Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PENGINTEGRASIAN ECOLITERACY DALAM PEMBELAJARAN BAHASA INGGRIS UNTUK MENINGKATKAN KESADARAN LINGKUNGAN SISWA SMA DI MEDAN Meida Rabia Sihite; Iskandar Zulkarnain; Widia Fransiska; Linda Astuti Rangkuti; Putra Thoip Nasution; Rizqina Fauziah Pohan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.46307

Abstract

Dampak masalah lingkungan yang semakin nyata mencerminkan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan kesadaran ekologis di kalangan masyarakat, terutama generasi muda. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran lingkungan serta keterampilan berpikir kritis siswa dengan mengintegrasikan ecoliteracy (literasi ekologis) dan kemampuan berpikir kritis melalui pendekatan Problem-Based Learning (PBL). Dalam kegiatan ini, siswa SMA Muhammadiyah 1 Medan membuat poster dalam bahasa Inggris sebagai bagian dari pembelajaran mereka. Integrasi ecoliteracy dalam pembelajaran bahasa Inggris diharapkan tidak hanya meningkatkan keterampilan berbahasa tetapi juga menumbuhkan kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan. Melalui pendekatan PBL, diharapkan siswa menjadi lebih sadar dan aktif dalam berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan di sekitar mereka.
Promoting Digital Well-Being Through English Graffiti Art: A Case Study of Junior High School Students Widia Fransiska; Meida Rabia Sihite; Linda Astuti Rangkuti; Iskandar Zulkarnain
IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Literature Vol. 14 No. 1 (2026): IDEAS: Journal on English Language Teaching and Learning, Linguistics and Lite
Publisher : Universitas Islam Negeri Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24256/ideas.v14i1.10991

Abstract

Unhealthy digital habits among junior high school students, including excessive gaming and prolonged social media use, have raised concerns about their impact on students’ creativity, focus, and real-world interaction. This study investigates the role of English graffiti art as an innovative pedagogical approach to shaping healthier digital practices among students at a private junior high school in Medan. Employing a qualitative case study design, the research was conducted with three classes of seventh-grade students who participated in classroom activities that integrated graffiti art into English language learning. Data were collected through preliminary surveys documenting students’ digital habits, student-created artifacts reflecting awareness and attitudes toward technology use, classroom observations capturing engagement and collaboration, and reflective journals and interviews with students and teachers, providing deeper insights into their perceptions. Quantitative data from surveys were analyzed using descriptive statistics to identify students’ awareness of their digital healthy habits. Triangulation of findings across multiple sources strengthened the validity of interpretations. Results indicate that integrating graffiti art into English learning can raise students’ awareness of their digital behaviors, encourage creative expression, and promote more balanced technology use. The study concludes that arts-based pedagogy offers meaningful potential not only for enhancing linguistic and creative skills but also for addressing contemporary challenges in students’ digital well-being.
Membangun Kepercayaan Diri Berbahasa Inggris Melalui Penulisan Ekspresif dan Afirmasi Positif Widia Fransiska; Meida Rabia Sihite; Linda Astuti Rangkuti; Iskandar Zulkarnain
Wahana Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 5 No. 1 (2026): Edisi Juni
Publisher : Ilmu Bersama Center

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56211/wahana.v5i1.1895

Abstract

Salah satu faktor penyebab rendahnya minat siswa dalam belajar bahasa Inggris adalah kurangnya kepercayaan diri serta adanya ujaran negatif yang diterima ketika melakukan kesalahan berbahasa. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kepercayaan diri siswa SMA Swasta Muhammadiyah 1 Medan melalui penulisan ekspresif dan afirmasi positif. Tahapan kegiatan meliputi pengisian kuesioner daring, diskusi kelas, pemutaran video power of words dan afirmasi positif, penulisan ekspresif – dear me dalam bahasa Inggris, serta refleksi akhir. Hasil kuesioner menunjukkan bahwa siswa menyadari pentingnya kemampuan berbahasa Inggris dan memiliki keyakinan untuk mengembangkannya, meskipun sebagian masih merasa cemas dan kurang percaya diri. Kegiatan pengabdian ini mengajak siswa untuk memahami pentingnya menggunakan kata-kata positif terhadap diri sendiri yang dapat dilakukan memalui kebiasaan menulis diary atau journaling (ekspresif writing). Tulisan ekspresif, afirmasi positif, serta refleksi pembelajaran memperlihatkan peningkatan kesadaran siswa akan pentingnya percaya pada diri sendiri, menyayangi diri, berfokus pada tujuan, serta mengabaikan pendapat negatif dari orang lain. Kebiasan menulis secara ekspresif melalui diary atau journaling dalam bahasa Inggris diharapkan dapat memberikan kesempatan pada siswa untuk melatih kemampuan berbahasa Inggrisnya, menambah kosa kata, dan tentunya membangun rasa percaya diri dari afirmasi positif yang ditulis setiap hari.