Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Program Modal Bergulir dan Inovasi Produk Olahan Pangan Lokal: Pengabdian Fauziah Fauziah; Irma Hakim; Sunarni; Abdul Rosid; Nicholas Renaldo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5677

Abstract

Pengabdian ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas program modal bergulir dalam mendukung pengembangan usaha serta mendorong inovasi pada produk olahan pangan lokal. Pelaksanaan kegiatan dilakukan melalui beberapa tahapan, meliputi tahap persiapan dan pemetaan potensi lokal, sosialisasi program, seleksi dan penetapan penerima modal, pelatihan manajemen keuangan dan pengelolaan modal, pelatihan inovasi produk olahan pangan lokal, penyaluran modal bergulir, pendampingan dan monitoring berkala, serta evaluasi dan penguatan keberlanjutan program. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa program modal bergulir dan pengembangan produk olahan pangan lokal memberikan dampak positif terhadap peningkatan kapasitas usaha masyarakat. Perluasan akses permodalan membantu pelaku usaha kecil memperkuat keberlangsungan produksi, meningkatkan skala usaha, serta menerapkan perencanaan yang lebih sistematis. Pendampingan yang diberikan turut mendorong perbaikan kualitas produk, inovasi dalam pengolahan dan pemasaran, serta peningkatan daya saing produk lokal di pasar. Selain itu, program ini berkontribusi pada peningkatan kemampuan pengelolaan keuangan, tumbuhnya rasa tanggung jawab kolektif, dan penguatan solidaritas antaranggota kelompok. Dampak ekonomi terlihat dari meningkatnya pendapatan dan stabilitas keuangan keluarga secara bertahap, sementara dampak non-materiil tercermin pada meningkatnya kepercayaan diri dan pola pikir jangka panjang para pelaku usaha. Secara keseluruhan, program ini tidak hanya memperkuat aspek ekonomi, tetapi juga membangun fondasi sosial dan mentalitas kewirausahaan yang mendukung keberlanjutan usaha secara berkelanjutan.
HUBUNGAN PELAKSANAAN FUNGSI MANAJEMEN KEPALA RUANGAN RAWAT INAP DENGAN KEPUASAN KERJA PERAWAT Evi Yanti; Endang Sugiarni; Fauziah Fauziah; Intan Maulida; Zainap Ayuna
Getsempena Health Science Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v4i1.3378

Abstract

Manajemen keperawatan merupakan suatu proses keperawatan yang menggunakan fungsi-fungsi keperawatan yang terdiri dari perencanaan, pengoranisasian, penagarahan, dan pengendalian, masing-masing fungsi manajemen tersebut saling berkaitan satu sama lain Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif korelasi dengan menggunakan rancangan Cross Sectional yang bertujuan untuk mengidentifikasi bagaimana hubungan pelaksanaan fungsi manajemen kepala ruangan dengan kepuasaan kerja perawat diruang rawat inap RSU Cut Meutia. pengambilan data dialkukan pada bulan Juli-Agustus 2025. Populasi dalam penelitian ini adalah 201 perawat yang bertugas di 10 ruang rawat inap. Jumlah sampel penelitian ini adalah 134 perawat di RSU Cut Meutia dengan menggunakan teknik simple random sampling. Pengukuran variabel menggunakan analisa univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi square untuk menguji hubungan pelaksanaan fungsi manajemen kepala ruangan dengan kepuasaan kerja perawat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan fungsi manajemen kepala ruangan baik lebih dari 50 %, kepuasaan kerja perawat baik 88,9%. Ada hubungan yang bermakna antara fungsi manajemen dengan kepuasaan kerja perawat, dengan nilai ρ-value 0,004. Peneliti menyimpulkan bahwa variable fungsi manajemen kepala ruangan berhubungan dengan kepuasaan kerja perawat di RSU Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara.AbstractNursing management is a nursing process that uses nursing functions consisting of planning, organizing, directing, and controlling, each of these management functions is interrelated with each other. This study is a descriptive correlation study using a Cross Sectional design that aims to identify how the relationship between the implementation of the head of the room management function and nurse job satisfaction in the inpatient ward of Cut Meutia Hospital. Data collection was carried out in July-August 2025. The population in this study was 201 nurses who worked in 10 inpatient wards. The number of samples in this study was 134 nurses at Cut Meutia Hospital using a simple random sampling technique. Variable measurement used univariate and bivariate analysis using the chi square test to test the relationship between the implementation of the head of the room management function and nurse job satisfaction. The results showed that the implementation of the head of the room management function was good at more than 50%, nurse job satisfaction was good at 88.9%. There was a significant relationship between management functions and nurse job satisfaction, with a ρ-value of 0.004. The researcher concluded that the variable of the management function of the head of the room was related to the job satisfaction of nurses at Cut Meutia Hospital, North Aceh Regency.
HUBUNGAN PENGETAHUAN PERAWAT DENGAN PEMENUHAN INDIKATOR MUTU RUANG PERAWATAN Di RSU CUT MEUTIA KABUPATEN ACEH UTARA Endang Sugiarni; Putri Tia Novita; Fauziah Fauziah; Husna Maulida; Yolanda Amelia Putri
Getsempena Health Science Journal Vol. 4 No. 1 (2025): Januari
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v4i1.3380

Abstract

Indikator mutu pelayanan dibuat untuk memenuhi atau melampaui harapan pasien, sehingga perlu perbaikan terus menerus dan berkelanjutan. Indikator mutu berfokus pada pemahaman, pengendalian, dan peningkatan proses kerja daripada mengoreksi kesalahan individu. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui hubungan pengetahuan perawat dengan pemenuhan indikator mutu ruang perawatan di Rumah Sakit. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif cross sectional. Pengambilan sampel yang dilakukan dalam penelitian ini adalah teknik accidental sampling dengan jumlah sampel sebanyak 116 responden. Pengolahan data editing, coding, processing, dan cleaning, dan menggunakan uji chi quare. Hasil penelitian pengetahuan perawat yang didapati bahwa pengetahuan perawat mayoritas baik yaitu sebanyak 80 perawat (68.9%) dan kategori kurang baik sebanyak 36 perawat (31%). Pemenuhan indikator mutu menunjukkan hasil seluruh perawat D III sudah melakukan pemenuhan indikator mutu dengan sangat baik dengan persentase 83.7% dan hampir mencapai 100%. Hasil uji analisis bivariat memperoleh nilai hasil p value (0,033) < (0.05), maka dapat disimpulkan terhadap hubungan yang signifikan antara pengetahuan perawat terhadap pemenuhan indikator mutu ruang perawatan. Disarankan bagi perawat bahwa pentingnya pengetahuan tentang indikator mutu dan juga perawat D III tetap harus melanjutkan pendidikan ke tahap selanjutnya guna mampu menambah pengetahuan perawat terkait hal yang bersangkutan dengan profesi khususnya dalam pemenuhan indikator mutu.AbstractQuality service indicators are developed to meet or exceed patient expectations, necessitating continuous and sustainable improvement. These indicators focus on understanding, controlling, and enhancing work processes rather than correcting individual errors. This study aims to determine the relationship between nurses' knowledge and the fulfillment of quality indicators in hospital care units. This research is a quantitative study with a cross-sectional design. The sampling technique used is accidental sampling, with a total of 116 respondents. Data processing included editing, coding, processing, and cleaning, and analysis was conducted using the Chi-Square test. The results showed that the majority of nurses had good knowledge, with 80 nurses (68.9%) falling into the good category, and 36 nurses (31%) in the less knowledgeable category. Fulfillment of quality indicators revealed that all nurses with a D-III nursing degree had fulfilled the indicators very well, with a fulfillment rate of 83.7%, nearing 100%. The bivariate analysis showed a p-value of 0.033, which is less than 0.05, indicating a significant relationship between nurses' knowledge and the fulfillment of quality indicators in the care unit. It is recommended that nurses recognize the importance of knowledge related to quality indicators and that nurses with a D-III degree should continue their education to enhance their professional knowledge, particularly in fulfilling quality service indicators.
THE EFFECT OF CONFLICT MANAGEMENT AND WORKLOAD ON NURSES' PERFORMANCE Putri Riskina; Putri Tia Novita; Fauziah Fauziah; Arista Ardilla; Rauzatul Jannah
Getsempena Health Science Journal Vol. 4 No. 2 (2025): JULI
Publisher : Universitas Bina Bangsa Getsempena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46244/ghsj.v4i2.3392

Abstract

Performance is a situation of factors related to work, interacting with factors from within the individual and changing physiological and psychological conditions so that the condition deviates from normal. The purpose of this study is to determine the Effect of Conflict Management and Workload on Nurse Performance at Cut Mutia Regional General Hospital, North Aceh Regency. This type of research is quantitative research with a cross-sectional approach. The population in this study were 37 nurses at Cut Mutia Regional General Hospital. Sampling was carried out using the total sampling method. Based on the results of the linear regression test on conflict management, the p value was obtained = 0.002 and on workload, the p value was obtained = 0.000 <α 0.05 and with the level of influence that there is an influence. This shows that the ρ value <α then the hypothesis Ha is accepted and Ho is rejected which means "there is an influence of conflict management and workload on nurse performance at Cut Mutia Regional General Hospital, North Aceh Regency". This means that conflict management and workload affect nurse performance. Especially nurses at the Cut Mutia Health Center are expected to be more careful in their work, so they can identify problems and fix problems that occur.