatian seiring dengan rencana penerapan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib di sekolah dasar mulai tahun ajaran 2027/2028. Di Indonesia, khususnya di Kota Semarang, pembelajaran bahasa Inggris di lembaga PAUD umumnya dilaksanakan oleh guru non-native speaker. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi secara mendalam persepsi dan praktik guru non-native speaker dalam pembelajaran bahasa Inggris untuk anak usia dini di Kota Semarang, termasuk tantangan yang dihadapi serta strategi yang dikembangkan untuk mengatasinya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain fenomenologi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi kelas, dan analisis dokumen pembelajaran terhadap 11 guru PAUD dari berbagai latar belakang pendidikan dan lembaga., Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar guru non-native speaker masih mengalami keraguan terhadap kemampuan linguistik mereka, terutama dalam aspek pelafalan dan kefasihan berbicara. Namun demikian, mereka memandang diri memiliki kelebihan dalam memahami kesulitan belajar anak dan mampu menerapkan strategi pembelajaran yang kontekstual. Praktik pembelajaran yang dilakukan meliputi penggunaan metode Total Physical Response (TPR), lagu, permainan, storytelling, serta pemanfaatan media visual dan teknologi sederhana. Guru juga menerapkan strategi alih kode (code-switching) untuk membantu pemahaman anak. Tantangan yang dihadapi mencakup keterbatasan kompetensi bahasa, kendala pedagogis, serta dukungan institusional yang belum optimal. Untuk mengatasi hal tersebut, guru melakukan pengembangan diri secara mandiri dan kolaboratif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa guru non-native speaker memiliki peran strategis dalam pembelajaran bahasa Inggris anak usia dini, namun memerlukan dukungan pengembangan profesional yang berkelanjutan dan kontekstual.
Efektivitas Media Audio Visual Berbasis Kearifan Lokal Warak Ngendog Terhadap Penanaman Karakter Anak Usia Dini Dewi Nugrahastuti Wirahno; Dian Pramita; Budi Dyah Lestari; Soraya Rosna Samta; Sunny Annisa Masfuri; Kharisma Kinanti Pertiwi
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 5 No. 2 (2026): Juli
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v5i2.1894

Abstract

Pendidikan karakter pada anak usia dini menghadapi tantangan akibat derasnya arus globalisasi dan minimnya media pembelajaran yang mengangkat kearifan lokal. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan efektivitas media audio visual “Warak Ngendog”, sebuah animasi digital berbasis legenda akulturasi budaya Jawa, Tionghoa, dan Arab di Semarang, dalam menanamkan karakter pada anak usia dini di RA Manda. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode Quasi-Experimental, model Nonequivalent Control Group Design, melibatkan 40 anak kelompok B (20 anak kelompok eksperimen dan 20 anak kelompok kontrol) yang dipilih melalui purposive sampling. Media audio-visual berbasis video pembelajaran durasi 4 kali (Revisi) pertemuan. Data dikumpulkan menggunakan angket, lembar observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan uji Independent Sample t-test dan Paired Sample t-test menggunakan SPSS 25. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan rata-rata skor karakter pada kelompok eksperimen sebesar 20,6 poin (dari 64,0 menjadi 84,6), jauh lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol yang hanya meningkat 5,57 poin (dari 64,03 menjadi 69,6), dengan nilai signifikansi 0,001 (<0,05). Peningkatan terjadi pada ketiga aspek karakter, yaitu moral knowing, moral feeling, dan moral action. Dapat disimpulkan bahwa media audio visual “Warak Ngendog” efektif sebagai strategi inovatif untuk menanamkan karakter sekaligus melestarikan kearifan lokal pada anak usia dini.
Sosialisasi dan Edukasi Menjadi Perempuan Mandiri, Bermartabat, dan Anti Bullying Dyah Kusbiantari; Budi Dyah Lestari; Dewi Nugrahastuti Wirahno; Dian Pramita
RESPINARIA : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2026): June 2026
Publisher : PT Katersi Minar Permata

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.66785/respinaria.v3i1.201

Abstract

Perempuan yang mandiri dan bermartabat merupakan aset penting dalam pembangunan masyarakat yang inklusif dan berkeadilan. Namun, berbagai bentuk bullying, diskriminasi, dan stereotip gender masih menjadi kendala bagi perempuan untuk mengembangkan potensi diri secara optimal. Penelitian pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk memberdayakan perempuan melalui kegiatan edukatif yang menekankan kemandirian, martabat, dan anti bullying. Metode yang digunakan meliputi pelatihan keterampilan hidup, penyuluhan mengenai hak-hak perempuan, serta simulasi strategi menghadapi bullying di lingkungan sekolah dan komunitas. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan signifikan dalam pengetahuan peserta mengenai hak-hak diri, kesadaran terhadap dampak bullying, serta kemampuan mengambil keputusan secara mandiri. Peserta juga melaporkan peningkatan rasa percaya diri dan keberanian untuk menolak segala bentuk perundungan. Temuan ini menegaskan urgensi pengabdian masyarakat yang berfokus pada pemberdayaan perempuan sebagai upaya pencegahan bullying dan peningkatan kualitas hidup perempuan. Implementasi kegiatan ini tidak hanya mendukung terciptanya perempuan yang mandiri dan bermartabat, tetapi juga membangun lingkungan sosial yang lebih aman, suportif, dan inklusif. Pengabdian ini diharapkan dapat menjadi model program pemberdayaan perempuan yang berkelanjutan di berbagai komunitas.
Analisis Deskriptif Potensi Buku Cerita Bergambar Berbahasa Inggris Terhadap Stimulasi Kognitif Anak Usia Dini: Studi Analisis Konten Pada Buku Big and Small Atika Zahra Furi; Arlis Muryani; Ika Tyas Mustika Sari; Dian Pramita
Teaching and Learning Research Journal Vol. 2 No. 3 (2026): Juli
Publisher : Permata Education

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Buku cerita bergambar merupakan salah satu media pembelajaran yang dapat mendukung perkembangan bahasa dan kognitif anak usia dini melalui perpaduan unsur visual dan teks. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis potensi buku cerita bergambar berbahasa Inggris Big and Small sebagai media pendukung stimulasi kognitif anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode analisis konten. Data penelitian diperoleh melalui analisis terhadap unsur teks, ilustrasi, dan konsep yang terdapat dalam buku Big and Small. Hasil penelitian menunjukkan bahwa buku ini memuat pengenalan kosakata bahasa Inggris sederhana serta konsep dasar ukuran yang dapat mendukung kemampuan anak dalam mengenali, membandingkan, dan mengklasifikasikan objek. Ilustrasi yang disajikan membantu anak menghubungkan kosakata dengan makna melalui pengalaman visual. Selain itu, buku ini juga mendukung perkembangan kemampuan bahasa dan berpikir logis anak. Namun, pemanfaatannya tetap memerlukan pendampingan guru atau orang tua agar proses membaca berlangsung secara interaktif. Dengan demikian, buku Big and Small berpotensi digunakan sebagai salah satu sumber belajar bahasa Inggris yang mendukung stimulasi kognitif anak usia dini.
Strategi Multisensory Learning Dalam Meningkatkan Literasi Bahasa Inggris Dasar Anak Usia Dini Dian Pramita
Jurnal Ilmu Pendidikan dan Sosial Vol. 4 No. 3 (2025): Oktober
Publisher : CV Putra Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58540/jipsi.v4i3.2421

Abstract

Literasi bahasa Inggris dasar pada anak usia dini menjadi salah satu aspek penting dalam mendukung kemampuan komunikasi dan kesiapan belajar anak pada tahap pendidikan berikutnya. Namun, proses pembelajaran bahasa Inggris pada anak usia dini masih menghadapi tantangan karena sebagian kegiatan pembelajaran belum sepenuhnya menggunakan pendekatan yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak. Salah satu strategi yang dapat diterapkan adalah multisensory learning, yaitu pembelajaran yang melibatkan berbagai indera seperti visual, auditori, kinestetik, dan taktil dalam proses pemerolehan bahasa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan strategi multisensory learning dalam meningkatkan literasi bahasa Inggris dasar anak usia dini. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.  Tempat penelitian dilaksanakan TK mandiri Semarang. Subjek penelitian terdiri atas 4 orang guru dan 20 orang anak usia dini yang mengikuti kegiatan pembelajaran bahasa Inggris. Data penelitian diperoleh melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan strategi multisensory learning melalui penggunaan media gambar, kartu kosakata, lagu, permainan, serta aktivitas gerak mampu meningkatkan kemampuan literasi bahasa Inggris dasar anak. Peningkatan tersebut terlihat dari perubahan kemampuan anak dalam mengenali simbol dan kosakata bahasa Inggris, mengucapkan kosakata sederhana, serta mengikuti aktivitas pembelajaran secara lebih aktif dibandingkan sebelum penerapan strategi multisensory learning. Berdasarkan hasil penelitian, strategi multisensory learning terbukti dapat mendukung peningkatan literasi bahasa Inggris dasar anak usia dini melalui pengalaman belajar yang melibatkan berbagai aspek sensorik. Strategi ini dapat menjadi alternatif pendekatan pembelajaran bahasa Inggris yang sesuai dengan karakteristik perkembangan anak usia dini.
Inside Out 2: Nilai Edukasi Sosio-Emosional sebagai Panduan Kontekstual Pembelajaran Afektif Anak Usia Dini Dian Pramita; Dewi Nugrahastuti Wirahno; Atika Zahra Furi; Budi Dyah Lestari
Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 9 No. 2 (2026): Tunas Cendekia : Jurnal Program Studi Pendidikan Anak Usia Dini
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/tunascendekia.v9i2.12502

Abstract

Perkembangan sosio emosional adalah awalan yang penting dalam pendidikan anak usia dini yang menentukan kesiapan belajar dan psikologis kedepan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa nilai-nilai sosia emosional yang ada di dalam film animasi Inside Out 2 sebagai panduan kontekstuan pembelajaran afektik tidak hanya bagi guru Pendidikan Usia Dini (PAUD) tetapi juga orang tua. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskripstif dengan analisis konten terhadap adegan visual, perilaku karakter dan dialog dalam film. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi struktural dan dokumentasi sistematis, sedangkan analisis data disajikan dalam bentuk naratif dan kesimpulan. Hasil penelitian dalam film Inside Out 2 menemukan 3 (Tiga) temuan utama; (1) repesentasi visual karakter Anxiety (kecemasan), Embarrassment (rasa malu), Ennui (rasa jenuh/apatis), dan Envy (kecemburuan) yang secara akurat menggambarkan kompleksitas emosi yang dialami anak pada masa transisi akhir usia dini; (2) adanya mekanisme regulasi dini dan pembentukan keyakinan Riley (tokoh utama) dalam menggambarkan proses integrasi identitas emosional yang selaras dengan teori perkembangan psikososial Erik Erikson, (3) metafor karakter dalam film dapat ditransformasikan menjadi strategi pedagogis nyata seperti aktivitas menggambar emosi, cerita interaktif, dan pengecekan emosi harian yang dituangkan dalam bentuk pemberian stiker. Dampak penelitian ini menegaskan bahwa media audivisual seperti film Inside Out 2 dapat menjadi acuan informasl dalam pembekajaran afektif anak usia dini.