Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGELOLAAN SAMPAH BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT SEBAGAI STRATEGI PEMBENTUKAN SIKAP DAN PERILAKU PRO LINGKUNGAN DI KAYU PUTIH Theresia Hoar Seran; Sarina Asadama; Yufran Lassa; Ardi Agnesto Kamlasi; Febiani Audina Witak; Gema Galgani Kolo; Jumiati Dapat Balawala; Seprianus Lalan; Jenman Aoliso; Yohanis Ledoh; Suci Lestari Handayani; Zulkhaedir Abdussamad
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i1.55561

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga masih menjadi isu lingkungan yang kompleks di wilayah perkotaan, termasuk di Kelurahan Kayu Putih, Kota Kupang. Rendahnya pemilahan sampah sejak dari rumah serta terbatasnya partisipasi masyarakat menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga berkaitan dengan aspek perilaku dan kesadaran sosial. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, kesadaran, dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah rumah tangga melalui pendekatan psikologi sosial. Metode pengabdian yang digunakan meliputi edukasi berbasis ceramah interaktif dan diskusi, pengenalan konsep ekonomi sirkular, serta pelatihan pemanfaatan sampah residu melalui pembuatan ecobrick. Kegiatan dilaksanakan secara partisipatif dengan melibatkan masyarakat RT 28 Kelurahan Kayu Putih, mahasiswa, serta mitra komunitas pengelola sampah. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai jenis dan dampak sampah, pentingnya pemilahan sampah sejak dari rumah, serta perubahan cara pandang terhadap sampah sebagai sumber daya yang memiliki nilai guna dan nilai ekonomi. Selain itu, kegiatan ini mendorong terbentuknya sikap positif, penguatan norma sosial, dan meningkatnya persepsi kontrol perilaku masyarakat dalam pengelolaan sampah. Hasil pengabdian ini menegaskan bahwa pendekatan berbasis partisipasi masyarakat dan psikologi sosial efektif dalam mendorong perubahan perilaku pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan di tingkat komunitas.
Dampak Budaya Lokal Terhadap Partisipasi Pendidikan: Studi Kasus di Kecamatan Reok Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur Kaharudin; Zainur Wula; Zulkhaedir Abdussamad; Baco Tang; Wahid Hasyim TRA Beni; syarifuddin darajad
PESHUM : Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora Vol. 5 No. 5: Agustus 2026
Publisher : CV. Ulil Albab Corp

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56799/peshum.v5i5.20116

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis dampak budaya lokal terhadap partisipasi pendidikan masyarakat di Kecamatan Reok, Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur, sekaligus mengkaji upaya revitalisasi budaya lokal dan pola pelibatan masyarakat dalam mendukung keberlangsungan pendidikan. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus etnografis-fenomenologis, di mana data dihimpun melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan penelusuran dokumen terhadap tokoh adat, orang tua, pengurus komite sekolah, kepala sekolah, guru, pengawas pendidikan, serta peserta didik. Keabsahan data diperiksa melalui triangulasi sumber dan triangulasi teori. Hasil penelitian menunjukkan bahwa budaya lokal Reok memberikan pengaruh ganda terhadap partisipasi pendidikan. Nilai gotong royong, penghormatan terhadap ilmu pengetahuan, dan peran tokoh adat mendorong semangat bersekolah, sementara konstruksi budaya seperti mendo (anggapan bahwa pendidikan tinggi memberatkan ekonomi keluarga), takdir (kepasrahan atas nasib hidup), dan anak wina (pembatasan pendidikan bagi anak perempuan), ditambah keterlibatan anak dalam kegiatan adat, ekonomi keluarga berbasis tradisi, dan pernikahan usia muda, menjadi faktor penghambat. Revitalisasi budaya melalui integrasi muatan lokal, sanggar budaya, dan pelibatan tokoh adat terbukti memperkuat relevansi pembelajaran dan identitas peserta didik, meskipun masih terkendala keterbatasan sumber daya dan pelatihan guru. Keterlibatan masyarakat melalui komite sekolah, gotong royong, dan kemitraan sekolah-orang tua juga berkorelasi positif dengan kedisiplinan dan motivasi belajar siswa. Temuan ini menegaskan pentingnya pendekatan pendidikan berbasis budaya yang kontekstual dan kolaboratif di wilayah dengan tradisi kuat seperti Reok.