Claim Missing Document
Check
Articles

Found 6 Documents
Search

Pendampingan Pengelolaan Kas Dengan Aplikasi Pencatatan Sederhana Berbasis Digital Pada UMKM Es Teler 88 Novia Ramadhani; Ahmad Nashiruddin Mushoddiq Rahman; Yulia Yunita Yusuf; Andi Faisal; Adriansyah
Vokatek: Jurnal Pengabdian Masyarakat Volume 3: Issue 2 (Juni 2025)
Publisher : Sakura Digital Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61255/vokatekjpm.v3i2.618

Abstract

Usaha mikro sering kali menghadapi kendala dalam mengelola keuangan, terutama pada pencatatan dan pengawasan kas. Melalui pengalaman langsung bersama pelaku UMKM Es Teler 88, kami menemukan bahwa pencatatan masih dilakukan secara manual dan tidak terstruktur. Hal ini menyebabkan kesulitan dalam memantau alur keuangan usaha. Dalam kegiatan ini, diberikan edukasi dan pendampingan sederhana mengenai pentingnya pencatatan kas harian, pemisahan antara keuangan pribadi dan usaha, serta pembuatan dana darurat. Dengan perubahan kecil namun konsisten, pemilik usaha mulai menyadari manfaat pencatatan dalam membantu pengambilan keputusan dan menjaga keberlanjutan usahanya. Harapannya, langkah ini bisa menjadi awal menuju pengelolaan keuangan yang lebih baik bagi pelaku usaha mikro.
Ketidaksimetrian Realisasi Pendapatan dan Belanja Daerah: Analisis Postur APBD Se-Provinsi Sulawesi Selatan Tahun 2025 Adriansyah Adriansyah; Andi Faisal; Yulia Yunita Yusuf
Bata Ilyas Journal of Accounting Vol 7, No 1 (2026)
Publisher : Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Amkop Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37531/bijac.v7i1.11953

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) se-Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2025 dalam perspektif kinerja realisasi anggaran, kemandirian fiskal, dan kualitas struktur belanja daerah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data sekunder yang bersumber dari Sistem Informasi Keuangan Daerah (SIKD) pada 25 pemerintah daerah. Teknik analisis meliputi rasio realisasi pendapatan dan belanja, struktur pendapatan, struktur belanja, rasio Pendapatan Asli Daerah (PAD), rasio transfer, serta surplus/defisit realisasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa realisasi pendapatan daerah mencapai Rp43,00 triliun atau 89,99% dari anggaran, sedangkan realisasi belanja daerah mencapai Rp39,20 triliun atau 81,25%. Kondisi tersebut menghasilkan surplus realisasi sebesar Rp3,80 triliun, meskipun postur anggaran menunjukkan defisit Rp470,03 miliar. Struktur pendapatan masih didominasi Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) sebesar 67,60%, sementara PAD hanya berkontribusi 27,37%. Pada sisi belanja, belanja pegawai mendominasi sebesar 45,32%, sedangkan belanja modal hanya 11,27%. Temuan ini menunjukkan adanya ketidaksimetrian realisasi APBD dan terbatasnya ruang fiskal untuk belanja produktif.
Analysis of the Economic Performance of ASEAN Countries from a Public Accountability Perspective Based on ASEAN Key Figures 2025 Yulia Yunita Yusuf; Adriansyah Adriansyah; Anisatun Humayrah Rais
Jurnal Administrasi Bisnis VOL 5, NO 2 (2026) May
Publisher : Universitas Negeri Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26858/jab.v5i2.84448

Abstract

This research analyzes the economic performance of ASEAN countries from the perspective of public accountability based on ASEAN Key Figures 2025. Using a comparative descriptive quantitative method, macroeconomic indicators are evaluated as a reflection of development outcomes and public accountability. The results show that ASEAN's aggregate performance is very strong in 2024, although unevenly distributed. Indonesia dominates total GDP, Vietnam leads in economic growth, while Singapore excels in GDP per capita, trade in services, and FDI. In conclusion, the comparison of these macroeconomic indicators serves as crucial non-financial information to evaluate the effectiveness of each member country's development policies.
LITERASI PAJAK LINGKUNGAN DAN KESADARAN SOSIAL-EKOLOGIS: TINJAUAN LITERATUR TERSTRUKTUR Adriansyah; Yulia Yunita Yusuf
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 01 (2026): Volume 03 Nomor 01 (Jun 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v3i01.691

Abstract

Pajak lingkungan tidak hanya dapat dipahami sebagai instrumen fiskal, tetapi juga sebagai sarana edukasi sosial untuk membentuk kesadaran ekologis masyarakat. Artikel ini bertujuan mengkaji hubungan antara literasi pajak lingkungan dan kesadaran sosial-ekologis melalui pendekatan tinjauan literatur terstruktur. Kajian dilakukan terhadap artikel jurnal nasional terindeks dan sumber ilmiah relevan yang membahas pajak karbon, pajak lingkungan, literasi pajak, pendidikan lingkungan, dan perilaku pro-lingkungan. Literatur dianalisis secara tematik untuk mengidentifikasi pola hubungan, fokus kajian, dan celah penelitian. Hasil kajian menunjukkan bahwa literasi pajak lingkungan berperan dalam menjembatani pemahaman masyarakat mengenai fungsi pajak sebagai alat pengendalian eksternalitas lingkungan. Literasi yang baik dapat meningkatkan penerimaan sosial terhadap kebijakan fiskal hijau, memperkuat kepedulian lingkungan, dan mendorong perilaku sosial yang lebih bertanggung jawab. Namun, literatur juga menunjukkan bahwa isu pajak lingkungan di Indonesia masih lebih banyak dibahas dari sisi regulasi dan penerimaan negara, sementara dimensi edukasi sosial dan kesadaran ekologis belum banyak dikembangkan. Artikel ini menawarkan kerangka konseptual sederhana bahwa literasi pajak lingkungan dapat menjadi pintu masuk pendidikan sosial-ekologis, khususnya bagi mahasiswa, pelaku UMKM, dan masyarakat perkotaan.
LITERASI AKUNTANSI KEBERLANJUTAN DALAM MENINGKATKAN KESADARAN SOSIAL DAN LINGKUNGAN: TINJAUAN LITERATUR TERSTRUKTUR Yulia Yunita Yusuf; Adriansyah
EDUSOS: Jurnal Edukasi dan Ilmu Sosial Vol. 3 No. 01 (2026): Volume 03 Nomor 01 (Jun 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/edusos.v3i01.692

Abstract

Perkembangan isu keberlanjutan menuntut akuntansi tidak hanya dipahami sebagai proses pencatatan transaksi keuangan, tetapi juga sebagai sarana pertanggungjawaban sosial dan lingkungan. Namun, pemahaman mengenai akuntansi keberlanjutan masih sering terbatas pada pelaporan perusahaan, sehingga aspek literasi dan pembentukan kesadaran sosial-lingkungan belum banyak ditekankan. Artikel ini bertujuan menelaah peran literasi akuntansi keberlanjutan dalam meningkatkan kesadaran sosial dan lingkungan melalui pendekatan tinjauan literatur terstruktur. Literatur dikumpulkan secara purposif dari artikel jurnal nasional dan internasional yang membahas akuntansi keberlanjutan, pelaporan keberlanjutan, green accounting, corporate social responsibility, pendidikan akuntansi, dan kesadaran lingkungan. Hasil telaah menunjukkan bahwa literasi akuntansi keberlanjutan memiliki empat peran utama, yaitu memperluas pemahaman akuntansi dari orientasi laba menuju tanggung jawab pemangku kepentingan, mendorong transparansi kinerja ekonomi-sosial-lingkungan, memperkuat pendidikan akuntansi yang berorientasi etis, serta membangun kepedulian sosial-ekologis. Artikel ini menyimpulkan bahwa akuntansi keberlanjutan dapat ditempatkan sebagai instrumen edukasi sosial yang relevan untuk membentuk kesadaran generasi muda, pelaku usaha, dan masyarakat terhadap pentingnya praktik ekonomi yang bertanggung jawab.
Disparity in VUK Ratio Achievement against GDP among Provinces in Indonesia: Target Gap Analysis and Regional Quadrant Mapping Asmar Asmar; Adriansyah; Yulia Yunita Yusuf; suharti Sirajuddin; Andi Nurrahma Gaffar
ARRUS Journal of Social Sciences and Humanities Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : PT ARRUS Intelektual Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35877/soshum4831

Abstract

This study aims to analyze disparities in the achievement of the VUK-to-Gross Regional Domestic Product (GRDP) ratio across provinces in Indonesia through target-achievement gap analysis and regional quadrant mapping. This study employs a descriptive-evaluative quantitative approach using secondary data from 38 provinces in Indonesia. The analysis covers historical data from 2020 to 2024, target and achievement data from 2025 to 2026, and target/projection data from 2027 to 2029 as a policy context. The analytical techniques include descriptive statistics, trend analysis, gap analysis, ranking analysis, and quadrant mapping. The results show that the national VUK-to-GRDP ratio declined from 1.10 in 2020 to 0.97 in 2024. National achievement also remained below the target, with a gap of -0.08 in 2025, widening to -0.13 in 2026. At the provincial level, substantial disparities were observed. Several provinces, including East Nusa Tenggara, West Kalimantan, Central Java, East Kalimantan, and South Sulawesi, recorded positive gaps in 2025, while Papua Highlands, Central Papua, South Papua, Papua, and Bali recorded the largest negative gaps. The 2025 quadrant mapping shows that 13 provinces are classified as leading regions, 6 as potential regions, 6 as under-optimized regions, and 13 as priority intervention regions. These findings indicate that policies to improve the VUK-to-GRDP ratio should be designed based on regional characteristics rather than a uniform national approach. This study contributes by integrating trend analysis, target-achievement gap analysis, and regional quadrant mapping as a basis for evaluating interprovincial disparities.