Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMBERDAYAAN KWT “BINA USAHA TANI” MELALUI PENYULUHAN CPPOB DAN PELATIHAN PEMBUATAN ES PUTER SRIKAYA Suharman Suharman; Afnita Nur Amalina; Latifah Putranti; Azzah Afifah; Muhammad Dwi Santoso
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 5 (2025): Vol.6 No. 5 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i5.50679

Abstract

Kelompok Wanita Tani “Bina Usaha Tani” bergerak dalam bidang pengolahan hasil pertanian yang berada di Dusun Kaliwuluh Rt. 004, Rw 006 Jurangjero, Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. KWT tersebut memiliki ladang di sekitar pekarangan rumah mereka yang dimanfaatkan untuk menanam tanaman buah khususnya buah srikaya. Buah Srikaya yang dihasilkan belum dapat dimanfaatkan secara baik, hanya dijual langsung dan dikonsumsi oleh anggota KWT. Untuk meningkatkan nilai tambah terhadap buah srikaya maka dilakukan pengolahan menjadi produk es puter yang dapat meningkatkan perekonomian dan kesejahteraan KWT “Bina Usaha Tani”. Kegiatan yang dilakukan tim pengabdi yaitu melakukan penyuluhan tentang Cara Produksi Pangan Olahan yang Baik (CPPOB) dan dilanjutkan dengan kegiatan pelatihan pembuatan es puter srikaya. Dari hasil kegiatan pengabdian tersebut masyarakat menjadi lebih paham terkait syarat yang harus dipenuhi dalam pengolahan bahan hasil pertanian menjadi produk serta kewajiban pelaku usaha pangan dalam memiliki sertifikat CPPOB. Selain itu setelah dilakukannya pelatihan pembuatan es puter, masyarakat menjadi lebih terampil dalam praktek pembuatan es puter hingga pengemasan produk yang siap jual. Kegiatan pengabdian tersebut bermanfaat bagi KWT “Bina Usaha Tani” dalam meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan anggota kelompok tersebut.
PELATIHAN PEMBUATAN MANGGLENG DAN PENYULUHAN PENGAJUAN P-IRT DI KWT “BINA USAHA TANI” Suharman Suharman; Afnita Nur Amalina; Sri Harmini; Azzah Afifah; Ifan Adipratama
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.54036

Abstract

Kalurahan Jurangjero yang berada di Kapanewon Ngawen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, memiliki sektor pertanian utama dengan mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani. Singkong menjadi produk utama yang dibudidayakan. Namun potensi hasil panen yang melimpah ini belum dimanfaatkan secara optimal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Selama ini, hasil panen singkong sebagian besar hanya dikonsumsi untuk keperluan pribadi rumah tangga. Pada saat panen berlimpah, singkong hanya dijual dalam bentuk mentah dengan harga yang sangat rendah di pasar. Permasalahan yang dihadapi oleh KWT ini diantaranya yaitu, kelompok ini memiliki keterbatasan dalam pengetahuan dan keahlian untuk mengolah singkong mentah menjadi berbagai produk pangan olahan yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Hal ini menyebabkan mereka terjebak dalam penjualan dengan keuntungan yang tipis. Kedua, kelompok juga kurang terampil dalam memilih kemasan yang tepat dan menarik. Ketiga, kelompok menghadapi kendala dalam hal legalitas produk dan strategi pemasaran. Mereka kurang memahami tata cara pengajuan P-IRT (Pangan Industri Rumah Tangga), yang merupakan sertifikat wajib untuk dapat memasarkan produk pangan secara legal dan luas. Kegiatan yang akan dilakukan yaitu pelatihan pengolahan singkong menjadi produk "Manggleng" dengan berbagai varian rasa. Selain itu akan dilakukan penyuluhan terkait teknik pengemasan yang baik dan bimbingan teknis pengajuan sertifikat P-IRT. Dari kegiatan yang dilakukan, KWT “Bina Usaha Tani” menjadi lebih paham dan terampil dalam pembuatan manggleng menjadi produk yang memiliki nilai jual tinggi dan dapat bersaing di pasaran. Selain itu KWT tersebut menjadi paham terkait pentingya dan cara pengajuan P-IRT agar produk tersebut legal dijual di pasaran.