Luki Bahari
Universitas Persatuan Guru Republik Indonesia Semarang

Published : 3 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN MATEMATIKA MELALUI PENDEKATAN DEEP LEARNING DI KELAS IV SD NEGERI SAMPANG 1 DEMAK Luki Bahari; Ryky Mandar Sary; Kartinah Kartinah; Filia Prima Artharina; Maskanatul Fiqiyah; Fajar Cahyadi
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol. 12 No. 1 (2026): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Lembaga Pengembangan Profesi Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v12i1.642

Abstract

Pembelajaran matematika di sekolah dasar sering kali berfokus pada prosedur rutin dan pencapaian jawaban yang benar, sehingga memberikan ruang yang terbatas bagi siswa untuk mengembangkan kemampuan penalaran dan berpikir reflektif. Akibatnya, banyak siswa memiliki pemahaman konseptual yang kurang mendalam dan partisipasi yang rendah dalam membangun makna pembelajaran. Penelitian ini mengkaji penerapan pendekatan deep learning dalam pembelajaran matematika kelas IV di SD Negeri Sampang 1. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus kualitatif dengan pengumpulan data melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam dengan guru dan siswa, serta analisis dokumentasi. Analisis data dilakukan secara tematik melalui tahap reduksi data, pengodean, kategorisasi, dan interpretasi tema. Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik deep learning mampu mengubah interaksi pembelajaran di kelas melalui tiga tahap yang saling berkaitan, yaitu penyesuaian, keterlibatan dialogis dan internalisasi reflektif. Praktik tersebut mendorong kesadaran metakognitif dan memperkuat hubungan yang bermakna antara konsep matematika dan pengalaman sehari-hari siswa. Serta menciptakan suasana emosional yang mendukung proses belajar. Meski terdapat kendala berupa keterbatasan waktu dan perbedaan kemampuan siswa, guru menerapkan strategi adaptif seperti aktivitas berdiferensiasi dan kerja kelompok homogen untuk mempertahankan pembelajaran yang kontekstual dan reflektif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa pendekatan deep learning dapat diterapkan dalam pembelajaran matematika kelas IV untuk menciptakan pembelajaran yang lebih aktif, reflektif dan bermakna.
PENGARUH PERTIMBANGAN PASAR KERJA UNTUK MENJADI WIRAUSAHAWAN TERHADAP PEMILIHAN KARIR MAHASISWA DENGAN PERAN NIAT SEBAGAI MEDIASI DAN MODERASI Luki Bahari; Singgih Adhi Prasetyo; Rofian Rofian; Veryliana Purnamasari; Ryky Mandar Sary; Faiqotul Himmah
JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik) Vol. 12 No. 1 (2026): JP3 (Jurnal Pendidikan dan Profesi Pendidik)
Publisher : Lembaga Pengembangan Profesi Universitas PGRI Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26877/jp3.v12i1.730

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana pengaruh pertimbangan pasar kerja dalam menjadi wirausahawan terhadap pemilihan karier mahasiswa, dengan peran niat sebagai mediator dan moderator; menganalisis peran niat mahasiswa dalam memengaruhi keputusan karier; serta menguji peran niat mahasiswa sebagai mediator dan moderator dalam hubungan antara pertimbangan pasar kerja dan keputusan karier. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif melalui survei. Subjek penelitian ini yaitu sebanyak 94 mahasiswa PGSD UPGRIS angkatan 2022. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pertimbangan pasar kerja memengaruhi keputusan karier mahasiswa secara signifikan melalui jalur mediasi niat mahasiswa, di mana mahasiswa menyesuaikan pilihan karier, baik sebagai guru maupun wirausahawan. Selain itu, niat mahasiswa juga berfungsi sebagai moderator yang memodifikasi kekuatan pengaruh pertimbangan pasar kerja terhadap keputusan karier. Pengaruh tersebut lebih menonjol pada mahasiswa dengan tingkat niat tinggi dibandingkan dengan mereka yang memiliki tingkat niat rendah. Penelitian ini menegaskan bahwa niat memiliki peran ganda sebagai mediator dan moderator, sehingga pengambilan keputusan karier dipengaruhi oleh interaksi antara faktor eksternal dan faktor internal. Temuan ini memberikan implikasi bagi mahasiswa dan universitas dalam merencanakan strategi pengembangan karier berdasarkan pertimbangan pasar kerja dan niat pribadi.
Development of a Contextual QR-Based English Module to Enhance Elementary School Students' Critical Thinking Skills Luki Bahari; Duwi Nuvitalia; Riris Setyo Sundari
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 1 (2026): March
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i1.19853

Abstract

This study aims to develop and evaluate the feasibility and effectiveness of a contextual English module supported by QR codes to enhance fourth-grade students’ critical thinking skills. The research employed a Research and Development (R&D) method using the ADDIE model, involving 27 fourth-grade students from SDN 1 Jeketro, an urban public elementary school in Brebes, Central Java, as well as two external experts for content and media validation. Data were collected through expert validation sheets, classroom observations, and a critical thinking test using a one-group pretest–posttest design. The developed module demonstrated a high level of feasibility, achieving a mean validation score of 9.28 out of 10 from the content and media experts. Students’ performance improved substantially, increasing from 32.59% in the pretest to 70.74% in the posttest, with an N-gain score of 0.55, which falls into the moderate category. Among the assessed dimensions of critical thinking, analytical ability showed the most significant improvement, followed by evaluation and problem-solving skills. This pattern suggests that students became more capable of identifying relevant information, interpreting meaning, and drawing reasoned conclusions from contextual English materials. These findings indicate that a culturally contextualized QR code–based module is both feasible and effective in fostering critical thinking skills in primary English learning. The integration of local cultural content with structured digital support appears to create meaningful learning experiences that encourage deeper cognitive engagement. Furthermore, the results suggest that combining contextual pedagogy with accessible technology can strengthen not only language acquisition but also higher-order thinking processes. This approach offers practical implications for primary educators seeking instructional strategies that connect language learning with students’ lived experiences while promoting reflective and analytical thinking in a sustainable manner.