Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Gas Nitrogen dalam Kemasan dan Umur Simpan Produk Makanan: Tinjauan Literatur Ihsan Maulana; Siti Nurhasanah; Tresna Ligar Aphafield; Raden Siti Nurlaela
KARIMAH TAUHID Vol. 2 No. 4 (2023): Karimah Tauhid
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/karimahtauhid.v2i4.8758

Abstract

ABSTRAK Penyimpanan produk makanan dapat mengalami perubahan deterioratif yang beragam sehingga diperlukan pengaturan masa penyimpanannya agar tidak terjadi penurunan kualitas dan penerimaan yang signifikan. Beberapa faktor yang memengaruhi stabilitas makanan adalah kelembaban, oksigen, uap beracun, kontaminasi fisik, cahaya, dan sejarah waktu-suhu kemasan. Dalam penyimpanan kemasan, dua reaksi deterioratif utama yang perlu diatur adalah penyerapan air dan ketengikan oksidatif pada produk kaya lemak, produk kering, atau gorengan. Aktivitas air juga membantu memprediksi keamanan dan stabilitas produk terkait pertumbuhan mikroba, laju reaksi kimia dan biokimia, dan sifat fisik. Dalam penelitian ini, dilakukan tinjauan literatur mengenai pengaruh gas nitrogen dalam kemasan terhadap umur simpan produk pangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa gas nitrogen dalam kemasan (terutama dalam makanan ringan) dapat membantu memperpanjang umur simpan dengan mengontrol aktivitas air dalam produk pangan dan mempertahankan nilai nutrisi serta mencegah perubahan sensori pada makanan (terutama pada buah dan sayur). Kombinasi pengemasan gas nitrogen dengan karbondioksida pada beras pecah kulit dan sosoh juga dapat memperpanjang umur simpan produk hingga 12 bulan pada suhu kamar. Selain itu, gas nitrogen juga mampu mengurangi degradasi senyawa volatil selama penyimpanan dan mempertahankan stabilitas komponen volatil dan profil rasa pada produk pangan. Oleh karena itu, penggunaan gas nitrogen dapat menjadi alternatif yang baik untuk memperpanjang umur simpan produk pangan dan mempertahankan kualitas produk.
Karakteristik Kimia Permen Keras dengan Penambahan Ekstrak Putik Bunga Saffron (Crocus sativus L.) Wilna Iznilillah; Arti Hastuti; Tiara Amanda Lestari; Sri Rejeki Retna Pertiwi; Muhammad Rifqi; Tresna Ligar Aphafield
JURNAL AGROINDUSTRI HALAL Vol. 12 No. 1 (2026): Jurnal Agroindustri Halal
Publisher : Universitas Djuanda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30997/jah.v12i1.22353

Abstract

Permen keras merupakan kategori produk pangan yang memiliki tingkat penerimaan luas di berbagai segmen konsumen. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pemanfaatan ekstrak putik bunga saffron (Crocus sativus L.) sebagai komponen fungsional dalam formulasi permen keras, dengan fokus pada kontribusi senyawa bioaktifnya terhadap peningkatan aktivitas antioksidan. Penelitian dilaksanakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) satu faktor dengan dua ulangan, yang terdiri atas empat tingkat konsentrasi ekstrak saffron, yaitu 0%, 2,5%, 5,0%, dan 7,5%. Parameter yang dianalisis mencakup aktivitas antioksidan, kadar air, dan kadar abu sebagai dasar penetapan perlakuan terbaik, diikuti oleh analisis kadar gula reduksi dan sakarosa pada perlakuan terpilih. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan uji lanjut Duncan pada tingkat signifikansi 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan ekstrak saffron pada konsentrasi 7,5% menghasilkan formulasi permen keras dengan karakteristik paling unggul. Formulasi ini memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 sebesar 47,16 µg/mL, kadar air sebesar 0,76%, kadar abu 0,72%, kadar gula reduksi 15,22%, dan kadar sakarosa 60,12%. Secara keseluruhan, penambahan ekstrak putik bunga saffron terbukti berpengaruh signifikan terhadap karakteristik kimia permen keras. Temuan ini menegaskan potensi saffron sebagai bahan fungsional dalam pengembangan produk permen keras dengan nilai tambah bioaktif.