Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Keterampilan Hidup Dasar Pemuda dalam Komunikasi dan Resolusi Konflik sebagai Upaya Pencegahan Kekerasan Larassita Damayanti; Sari Mutiara Aisyah; Abdul Halim; Atrika Iriani
AKM Vol 7 No 1 (2026): AKM : Aksi Kepada Masyarakat Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat - Juli 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Ekonomi dan Bisnis Syariah (STEBIS) Indo Global Mandiri

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36908/akm.v7i1.1594

Abstract

Kekerasan dapat terjadi di berbagai Instansi Pendidikan, termasuk yang berbasis agama seperti Pesantren. Penguatan Keterampilan Komunikasi dan Resolusi Konflik bagi Pemuda untuk Pencegahan Kekerasan di lingkungan pesantren bertujuan untuk memberikan pemahaman mendasar bagi siswa untuk mampu merespons dan melakukan mitigasi konflik dengan baik. Selain itu, ekosistem belajar yang kondusif, humanis, dan inklusif diharapkan memberikan dampak positif bagi perkembangan akademik dan non akademik siswa. Program ini menggunakan metode Focus Group Discussion (FGD) dan role play untuk memberikan pengetahuan prinsip dasar komunikasi dan resolusi konflik kepada siswa. Materi pelatihan terbagi menjadi dua agenda utama yaitu praktek komunikasi non verbal dan mendengarkan aktif (active listening). Pelaksanaan program melibatkan sinergi antar instansi pendidikan. Adapun evaluasi kegiatan memperlihatkan capaian yang melampaui target.Pelatihan ini mampu meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap peserta dalam memahami serta menerapkan komunikasi nonverbal dan mendengarkan aktif sebagai strategi penyelesaian konflik yang konstruktif. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata capaian kompetensi peserta sebesar 81,93 persen dan tingkat kepuasan peserta mencapai 84,67 persen, keduanya melebihi standar keberhasilan Program.  Kegiatan ini diharapkan dapat terus dikembangkan dengan lebih inklusif, melalui sinergi antar Fakultas di lingkungan Universitas Sriwijaya. Sehingga dampak yang diciptakan juga lebih luas, baik dalam aspek edukasi dan sosial. Dalam hal ini, Siswa merasakan adanya peningkatan pengetahuan terkait pentingnya penguasaan atas teknik komunikasi dan implementasinya pada kehidupan sehari-hari. Selain itu siswa juga menilai rangkaian kegiatan bermanfaat bagi pengembangan karakter
MAPPING GENDER-RELATED PROVISIONS IN INDONESIA'S FREE TRADE AGREEMENT Nurul Aulia; Yulia Rimapradesi; Muhammad Aditya Purnomo; Larassita Damayanti
Intermestic: Journal of International Studies Vol 10 No 2 (2026)
Publisher : Departemen Hubungan Internasional, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/intermestic.v10n2.1

Abstract

International trade is increasingly recognized as a policy arena that is not gender-neutral.  However, systematic mapping of gender mainstreaming across Indonesia’s trade agreement portfolio remains limited. This study maps the presence and design of gender-related provisions in 19 Indonesian international trade agreements concluded up to 2025. It applies a gender-related provisions framework and assesses five agreements containing explicit provisions using the International Trade Centre instrument across ten dimensions. The study combines document-based content analysis, corpus analysis using AntConc, manual verification, and a staged scoring procedure with triangulation to reach consensus scores. The findings indicate that 14 agreements (74%) are gender-blind, while five agreements (26%) contain explicit gender-related provisions. The Indonesia–Canada CEPA (2025) achieves an Advanced Gender Responsiveness score (85%), while the remaining agreements fall into the Evolving (42.5% and 35%) and Limited (32.5% and 20%) categories. The frequency dimension is most commonly met, whereas the dispute settlement dimension is most frequently absent.