Era modern ditandai oleh krisis moral, disorientasi spiritual, dan dominasi materialisme yang berdampak pada tujuan serta praktik pendidikan. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka strategi pendidikan holistik berbasis tasawuf yang menyeimbangkan ranah kognitif, afektif, spiritual, dan sosial peserta didik. Jenis penelitian adalah kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Lokasi kajian bersifat non-lapangan, berfokus pada koleksi perpustakaan perguruan tinggi dan repositori ilmiah daring terindeks. Populasi penelitian mencakup literatur tasawuf klasik dan kontemporer beserta rujukan pendidikan Islam; sampel berupa korpus teks primer (mis. karya al-Ghazali, al-Qusyairi, Ibn ‘Atha’illah) dan sumber sekunder (artikel jurnal, buku, dan kebijakan pendidikan) yang dipilih melalui kriteria relevansi topik, otoritas penulis, dan keterkinian terbitan. Data primer adalah naskah-naskah tasawuf; data sekunder meliputi kajian teoritik pendidikan holistik dan karakter. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan penelusuran bibliografis; analisis data dilakukan melalui analisis isi dan tematik (thematic coding) pada kategori nilai tazkiyatun nafs, ikhlas, zuhud, mahabbah, muhasabah, dan adab, diikuti sintesis naratif untuk merumuskan implikasi pedagogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai tasawuf ke dalam kurikulum, budaya sekolah, dan praktik pembelajaran reflektif dapat menguatkan pembentukan insan kamil ditandai kesadaran diri, empati sosial, dan orientasi transcendental serta menurunkan gejala perilaku destruktif melalui pembiasaan spiritual yang terstruktur. Kesimpulannya, tasawuf menawarkan fondasi konseptual dan praktis bagi pendidikan holistik di era modern, dengan syarat dukungan kebijakan, pelatihan guru, serta evaluasi berkelanjutan agar implementasi bernilai transformasional, bukan sekadar seremonial.