Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

BIMBINGAN TEKNIS SEBAGAI STRATEGI PERSIAPAN SERTIFIKASI BNSP: UPAYA PENGUATAN KOMPETENSI KOGNITIF, AFEKTIF, DAN PSIKOMOTORIK BERSTANDAR NASIONAL DI PUSTAMA INDONESIA Endi Rustendi; Haris Karyadi; Aldi Friyatna Dira; Dede Siti Syamsiah; Sunarni Sunarni; Asral Asral
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 3 (2025): Volume 6 No 3 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i3.47472

Abstract

Perubahan lanskap ketenagakerjaan akibat Revolusi Industri 4.0 menuntut tenaga kerja Indonesia untuk memiliki kompetensi yang tidak hanya berbasis ijazah, tetapi juga diakui secara profesional melalui sertifikasi. Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) menjadi lembaga otoritatif dalam penyelenggaraan uji kompetensi nasional. Sebagai respons terhadap kebutuhan tersebut, PUSTAMA INDONESIA menyelenggarakan program Bimbingan Teknis (Bimtek) sebagai strategi persiapan sertifikasi dengan pendekatan pelatihan berbasis kompetensi. Kegiatan ini mengintegrasikan metode blended learning—kombinasi antara pembelajaran daring dan tatap muka—serta pendekatan experiential learning dan penyusunan portofolio berbasis unit kompetensi sesuai standar SKKNI. Peserta berasal dari berbagai latar belakang, seperti pelajar, pencari kerja, profesional, pelaku UMKM, hingga masyarakat umum, sehingga pendekatan modular dan andragogis diterapkan. Evaluasi menggunakan pre-test, post-test, observasi, dan penilaian portofolio menunjukkan peningkatan kompetensi secara signifikan di ranah kognitif (31%), afektif (30%), dan psikomotorik (28%). Temuan ini menegaskan bahwa strategi pelatihan yang dirancang secara holistik dan adaptif efektif dalam meningkatkan kesiapan peserta menghadapi uji sertifikasi. Program ini tidak hanya menjembatani kesenjangan antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja, tetapi juga memberikan kontribusi konkret dalam penguatan kompetensi nasional. Dengan demikian, model bimtek ini layak dijadikan praktik baik dalam pengembangan sumber daya manusia Indonesia yang kompeten, profesional, dan siap bersaing secara global.
Program Modal Bergulir dan Inovasi Produk Olahan Pangan Lokal: Pengabdian Fauziah Fauziah; Irma Hakim; Sunarni; Abdul Rosid; Nicholas Renaldo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5677

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program modal bergulir dalam mendukung pengembangan usaha serta mendorong inovasi pada produk olahan pangan lokal. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi tahap persiapan dan pemetaan potensi lokal, sosialisasi program, seleksi dan penetapan penerima modal, pelatihan manajemen keuangan dan pengelolaan modal, pelatihan inovasi produk olahan pangan lokal, penyaluran modal bergulir, pendampingan dan monitoring berkala, serta evaluasi dan penguatan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program modal bergulir dan pengembangan produk olahan pangan lokal memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas usaha masyarakat. Perluasan akses permodalan membantu pelaku usaha kecil memperkuat keberlangsungan produksi, meningkatkan skala usaha, serta menerapkan perencanaan yang lebih sistematis. Pendampingan yang diberikan turut mendorong perbaikan kualitas produk, inovasi dalam pengolahan dan pemasaran, serta peningkatan daya saing produk lokal di pasar. Selain itu, program ini berkontribusi pada peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan, tumbuhnya rasa tanggung jawab kolektif, dan penguatan solidaritas antaranggota kelompok. Dampak ekonomi terlihat dari meningkatnya pendapatan dan stabilitas keuangan keluarga secara bertahap, sementara dampak non-materiil tercermin pada meningkatnya kepercayaan diri dan pola pikir jangka panjang para pelaku usaha. Secara keseluruhan, program ini tidak hanya memperkuat aspek ekonomi, tetapi juga membangun fondasi sosial dan mentalitas kewirausahaan yang mendukung keberlanjutan usaha secara berkelanjutan.
Pelatihan Kewirausahaan Digital bagi Siswa SMK Tunas Unggul Cikarang Barat untuk Menanamkan Semangat Juang, Disiplin, dan Konsistensi Asral Asral; Ridwan Efendi Rai; Sunarni Sunarni; Ismamudi Ismamudi; Raza Ikhsan Al fitrah; Supartono Supartono
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 2 No. 2 (2026): MARET-APRIL
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/h8btxw69

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk: (1) memberikan pemahaman kepada siswa mengenai konsep dan peluang kewirausahaan digital; (2) melatih siswa mengenali ide bisnis yang sesuai dengan kebutuhan pasar; (3) membimbing siswa memanfaatkan media sosial dan platform digital sebagai sarana usaha; (4) menanamkan nilai semangat juang, disiplin, dan konsistensi dalam proses merintis usaha; (5) meningkatkan motivasi siswa agar berani memulai usaha sejak dini; serta (6) memperkuat kerja sama antara perguruan tinggi dan sekolah dalam pengembangan kompetensi kewirausahaan siswa. Kegiatan dilaksanakan di SMK Tunas Unggul Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, dengan peserta sebanyak 25 siswa kelas XI. Metode pelaksanaan menggunakan tiga tahapan, yaitu sosialisasi, pelatihan, dan evaluasi. Tahap sosialisasi dilakukan melalui koordinasi dengan pihak sekolah dan identifikasi kebutuhan peserta. Tahap pelatihan dilaksanakan melalui ceramah interaktif, diskusi, demonstrasi, dan studi kasus terkait peluang bisnis digital, strategi pemasaran online, serta penggunaan marketplace dan media sosial. Tahap evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi peserta, sesi tanya jawab, dan refleksi akhir kegiatan. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa siswa mengalami peningkatan pemahaman mengenai kewirausahaan digital dan peluang usaha berbasis teknologi. Peserta juga mampu mengidentifikasi berbagai ide usaha yang sesuai dengan kebutuhan pasar sekitar, seperti kuliner, reseller, dan jasa digital. Selain itu, siswa memahami cara memanfaatkan media sosial sebagai alat promosi usaha. Dari sisi karakter, peserta menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya semangat juang, disiplin, dan konsistensi dalam mencapai keberhasilan. Motivasi siswa untuk memulai usaha sejak dini juga meningkat setelah mengikuti kegiatan. Kegiatan ini sekaligus memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan sekolah dalam pemberdayaan peserta didik. Dengan demikian, pelatihan kewirausahaan digital efektif dalam menyiapkan siswa SMK menghadapi dunia kerja dan dunia usaha di era digital
The Influence Of Digital Marketing Capability And Service Quality On Participants' Decisions To Choose Training Services With Brand Image As A Mediation Variable At Pustama Indonesia Sunarni
International Journal of Business and Quality Research Vol. 4 No. 03 (2026): July - September, International Journal of Business and Quality Research (IJBQ
Publisher : Citakonsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijbqr.v4i03.6338

Abstract

This study aims to analyze the influence of Digital Marketing Capability and Service Quality on Participants' Decisions to Choose Training Services with Brand Image as a mediating variable at PUSTAMA INDONESIA. This study uses a quantitative approach with a causal associative research type. The study population is participants who have attended or used PUSTAMA INDONESIA training services, with a sample of 150 respondents selected using a purposive sampling technique. Data collection was carried out through a questionnaire with a five-point Likert scale. Data analysis used Structural Equation Modeling-Partial Least Squares (SEM-PLS) through testing the measurement model and structural model. The results of the study indicate that Digital Marketing Capability has a positive and significant effect on Brand Image and Participant Decisions. Service Quality also has a positive and significant effect on Brand Image and Participant Decisions. Furthermore, Brand Image is proven to have a positive and significant effect on Participants' Decisions to Choose Training Services. The results of the mediation test indicate that Brand Image is able to mediate the influence of Digital Marketing Capability and Service Quality on Participant Decisions. The R-Square value shows that Digital Marketing Capability and Service Quality are able to explain 58.3% of the variation in Brand Image, while Digital Marketing Capability, Service Quality, and Brand Image are able to explain 67.2% of the variation in Participant Decisions. The research findings show that increasing participant decisions is not enough only through digital marketing activities, but needs to be supported by consistent service quality and a positive brand image. Therefore, PUSTAMA INDONESIA needs to develop an informative and interactive digital marketing strategy, improve service quality, and strengthen Brand Image to increase participant attraction and trust in training services.