Shella Oktaviana N
Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pendidikan Holistik Berbasis Pendekatan Tasawuf di Era Modern M. Indra Saputra; Shella Oktaviana N
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.567

Abstract

Era modern ditandai oleh krisis moral, disorientasi spiritual, dan dominasi materialisme yang berdampak pada tujuan serta praktik pendidikan. Penelitian ini bertujuan merumuskan kerangka strategi pendidikan holistik berbasis tasawuf yang menyeimbangkan ranah kognitif, afektif, spiritual, dan sosial peserta didik. Jenis penelitian adalah kualitatif-deskriptif dengan metode studi pustaka (library research). Lokasi kajian bersifat non-lapangan, berfokus pada koleksi perpustakaan perguruan tinggi dan repositori ilmiah daring terindeks. Populasi penelitian mencakup literatur tasawuf klasik dan kontemporer beserta rujukan pendidikan Islam; sampel berupa korpus teks primer (mis. karya al-Ghazali, al-Qusyairi, Ibn ‘Atha’illah) dan sumber sekunder (artikel jurnal, buku, dan kebijakan pendidikan) yang dipilih melalui kriteria relevansi topik, otoritas penulis, dan keterkinian terbitan. Data primer adalah naskah-naskah tasawuf; data sekunder meliputi kajian teoritik pendidikan holistik dan karakter. Teknik pengumpulan data menggunakan dokumentasi dan penelusuran bibliografis; analisis data dilakukan melalui analisis isi dan tematik (thematic coding) pada kategori nilai tazkiyatun nafs, ikhlas, zuhud, mahabbah, muhasabah, dan adab, diikuti sintesis naratif untuk merumuskan implikasi pedagogis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi nilai-nilai tasawuf ke dalam kurikulum, budaya sekolah, dan praktik pembelajaran reflektif dapat menguatkan pembentukan insan kamil ditandai kesadaran diri, empati sosial, dan orientasi transcendental serta menurunkan gejala perilaku destruktif melalui pembiasaan spiritual yang terstruktur. Kesimpulannya, tasawuf menawarkan fondasi konseptual dan praktis bagi pendidikan holistik di era modern, dengan syarat dukungan kebijakan, pelatihan guru, serta evaluasi berkelanjutan agar implementasi bernilai transformasional, bukan sekadar seremonial.
Sinergi Pembinaan Guru dan Model Full day school dalam Membentuk Karakter Siswa: Strategi Membangun Generasi Berintegritas di Era Modern Shella Oktaviana N; Rikky Triolin Saputra; Nirva Diana; Eti Hadiati; Meriyati Meriyati
Action Research Journal Indonesia (ARJI) Vol. 7 No. 4 (2025): Action Research Journal Indonesia (ARJI)
Publisher : PT. Pusmedia Group Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61227/arji.v7i4.577

Abstract

Latar belakang penelitian ini berangkat dari tantangan pendidikan karakter di era modern yang semakin kompleks, di mana peran guru sebagai pembina dan desain program sekolah menjadi faktor penting. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sinergi antara pembinaan guru dan penerapan model full day school dalam pembentukan karakter siswa di SMA Negeri 1 Sidomulyo. Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan desain studi kasus. Data primer diperoleh melalui wawancara dengan guru, kepala sekolah, dan siswa, serta observasi kegiatan di kelas maupun lingkungan sekolah. Data sekunder didapatkan dari dokumen sekolah, pedoman kurikulum, dan literatur terkait. Teknik analisis data meliputi reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Untuk menjaga keabsahan data digunakan triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pembinaan guru di SMA Negeri 1 Sidomulyo dilakukan melalui pelatihan berkelanjutan, pendampingan, serta kolaborasi antarguru. Penerapan full day school memberikan lingkungan belajar yang lebih panjang sehingga tidak hanya mendukung aspek kognitif, tetapi juga penguatan moral dan sosial siswa. Sinergi antara pembinaan guru dan full day school terbukti berpengaruh signifikan dalam meningkatkan karakter siswa, terutama dalam hal tanggung jawab, kedisiplinan, kerja sama, dan religiusitas. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa pembinaan guru dan penerapan full day school dapat menjadi strategi efektif dalam membentuk karakter siswa. Meski demikian, tantangan seperti beban kerja guru, kejenuhan siswa, dan keterlibatan orang tua perlu diatasi agar hasil yang dicapai lebih optimal.